RSS

Suami – Suami Takut Istri Part. 6

NO COPAS N DONT BE SILENT READERS!!!!!

cast :

Couple :

1. Jiyong n sungmin= jimin

2. Taeyang n ryeowook= tawook

3. Daesung n lee teuk= datuk

4. Seungri n eunhyuk= seyuk

5. TOP n chullie= tochul

6. Suhoon (mika) n Hyunmin = SuMin

—-0000——-

Hari liburan telah di lewati beberapa pasang suami istri , yahh apakah mereka merasa senang dengan liburan mereka? Ataukah jenuh?

Lets cikedot…

“ma, papa berangkat ngantor ya..”,ujar jiyong pada istrinya, Minnie. “ne, hati-hati di jalan..”,sahut Minnie dari arah dapur. Jiyongpun berangkat ke kantor seperti biasanya menggunakan mobil mewah miliknya. “huaaaahhh~akhirnya terbebas dari neraka”,gerdiknya gembira. Di tengah perjalanan jiyong bertemu dengan seorang yeoja yang tengah melambai-lambaikan tangannya bak ingin meminta tumpangan. “wahhh~ hari ini hari keberuntunganku”,gumam jiyong seraya mengembangkan senyumnya.

CIIIITTT… jiyong mengerem mobilnya dengan decitan yang keras. Ia membuka jendela mobilnya dan mendongakkan sedikit kepalanya. “annyeong jiyong ssi~”,ujar yeoja itu. “annyeong mika ssi~ ada apa?”,Tanya jiyong lembut. “hmm..apa aku boleh meminta tumpangan padamu?mobilku mogok”,ujar mika dengan nada kecewa. “hmm..tentu saja.. kajja naiklah ke mobilku”,perintah jiyong . mika pun tanpa segan-segan masuk ke mobil jiyong lalu duduk bersebelahan dengannya.

‘hahaha,yes’,gerutu jiyong sambil tersenyum sendiri dan mengepalkan tangannya. “waeyo jiyong ssi?”,Tanya mika. “ahh,anniyo~”,sahut jiyong kikuk.

***

“chagiya~ aku berangkat ke kantor dulu yaa”,teriak seung hyun dari luar rumahnya. “jakkama~”,pekik chullie. “waeyo? Ada apa lagi? Papa sudah terlambat nih..”,ujar seung hyun seraya melirik jam tangannya. “papa anter mama ke super market dulu yuuk..”,ajak chullie. “ahh tidak bisaa… papa sudah terlambat”,umpat seung hyun. “ahhh~ pokoknya papa harus anter mama dulu..”,chullie ngambek sambil menggigit jas seung hyun. “kyaaa~mama… arraseo arraseo, papa  anter mama dulu..”

“asiikk… gomawo paa..”,chullie jingkrak-jingkrak masuk ke dalam rumah.

‘ahh, ini kesempatan yang bagus untuk??? KABUUURRR…’,seung hyun lari tunggang langgang dan terpaksa ke kantor dengan naik taksi agar tidak ketahuan.

“loh? Papa kemana? Aissh~ lagi lagi dia kabur.. awas yaa kalau pulang kerja, aku sikatin biar habis tu alis..”,geram chullie sambil berkacak pinggang.

**

“nae chagiya… banguuunn…”,bisik hyukie di telinga seungri. “eemppphhh~oaaaheeem”,seungri menggeliat di tempat tidur lalu memejamkan matanya lagi. “papa…”,desah hyukie. “ehmmppphhh~”,lagi lagi seungri hanya menggeliat lalu memejamkan matanya. “PAPAAAAAAA~~~BANGUUUUUUUNNNNN”,teriak hyukie menggunakan toa+soundsystem bervolume kencang. Seungri langsung terbangun lalu cepat-cepat bersiap ke kantor.

“nah nah nah, kalau kayak begini kan enak dari tadi.. ga usah pinjem toa segala di masjid? Huh”,pekik hyukie.

Seungri yang masih setengah sadar langsung mengenakan kemeja dan jas. “papa ga mandi dulu?”,Tanya hyukie. “assh~ lupa..”,ujar seungri polos.

Seungri pun bergegas ke kamar mandi.

***

“chagiya.. aku berangkat dulu yaa”,daesung berpamitan dengan teukie yang masih berkutat dengan pekerjaannya di dapur. “arraseo.. oia, jangan lupa sepulang kerja nanti, mampirlah ke rumah appa..”,ujar teukie. “ne arraseo..”,daesung pun langsung tancap gas menuju kantornya.

“yaa.. daesung ssi~”,seseorang rupanya menyapa daesung dari kejauhan. “ne wookie ssi~ waeyo?,Tanya daesung menghentikan langkahnya.

“anniyo~ apa kau berangkat kerja hari ini?”,tanyanya.

“kau itu phabo atau apa? Lihatlah aku sudah tampan, rapi dan wangi seperti ini. Ya pastilah aku akan ke kantor.. tidak sepertimu.. pakaian tidak rapi, tidak pakai jas.. ckckckck.. memang kenapa?”,Tanya daesung sinis.

“yahh..bukan begitu.. aku hanya ingin numpang ke kantor bersamamu..boleh kan?”,Tanya wookie sambil memain-mainkan telunjukknya.

“hehehe……….tidak boleh..!!!!!”,umpat daesung lalu masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan wookie sendirian.

“huuh..dasar namja pelit.. aku sumpahin tuh mobil mogok..”,ujar wookie sambil menunjuk-nunjuk mobil daesung.

Tiba-tiba…

KRIIITTT…

“arrgghhh~ kenapa bannya pake kempes segala? Issshhh~”,daesung turun dari mobilnya lalu menendang bannya dengan kasar.

Melihat ini, wookie hanya cekikikan dan mensyukuri apa yang terjadi. *plaakk

====

“huaaahhh~ akhirnya kembali ke kantor tercinta…”,jiyong merentangkan tangannya dan duduk di mejanya. “kau terlihat senang sekali jiyong ssi?”,Tanya mika seraya merapihkan file-file di mejanya.

“ahaha..ne.. nan jeongmal haengbokhae”,ujar jiyong.

“mika sii, kau cantik sekali hari ini…”,ujar jiyong lagi

“ahaha, kau bisa saja.. kau juga tampan hari ini”,sahut mika dengan senyumannya.

“annyeong mika ssi~”,tiba-tiba seungri datang seakan merusak suasana indah milik jiyong.

“annyeong seungri ssi~”,sahut mika lalu beralih ke ruangannya. “yaa..seungri ah~ kau ini merusak suasana saja!!”,pekik jiyong sambil mengerutkan dahinya.

“yee..memangnya tidak boleh aku menyapanya?”,seungri bergaya melipat kedua tangannya di dada.

“tentu saja tidak boleh. Dia kan gebetanku.. huh”

“yya.. Minnie kau apakan?”,gerdik seungri tak mau kalah

“yaa..ada apa ini kalian pagi-pagi sudah ribut?”,seunghyun datang dengan wajah lesu. “hah, ini gara-gara dia menggoda mika, kau tau?”,ujar jiyong seraya menunjuk hidung seungri. “enak sajaa… oia, waeyo dengan wajahmu? Kelihatan lesu begitu?”,Tanya seungri.

“ahaha..aku tau.. pasti karna istrinya,, kau tau sendiri kan, istrinya galak bagaikan serigala liar. Hahaha”,seungri tertawa cekikikan. PLETAKK.. sebuah jitakan tepat mendarat di kepala seungri.

“kau pikir hanya istriku yang galak? Istrimu juga kan? Kau juga kan jiyong?”,ujar seung hyun penuh sinis. “annyeong semuaaa…”,sapa daesung penuh semangat. “annyeong”,sahut seung hyun  singkat.

“bagaimana liburan kalian?”,Tanya daesung lagi.

“tak perlu tanyakan kami. Kau sendiri bagaimana? Bukankah kita selalu senasib jika liburan?”

“hahaha.. huaaaaa~ kejadian yang sangat memalukan…”,daesung memutar-mutar kepalanya(?)

“waeyo? Ceritakan…”,seungri mendesak daesung. Akhirnya daesung menceritakan bagaimana kisah liburannya bersama istrinya yang aneh. Bukan hanya daesung, jiyong, seungri dan seung hyun pun menceritakan bagaimana perjalanan mereka selama liburan. “ahahaha,seung hyun ssi~ kau memang pantas sebagai peternak ayam. Haha”,ledek jiyong.

“arrghh~ dari pada kau? Persis seperti ibu-ibu yang kerjaannya hanya ke pasar. Haha”,seung hyun meledek balik.

“wah wah sepertinya sedang asyik yaa..”,mika menyambangi perkumpulan bapak-bapak yang tengah asik ngerumpi.

“hehe, mau ikut bergabung?”,tawar seunghyun

“anni~ aku sedang ada jadwal meeting. Permisi”,ujarnya lagi lalu pergi begitu saja

“dia milikku.. hehe”,seung hyun menatap mika dari kejauhan dengan tatapan nakalnya. PLETAAAK~ jiyong melempar kepala seunghyun dengan kertas fotocopy-an yang masih panas (?)

——

Pagi ini, ibu-ibu berkumpul di depan rumah. Bukan untuk ngerumpi, arisan ataupun mejeng, melainkan tengah asik membeli sayur mayur dan daging. Tampak umma chullie berdandan paling elegant di antara kelima ibu-ibu yang lain.

“waahh chullie ya, kalungmu indah sekali…berapa harganya?”,Tanya eunhyuk seraya menyentuh ujung (?) kalung yang melingkar di leher chulie.  “ehh..jangan sentuh-sentuh kalungku!!! Kotor tau ga sii…”,ujar chullie agak sombong. “halaah gitu aja bangga.. paling tuh kalung dapet nyolong”,pekik hyukie tidak terima. “enak ajah.. ni kalung di kasih sama seung hyun tercinta. Suami paling tampan di kompleks ini..”,lagi-lagi chullie menyombongkan dirinya. “siapa seung hyun? Tampanan juga suami eike seungri~”,ujar hyukie sambil memanyunkan bibirnya dengan terong (?)

“ye.. suami gitu aja bangga… liat noh jiyong… suami paling cute di kompleks ini..”,minnie ikut-ikutan sambil asik memilih kacang panjang. Ia terheran-heran, mengapa benda ini di sebut kacang panjang, padahal jika di potong sependek apapun, namanya tetap kacang panjang , bukan kacang pendek. *author aja bingung kenapa*

“annyeooong…”,seorang namja tampan dan gagah menghampiri kelima ibu-ibu tersebut. “an..annyeong…”,sahut hyukie terbata bata saking terpesonanya.

“waeyo?”,Tanya Minnie santai sambil tetap memperhatikan kacang panjangnya.

“rumah blok B dimana yaa?”,Tanya namja itu lagi..

“disana…”,hyukie,chullie,taeyang n teukie menunjuk ke arah yang sama secara bersamaan. “ahahah ne, gomawo..”,ujar namja itu, lalu berlalu ke tempat yang di tunjukkan ibu-ibu tadi.

“hhuuaaaahhhhh~tampaaannnnnn”,chullie menggosok-gosok muka sang penjual sayuran dengan sawi. “woe..woe..”,pekiknya

“ne, tampan sekali…. Andai saja aku belum menikah, aku akan memacarinyaaa…”,ujar hyukie

“aku tau suamimu jelek, jadi baru melihat namja lain, kau langsung terpikat”,ledek Minnie seraya membolak-balikkan kacang panjangnya *again*

“kau itu yang dilihat hanya kacang panjang saja.. apa kau memperhatikan namja tadi, huh?”,pekik teukie. “anniyo~ hahaha”,Minnie cekikian.

“jadi beli tidak, ibu-ibu?”,Tanya pedagang sayuran. “tidaaakkkk”,Minnie bersuara lantang. “huaah dasar!! Dari tadi liatin kacang panjang mulu, tapi ujung-ujungnya slalu tidak jadi beli..”,pekik sang pedagang. “ya jelaslah.. aku kan penasaran dengan kacang panjang”,Minnie langsung capcus menuju rumahnya.

***

“silahkan duduk mika ssi~”,wookie membersihkan tempat duduk mika di meja kerjanya. “ahahaha tidak perlu seperti itu. Tapi gomawo yaa..”,mika melempar senyumnya ke arah wookie. ‘kyaaaa~manis sekali yeoja ini.. huaaaa’,hati wookie berdecak kagum.

TOK TOK TOK..

“silahkan masuk…”,ujar mika. “hehe,annyeong mika ssi~”,seungri masuk mendongakkan kepalanya lalu masuk ke dalam ruangan mika. “heh.. kau..kluar..”,seungri melotot ke arah wookie lalu memberinya isyarat untuk pergi dari ruangan.

‘huh..dasar..tak tau aku sedang bersenang-senang apa?’,pekik wookie.

“mika ssi~ apa aku mengganggumu?”

“anniyo oppa.. wae?”,ujar mika

‘mwoyaaa? Oppa? Dia memanggilku oppa? Kyaaaaa’,hati seungri jingkrak-jingkrak kegirangan.

“ehm..aku ingin berbicara sesuatu padamu”,seungri menatap tajam mata mika. “hm..aku juga akan membicarakan sesuatu padamu, tapi nanti saja.. bisakah nanti kita bertemu di cafetaria?”,usul mika. Dengan cepat seungri mengangguk dan memberitahunya pada yang lain.

***

“kyaaaa..aku akan makan siang dengan mika….”,teriak seungri sampai membuat gedung-gedung bergoyang india(?)

“mwoyaa? Makan siang? Aku juga dapat undangan dari mika”,ujar jiyong tak mau kalah.

“aku juga..”

“aku juga..”, sahut yang lainnya. “aigoo,ada apa yaa mika mengundang kita berlima?”,celetuk wookie seraya mengepel lantai.

“sepertinya ia akan mengumumkan siapa yang akan ia pilih sebagai namjanya.. hahaha”,ujar seunghyun sambil tertawa.

“yang pasti aku laah~”,seungri mengetatkan dasi kupu-kupunya.

“jiaah ni anak.. yang dipilih pasti akuuu”,jiyong menjitak kepala seungri dengan pulpennya.

“kalian ituu.. harusnya ingat istri dirumah..”,kyu hyun datang dengan membawa setumpuk map biru. “yahhh,kau itu…mentang-mentang masih bujangan.. apa jangan-jangan kau juga mengincar mika yaa?”,tebak daesung.

“kalau iya kenapa? Yesungdahlah, aku ke ruangan mika yaa.. dadah…”,ujar kyu hyun sambil melambaikan tangannya.

“aiish…”,desah kelima bapak-bapak(?) itu.

***

“aigoo~ cucian banyak bener….”,pekik Minnie seraya berkacak pinggang di depan jemuran.

“silyehamnida”,terdengar seseorang memanggil dari luar rumah. Minnie pun bergegas keluar dan melihat siapa yang datang.

“ne…”,mata Minnie terbelalak melihat siapa yang orang datang.

“annyeong..”,ujarnya sambil melambaikan tangan. Minnie masih saja terpaku melihat namja itu. “annyeong”,ucapnya lagi.

“ahh.. ne.. hehe.. waeyo?”,Tanya Minnie. “ahh anniyo.. ini..”,namja itu memberikan sepucuk kartu berwarna brown kepada Minnie.

“a..apa ini?”,Tanya Minnie.

“ah, mianhae.. saya tidak sopan memberikan ini pada anda.. padahal kita belum saling kenal.. ini kartu undangan untuk anda, saya akan mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah baru. Saya harap anda dan keluarga dapat hadir. Yaa sekalian kita saling mengenal. Karena kita akan menjadi tetangga mulai hari ini. Jeongmal mianhae..”,ujar namja itu.

“ah ne,, gwenchana.. aku akan datang..”,ujar Minnie senang.

====

Setelah ia mendapat kartu undangan , Minnie langsung menemui ibu-lain untuk memamerkan kartu undangannya, baru saja ia keluar dari rumah, ia mendapati ibu-ibu yang lain telah berkumpul bagaikan pendemo yang akan berdemo di depan gedung MPRG (majelis perempuan rada gila *ditabokin)

“kyaaa..kau juga dapat??”,teriak hyukie seraya menarik-narik baju chullie. “ya!!!lepaskan!!!”,pekik chullie sembari mendorong tubuh hyukie menjauh darinya.

“ada apa ibu-ibu??”,tanya Minnie

“kami dapat kartu undangan dari si ganteng loo..”,taeyang mengibas-ngibaskan kartu undangan yang di dapatnya. “si ganteng??”,tanya Minnie dengan tampang polosnya.

“iaa.. itu si hyunmin.. kyaa namja tetangga baru kitaa..”,cletuk teukie seraya menunjuk ke arah hyunmin yang tengah mencuci mobil mewahnya.

“ya ampuuun.. aku juga dapat undangannya looh..”,Minnie menyibakkan rambutnya yang panjang berkilau.

“sepertinya aku harus ke salon sekarang.. hihihi siapa tau hyunmin terpikat oleh kecantikanku”,chullie mengibaskan kartu undangannya lalu pergi ke salon untuk mempercantik diri.

“aku rasa aku perlu ke mall..”,teukie juga ikut pergi. “kau tidak ikut pergi juga?”,tanya Minnie pada hyukie yang kurang bersemangat. “anniyo~aku rasa aku akan tinggal dirumah dan tidak datang ke tempat hyunmin”,keluh hyukie seraya mengelus perutnya. “ah arraseo, tapi kau kan bisa datang bersama suamimu?”,ujar Minnie lagi seraya menepuk pundak hyukie. “hm..jika ia mengijinkan..”

“ya sudah..kajja,kita berbincang di dalam saja”,ajak Minnie.

==

Seungri, jiyong, seung hyun, daesung dan wookie telah berkumpul di kafetaria , mereka menunggu kedatangan mika yang mengundang mereka untuk makan siang bersama. “ahh itu dia~”,ujar daesung sambil menunjuk mika yang baru saja datang. “annyeong haseyo”,sapa mika.

“annyeong..”,sahut semuanya. Mereka berempat berebut memberi tawaran kursi untuk mika. “ahaha kalian lucu. Aku duduk disini saja”,mika mengambil tempat duduk di sebelah wookie. Wookie hanya tersipu malu sambil mengelap keringatnya yang tiba-tiba mengucur deras *lebay*

“jadi begini..aku ingin mengundang kalian untuk datang ke acara ulang tahunku nanti malam..sekaligus akan mengumumkan calon suamiku”.ujar mika. “aku harap kalian datang ya..”,mika membagikan beberapa surat undangan pada bapak-bapak ini.

“pastii..”,sahut seungri bersemangat.

“oia, bukankah ini alamatnya di kompleks perumahan kami?”,tanya jiyong

“ne, karna aku akan tinggal disana bersama calon suamiku itu”,mika tersipu malu. Dalam benak kelima bapak-bapak ini sudah membayangkan bahwa mika akan memilih salah satu dari mereka berlima.

&&&&

“chagi ya~aku akan pergi meeting malam ini, kau jaga rumah ya..”,ujar jiyong sambil mengetatkan dasinya. “kau mau meeting? Malam-malam?”,Minnie membantu jiyong merapihkan jasnya. “iya..klien minta diadakannya pertemuan malam ini. Dan aku tidak boleh terlambat. Aku harus kesana lebih awal. Ya sudah aku pergi dulu ya.. daahh..”,jiyong mengecup kening Minnie lalu bergegas pergi.

“huh dasar!! Awas saja kalau sampai ketahuan selingkuh… aku akan mencekeknya dengan kekuatan supermama”,pekik Minnie. “hmm..tapi kurasa ini waktu yang tepat sekali untuk datang ke acara hyunmin tanpa mengajak jiyong. Hahaha”,Minnie tertawa lepas.

“pa…mama ada arisan di rumah jenk chullie..”,ujar teukie sambil mengelus paha daesung yang tengah asik menonton di ruang tamu. “hmm..”,sahut daesung dengan deheman.

‘waah..diijinkan…’,gumam teukie, teukie pun langsung beranjak ke kamar dan berdandan yang cantik. Setelah itu teukie keluar dari kamar, lalu kembali ke ruang nonton. Dan ia kaget, ia tak menemukan siapapun di ruangan itu.

“loh papa kemana???”,pikir teukie. Tanpa berpikir panjang, teukie pun langsung pergi menuju rumah hyukie untuk menjemputnya.

“jenk hyukie…”,teukie berteriak teriak di depan rumah hyukie. “wooiii .. yang punya rumah.. keluar anda dari persembunyian!!!”,teriak teukie lagi. tapi tetap tidak ada jawaban.

“waah sialan ni orang!!”,gerdik teukie.. tanpa pikir panjang ataupun pendek, teukie mencoba melompati pagar rumah hyukie walaupun pada saat itu teukie tengah mengenakan rok tipis dan panjang.

KROEEKKK… rok teukie robek hingga 10 cm di atas lutut.

“aigoo..”,teukie menepuk dahinya.

*****

“pa..gomawo yaa sudah mengantar mama kesini..”,hyukie menggandeng tangan seungri erat sambil megelusnya. “iya..kebetulan teman papa juga punya acara disini… awalnya sih papa pengen kesini sendirian, tapi berhubung papa sudah tobat, jadi papa kesini ngajak mama , istri papa tercinta.. hhe”,ujar seungri sambil cengengesan. “ahh papa so suuuiiitt”,hyukie menoel dagu seungri sambil terus berjalan menuju rumah hyunmin.

Sementara itu….

TOK TOK TOK…

“wooi ada orang tidaaakk??”,teriak teukie sambil menjinjing roknya yang robek.

CKLEEK.. seseorang membukakan pintu.

“mianhae, ajjumha mau cari siapa ya?”,ujar anak kecil yang keluar membukakan pintu.

“heh?? Mana hyukie?”,tanya teukie dengan nada kesal. “ohh ajjumha  hyukie? Ajjumha sedang pergi ke rumah temannya bersama ajjushi seungri”,sahut anak kecil itu lagi dengan  nada santainya sambil mengemut permen lollipop.

“mwoyaaaa???”

“ne…”

“kenapa kau tak bilang dari tadi??? Ajjumha kan sudah teriak-teriak di depan rumah bahkan sampai melompat dari pagar!! Kenapa kau tak keluar dari tadi hah anak kecil???”,teukie guling guling di teras.

“haha..mana aku tau.. sudah, ajjumha pergi saja.. dadah..”

BRAAAKK.. pintu itu di tutup dengan kasar.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

****

“mama ku sayang..”,seunghyun mengelus bahkan mengecup kening istrinya, chullie. “mwo?”,tanya chullie sinis.

“sudah makan belum?”

“wae? Kenapa kau tumben menanyakan hal itu? Biasanya juga ayammu yang kau tanyakan!!”,chullie memicingkan matanya. “hehe..jangan begitu sayang.. papa sudah tobat! Papa akan lebih sayang ke mama melebihi rasa sayang papa ke ayam ayam papa..”,ujar seunghyun lagi.

“lalooo??”

“papa mau pergi sebentar membeli makanan untuk mama.. bolehkan?? Bolehkan??”,seunghyun mengeluarkan jurus mata memelasnya.

“arraseo..”,sahut chullie.

“asikk..akhirnyaaa aku bisa ke tempat mika”,pikir seunghyun

“yess… ini yang aku tunggu tunggu..”,gerutu chullie di selingi senyum liciknya.

“pa…mama latihan dulu yaa..”,taeyang berpamitan dengan wookie.

“latihan pakai pakaian begitu?”,tanya wookie sambil menunjuk dress yang di kenakan taeyang . *author mikir taeyang pake dress gimana yaa? Wkwkwk#ignore*

“terserah mama donk.. mau latihan gulat pake dress kek..pake kolor kek..pake sarung kek..emang papa mau apa?”,taeyang melotot kearah wookie hingga membuat wookie takut.

“ya..”belum selesai wookie menyahuti perkataan taeyang, taeyang sudah hilang dari pandangannya.

“aisshhh==”

===

Acara peresmian rumah baru pun akhirnya di laksanakan. Minnie datang dengan anggunnya berbarengan dengan taeyang dan chullie. Sedangkan hyukie datang bersama dengan seungri namun mereka tak saling bertemu. “wahh chukhaeyo…”,hyukie dan seungri berjabatan dengan mika dan hyunmin. “ne gomawo.. ohh jadi ini istrimu ya oppa? Wahh neomu yeoppo”,puji mika. Kepala hyukie terasa membesar bagaikan squidword *plakkk

“chagi,, aku sambut tamu lain dulu yaa..”,hyunmin beranjak menyambut tamu lain yang baru datang.

“wahh selamat datang…”,sambut hyunmin pada ketiga ibu ibu itu. “ahh gomawo..”,sahut ketiga ibu ibu itu sambil merapihkan rambutnya dan menambahkan beberapa tepokan sponge bedak.

“silahkan masuk..”

“ahaha iyaa… kau tampak gagah hari ini…”,chullie menoel dagu hyunmin dengan tatapan mata nakal.

“ahahah..gomawo”,sahut hyunmin seadanya walaupun agak geli. Minnie , chulie , dan taeyang pun masuk kedalam. Didalam mereka benar benar menikmati pesta. Hingga mereka tak menyadari keberadaan satu sama lain antara.

“baiklah..hari ini aku akan mengumumkan siapa calon suamiku…”,mika mengalihkan acara. Jiyong, seunghyun, daesung dan wookie tampak harap harap cemas menantikan pengumuman bak seorang ayah menantikan kelahiran anaknya.

“namja itu ialah…”

“akuuu”,jiyong mengangkat tangannya. Mendengar suara jiyong, Minnie memicingkan matanya. Matanya memburu kesetiap sudut ruangan. “itu dia”,gumamnya.

Dengan kecekatannya , minnie melayangkan sepatunya. “wow”,jiyong yang menyadari keberadaan minnie, langsung segera tancap gas keluar ruangan.

“ahh~ untung istriku tidak ada.. hha”,seunghyun berbangga hati.

“ahaha pintar yaaa…”,chullie tiba-tiba datang lalu menjewer telinga seunghyun. “ata..ata..ata..”,seunghyun mengerang kesakitan.

“hemmm???”,taeyang melotot ke arah wookie. Tanpa aba aba, wookie langsung menggandeng lembut tangan taeyang lalu mengajaknya pulang. “hhehehe”

“mereka kenapa?”,tanya mika dan hyunmin berbarengan. “biasa..suami suami takut istri..”,sahut daesung ringan . “kau tidak?”,tiba-tiba teukie datang dengan roknya yang masih dalam keadaan robek. “hhe..aku kan baik ma..”,daesung cengengesan. “pulang gak?”

“iyaa.. ini juga mau pulang ma.. hhe”

“cepetan pulang!!!”

“iya..iya..iya..”,daesung langsung berlari pulang disusul teukie seraya menjinjing roknya yang rombeng *plaaaakkkk

“ckckck mereka tidak ada tobatnya yaa?”,seungri berdecak. “iyaa.. untung saja kita tidak seperti dulu. Hha”,sahut hyukie sembari mengelus lembut perutnya.

^^^END^^^

Waaaa akhirnya the end jugaaa~ maaf yaa menunggu terlalu lama.. hhe

Maaf kalo ada banyak salah di ff ini.. NO BASHING yaa..

harap harap RCL~

 

Tag: ,

Suami – Suami Takut Istri Part. 5

NO COPAS N DONT BE SILENT READERS!!!!

 

Annyeong,, aya is back…

Mian kalo ni FF suami suami takut istrinya lamaaaaaaaaaaaaa banget di post.. hehe

Oke.. ini couple terakhir yang aku bikin..

The TAWOOK couple..

Harap maklum kalo ini FF gajenya ga ketulungan..

Sesuai permintaan, si taeyang aku jadiin yeoja, trus wookie jadi namja..

 

 

 

~~~~~HEPI READING~~~~~~

 

 

 

============================================================================

Taeyang dan wookie adalah sepasang suami istri yang berbeda dari pasangan yang lainnya. Mulai dari profesi yang mereka geluti  hingga sifat mereka yang berbanding terbalik. Taeyang sebagai seorang pegulat wanita yang hanya jago diatas ring, sedangkan wookie bekerja hanya sebagai office boy yang pekerjaannya hanya membuat makanan dan minuman untuk karyawan di kantor.

 

Kisahnya di mulai dari sini…..

 

“hhhiiiiaaaatttttt……gdbruuuuggg!!!!”, terdengar suara bising datang dari arah loteng. “aiiissshhh~ suara apa itu? Mengganggu saja!!!”, wookie langsung terbangun dari tempat tidurnnya lalu mencari asal suara itu, dan yang pasti ia tau bahwa ini adalah ulah istrinya tercinta. Wookie berjalan setapak demi setapak sambil mengucek-ngucek matanya yang masih belekan.  “oooaaaaaaaaaahhheemmmm, uhuk..uhuk… uuh~nyamuk sialan! Pake acara masuk ke mulut lagi.. hooeekk”, seekor nyamuk telah lancang masuk ke mulut wookie tanpa ijin dari departemen kesehatan (?)

 

**********

Setibanya di loteng

 

“ciiiaaattt….. PLaaakkk…. Byuuurrrrr …. Pyaaaaangggg”, kaca jendela loteng hancur berantakan, luluh lantah dan tak bersisa (?)

“yaa ampuunnn!! Mama…???? Mama ngapain disana???”, ucap wookie sambol menguap selebar-lebarnya.

“ahha~ kebetulan nih pa… papa ada disini!!! Pa,,, kesini…”, taeyang memanggil-manggil wookie denagn menggerak-gerakkan telunjuknya.

Wookie sudah tau, apa yang akan di lakukan taeyang padanya . kelinci percobaan.. itu dia~

Wookie sedikit demi sedikit mengambil langkah mundur dan bermaksud untuk…. “KABUURR”…

 

“hei..hei… jangan kabur pa.. mama Cuma ngajak papa main bentaran dooang kok”,teriak taeyang. “kalau di jadikan kelinci percobaan,, papa ga mau!!!”, saut wookie sembari berlari. “hiaaahhhh”,taeyang dengan cekatan menarik kerah piyama pink milik wookie. “mau kemana papaku sayang???”,taeyang menaik-naikkan alisnya seraya tersenyum licik. “hehehe”,wookie cengengesan.

 

*****

“papa….papa cakep deeh…”,ujar taeyang sambil menoel dagu wookie. “embeerrrr”,sautnya. “pa,temenin mama latihan yuuk…”,ujar  taeyang sembari menuangkan teh ke dalam cangkir. “latihan dimana?”,Tanya wookie seraya membaca Koran terbalik. “di kamar dong”,saut taeyang manja. “ahhh~jangan-jangan aku jadi korbannya , lebih baik aku mencari-cari alasan sebelum aku dijadikan tumbal”,gerutu wookie dalam hati.

“ehem,, ma.. sepertinya hari ini ada tugas dadakan!!”,ujar wookie seraya menyeruput teh buatan istrinya. “mwo? Bukankah kau libur selama seminggu? Kenapa harus bekerja?”,Tanya taeyang sembari mengasah pisau dapur setajam-tajamnya dan mengarahkannya pada wookie. . “aigoo!!itu pisaunya!! Menyeramkan”,gerutu wookie ketakutan ketika taeyang mendekat ke arahnya lalu meletakkan pisaunya di meja.. “jangan pergi deeh pa… mama membutuhkan papa saat ini.. katakan saja pada bosmu kalau kau sedang sibuk menemaniku.  Aku kan sebentar lagi mau mengikuti kejuaraan pegulat wanita sekabupaten ‘BIG BANG’ *ngasal*”,ujar taeyang sembari memijit kepala wookie se kencang-kencangnya. “atatatata mama pikir kepala papa santen? Di remes-remes ampe remuk?”,saut wookie agak bawel. “iya.iya… yang penting papa mau nemenin mama kan?”,taeyang mengedip-ngedipkan matanya hingga bulu mata palsunya lepas. (author mah gaje!!) “iye..iye..”,wookie memicingkan matanya.

 

******************

“papa… bangun doong,, kita mulai latihan yuuk…”,taeyang mengoyak-ngoyakkan tubuh wookie yang tengah terlelap bobok ciang *plaak*. Tapi karna terlalu bersemangat, taeyang membuat wookie terjungkal di lantai. “aaaww..”,wookie mengelus-elus bokongnya yang benjol dan kepalanya yang sakit *ga tebalik yaaa?*.  “mianhae pa..”, ujar taeyang. “iih,, mama mau apa siiih? Papa kan lagi menikmati mimpi indah ketemu khunnie”,ujar wookie setengah sadar. “mwo? Khunnie? Siapa dia? Papa selingkuh yaaa?”,Tanya taeyang agak kesal. “khunnie itu sekertaris bos papa di kantor. Cantiiik banget… ga kayak mama… the kill (baca:dekil), kasar, punya otot lagi.. lain khunnie,, dia cantik,seksi, bersih, wangi.. pokoknya perfect dah… kenapa yaa? Dulu papa bisa nikah ama orang macem mama?”,kata wookie yang masih saja mengigau di bawah alam sadar. “ooohhhh~~ gitu rupanya!!! Nyesel yaa nikah sama mama? Liat aja nanti… mama kasi papa pelajaran!! Heuuh ==”, taeyang pergi entah kemana membiarkan wookie sendirian.

 

======

30 menit kemudian…..

“hoaaaheeem….”,wookie bangun dari tidurnya secara sempurna. Matanya sudah jreng dan pikirannya sudah kembali ke alam nyata. “maa….”,wookie memanggil manggil taeyang. “ommo?”seketika mata wookie terbelalak ketika melihat sosok manusia yang berdiri di hadapannya seakan siap memangsanya saat itu juga. “mama? Mau ngapain bawa pentungan?”,Tanya wookie seraya berjalan mundur. “kita mulai yuuk latihannya…”, ajak taeyang. Wookie terus berjalan mundur..mundur.. dan mundur.. hingga posisinya terpentok di tembok. Taeyang dengan cepat menarik rambut wookie dan mengajaknya ke loteng atas. “Siap-siap yaa…”,taeyang member aba-aba. KRETEK..KRETEK… jari jemari taeyang bersuara. Wookie begitu ketakutan setengah mati hingga gemetaran. “HIAAAATTTTTTTT”,taeyang mulai menyerang wookie dengan bantingan pertamanya. “AAAAAAAAAAA”,wookie berteriak gaje lalu berlari pontang panting ke luar rumah. Entah tanpa di sengaja atau tidak, wookie masuk ke rumah jiyong.

“woe..woe… ngapa lu?”,Tanya jiyong yang keheranan karena melihat makhluk asing masuk ke rumahnya. “eiih kok ada tamu tak di undang?”,Tanya Minnie sembari menggendong gaho dan mengelus-elusnya. “aku numpang ngumpet yaaa… jangan bilang sama istriku kalau aku disini. Arraseo?”,wookie mengedip-ngedipkan matanya ke Minnie. Jiyong yang melihat ini, langsung terbakar api cemburu . (author : kebakaran!!!! Kebakaran!! #plak)

“heuu.. beraninya dia bermain mata dengan istriku!! Awas saja!!”,gerutu jiyong.

 

TING..TOONG… bel rumah jiyong dan Minnie berdering (?)

“annyeong… apa kalian melihat suamiku yang rada-rada gaje masuk kesini?”,Tanya taeyang.

“ohh si wookie”,Tanya jiyong balik. Taeyang mengangguk. “kata wookie, dia mau numpang ngumpet disini. Trus, dia minta supaya kami tidak memberitaumu”,ucap jiyong tegas. “sstt…”,Minnie mendesis. “haha..biar tau rasa dia…. Sapa suruh main mata denganmu!!”,ujar jiyong bangga.

 

“wookieeeeee……………”taeyang berteriak hingga membuat tembok rumah jiyong retak-retak #plaak~kejam amat nii author#

“haduuuh.. gimana nii??? Aku ngumpet dimana niih?”,wookie kelimpungan mencari tempat persembunyian. Ke utara, ke timur, ke selatan, ke barat tapi tak juga ia menemukan tempat yang kiranya cocok untuk bersembunyi dari amukan sang istri. “aha~ aku ngumpet disini saja!!”,wookie masuk ke sebuah kotak yang ukurannya cukup besar dan pas dengan ukuran badannya. “iihh..kok kotak ini bau yaa?”,wookie menutup hidungnya rapat-rapat. “aigooo!!! Tempat apa ini?uughhh~iyeeekk”,wookie berisik sendiri di kotak itu. “mana siih tuu orang?”,ucap taeyang yang berdiri tepat di depan kotak yang di masuki wookie.

“aiihh~ kenapa dia harus berdiri disana?”,gerutu wookie. “aiih~ngumpet dimana siih? Pinter banget nyari tempat persembunyian. Awas aja ampe ketemu!!”,taeyang beranjak dari tempat itu.

“ahhhh~ akhirnya dia pergi juga. Hehehe… hmm,, ngomong-ngomong ini tempat apaan yaa? Kok bau?”,ujar wookie. “itu mah kandangnya gaho..”ujar jiyong yang tiba-tiba datang sembari menggendong gaho. “mwo?!! Jadii?????”, jiyong hanya tertawa lepas begitu juga dengan gaho (?) “udah… pulang sana!! Istrimu di vaksin dulu biar ga galak. Hahaha”,ledek jiyong. “waaahh~penghinaan ni.. tidak bisa di biarkan!!!” . “apanya yang tidak bisa di biarkan?”,ujar taeyang yang secara tiba-tiba muncul. “itu ma,, jiyong ngatain mama anjing!!”,ujar wookie membela diri. “yeee.. sapa yang bilang anjing? Aku kan Cuma bilang perlu di vaksin!! Noh,, si wookie yang ngatain anjing!”,jiyong ikutan membela diri. “ahhh~ kalian sama aja!! Sama-sama ngatain aku anjing!!”,taeyang menjewer telinga mereka berdua. “eehh.. ini karna  salahmu tau!!”,jiyong menyundul kepala wookie. “enak aja.. ini tuh salahmu…”,wookie menarik hidung jiyong. “sudah,, jangan gadoh gadoh.. tak baik..tak baik.. (?)”,saut Minnie.

 

 

 

===to be continue===

 

 

mianhae kalo ni FF terlalu sungguh sangat amat gaje bin pendek..

di tunggu komennya yaa…

 

Tag: ,

Suami – Suami Takut Istri Part. 4

NO COPAS N DONT BE SILENT READERS!!!

Mian, kalo namanya aku ganti..

~daesung a.k.a kang dae

~lee teuk a.k.a teukinem

 

Epii reading*************

 

 

Datuk.. Daesung dan Lee Teuk termasuk pasangan yang harmonis , karena jarang sekali ada pertengkaran diantara mereka. Sifat kang dae yang sabar dan juga polos membuat teukinem  tidak pernah menuntut hal yang aneh-aneh pada suaminya. Namun sifat teukinem malah membuat kang dae serba salah.

Mau tau sifat teukinem? Check this out`~~

 

Suatu hari mereka merencanakan suatu rekreasi bersama, tak lupa mereka mengajak buah hati mereka yang baru berusia 5 tahun, Minho.

“ma.. mama sudah siap” Tanya kang dae yang sudah rapi mengenakan celana coklat ¾ dan mengenakan to table square-square alias kemeja kotak-kotak *bhasa inggrisnya author aneh*

“sudah pa..” jawab teukinem

“aiish,, aku lupa sesuatu”kang dae kembali kedalam kamar dan mengambil barang yang tertinggal. Teukinem membawa semua barang-barang bawaan ke dalam mobil. Teukinem masuk lagi ke dalam rumah untuk memastikan rumah dalam keadaan aman.

“ma..jangan lupa semua ruangan di kunci yaa..!!” teriak kang dae lagi.

“iya pa..” jawab teukinem sembari mengunci seluruh ruangan termasuk kamar tidur mereka, padahal kang dae masih ada di dalam ruangan tersebut. Entah teukinem sadar atau tidak, ia mengunci suaminya di kamar.

“mama duluan aja, nanti papa nyusul” teriak kang dae lagi

“ohh.. iya paa..”jawab teukinem. Teukinem akhirnya keluar dari rumah tapi lupa menutup pintu utama di rumah mereka.

“ayo nak, kita berangkat!” teukinem mengajak anaknya untuk naik ke mobil.

“tapi papa masih di dalem ma…” jawab minho

“ahh~ kamu ini, papa tadi bilang mau brangkat duluan, nanti kita disuruh  nyusul.. nah skarang kita nyusul papa yaa.. ayo naik..”ajak teukinem lagi , minho langsung di gendong mamanya ke dalam mobil.

 

—–Di dalam kamar—–

“ahh~ akhirnya ketemu juga nih kacamatanya”, ucap kang dae. Kacamatanya yang di cari sedari tadi akhirnya ditemukan. Kang dae membersihkan kacamatanya yang diselimuti debu. Setelah itu kang dae keluar dari kamarnya, agar istrinya tidak lama menunggu. Tiba-tiba..

CKLEEK..CKLEEK..CKLEEK..CKLEEK..

“loh.. ini pintu knapa gak bisa di buka?” kang dae panik. Kang dae mencoba sekali lagi hingga akhirnya kehabisan tenaga. “waah.. aku terkunci.! Mama..mama…” kang dae berteriak2 namun tidak ada jawaban ataupun respon dari teukinem.

 

CLIIING…

“aha.. kan  ada kunci serep” kang dae baru terfikirkan kalau kamar mereka memiliki kunci serep. Kang dae mencari-cari kunci itu.

Sudah sejam mencari, tapi belum juga ditemukan. Dari semua sudut ruangan, kini tersisa satu laci yang belum dibuka yaitu laci yang berisi pakaian dalam teukinem. Akhirnya kang dae mengubek-ubek *bahasanya nok* dan menemukan kunci itu disela-sela tumpukan pakaian dalam teukinem.

“ahh~ akhirnya ketemu juga..” kang dae bernafas lega.

Kang dae akhirnya membuka pintu kamar dan langsung keluar. Sampai di garasi , kang dae sudah tidak melihat mobilnya yang tadi parkir disana.

“iish..sudah di kunci, ditinggal pula..”gerutu kang dae.

Akhirnya kang dae memutuskan untuk pergi menggunakan taksi.

 

 

——di tengah perjalanan——

Ada sebuah mobil yang sama persis seperti milik kang dae di kerumuni banyak orang. Kang dae menyetop taksinya dan turun untuk melihat apa yang sedang terjadi.

“yaa ampyuun… kasihan sekali ibu dan anak itu.. tewas mengenaskan!” kata salah satu warga

“ada apa ini?” Tanya kang dae

“ini, tadi ada kecelakaan, ibu dan anak ini tewas secara mengenaskan” jawab orang tersebut

Kang dae shock dan histeris sambil berkata , “ minggir..minggir.. saya adalah suami dan ayah korban”

Semua warga heran dan pandangan tak biasa tertuju pada kang dae.

“minggir..minggir..” kata kang dae lagi. Semua warga yang tadinya berkerumun, memberikan jalan untuk kang dae. Tiba-tiba kang dae kaget dan terperangap melihat kenyataan bahwa ibu dan anak yang tertabrak itu maksudnya adalah ibu monyet dan anak monyet.

“ooh.. jadi bapak ini suami dan ayah korban?” Tanya salah seorang warga.

Kang dae hanya terbelalak melihat kejadian memalukan ini… “SUNGGUH TERLALU”

 

——Keesokan harinya—-

Teukinem sedang memasak di dapur dan kang dae tengah asik membaca Koran.

“mama… buatin papa kopi doong” teriak kang dae

“iyaa pa…” jawab teukinem. Teukinem langsung membuatkan kopi untuk suaminya.

Saat yang bersamaan, ikan yang di goreng ,gosong, nasinya juga gosong serta soupnya mendidih. Teukinem benar2 kerepotan. Sehingga garam yang mau dimasukkan ke soup malah di tuangkan ke cangkir yang berisi kopi , sedangkan gula yang mau di masukkan ke cangkir yang berisi kopi ,di masukkan ke dalam soup tadi. *ASTAGA*

Setelah selesai membuat kopi, teukinem memberikan kopinya kepada kang dae. Kang dae pun meminumnya.

BRUUUSSHHH…

Kang dae nyembur ala  mbah dukun

“kopi apaan nih? Asin banget! Lebih asin dari air laut pula!” kang dae protes

“ahh~masaa siih?” teukinem ga percaya

“nih cobain!” kang dae meminta teukinem untuk mencobanya dan

BRUUSSHH…

Teukinem menyembur ke wajah kang dae.

“iih.. kok nyemburnya ke papa sih?” kang dae menggeram.

“mianhae”

 

BUAHYA MANIS..BUAHYA MURAH..BUAHYA…

Kang dae mendengar teriakan pedagang buah yang biasa lewat di depan rumahnya.

“maa.. beliin papa buah jeruk sana..” perintah kang dae

“iyaa..” teukinem pun keluar dan menyetop dagang buah tersebut.

 

“mass… saya mau beli buah jeruknya” kata teukinem

“ohh~ mau beli brapa kilobu?” Tanya si pedagang

“sekilo brapa mas?” teukinem Tanya balik

“ohh.. yang ini 7000 sekilo” jawab pedagang tadi

“mahal amat sih mas! Jeruk segede upil gini juga!! 3000 yaa…??” teukinem bermaksud menawar tapi respon yang diberikan tidak sesuai harapan.

“ihh.. ibu kira saya ga bangkrut apa kalo saya jual segitu.. ! lagian jeruknya kan barang improot!! Eh.. import maksudnya..!” kata pedagang sambil nodong teukinem pake jeruk

“ yee.. import sih import! Tapi jeruknya kan segede upil ! kasi murah napa?” rayu si teukinem lagi

“saya bisa kasi ibu 3000 sekilo, asalkan ibu bisa nunjukin kalo upil ibu segede jeruk ini! Ayoo..” pinta si pedagang

Teukinem terdiam tanpa kata*d’masiv banget* dia tidak bisa membuktikan bahwa upilnya segede jeruk.

 

**************TO BE CONTINUE***************

 

Tag: ,

Suami – Suami Takut Istri part. 3

kali ini di part ketiga, aku mau nampilin couple SEYUK..

 

~~~~Hepi reading yaah…..~~~~~

 

“huh… liburan gini enaknya jalan-jalan nih sama istri” seungri duduk di sofa di ruang tamu, setelah selesai mengerjakan tugas rumah. Maklum karena sedang liburan.

“uueek..ueek….” terdengar suara orang yang sedang muntah dari kamar mandi, seungripun  langsung melihat ke dalam kamar mandi, kali aja ada kuntilanak nyasar. Seungri perlahan-lahan membuka pintu kamar mandi. Ternyata eunhyuk ada di dalam.

“ada apa nih sayang??”Tanya seungri pada istri tercintanya itu

“ga tau nih pa, rasanya mual, pusing lagi..”jawab eun hyuk

“telat brapa bulan?”Tanya seungri lagi

“maksud papa?” eun hyuk seperti orang tolol saja.. dia tak mengerti apa maksud pertanyaan suaminya.

“maksud papa, mama lagi hamil ya?”

Eunhyuk hanya memegangi perutnya. Rasanya sungguh tidak enak. Seungri mengajak eunhyuk ke kamar.

“pa.. sepertinya aku mau muntah lagi”eunhyuk memberitahu suaminya itu. “uuueeeeekkk…..”belum sampai di kamar mandi, eunhyuk muntah di wajah seungri*iiyeeekk*

“iih.. mama kok muntah di wajah papa??” seungri mengelap mukanya dengan tisu.

“mian pa, karena tiap mama liat wajah papa, mama teringat akan washtafel. Jadi mama muntah saja di wajah papa” jawab eunhyuk

“iih.. skalian aja wajah papa disamain ama kloset!!”ucap seungri kesal.

“nanti aja pa, mama belom mules, nanti kalo udah mules baru deh mama BAB di wajah papa. Hahaha” eunhyuk semakin menjadi-jadi

“ya sudahlah… nanti kita ke dokter gigi yaa?”ajak seungri

“masa periksa kandungan ke dokter gigi sih??”Tanya eunhyuk

“sapa yang bilang ke dokter gigi? Orang papa bilang ke dokter kandungan kok!”seungri ngelak…

“alaa.. emang mama budeg apa??”

 

 

……..Di dokter kandungan………

Ini adalah kali pertamanya eunhyuk di ajak ke dokter kandungan, biasanya seungri mengajak istrinya ke dukun beranak, sehingga kelihatan katroknya.

“Omo… knapa ada tipi disini? Apa ini? Channel apa ini dok?”Tanya eunhyuk penasaran

“ini bukan tipi buu.. ini monitor USG. Ini juga bukan channel tipi, tapi ini kondisi di dalam kandungan ibu.” Dokter menjelaskan

“omoo.. dokter hebat yaa.. bisa tau isi kandungan saya. Suami saya aja gak tau” eunhyuk heran sekali dengan keberadaaan alat-alat kedokteran tersebut

 

Dokter menjabat tangan seungri, dan berkata “selamat ya pak, bapak sebentar lagi akan menjadi seorang ayah”

“ahh.. yang benar dok?? Waaah~~ trimakasih dok..” seungri injrak-injrak di atas timbangan sampe amperenya erorr, maklum..ini adalah anak pertama seungri dan eunhyuk.

“waah~ jangan terimakasih sama saya. Terimakasih pada yang diatas!!”kata dokter

“wah, dokter tau aja kalo saya posisinya diatas, istri saya di bawah” seungri semakin menggila*plaak

“sayaang… akhirnya kita punya anak juga…”seungri memeluk dan menciumi eunhyuk

“iih.. apaan sih!! Mama gak suka ahh~” kata eunhyuk sambil manyun

“loh kok gitu? Ini kan anugrah.. !”seungri heran akan jawaban istrinya

“bukannya gak mau punya anak, tapi mama gak mau kelihatan punya perut buncit.. nanti image mama sebagai wanita terseksi di kompleks rumah, bakal menurun doong!! Apa kata miss univers??”

“sapa bilang?? Mama malah kliatan seksi kalo perutnya lagi buncit” seungri merayu eunhyuk

“papa boong!! Tuh buktinya si tukinem punya perut buncit, malah papa ejekin babi hutan nyasar”eunhyuk bener2 gak bisa di gombalin

 

……..Keesokan harinya…..

“papa……..” eunhyuk berteriak-teriak ala orang gila..*plaak

“ada apa sih ma?? Teriak-teriak mulu?? ..”kata seungri

Eunhyuk mencari suaminya, dan menemukannya sedang duduk diatas atap rumah, “papa…. Turun doong”pinta eunhyuk

“ada apa sih ma??? Papa lagi sibuk niih… lagi benerin atap yang bocor”seungri enggan turun kebawah menemui istrinya

“ya udah, kalo papa gak mau turun, mama bakal bunuh ni bayi..”eunhyuk mengancam seungri

“eee..ee.. jangan! Iya..iya.. papa turun deh..” seungri pun mengikuti perintah istrinya, seungri takut jika istrinya benar2 menggugurkan bayi mereka

“ada apa ma??”Tanya seungri

“papa…. Mama mau mangga.. pengen ngerujak..”kata eunhyuk. Ini tandanya si eunhyuk lagi ngidam.

“mama ngidam mangga yaa? Nanti papa beliin di pasar”

“gak mau!! Mama mau papa sendiri yang metik dari pohonnya langsung”

“disini kan gak ada pohonnya ma!!”

“ada.. ituuuu..”eunhyuk menunjuk ke arah rumah pak gatra. Pak gatra adalah orang terpelit dan tergalak di kompleks rumah mereka. Pak gatra memiliki seekor  anjing bulldog yang sangat galak.

 

Seungri datang ke rumah pak gatra untuk meminta buah mangganya sebutir*looh*. Baru sampai depan gerbang rumahnya , kaki seungri sudah bergetar dan hampir saja pipis di celana.*lebaay* tapi demi sang istri dan calon anaknya tercinta, seungri akan melakukan apapun.

TING..TONG… seungri memencet bel rumah pak gatra. Pak gatra keluar rumah, dengan wajahnya yang amat sangar. Seungri tambah ketakutan.

“kenapa?”Tanya pak gatra judes

“astaga… tampangnya sangar sekali , mirip seperti anjingnya”seungri berbisik

“apa katamu??”bentak pak gatra. Udah bentak, muncrat lagi!! *Kasihan seungri.. ckckckck

“ee..engga,, saya kesini Cuma pengen minta mangganya sebiji aja..” seungri langsung ke pokok permasalahan

“ooh~~ bilang doong ahh” tiba-tiba logat pak gatra berubah menjadi banci, sambil menoal-noel seungri.

“ayoo..silahkan masuk.. ambil sndiri yaa…”kata pak gatra

Seungripun mengambil mangga di halaman pak gatra.

“iih.. najong!! Di pegang-pegang banci bulldog..”ucap seungri dalam hati

*******************

 

Eunhyuk menunggu lama sekali. Sesekali dia berdoa dan memohon agar seungri digigit anjing pak gatra beneran.

 

Akhirnya seungri pulang kerumah, dan mendapati eunhyuk sedang asik makan rujak buatannya sendiri.

“loh, kok mama udah makan rujak aja sih?? Mama beli ya?”

“iya.. knapa? Mau minta? Nih…”eunhyuk menawarkan suaminya itu.

“aiishhh… tadi minta di ambilin, tapi ujung2nya beli juga kan buah mangga nya!!!”seungri sangat kesal dengan tingkah istrinya.

“sapa suru lama.. orang pengennya skarang!”eunhyuk tak peduli dengan keadaan seungri yang masih emosi, malah asiik menikmati rujaknya hingga tetes terakhir.

 

Siang harinya, eunhyuk meminta seungri untuk melakukan sesuatu, biasalah bawaan bayi..

“seungriii…..”eunhyuk memanggil-manggil seungri yang tengah mencuci pakaian.*malang bener kayak pembantu* *plaak*

“ada apa sih sayang??” saut seungri sambil mengucek-ngucek baju.

“seungrii… aku pengen kamu pake kostum ini!!” eunhyuk meminta seungri memakai kostum monyet yang baru saja di beli dari supermarket. Eunhyuk meminta seungri untuk menghentikan pekerjaannya sementara waktu.

“whaat?? Pake kostum monyet?” seungri bener2 gak percaya kalo eunhyuk ngidam yang aneh2 sperti ini tak sewajar wanita pada umumnya yang tengah mengandung.

“demi bayiku, aku akan lakukan apapun” gumam seungri. Seungri akhirnya menggunakan kostum itu. Walau agak memalukan. Toh juga Cuma make doang kan?? Apa salahnya??

“sayaang… kamu  cocok deh pake kostum itu!! Sama persis seperti  aslinya” eunhyuk meledek seungri sambil melet

“iih… dasar!! Udah kan?? Skarang papa mau copot lagi nih kostum.. sumpek!” kata seungri yang sudah gak tahan.

“yee.. blom..blom!!”eunhyuk langsung mengambil kamera yang ada di kamarnya. “ papa, kita ke kebon blakang yuuk!! Kita potoan disana! Aku pengen di kamar anak kita nanti, ada poto papa pake kostum kayak gini. Lumayan lah pake pengusir nyamuk..” eunhyuk menarik-narik seungri.

“aiishh.. mama!!! Malu-maluin ahh~~ papa gak mau!!”seungri menolak ajakan eunhyuk. Eunhyuk kembali mengancam seungri, “papa gak mau, anaknya aku bunuh nih!!” eunhyuk memukul2 perutnya.

“eee,,,ee,,, jangan!! Iya..iya deh papa mau… kalo bukan karna bawaan orok , papa gak mau”

“udahh..cpetan!! banyak bacoot ahh~~ ayoo… naik ke pohon pisang yaa??” pinta eunhyuk

“ahh~~ disini aja.. lebih enak di bawah pohon aja!! Gak mau naik!!”kata seungri

“naik gak???? Ayoo cpetan naik!!!” eunhyuk kembali melotot

“ii..iyaa…” seungri pun naik ke pohon pisang

“eeh.. jangan Cuma naik!! Gelantungan doong!!”. Seungri akhirnya beneran gelantungan.

“ayo pa… berpose.. satu..dua..tiga…” CKRIIK… “skali lagi pa!!” pinta eunhyuk

“satu..dua..tiga…” BRUUUK…..

Pohon pisang yang di panjat seungri ambruk.. karna gak kuat nopang badan seungri. “auu… dasar pohon pisang sialan!!” seungri mengerang kesakitan

“hahahaha”eunhyuk tertawa bahagia.. *plaaak*

 

Malam hari sebelum tidur, seperti biasanya eunhyuk dan seungri selalu main tebak-tebakan.

“papa.. main tebak-tebakan yuuk!! Kalo papa menang, papa boleh melakukan sesuatu ke  mama, tapi kalo papa kalah, besok papa panjat pohon pisang punyanya mas karto! Gimana??”eunhyuk menantang seungri

“ahh~~ sapa takut” jawab seungri, seungri dengan pedenya menerima tantangan eunhyuk, karena selama ini eunhyuk selalu kalah dalam tebak-tebakan. Ia yakin dan optimis kalau dia akan menang lagi.

“oke kita mulai!! Siap?” Tanya eunhyuk

“siap doong, papa kan suami siaga!!”

“oke, nah skarang pertanyaannya, kenapa bayi kalo lahir pasti ada rambutnya?? Ayo??” Tanya eunhyuk

“ahh gampang!! Karna udah takdir kan??”jawab seungri pede

“salah!!”saut eunhyuk

“mm.. tunggu bentar! Mm.. pasti karna ibunya selalu makan lidah buaya kan??” jawab seungri lagi

“SALAH” saut eunhyuk lagi

“trus apa doong??” Tanya seungri

“mau tau??? Beneran mau tau???”. Seungri mengangguk

“sini pa, mama bisikin!!” seungri mendekatkan telinganya ke eunhyuk

“jawabannya karna di dalam perut seorang ibu tidak ada tukang salonnya. HAHAHAHA” eunhyuk kali ini berhasil bikin seungri kalah taruhan..

“hayoo..papa kalah!! Papa kira mama masi tolol kayak dulu ya!! Nah, besok siap2 manjat dan gelantungan di pohon pisang yaa?? Mama mau siapin kameranya skarang! Asiik… ada tontonan topeng monyet gratis nih besok!! Hahaha”

Seungri langsung menutup telinganya dengan bantal, tidak mau mendengar kekalahannya..

 

**********TO BE CONTINUE**********************

 

Tag: ,

Suami-Suami Takut Istri part. 2

Jadi udah di putuskan bahwa di part ini, aku mau bikin ff dari couple Tochul…

Letscikedot..

ToChul (TOP dan Hee Chul) adalah satu-satunya pasangan suami istri terkaya di kompleks rumah mereka. Lihat saja pakaian yang mereka kenakan, sangat elegant dan glamour. Perhiasan yang dikenakan hee chul juga sangat berlebihan. Dia menggunakan 10 cincin sekaligus di jari-jari indahnya. Sungguh sangat berlebihan bukan???

Dari luar, TOP terlihat gagah dan tampan tentunya. Hingga banyak wanita yang terpikat padanya. Tapi entah mengapa TOP bisa menikahi hee chul yang terkenal galak dan sadis seperti mak lampir*di lempar beling sama petals*. TOP selalu saja di tindasnya, mungkin karena rasa cinta TOP yang sudah terlanjur melekat pada hee chul, TOP rela saja kalau ditindas istrinya. Seperti kata pepatah, “kalau cinta sudah melekat, tai kucing rasanya nikmat, senikmat coklat” *iyeek*

Dari pernikahan mereka, telah menghasilkan 3 ekor anak *loh*. Diantaranya kibum(17th), hankyung(15th) dan onew(3th). Mereka bertiga menuruni sifat kedua orang tua mereka, kibum polos sepolos ayahnya, onew selicik ibunya dan hankyung se geje author..*plaak*

Suatu hari , saat liburan……….

“papi….. cincin mami mana???” teriak hee chul yang baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk serta showercup yang masih dikenakan di atas kepalanya.

“apaan sih mi?”TOP masuk kekamar sambil membawa gunting rumput, berpakaian ala kampung, menggunakan kaos kutang dan memakai sarung gajah duduk.

“cincin mami mana??”hee chul melotot hingga bola matanya hampir keluar.

“loh.. mami taro dimana? Papi kan ga tau!!”

“tadi mami jejerin diatas meja rias! Tadi masih utuh 10 kok.. si kuning, si merah, si hijau, si biru, si hitam, si coklat, si ungu, si abu, si pink, nah.. si putih ilang… itu kan mas kawin yang papa kasi waktu kita nikah pi! Kalo sampe ilang, mami bisa rugi besar!!” hee chul shock plus panik .

“udahlah mi, kalo udah ilang, mau digimanain lagi??”TOP menenangkan

“aiissh….” CTAAK.. jitakan tepat mendarat di atas kepala TOP.

“aiishhh… knapa sih mami ?? toh juga papi yang belikan dulu!!” TOP mengelus-elus kepalanya yang kena jitakan

“emang papi yang beliin!! Tapi kan ngutang!! , coba deh papi inget-inget lagi kejadian saat kita menikah!!” pinta hee chul

FLASH BACK………

“Saya terima nikah dan kawinnya HEE CHUL binti BINTILAN dengan seperangkat kompor beserta gas elpiji 3 kg dan cincin imitasi putih seberat 0,5 gram dibayar NYICIL” TOP mengucapkan ijab Kabul di hadapan penghulu, wali dan saksi.

“bagaimana saudara-saudara? SAH?” Tanya penghulu

“SAH… SAH..” para saksi menyatakan pernikahan ini sah..

BACK TO STORY…

“inget gak pi?” Tanya hee chul

“iyaa.. papi inget kok!!” jawab TOP

“nah kalo inget, knapa utang cicilannya gak di lunasin?? Tiap hari tu tukang tagih kesini buat nagih. Saking keselnya , ya udah mami yang lunasin pake uang mami.” Hee chul tampak kesal.

“mami.. mami.. liat nih.. bagus yaah??” onew memperlihatkan sesuatu pada maminya

“mami.. aku bica culap..” onew kecil mulai meniru adegan sulap di tipi. Dia menggigit sebuah cincin putih milik hee chul. Bola Mata hee chul hampir keluar untuk kedua kalinya.

“TIDAAAAAKKKK… jangan makan cincin mami!!!” teriak hee chul histeris.

“papi… ambilin dari mulutnya onew pi!!” pinta hee chul

“onew sayang, sini nak , kembaliin cincin mami yaa.. jangan di makan cincinnya..” TOP meminta dengan halus

“ga mauu… pokoknya mau main culap..”Onew menolak sambil melet “week”

“iih.. anak bandeeel!! Nanti papi cubitin loh!” TOP memarahi onew

“HUUAAAA……… “ onew menangis sekencang-kencangnya

“papi…!! Anak kecil kok di bentak gitu sih?? Nangis nih jadinya!” hee chul memarahi TOP balik, lalu menggendong onew.

“sini nak, jangan nangis yaa.. cup..cup.. anak mami ganteng deh.. jangan nangis lagi yaa??” hee chul mulai menenangkan onew. Onew tampaknya mulai tenang saat berada di gendongan maminya.

“sebagai hukuman karena papi udah buat anak kesayangan mami nangis, papi urusin tuh ayam mami di kandang di halaman belakang!! CEPEET!!” perintah hee chul

“ii..iyaa mi..” TOP pun pergi ke halaman belakang dan langsung mengerjakan tugasnya. TOP memandikan ayam-ayam milik hee cul dan memberinya makanan. Ayam-ayam hee chul susah banget di mandiin, jadi TOP pada basah kuyup.

Malam Harinya … di atas ranjang..

“papi.. pijetin kaki mami doong… mami sangat kecape’an nii!!” pinta hee chul manja

“aduuh mi, papi juga lelah abis ngurusin ayam-ayam mami seharian. Secara ayamnya gak Cuma seekor ato 2 ekor, tapi 50 ekor sekaligus!!”TOP menolak

“ooh,, gitu yaa??? Yaa udah, malam ini mami gak akan kasi papi jatah!! Papi tidur aja sama ayam-ayam betina yang masih perawan di kandang sana!!” hee chul marah-marah gak jelas

“idiih… mami kira papi ayam jantan mau kawin apa??” Tanya TOP merasa tersindir

“ iaa.. kenapa? Gak terima?” hee chul mengeluarkan jurus bogeman. BLEETAAK.. TOP kena bogeman mantap dari sang istri.

“auu.. sakit mi!!”TOP mengerang

“bodo amat dah.. sana keluar! Mami gak mau tidur ama ayam jantan yang mau kawin!” hee chul mendorong TOP hingga tersungkur di bawah ranjang.

BRUUK…

“hahaha.. papi nyungsep..!!” hee chul tertawa lepas

“iih.. ini gara-gara mami tau gak!!” TOP kesel ga jelas sambil memegangi jidatnya yang ke pentok di lantai.

“jadi??? Mau mijetin gak ni??”Tanya hee chul skali lagi

“iya.. iya…” TOP pun memijati kaki hee chul , sampai hee chul tertidur pulas.

“mi..mami..”TOP berbisik untuk membangunkan hee chul.

GROOK….GROOK…GROOK. Hee chul tidur ngorok

“idiih.. mami ngorok.. OMOO~~ mami ngiler di bantal papi!!” TOP kaget melihat di bantalnya sudah terbentuk benua Eropa.

“aiish.. ya sudahlah tidak jadi minta jatahnya!”TOP mengurungkan niatnya.

Jam menunjukkan pukul 2 dini hari…

TOP dan hee chul tertidur pulas. Hee chul benar-benar tidak bisa tidur dalam posisi yang benar. Posisi tidurnya bagaikan bumi berputar. Saat TOP sedang asiknya bermimpi, tiba-tiba ada suara yang cukup keras di sertai bau tak sedap. BRUUTTTHH…..

TOP terbangun, saat membuka matanya, dia melihat pantat hee chul tepat ada di depan hidungnya.

“OMOO~~ bau sekali!! Ihh.. mami kentut!! Siaal… !! knapa tepat di hidung papi sih kentutnya??” TOP bangun lalu memukul pantat hee chul. TOP pun akhirnya memutuskan untuk tidur di ruang tamu.

*********TO BE CONTINUE********************

Maap yaa.. authornya yang buat ni ff aga stress.. jadi mohon di maklumi ffnya gila sangath..

Mohon komennya… YANG GAK MAU KOMEN, AKU CIUM..*Looh*

 

Tag: ,

Suami-Suami Takut Istri part. 1

dari judulnya, pasti udah tau bahwa semua pemainnya sudah pada berumah tangga..

cast:

Couple::::::

1. Jiyong n sungmin= jimin

2. Taeyang n ryeowook= tawook

3. Daesung n lee teuk= datuk

4. seungri n eunhyuk= seyuk

5. TOP n hee chul= tochul

nb: member big bang jadi nampyeon(suami)

member suju jadi anae(istri)

part.1 menceritakan tentang couple JIMIN

“Papa………….” Teriak seorang yeoja dari arah dapur. Jiyong masih saja tertidur lelap.

BYUUURRR…. “sepertinya aku bermimpi kalau rumah ini banjir”, ucap jiyong dalam keadaan merem.

“papa………..” teriak yeoja itu di telinga jiyong. Jiyong langsung terbangun dan langsung sadar bahwa dirinya basah kuyup setelah di siram istrinya, umin.

“aduuh ma, knapa pagi-pagi gini udah teriak-teriak gitu sih!! Papa gak tenang nih tidurnya!”

“heh.. udah jam brapa ini??? Bangun cpet! Dasar suami malass!!” kata umin

“iyaa ampun ma.. ini kan hari libuur.. papa boleh doong tidur ampe siang.. papa capek nih..”

“apa??? Mau tidur ampe siang??? Enak banget yah!!*sambil jewer telinga jiyong* istri capek-capek ngerjain tugas rumah sendirian, papa malah asik-asikan tidur!” kata umin

“aduuh ma, ampuun ma…”rintih jiyong

“ampun??? Mau di ampunin?”Tanya umin

“iya ma, lepasin doong ma.. sakit nih telinga papa…”

“oke.. kalo gitu papa bantuin mama hari ini.. hari ini mama mau adain arisan dirumah, jadi papa tolong kepasar beli kue sama beli keperluan yang lain.” Perintah umin.

“iaa,, papa mau blanja, asalkan mama lepasin dulu jewerannya!”

Umin pun melepaskan jewerannya lalu berkata, “nah, ini duitnya.. dan ini daftar belanjaan yang harus di beli”

“ busset dah… ini daftar belanjaan ato spanduk yaa?? Panjang bener…” jiyong kaget karena daftar belanjaannya puaanjang bener sampe 3 meter.

“udah cpetan sana kepasar! Keburu siang .. nanti dagangnya semua tutup!”

“ma, kunci mobil papa mana?” jiyong meminta kunci mobilnya.

“ohh~~ hari ini papa naik motor aja yaa..! motornya di bawa sama taemin ke kampus. Kasian dong pa, masa anak kuliahan bawa sepeda ontel, mana rantenya lepas lagi.. malu doong sama pacarnya di kampus!” jawab umin

“trus , kunci motornya mana??”

“adu pa, mama lupa.. motornya di bawa shindong tuh ke proyek” jawab umin lagi

“laah… trus papa naik apa?”, jiyong terlihat kesal

“jangan-jangan……………….” Pikir jiyong

“nah,, seperti biasanya.. papa mau gak mau harus jalan kaki ke pasar, ato ngojek aja!”usul umin

“omoo?? Ojek??? Mana ujan, ga ada ojek, becek*ala cinta laura*”

“protes aja nih papa!! Udah cpetan!!” umin mendorong badan jiyong keluar, layaknya mengusir.

“iih.. mama,, tunggu bntar napa??? Liat dong papa masi pake kaos kutang ama boxer! Mama mau papa di perkosa ama cewe-cewe di luar sana??”jiyong masuk kedalam kamar dan mengganti bajunya.

2 menit kemudian….

Jiyong keluar dari kamar dan langsung pamitan ke pasar, “ma.. papa k pasar dulu yaah… muuah” jiyong mengecup kening umin.

“pa… papa lupa yaa?”Tanya umin

“lupa apanya ma? Perasaan udah komplit” jawab jiyong

“ituuh… masa sebelah pake sandal, sebelahnya pake sepatu?? hahaha” umin mentertawai suaminya

“lagi tren ma….” Jiyong ga peduli lagi sama penampilannya, jadi apapun yang terjadi.. YASUDAHLAH…

“hati-hati ya pa… jangan sampe….” Belum selesai umin berbicara, tiba-tiba jiyong nabrak tong sampah yang bauu banget yang nangkring di depan pintu rumah.

“jiahahahaha… papa..papa.. kan udah dibilangin,, harus hati-hati…” kata umin sambil tertawa sengakak-ngakaknya*bahasaku euuy*

“iih… tong sampah sialaaan…” teriak jiyong kesal, lalu menendang tong sampah itu. Maksud hati ingin menendang, tapi malah kakinya yang kesakitan karna menendang tong sampah yang terbuat dari beton..

“auuu… auu..auu…” jiyong memegangi kakinya yang berasa sakiit sekali *pastilah*

“ye elah papa, itu kan tong sampah dari beton, jelaslah kaki papa kalah.. ya udah, papa masuk aja yaa.. biar aku aja yang kepasar.. ayo…” umin membantu memapah jiyong masuk kedalam rumah.

“papa duduk di sini yaa.. mama mau ambil kompres dlu.. kayaknya kaki papa bengkak deh.. bentar yaa..”umin perhatian banget ke suaminya

5 menit kemudian….

Umin datang membawa sebaskom air untuk mengompres kaki jiyong…

Umin meletakkannya di bawah kaki jiyong. Lalu umin pergi ke kamar untuk mengambil obat-obatan di kotak p3k.

Tiba-tiba..

“auu panas…panas….” Teriak jiyong, umin pun langsung kembali ke ruang tamu untuk melihat keadaan.

“mama… panas….”teriak jiyong lagi.

“ckckckck, papa ngapain masukin kaki ke dalam baskom?? Udah tau tu air, air panas..!”

“knapa mama gak bilang kalo ni air panas?? Papa kira air es tau…”

“wah… sapa suru ga nanya?? Main masuk-masukin kaki ke baskom aja!! Udah tau airnya beruap, pasti panaslah…” jawab umin tetep bela diri

“lagi-lagi papa di salahin…”jiyong ngambek

“emang salah papa kok.. yeeee…. Ya udah papa diem aja. Biar mama yang ngurus smuanya. Papa emang ga becus di suru kerja ahh~~” ucap umin

“udah sial, kena sial ,ktiban sial, sialaan lo!!” jiyong marah-marah ga jelas. Umin hanya tertawa melihat kekonyolan suaminya hari ini.

To be continue….

 

Tag: ,

[FF] T.cuz n Onyet Mencari Cinta Part 4 // 2 author sarabh [ENDING]

ZingYongbe Production Fanfict

MEMPERSEMBAHKAN

======================

NO COPAS N DON’T BE SILENT READERS!!

Tittle    : T.cuz n Onyet Mencari Cinta

Genre : HummoRomance

Cast     : All Member BIG BANG n SUPER JUNIOR ,, Include 2 Author (no surcharge) hhe

Author :

~Jha Aya-Ntee                        : Park Hye Soo

~Hime Byeolbic Purwasari          : Kim Tae Chu

WARNING!!!!

ini adalah FF gaje, jadi jangan heran kalo isinya gajelas semua.. kekeke~

PLEASE, DON’T BE SILENT READERS !

NB : Mulai sekarang, Tag-an FF berlaku bagi yang komen di part sebelumnya. So, kalo readers di part sebelumnya  ga komen, jeongmal mianhae di part yang ini ga tag… begitu juga untuk part2 slanjutnya.. kalo emang ketinggalan cerita, bisa langsung minta ma author yaa.. NO PROTES!!!

<<prev

***

sementara itu, rencana jendralwookie gagal total. dalam jamuannya, taechu sama sekali tidak menyentuh makanan maupun minuman yang disajikan, karna taechu telah membawa makanan dan minumannya sendiri…

“aish, sial”,wookie mulai geram, karena rencananya gagal. “wae?”,tanya taechu seraya meneguk minuman yang ia bawa sendiri. “kau seharusnya meminum ini.. Harusnya kau seperti putri hyesoo! Mau meminum jampi-jam.. Uups”,jendral wookie menutup mulutnya dengan tangan kanan. “jampi jampi? Omona! Apa yang telah kau perbuat hah?”,bentak taechu seraya menarik kerah jendral wookie. “anniyo, bukan aku, tapi jendral sungmin”,jendral wookie mengelak. “mwoya??”,taechu berlari mencari putri hye soo dan meminta wookie menunjukkan keberadaan putri hyesoo dan sungmin

Next >>

 

“hyesoo!!!” teriak taechu.

hyesoo terkejut lalu berdiri dari tempat duduknya, diikuti sungmin yang duduk di sampingnya.

“hyesoo, gwenchana yo?” tanya taechu cemas.

“ne, gwencana, wae?” tanya hyesoo penasaran.

“apakah kau merasakan sesuatu aneh yang terjadi??” tanya taechu lagi.

“tidak, tenanglah. disini ada jendral sungmin yang sedari tadi menemaniku” jawabnya sambil menatap jendral sungmin.

“oleh, karna, sebab, ada dia, aku panik.” taechu memeluk hyesoo.

“aku takut sesuatu yang buruk terjadi pda mu.”

“tenanglah, aku tidak apa-apa.”

“apakah kau yakin?”

“iya…”

“yya!!! kalian berdua pergi dari sini!!” bentak taechu kepada jendral sungmin, dan jendral wookie.

“taechu… biarkanlah jendral sungmin tetap disini. aku sangat membutuhkannya saat ini.” pinta putri hyesoo.

“putri…” taechu kaget akan kata-kata hyesoo.

“putri, bagaimana dengan jiyong?” tanya taechu tidak percaya.

“jiyong… cih, namja pengejut itu. sudah tak ada urusan lagi dengan ku.” jawab hyesoo sambil membuang muka.

“ta.. tapi kan..”

“hehehe, bleeeh!”,jendral sungmin menjulurkan lidahnya. “mari jendral, kita lanjutkan pembicaraan kita”,ujar hye soo sembari menggandeng tangan sungmin. “yya! Lihat sendiri kan, jampi-jampinya sudah bekerja”,timpal wookie dan pergi meninggalkan tae chu. “ya! Bantu aku wookie ah, selamatkan putri hye soo, jebal..”,ujar tae chu memohon. “baik, tapi kau harus mau menikah denganku! Ottokhe?”,tanya wookie genit.

“omona… anni!! itu takkan pernah terjadi.” kta taechu.

“kalau tidak mau, ya sudah.” jendralwookie berbalik.

“jendral wookie, bagaimana kalau…” taechu berbisik kepada wookie.

“ itu juga bagus..” jawab jendral wookie cengar-cengir.

“jadi, bagaimana caranya???”

“kau ingat singa yang dapat berbicara, dan kutu bersayapnya??” tanya jendralwookie.

“itu bukan kutu, tapi peri..”

“iya itulah, apapun namanya, mereka pasti bisa membantu kita, karena yang membuat jampi-jampi adalah saudara penyihir hutan.”

“baiklah, mari kita ke dalam hutan untuk mencari, singa dan perinya.”

tengah malam pun, taechu dan jendral wookie menyusuri hutan.

sementra itu……

“pangeran ji, kapan kita akan berangkat??”

“secepatnya, aku sangat mengkahwatirkannya…”

***

“hai…sepasang anak muda, mau apa kalian malam-malam ke tengah hutan??” sebuah suara bersumber dari semak-semak.

“peri hechul, apakah itu engkau???”

“oh… nona taechu, apa kabar?? lama tak jumpe.. mana hyesoo, jiyong dan si tampan yongbae???” tanya peri heechul bertubi-tubi.

“putri…” singa daesung juga ikut menampakan wujudnya “huh, ternyata kutu juga bisa melihat namja tampan”,celetuk jendral wookie. “ya! Aku peri, bukan kutu!”,peri hee chul mengelak. “ada angin apa kau datang kemari nona?”,tanya daesung. “angin topan, angin puting beliung, angin tornado.nyangin….”,jendral wookie kembali memotong pembicaraan. CTAAK.. Jitakan keras melayang ke kepala wookie. “Aku ingin menyadarkan hyesoo kembali. Ottokhe?”,tae chu menggenggam peri hee chul dengan sangat kuat. “hm, begini peri… Putri hye soo telah terkena jampi-jampi yang di buat oleh penyihir bersaudara donghae dan eunhyuk. “uhuk uhuk.. Lepaskan aku dulu!!”,perintah peri hee chul. Tae chu pun melepaskan peri hee chul dari genggamannya. “huh, mentang-mentang badanku sekecil kutu, tetep di remes remes kayak spon! Arraseo,, jadi masalahnya begitu, hm.nyaku tau caranya”,peri hee chul menjentikkan jarinya.

“cermin? bagaimana caranya?” tanya taechu.

“sebentar, wahai cermin ajaib, siapakan wanita tercantik di negeri ini.”

“pletak., kami mencari obat penawar untuk putri hyesoo!!!” pukulan keras mendarat ke kepala sang peri.

“mian, mian.. salah mantra” jawab peri chul ngeles. “cermin..cermin ajaib, bagaimanakah cara untuk mengobati putri hyesoo??” kata peri chul lagi.

“maaf password yang anda berikan salah, cobalah beberapa saat lagi.” suara muncul dari cermin tersebut.

“PERI HEECHUL!!!” taechu mulai geram.

“hhe, bagaimana kalau.. tring..” peri chul menjentikan jarinya lagi.

Sementara itu …

Tap..tap..tap.. Langkah kaki menderap di ruang kebesaran baginda raja tabi yang sunyi… “ya anak muda, siapa kau?”,tanya raja tabi. “maaf baginda, hamba telah lancang untuk datang ke ruangan baginda tanpa pencet bel. “Aku, pangeran ji datang dari kerajaan aejeong, datang kemari bermaksud untuk melamar putri hye soo”,ujar pangeran ji. “baiklah, eh tunggu sebentar! Bukankah kau pengawal istana kami?”,tanya raja tabi. “mianhae, mungkin anda salah melihat ,baginda!”,sahut yongbae. “ah iya mungkin, karna aku sudah tua, jadi agak rabun! Arraseo, kau bisa melamar putriku dengan satu syarat, yaitu kau harus bisa membuat putri jatuh cinta padamu. Ottokhe?”,tawar sang baginda. “ne, apapun akan aku lakukan”,jawab pangeran ji. Tiba-tiba putri hye soo datang bersama jendral sungmin. “ayahanda,, aku ingin menikah dengan jendral sungmin”,ucap hye soo dengan nada melemah. Sontak pernyataannya membuat seisi ruangan kaget.

***

sementara itu..

“mari segera ke istana, sebelum semuanya terlambat.” taechu menggenggam tangan jendral wookie lalu berlari.

“hati-hati di jalan” singa daesung dan peri chul melambaikan tangannya .

‘hehe,tanganku di pegang’,pikir jendral wookie kesenengan.

***

pangeran ji yang kaget akan semua itu, mulai beraksi.

“putri hyesoo, perkenalkan hamba pangeran ji. hamba adalah calon suami putri”

“ayahanda, menyewa sirkus dimana? kenapa leluconnya tidak lucu?” kata putri hyesoo sambil menunjuk2 pangeran ji.

“apa maksudmu, hah?”,bentak raja tabi. “maaf baginda, tapi hamba dan putri hye soo telah sepakat untuk menikah”,sahut jendral sungmin. “tidak!! Aku tidak akan menikahkan putriku dengan jendral macam kau!”,raja tabi membentak sekali lagi. “baik, jika ayah tidak merestuiku, aku akan pergi jauh dari kerajaan ini !”, hyesoo menggenggam tangan sungmin lalu berlari keluar istana. Tapi kepergian hye soo di cegah oleh kedatangan tae chu. “hyesoo, mau kemana kau??” tanya taechu yang baru datang.

“aku akan pergi jauh, ayahanda tidak merestuiku dengan jendral sungmin.” jawab hyesoo menangis tersedu.

“jendral sungmin, kalau begitu, aku pun tidak merestuimu, karna..” belum sempat taechu melanjutkan pembicaraannya hyesoo telah pergi. “hyesoo.!!” pangeran ji pun mengejarnya.

“mau apa kau? kau yang telah merusak semua rencana ku. kini aku tak bisa menikah dengan jendral sungmin.” kata hyesoo setelah langkahnya di hentikan oleh pangeran ji. “mwoya? Jendral sungmin? Kau tak ingat aku, tak ingat janji kita?”,tanya pangeran ji seraya mengoyak tubuh hye soo. “siapa kau? Janji apa , hah?”,hye soo memberontak hingga membuatanya terjatuh. “arrgh….”, teriak hye soo sambil memegang lututnya yang terluka. “aigo”,pangeran ji memegang lutut hye soo dan meniup lukanya. Hembusan demi hembusan nafasnya menyerap melalui pori-pori kulit hye soo, hingga membuat hye soo terpesona untuk kedua kalinya.

hyesoo perlahan menyibak, rambut pangeran ji yang tampak berantakan. pangeran ji pun kaget dan menatap hyesoo. Dua pasang mata kini bertemu dalam satu pandangan yang sangat mesra. hyesoo terseyum lalu berucap, “siapa kau?? apakah aku mengenalmu?”perlahan mereka berdiri. “hamba pangeran ji, seorang pangeran yang telah merelakan hatinya hanya untuk putri hyesoo.” pangeran ji, membungkukkan badannya.

pandangan hyesoo tidak bisa lepas dari pangeran ji.

“putri..” jendral sungmin membuyarkan lamunan hyesoo.

“jika putri bersedia, hamba ingin merawat luka putri.” kata pangeran ji tulus, memotong kalimat jendral sungmin .

hyesoo nampak ragu, antara memilih pangeran ji, seorang pangeran yang baru saja ia kenal, atau jendral sungmin, seorang jendral yang telah memberikan jampi-jampi  baginya..

“ji ah~”,desah hye soo. “ne?”,pangeran ji menatap hye soo ringan. “putri, jangan dengarkan dia”,teriak jendral sungmin. Raja tabi yang sudah geram dengan tingkah jendral sungmin, langsung memerintahkan pengawalnya membawa jendral sungmin pergi sejauh mungkin dari istana.

“sudah terlambat.” desah taechu.

“terlambat bagaimanaa? putri hyesoo kan telah pulih.” Jendral wookie menimpali.

“aku tak dapat jadi seorang pahlawan. hisk…” tangis taechu.

“cup.. cup..” jendral wookie menepuk pundak taechu.

“tidak mau cup2, maunya balon.” taechu memelas.

“baiklah, akan aku ambilkan.” Jendral wookie tancap gas.

“enaknya, yang punya gebetan baru,” hyesoo menggoda taechu.

“gebetan? siapa ya yang dapat gebetan baru? bukannya yang ngomong tadi ya?” taechu menyindir hyesoo.

“baru?? maaf ya, ni kan yang lama, hyesoo kan setia.” hyesoo mengangkat kerah bajunya.

“setia? setiap tikungan ada? hhe..” hyesoo menjitak kepala taechu.

“sudahlah, yang penting, sekarang, kita harus mempersiapkan acara pernikahan kita.” pangeran ji nyahut.

“iiah hanny..” hyesoo mencubit pipi pangeran ji.

“tapi, sepertinya aku pernah mengenalmu. tapi..”

“hhe, aku kan jiyong..” kta pangeran ji, sambil mengangkat mahkotanya.

“kkyyyaa…” hyesoo tersentak, lalu memeluk erat pangeran ji.

seketika semua orang yang berada di sana, tertawa bersama dalam suasana yang hangat.

“ehem, taechu..” yongbae menepuk pundak taechu.

“oh.. hai… ada apa?” tanya taechu sambil brbalik menatap yongbae.

“anniyo~ aku hanya ingin berbicara sesuatu padamu”,bisik yong bae.

“ehem,, sepertinya ada yang tidak boleh di ganggu! Kajja chagiya, kita keluar”,ajak jiyong. Hyesoo pun mengerti dan keluar bersama jiyong meninggalkan tae chu dan yong bae berdua.

“tae chu ah…”,desah yong bae. “noemu yeoppo”,ucapnya lagi. “heh?”,taechu mengernyitkan alisnya.

Yong bae berlutut dihadapan tae chu lalu menggenggam jemarinya yang indah *hoek*,ia menengadahkan kepalanya lalu bernyanyi “remember that one day, i held your hands then i kissed your lips when i told you, our love meant to be, and always will forever, give me that happiness, i get from you just being there”,tae chu melepaskan genggaman yong bae lalu membalikkan badannya. “tae chu ah, jebal… Always be my love”,yong bae berucap lagi. Kini tae chu menitihkan airmata bahagianya, karna namja yang selama ini ia cintai secara diam-diam, akhirnya mengucapkan cinta padanya. Ia langsung berbalik badan dan mendekap hangat tubuh kekar yong bae.

saat taechu mendekap tubuh yongbae, saat itu pula beberapa balon berterbangan.

“nona..” jendralwookie melepas semua balon yang ia bawa.

“jendral…” taechu melepaskan pelukannya.

jendral wookie berlari saking shocknya, dan taechu pun mengejarnya.

“jendral!!” panggil taechu.

“untuk apa kau mengejarku?” tanya jendral wookie menghentikan lari dan tangisnya.

“aku hanya ingin mengucapkan terimakasih.” ucap taechu.

“hanya itu saja?” jendral wookie berbalik dan menatap taechu.

“kau ingat dengan janji mu kan.” tanya jendral wookie mendekati taechu.

“tentu saja, namun…”

“cup…” jendral wookie mendaratkan bibirnya ke bibir taechu.

taechu yang kaget, hanya mencoba untuk memisahkan dirinya, namun apa daya, tenaga jendral wookie terlalu kuat.

yongbae pun melihat itu semua, lalu pergi begituu saja.

“hentikan..” taechu menolak ciuman wookie, dan mengejar yongbae.

**

‘apakah tae chu mempermainkan perasaanku?’,gumam yong bae. “yong bae ssi~”,teriak tae chu. Yong bae menghentikan langkahnya sejenak. Tae chu berlari mendekat ke arah yong bae dan memeluk yong bae dari belakang. “natto saranghae”,ucap tae chu.

“ne?”,yong bae terkejut. “kau tak dengar? Ato pura-pura tidak mendengar, hah?”,ujar tae chu yang masih memeluk yong bae erat.

“saranghaeyo oppa!!!” triak taechu d tlinga yongbae…

***

hari-hari telah berlalu..

jendral sungmin di tangkap atas tuduhan telah mencelakakan putri hyesoo.

sedangkan jendral wookie kembali bertugas, karena telah membantu taechu.

pesta pernikahan putri hyesoo dan pangeran ji, sangat meriah dan berjalan dengan lancar, walau penyihir bersaudara dan pasangan singa-peri datang.

“yaa…ini berkat aku..”,teriak peri chul bangga. “siapa bilang? Pernikahan ini terlaksana karna aku tauuu”,penyihir eunhyuk tak mau kalah. “haissh, kalian ini…. Arraseo arraseo aku percaya berkat kalian pesta ini terwujud, tapi pertanyaannya sekarang, maukah kalian membantuku mencari jodoh??”,pekik penyihir donghae sambil mengunyah sepotong kue. “readers ada yang mau sama dongek???”,teriak peri chul dan penyihir nyuk. “ane mauuu…”,tiba-tiba singa daesung datang. Donghae yang shock langsung pingsan di tempat.

Kini, taechu kembali ke kerajaannya,kerajaan byeol bersama yongbae yang tak lain adalah pangeran taeyang dari kerajaan di atas angin (?) dan semua hidup bahagia selamanya…

kecuali.……

“authooorrrr… bagaimana nasib ku?? aku dengan siapa???” teriak jendral sungmin dri dalam jeruji besi…

the end…

 

Tag: ,

[FF] T.cuz n Onyet Mencari Cinta Part 3 // 2 author sarabh

ZingYongbe Production Fanfict

MEMPERSEMBAHKAN

======================

 NO COPAS N DON’T BE SILENT READERS!!!

Tittle    : T.cuz n Onyet Mencari Cinta

Genre : HummoRomance

Cast     : All Member BIG BANG n SUPER JUNIOR ,, Include 2 Author (no surcharge) hhe

Author :

~Jha Aya-Ntee                        : Park Hye Soo

~Hime Byeolbic Purwasari          : Kim Tae Chu

WARNING!!!!

ini adalah FF gaje, jadi jangan heran kalo isinya gajelas semua.. kekeke~

PLEASE, DON’T BE SILENT READERS !

NB : Mulai sekarang, Tag-an FF berlaku bagi yang komen di part sebelumnya. So, kalo readers di part sebelumnya  ga komen, jeongmal mianhae di part yang ini ga tag… begitu juga untuk part2 slanjutnya.. kalo emang ketinggalan cerita, bisa langsung minta ma author yaa.. NO PROTES!!!

<<prev

“eh, orangnya datang”, taechu melanjutkan.

“huss…” hyesoo melotot pada taechu.

“kenapa kau kemari??”, tanya taechu.

“ehh.. di kamar sebelah, ada yang sedang menantimu.” jawab jiyong.

“nugu?” tanya taechu lagi.

“lihat saja sendiri”, jiyong membuat penasaran taechu. “kau sengaja mau mengusirku secara lembut ya, ok, aku mengerti, sangat mengerti. selamat bersenang-senang”, taechu merayu hyesoo, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Next >>

sementara itu di kamar sebelah….

“yunbasaeyo”, sapa taechu.

“masuklah”, sapa seseorang dari dalam.

“ok, aku masuk”, taechu pun masuk ke dalam kamar sambil mengendap-endap.

“omona.” taechu terkaget.

“kau datang juga. aku sangat menantikan itu”

sementara itu, jendral wookie terbakar, melihat kemesraan taechu dan yongbae, sambil menggenggam erat bunga yang ada di tangannya sampai hancur. sedangkan jendral sungmin mematung di depan kamar putri hyesoo, dengan wajah yang merah padam. dan melangkah lesu mendekati sahabatnya, lalu berbisik.

“hey, apa rencana mu?” tanyanya pada jendral wookie.

“kajja ikut aku”, kata wookie sembari menatap hyungnya tajam dan melangkah meninggalkan kerajaan.

***

“ini tempatnya, hyung, kau siap?” tanya wookie.

“aku siap, untuk putri hyesoo.” merekapun melangkah memasuki sebuah pondok di tengah hutan. “atas nama kerajaan! kalian kami tangkap atas tuduhan mencelakai putri hyesoo!!” seru jendral sungmin dengan mendobrag pintu, sambil menodongkan senjata. 2 orang penyihir shock, dan mematung tak bergerak. setelah beberapa menit, “ampuni kami, ampuni kami.” kata penyihir donghae. “kami akan mengampuni kalian, tapi dengan 1 syarat.” kata jendral wookie meletakkan senjatanya.

“mwoya?”,tanya penyihir eunhyuk.

“dgagjgm§¥%*¿:&jgagdgwg.a”,bisik jendral sungmin.

“ah, gampang! Hehehe”,penyihir eunhyuk cekikikan.

**

“hyesoo ah~”,desah jiyong. “ne jiyong ah~”,hye soo memandang tajam kearah jiyong. Jiyong mulai menggenggam tangan hye soo dan meletakkan tangan hye soo di dadanya. “rasakan denyut jantungku hye soo ah! Berdegup kencang bukan?”,Tanya jiyong. Hyesoo mengangguk. “laluu?”

Cuup… Seketika jiyong mendaratkan ciumannya di bibir hye soo.

**

di tempat lain…

“tae chu ah~ bisakah kau ambil minuman itu untukku?”,perintah yongbae. “ne,, ini..”,tae chu memberikan segelas air putih yang tersedia di meja. Seketika yong bae menggenggam tangan tae chu lalu memeluknya. PLAAK… Tae chu mendaratkan tamparan di pipi yong bae. Tapi kini yong bae malah membalas perbuatan tae chu dengan mendaratkan ciuman di bibirnya hingga membuat taechu tidak berkutik.

“yya, apa yg kau lakukan!” tanya taechu ketus.

“akku, akku..”

“hah, aku malas dengan semua ini, sepertinya ini bukan wkt yang tepat, maafkan aku.” kata taechu lalu pergi meninggalkan yongbae.

“nona.. baginda mencari anda.” kata salah 1 pengawal kepada taechu.

“baiklah, terimakasih”, kata taechu sembari mengusap air matanya, dan melangkah menuju ruang tengah.

“putri.. Gomawo karena kau telah menemani putri kami”, kata baginda tabi.

“kemarilah, ini surat yang di kirimkan oleh ayahanda, dan bunda mu.” ratu vi, memberikan sebuah gulungan kepada taechu.

“kini kerajaan byeol, telah aman, kau bisa kembali ke kerajaan mu, dan kabar baiknya, raja dan ratu selamat”, lanjut ratu victory. “kini kau bisa tenang”, sambung raja tabi. “baiklah, tapi aku akan tetap di sini setelah titah paduka raja terpenuhi”, taechu mengambil surat gulungan itu, lalu meninggalkan ruangan.

**

“hah ! Apa yang ia lakukan padaku tadi?? Tapi…. Aku tidak merasa risih terhadap apa yang ia lakukan tadi… Huah! Apa sih yang ada di fikiranku! Arrgh”,tae chu menjambak-jambak rambutnya sesekali meraba bibirnya.

**

“hah, apa yang baru saja kita lakukan??”,tanya hye soo setelah melepaskan bibirnya.

“mianhae hye soo ah~ aku…aku akan bertanggung jawab jika kau hamil”,sahutnya.

PLETAK… “kejadian tadi tidak akan membuatku hamil! Phaboya namja!”,ujar hye soo gregetan.

“tapi putri, na jeongmal sarangheyo…”,ucap jiyong melemah. “mwoya?”

“sarangheyo hye soo ah~”,jiyong mengulang perkataannya. “na tto…”,sahut hye soo lalu beranjak dari sisi jiyong dengan malu-malu.

**

“hahaha… Aku suka pekerjaan ini!”,seru penyihir eunhyuk sembari membuat racun mematikan yang akan di berikan pada jiyong dan yongbae. “pletak!” sendok besar mendarat di atas kepala eunhyuk.

“kita bukan ingin jiyong dan yongbae mati, tapi kita membuat putri hyesoo dan taechu jatuh cinta pada jendral eunhyuk dan jendral donghae…

eh salah, maksudku, jendral sungmin dan jendral wookie”, jelas penyihir donghae.

“hmm.. mendramatisir dikit bolehkan…? hhe…”, jawab penyihir eunhyuk cengengesan.

“ya!mana jampi-jampinya! Udah selese belom?”,teriak jendral wookie. “tunggu 5 menit!”,sahut penyihir donghae. “asiik, sebentar lagi aku akan menjadi suami putri”, jendral sungmin kegirangan. “idenya siapa dulu? Wookie… Haha”,ujar wookie bangga.

“lagipula sebentar lagi aku bisa bersama dengan taechu. hhe..”, jendral wookie kegirangan.

“sudah jadi…”, teriak penyihir donghae.

“tolong perhatikan dosis dan cara krjanya, agar tidak overdosis. hhe… untuk selanjutnya silahkan baca lebih lengkap”, kata penyihir eunhyuk.

“jika gejala berlanjut, hubungi dukun setempat”,tambah penyihir donghae.

“siap!”,sahut jendral wookie dan sungmin secara bersamaan.

**

“jiyong ah~”,panggil hye soo. Jiyong pun menghampiri hye soo yang tengah duduk di taman belakang istana. “ne?? Waeyo?”,tanya jiyong. “ottokhe dengan rencana pernikahan kita?”,tanya hye soo cemas. “tenang putri, aku yang akan berbicara pada baginda tabi, putri tidak usah khawatir”,ujar jiyong menenangkan.

“mari ikut aku”,ajak jiyong. “kita akan kemana?”, Tanya hye soo cemas.

“ayolah, kita akan meminta restu pada baginda raja”,jiyong menggenggam erat tangan hye soo.

*****

“hyung..hyung membuat apa?”,Tanya jendral wookie melihat hyungnya yang sibuk di dapur. “aku sedang membuat kue yang khusus ku berikan untuk hye sooku tercinta”,ungkapnya serius sambil mengudek-udek adonan. “aissk..aku mau buat apa yaa untuk tae chuku?”,jendral wookie berpikir keras.

“ahhaaa….”,jendral wookie mengambil beberapa bahan dan mulai bekerja. “selesaaaiii”,ungkapnya beberapa saat kemudian.

“kau buat apasih? kok cepet banget?” tanya jendral sungmin.

“GLEDAAARRR..” adonan sungmin meledak.

“omona, kue ku.. hisk.” rengek jendral sungmin.

“jangan khawatir hyung, aku membuat 2, jadi yang satunya akan ku berikan kepada hyung. ini silahkan.” kata jendral wookie sambil memberikan salah satu  hasil masakannya kepada  jendral sungmin.

“terimakasih.” jendral sungmin mengambilnya lalu terkejut.

“hanya telur dadar??” kagetnya.

“hhe, iya, taechu kan suka telur, selain telur, juga terdapat kacang, dan apel di dalamnya.. hhe..” jendral wookie cengengesan.

“apa iya hyesoo dan taechu mau makan, makanan yang kayak begini?”,terka jendral sungmin. “ini enak kok.. coba saja..”, jendral sungminpun mencobanya. “ottokhe?”,Tanya jendral wookie. “hmm.. kurang 10 tetes ramuan, maka akan sempurna”,kata jendral wookie licik.

***

jiyong dan hye soo menapaki karpet merah setapak demi setapak menuju tahta baginda tabi. “putriku, ada gerangan apa kau menemuiku??”,ujar raja tabi. “ayahanda, aku telah pulang membawa calon suami untukku”,jawab putri hye soo.  “bagus, siapakah pria yang kau maksud putriku?”,tanya raja tabi. Hye soo menggenggam tangan jiyong erat dan menatapnya. “pria itu..pria itu… Jiyong ayah..”,sahut hye soo ragu. “mwoya? Pengawal istana itu?”,teriak raja tabi seraya menunjuk-nunjuk jiyong dengan telunjuknya lalu brnyanyi “horro namgyeojin oetori, gue soge hemeneun nea kkori.”

“baginda, seriuslah sedikit!” bentak ratu victory menenangkan sang baginda yg menggila.

“ehem…” raja tabi mendehem.

“anakku, ayahandamu ini menginginkan calon menantu yang baik, tampan, pintar, dan bijaksana. mungkin semua itu terdapat di dalam pengawal ini, namun bukan seorang pengawal yang ayah inginkan. tak ada kah yang lebih mahal?”

“yang lebih mahal banyak, yang bagus cuma dia”, iklan.com

“ayah..” rengek hyesoo.

“kau harus mencari yang lebih darinya!!!”, bentak raja tabi.

hyesoo tidak dapat membendung air matanya, lalu pergi meninggalkan orangtuanya sembari menangis tersedu.

“hamba mohon pamit.” seru jiyong memberi hormat, lalu mengejar hyesoo.

“putri..” panggil jiyong.

“biarkan aku sendiri!!, pengawal halangi dya!”, perintah hyesoo kepada 2 orang pengawal yang ia lalui.

“putri..” teriak jiyong yang dihalangi para pengawal.

***

“baginda, kau terlalu keras padanya, ingatlah dia anak kita”, kata ratu victory.

“tapi kan..”

“tidak ada tapi-tapian, cepat minta maaf!”, bentak ratu victory.

“baiklah sayang ku..”, ucap raja tabi sambil mengelus rambut ratu victory.

“baginda, saya ingin berpamitan”,tae chu datang dengan beberapa orang pengawal.

“saya rasa tugas saya sudah sudah selesai, kini putrid hye soo telah menemukan jodohnya”,tambah tae chu lagi.

“tapi kami tidak setuju dengan pilihan putri”, kata baginda.

“baginda..” ratu victory, memandang tajam suaminya.

“baiklah, saya mengerti”, taechu membungkuk lalu pergi.

“anak-anak  jaman sekarang, tak tau sopan santun”, kata baginda tabi.

“jangankan anak-anak, yang tua juga” tambah ratu victory.

***

“putri, gwenchanayo?” jendral sungmin mendekati putri hye soo yang sedang menangis sendiri di taman istana.

“putri, maafkan atas kelancangan hamba, tapi, hamba hanya ingin menyampaikan bahwa perkataan baginda raja itu memang benar adanya.” Jendral sungmin perlahan duduk di samping putri hyesoo.

“minumlah ini.” kata jendral sungmin sambil menawarkan segelas minuman kepada putri hyesoo,  namun putri hyesoo hanya dapat tertunduk.

“hamba mengerti perasaan putri, namun ada baiknya untuk mencari yang lebih baik bukan.” Kepala putri hyesoo mulai terangkat, dan memandang tajam pada jendral sungmin

“terimakasih karna telah berusaha menghibur ku.” Putri hyesoo pun mengambil gelas yang ditawarkan jendral sungmin.

“hye soo sshi!!!” taechu memanggil dari kejauhan.

“hye soo sshi, gwenchana yo??” tanyanya panik.

“yya!! kenapa kau disni, cepat pergi sana.” Bentak tae chu pada sungmin. “permisi hamba pamit”,jendral sungmin pun merangkak menjauh.

‘kenapa jendral wookie dan yong bae menyukai gadis ganas sepertinya?’,pekik jendral sungmin sambil melangkah pergi.

“putri gwenchana yo?” tanya taechu.

hyesoo pun memeluk taechu sembari menangis tersedu.

“baginda sangat jahat, bahkan kepada anaknya sendiri aku hanya mau menikahi jiyong, apa pun statusnya dan bagaimana pun respon baginda.” kata hyesoo tersedu.

“putri, apakah kau benar mencintai jiyong?”, taechu mulai serius.

“kalau aku tidak cinta, mana mungkin aku menangis. phaboya..” bentak hyesoo.

“baiklah, aku akan cari cara agar jiyong bisa menjadi seorang pangeran.” janji taechu.

“aku mengharapkan mu tae chu ah~”

Tae chu pun pergi untuk melaksanakan tugasnya.

diperjalanan…..

“nona taechu!”, panggil jendral wookie dari kejauhan.

“ada apa jendral?”, tanya taechu sembari menghentikan langkahnya.

“anni, apakah kau ada waktu malam ini?”, tanyanya.

“malam ini? sepertinya tidak.”, jawab taechu.

“baguslah, mau kah kau datang ke penginapan ku? hanya untuk meminum segelas teh saja?”,tanyanya lagi.

“baiklah, nanti malam aku akan datang kesana”, jawab taechu sambil beranjak pergi.

‘tak tau orang lagi repot apa?’, pekik taechu dalam hati.

‘yes ini kesempatan yang sangat baik’, Jendral wookie kegirangan.

***

“pangeran ji, lukaku telah sembuh. dengan semua penghinaan ini, mari kita pulang ke istana.”

“tidak bisa, aku ingin tetap berada di samping gadis yang ku cintai.”

“pangeran.. lagi pula saya juga harus pulang ke rumah saya, karna saya punya kabar gembira untuk orangtua saya.”

“hmmm..,”

***

“aisk… kemana orang-orang itu? kenapa menghilang? aigo… oh ya kenapa tidak meminta bantuan kepala pelayan saja, dasar phabo.”, taechu pun melangkah mencari kepala pelayan istana.

“pelayan siwon!” pangilnya dari jauh.

“ada apa nona?”, jawab pelayan siwon sambil mendekatinya.

“kau tau, dimana jiyong dan si mohak yongbae bertugas?” tanyanya

“jiyong dan yongbae? setau hamba, tidak ada pelayan di istana yang bernama jiyong dan yongbae, nona.”, setelah menyampaikan hal tersebut pelayan siwon lalu pergi menyelesaikan tugasnya yang lain.

‘lalu mereka berdua siapa? Jangan-jangan…..’, taechu bergegas ke luar istana.

***

“putri hyesoo, maaf.. tapi taechu tidak bisa menemukan jiyong. mungkin dia telah lari.”, lapor taechu kepada sang putri.

“lari? kenapa dia harus lari?,” tanya putri hyesoo.

“karna jendral sungmin, putri …  jendral sungmin memerintahkan seluruh prajuritnya untuk menangkap jiyong dan yongbae atas pelanggaran hukum yang mereka perbuat.”

“pelanggaran apa?”

“entahlah, sampe saat ini, tak seorangpun tau, pelanggaran apa yang mereka perbuat sampai harus di hukum.”

==

malampun tiba..

jendral sungmin memerintahkan salah seorang pelayan kerajaan untuk menaruh ramuan cinta alias jampi-jampi ke dalam gelas minuman putri hyesoo, dan ternyata berhasil. minuman trsbut di minum putri hyesoo,  jendral sungmin pun tertawa bangga.

***

sementara itu, rencana jendralwookie gagal total. dalam jamuannya, taechu sama sekali tidak menyentuh makanan maupun minuman yang disajikan, karna taechu telah membawa makanan dan minumannya sendiri…

“aish, sial”,wookie mulai geram, karena rencananya gagal. “wae?”,tanya taechu seraya meneguk minuman yang ia bawa sendiri. “kau seharusnya meminum ini.. Harusnya kau seperti putri hyesoo! Mau meminum jampi-jam.. Uups”,jendral wookie menutup mulutnya dengan tangan kanan. “jampi jampi? Omona! Apa yang telah kau perbuat hah?”,bentak taechu seraya menarik kerah jendral wookie. “anniyo, bukan aku, tapi jendral sungmin”,jendral wookie mengelak. “mwoya??”,taechu berlari mencari putri hye soo dan meminta wookie menunjukkan keberadaan putri hyesoo dan sungmin

TBC

 

Tag: ,

Galeri

FF Big Bang + DGNA eps. 4

NO COPAS ND DON’T BE SILENT READERS!!!!

Tittle : anything anybody

genre : romance

casts :

–         Aya GD’apple as park hye soo

–         Kwon jiyong as himself

–         Karam DGNA as himself

–         Jay DGNA as himself

–         Seung hyun as himself

–         Seungri as himself

–         Taeyang as himself

–         Daesung as himself

–         D-lite ika chan as lee hye ran

–         Ega hyukieVI as lee hyo hee

–         mika DGNA as songsaenim

–         injoon DGNA as songsaenim

–         hyunmin DGNA as dongsaeng daesung

<<prev

“ne!! Tapi Aku sudah minta maaf pada daesung karna aku tidak sengaja menabrak hyunmin kemarin!”.

“ohh, jadi??”

“mianhae daesung,mianhae..”,ujar jiyong lagi. “daesung ah, kau memaafkannya?”,tanyaku. Daesung hanya tersenyum dan mengangguk. “mwo?! Kau? Kau memaafkannya?”,ku membulatkan mataku tak percaya. Sebaik itukah daesung? “ne, tapi ada syarat yang harus ia penuhi”,ujar daesung lagi. “mwo?”,tanya jiyong. “hm..hm..hm..”,daesung mengangguk-anggukkan kepalanya seraya memegangi dagunya.

>> next

“mwo?!”, Tanya jiyong lagi. “jiyong~ah,bisakah ku minta kau merawat hyunmin untuk beberapa hari saja?”,Tanya daesung. Tatapan mata daesung saat itu memancarkan  penuh harapan. “tidak mau!!!”,jiyong membuang mukanya begitu saja. “hmm~kalau begitu jangan harap aku akan memaafkanmu!!”,daesung membalikkan badannya dan bersikap yang sama pada jiyong. “yah,,jangan begitu daesung..kau harus memaafkanku!! Aku kan merasa sangat berdosa jika kau tak memaafkanku..apa tak ada cara lain?”,Tanya jiyong. Daesung hanya geleng kepala sambil melipat kedua tangan di dadanya. “tak ada cara lain!! Jika kau mau, kau lakukan apa yang aku minta, jika tidak, bawalah dosamu itu sampai ke akhirat!!”,jawab daesung tegas. “haha..memang enak?”,ledek hye soo. “hye soo~ah, kau juga ikut menjaga hyunmin yaa..?”, daesung menaik-naikkan alisnya. “mwo?! Aku? Memang apa salahku?kenapa aku jadi ikut-ikutan?”,Tanya hye soo heran. Daesung mendekat dan berbisik di telinga hye soo. “!@#$%^!@#$%^&*())-&&**”,jiyong tak mampu menjangkau pendengarannya. Ia hanya diam sambil memainkan poninya. “hye soo ah~ bolehkah aku meminta tolong padamu untuk menjaga hyun min? aku tidak percaya sepenuhnya pada orang itu!”, ucap daesung berbisik pada hye soo sambil memicingkan matanya kearah jiyong. “kenapa?? Kenapa kau malah mengajukan persyaratan itu padanya hah? daesung phabo!!”, balas hye soo berbisik. “sudah,,turuti saja kata-kataku.. kau menganggapku sahabat kan? Nah, untuk sekarang aku mohon bantuannya yah.., jebal..”,pintanya.

***

“nah, aku mohon bantuannya yaa.. tenang saja, sepulang dari bekerja paruh waktu, aku akan kemari. Aku mohon kalian jangan bertengkar di depan hyun min ya.. annyeong..”, daesung berpamitan. “aiissh~mimpi apa aku? Harus berdekatan dengan namja gila ini? Huh!! Ini karna daesung phabo!! Issh~”,gerutu hye soo. “yaa.. hye soo ah~ambilkan majalah di atas meja itu”, perintah jiyong sembari menunjuk tumpukan majalah di atas meja. “mwoya??? Kau kan punya kaki,, ambil saja sendiri! Bleh..”,hye soo menjulurkan lidahnya. “yaa.. aku kan meminta tolong! Dasar yeoja gila!!”,pekik jiyong. “mwoya? Kau yang gila.. namja aneh..”bentak hye soo. “yaa.. kau yang aneh..”sahut jiyong lagi.

“kau..”

“kau..”

“kau..”

“yaa..kalian ribut sekali hah???”,bentak salah seorang wanita paruh baya yang melewati ruang rawat hyunmin. “ihh.. ini gara-gara kau namja gila!!”

“issh… ini gara-gara kau!!”,jawab jiyong sambil mengarahkan vas bunga yang ada di sebelahnya.

***

“nuna, daesung hyung kemana?”,Tanya hyunmin yang baru saja siuman. “hm..hyungmu sedang bekerja”,jawab hye soo. “yaa hyunmin ah~ apa menurutmu nunamu itu baik?”,Tanya jiyong seraya membolak-balikkan majalah yang di bacanya. “mwoya? Apa maksudmu berkata begitu kepada hyunmin? Aku kan memang yeoja yang baik hati, cantik, dan tidak sombong!”,ujar hye soo bangga.

TAP..TAP..TAP… derapan langkah terasa menghentak lantai ruangan rawat inap hyunmin. CKLEEK… daun pintu terbuka sedikit demi sedikit. Seseorang terlihat mendongakkan kepalanya ke dalam ruangan. “annyeong…”,sapanya. “hye ran ah~”,sambut hye soo. “mwo? Jiyong ah~ kau disini juga?”,Tanya hye ran namun jiyong hanya diam tak peduli dan tetap memfokuskan pandangannya ke majalah yang sedari tadi ia baca. “mwo, sombong sekali dia”,pekik hye ran. “oia, karam dan jay ke…..”

“annyeoonggg…”, teriak jay dan karam yang datang tiba-tiba berpakaian ala badut. “waaa..hyung,kau lucu”,hyunmin tertawa sambil tepuk tangan. Jiyong langsung menancapkan(?) pandangannya pada karam dan jay. “assh~apa-apaan mereka? Sok lucu!”,pekik jiyong. Semuanya tertawa riuh dengan kedatangan jay dan karam di ruangan itu, kecuali jiyong. “ya..kalau begitu juga aku bisa!”,jiyong bangkit dari tempat duduknya lalu keluar ruangan. “kenapa dia?”,Tanya hye ran, hye soo hanya menaikkan bahunya dan langsung menyuapi hyunmin bubur.  “hye soo ah~ apa benar, daesung menyerahkan perawatan hyunmin pada jiyong?”

“ne, daesung ada ada saja. Kau tau sendiri jiyong itu menyusahkan”,jawab hye soo.

***

2 jam kemudian….

“annyeong…”,sapa seseorang yang tiba-tiba datang mengejutkan semua orang yang ada di ruangan hyunmin. “ommona!! Siapa kau?”,Tanya hye soo sambil mengarahkan anak catur seakan ingin melemparnya ke muka orang aneh yang tiba-tiba mengagetkannya saat bermain catur bersama jay, karam dan hye ran. “stop..stop.. ini aku jiyong…!!”

“jiyong??? Hahahahhaa kau jiyong? Jiyong anak pemilik sekolah yang kaya raya, sombong dan tak tau terimakasih?”, hye soo tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit. “yaa.. aku ini jiyong, namja tertampan di kota seoul. Kau tau!!”,pekik jiyong. “SKAK”,teriak jay. “aigoo!ommona!! aku kalah? Issh~ini semua karna kau jiyong!! Aku kalah karena kau!”, hye soo bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri jiyong. “kenapa aku? Aku kan tidak ikut main?”,jiyong mengelak. “tapi kau menggangguku bodoh!”,hye soo menjewer telinga jiyong. “aw..aw.. kau apa-apaan hah? Aku tidak merasa mengganggumu!”,jiyong menepis tangan hye soo. “yaa,, kau memang tidak merasa menggangguku, tapi aku merasa terganggu! Lihat saja dandananmu yang aneh ! untuk apa kau berdandan ala badut seperti ini ? memang kau pikir ini sirkus?”,hye soo melipat kedua tangannya sembari menatap jiyong tajam. “hah, sinis sekali kau! Aku kan hanya ingin menghibur hyunmin! Memang apa salahnya? Lagipula kan aku yang di beri tanggung jawab untuk menjaga hyunmin!”

“a..hahhahahaha.. kau ini ada saja jiyong ah~ lihat saja hyunmin sudah tidur”,jay menunjuk hyunmin yang tengah tertidur pulas di matras. “mwoya? Tidur?”,jiyong kaget. “huh, kalau begitu lebih baik kau menebus kesalahanmu dulu terhadapku!”,perintah hye soo.

*****

“ya..kau ini tidak bisa main catur, huh? Lihat saja permainanmu bagaikan anak TK!”,gerutu hye soo. “ahh~kau berisik sekali.. sekarang giliranmu karam ah~”,ujar jiyong sambil berpikir keras, mengerutkan dahi dan menopang dagunya. “kyahahaha SKAK!”,ujar karam dengan senyum yang melekat di bibirnya sepanjang permainannya dengan jiyong. “yaah, jiyong ah~ kau payah sekali , huh? Kalau sampai kita kalah, kau yang akan menerima hukuman dari mereka. Aku tak mau ikut-ikutan.”,ucap hye soo. “hah, kau ribut sekali! Lagi pula, jika aku kalah, kau juga harus ikut merasakan hukumannya! Kau ini egois sekali! Kita kan satu team”, pekik jiyong.

“kajja jiyong ah~kalahkan karam!”,hye ran menyemangati. “mana mungkin jiyong bisa mengalahkan karam yang notabennya seorang pecatur dunia?”,ujar jay sinis. “mwoya? Kau.. pecatur dunia karam ah~?”,jiyong menghentikan permainannya sementara waktu. “ne, wae? Kau takut? Jika kau mau, kita akan menyelesaikan permainan ini lebih cepat”,ujar karam seraya menaik-naikkan alisnya. “ahh~siapa bilang aku takut! Aku akan mengalahkanmu, aku yakin, sepandai apapun kau bermain catur, kau pasti bisa aku kalahkan!”

“yaa..kau ini banyaak omong! Kekalahan sudah di depan mata, masih saja menyombongkan diri!”,ujar hye soo sinis. “kau ini team ku bukan? Kenapa kau malah memakiku begitu, jangan remehkan aku! Lihat saja nanti, jika aku menang, kau yang harus menerima hukuman dariku!”,jiyong menantang. Hye soo dengan keyakinannya bahwa jiyong akan kalah, langsung menerima tantangan jiyong. “arraseo, aku setuju! Sangat setuju.. tapi jika kau kalah, kau yang akan mendapat double hukuman.. dari mereka dan aku!”

“arraseo, aku juga setuju”

Permainan pun di lanjutkan. Mereka bermain dengan antusiasnya. Sekali, dua kali, tiga kali, bahkan kini keempat kalinya jiyong kalah melawan karam, jiyong semakin frustasi, ia menjambak rambutnya berusaha mencari jalan keluar agar dapat mengalahkan karam. Hingga akhirnya hari sudah larut, dan daesung datang dari bekerja paruh waktu. “yaaa…kau ini kalah lagi!!”,teriak hye soo.

“annyeong….waah, ramai sekali..”,ujar daesung sambil membawa banyak bungkusan. “annyeong daesung ah~bagaimana pekerjaanmu hari ini?”,sambut hye ran. “ahh, lancar.., oia, kalian sedang apa? Sepertinya sedang have fun?”,daesung mengintip permainan jiyong dam karam. “wah, jiyong ah, kau hebat, bisa bertanding langsung dengan karam!”,ujar daesung. “ssstt..berisik.. aku sedang konsentrasi..”,pekik jiyong. “oia, apa kalian sudah makan? Ini aku bawakan fast food dari tempatku bekerja.”,ucap daesung sambil mengeluarkan beberapa box dari kantong plastik yang ia bawa. “waah, kebetulan.. aku belum makan”,jay langsung menyerobot box makanan dari tangan daesung. “hwaa~aku juga lapar..”,karam bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan permainan. “hahaha..ini kesempatan yang bagus!!”,gumam jiyong sambil tersenyum licik. Ia memindahkan benteng penyerang milik karam dan memindahkan posisi rajanya di tempat yang aman.

“SKAK..”,teriak jiyong kencang. Karam yang kaget, langsung menyambangi papan catur yang baru 5 menit saja ia tinggalkan. “aigo! Kenapa bisa SKAK?”,Tanya karam heran. “kau curang?”,hye ran menuduh. “enak saja.. aku bermain dengan kejujuran!”,jawab jiyong santai. “hahaha..kau kalah karam ah~.. aku menang..”,jiyong tertawa puas sambil melirik hye soo.. “ishh, jangan-jangan ia bermain curang! Dasar otak picik!”,gumam hye soo.

***

Malam semakin larut, kini saatnya jiyong dan yang lainnya berpamitan pulang. “kalian hati-hati di jalan yaa..”,pesan daesung sambil menggendong hyunmin. “ne, kami akan baik-baik saja. Hyunmin ah~nuna pulang dulu ya..”,hye soo berpamitan. Begitu juga yang lainnya. “oia, hye soo ah~ kau pulang bersama kami saja ya..”,ajak jay. “anni….hye soo pulang bersamaku..”,sahut jiyong. “mwoya? Aku pulang dengan mu? Huh, tak mau! Jangan-jangan kau memintaku untuk membayarkan ongkos taksimu sampai ke rumah! Tidak mau”,tolak hye soo. “jiyong ah~kau ikut saja pulang bersama kami..”,ajak karam. “ne, pulanglah bersama kami, supaya lebih ramai. Iya kan hye soo ah?”,hye ran menyenggol siku hye soo. “ahaha, ide yang bagus.. aku akan pulang bersama kalian”,jiyong tertawa senang.

Mereka pulang bersama-sama dengan berjalan kaki, setelah lumayan jauh, mereka menemukan sebuah taman yang sangat indah di malam hari, ditambah dengan gemerlap lampu yang menghiasi menara yang menjulang tinggi di langit. “hye soo ah~ lihatlah menara itu, cantik kan?”,ujar karam seraya berjalan mendekat ke arah hye soo. Ia menggenggam erat tangan hye soo dan mengajaknya berlari menuju menara indah itu. “jay ah~ hye ran ah~ kajja…”,hye soo melambaikan tangannya. “jiyong ah~ kajja ikut kami!”,hye ran menarik tangan jiyong.

“karam ah~ udara disini dingin sekali..”,hye soo mengusap-usapkan kedua telapak tangannya. Karam melepas jaketnya dan memberikannya pada hye soo. “ini, kau pakailah… supaya tidak kedinginan..”,ujarnya.

“mwoya? Apa yang mereka lakukan?”,jiyong memenyunkan bibirnya.

Tell me what is right and what is wrong

Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo

Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan

Ponsel jiyong berdering. .. ia menatap layar ponselnya dan langsung mengangkat telponnya.

“ne seung hyun ah~?”,sapa jiyong. “ahh ne..ne.. aku akan segera kesana.. tunggu aku”,jiyong menutup flap ponselnya dan langsung lari meninggalkan hye soo, karam, jay dan hye ran. “jiyong ah~ kau mau kemana?”,teriak jay, namun jiyong berlalu tanpa sepatah katapun.

*****

i don’t wanna be without you girl majimak insaneun jeobeodugil barae

oneul dan harumankeumeun i don’t wanna be without you girl nae seotun maeum

kkaji ango gajwo i love you i need you girl

baby baby baby jogeum eosaekhajiman seoro

baby baby baby ajik saranghago inneunde

baby baby baby duryeopgineun hajimanseodo

kkeuchiboijiman nan geuraedo only you girl

hentakan demi hentakan musik menggema di setiap sudut ruangan, aroma minuman keraspun sudah tercium dari luar gedung diskotik. “yaa~jiyong ah..”,sapa seorang namja yang sudah duduk diantara yeoja-yeoja. “seunghyun ah, apa yang kau lakukan di tempat ini?”,Tanya jiyong. “mwoya? Aku tidak salah dengar? Yaa.. Bukankah dulu kau suka dengan tempat ini”,ujar seunghyun. ‘hah,kurasa lebih seru bila bersama hye soo dan teman-temannya’,gumam jiyong.

“jiyong ah~kau sudah datang?”,seungri dan taeyang datang secara bersamaan sambil merangkul beberapa yeoja.

TBC

Mian kalo pendek,,

RCL di tunggu ^^

Gamsha

 

Tag: ,

Galeri

FF Big Bang + DGNA eps. 3

NO COPAS ND DON’T BE SILENT READERS!!!!!!

Tittle : anything anybody

genre : romance

casts :

–         Aya GD’apple as park hye soo

–         Kwon jiyong as himself

–         Karam DNA as himself

–         Jay DNA as himself

–         Seung hyun as himself

–         Seungri as himself

–         Taeyang as himself

–         Daesung as himself

–         D-lite ika chan as lee hye ran

–         Ega hyukieVI as lee hyo hee

–         mika DNA as songsaenim

–         injoon DNA as songsaenim

–         hyunmin DNA as dongsaeng daesung

 

author : Aya GD’apple

last chapt <<

CUUUUUUUUUUIIITTTTT DUAAAAAAR… Suara kembang api menggelegar di awan. Ku langsung bangun dan berdiri menghadap pemandangan di kota, begitu indahnya kota seoul di malam hari. Binar-binar lampu, suara gemuruh kembang api. Eits, aku hampir lupa.. Hari ini adalah malam pergantian tahun.. “HAPPY NEW YEAR”, teriakku sekencang-kencangnya. Jiyong yang baru menyadarinya, juga ikut-ikutan berteriak “HAPPY NEW YEAR”,

“HAPPY NEW YEAR”,teriak segerombolan orang. Aku berbalik badan dan melihat semua teman-temanku baru Tiba di puncak. Aku langsung memeluk ke empat sahabatku.. “hye soo, ayo kita main kembang api!”,ujar daesung sembari merogoh isi tasnya. Ia mengeluarkan kembang api yang ia bawa dari rumah. “kyaaa~kajja! Kajja!”,jay langsung menjambret kembang api yang masih terbungkus rapi. Kami pun menikmati malam pergantian tahun di sini. Malam ini akan menjadi malam yang paling bahagia di hidupku. Aku melewati malam pergantian tahun di tempat favoritku, lalu berbaikan dengan jiyong dan tentunya aku bisa lebih dekat dengan sahabat-sahabatku.

next >>

Annyeong ,, mianhae kalo post part 3.nya aga lama… Coz author jarang onlen gara-gara sibuk ma jadwal kuliah… (curecol)

masi ada yang mau baca ga? Kalo ga ada, ya ga di terusin, tapi kalo ada, bakal di terusin. Haha xDD

to D-lite ika chan,, ini ff pesenanmu, uda umma buatin.. Ntar giliran ffmu di lanjutin yah!! Umma uda tunggu ampe kaki kutuan ni. Haha *plak

yeep, gg usah byak cincau, langsung ajah check this out..

“hye soo ah~ kau sudah baikkan dengannya?”,ujar karam sembari menyalakan kembang apinya. “ahahaha~seperti yang kau lihat! Ehm,ternyata dia asik juga”,terangku. Sontak membuat teman-temanku tak percaya.

**

“jiyong ahh~mianhae..”,seungri,seunghyun dan taeyang menghampiri jiyong yang tengah menikmati udara sejuk di pegunungan. “jeongmal?semudah itukah kalian meminta maaf padaku? Teman macam apa kalian meninggalkanku disaat aku sedang ketakutan karna hampir mati?”,tanya jiyong dengan sedikit membentak.

Flashback…

Setelah karam terperosok ke dalam jurang, jiyong tanpa rasa bersalah langsung memerintahkan seung hyun, seungri dan taeyang untuk pergi. Jiyong dan teman-temannya lari tergesa-gesa hingga tak sadar di depannya ada sebuah jurang yang amat dalam. Jiyong terpeleset ke dalam jurang karena tidak sengaja di tabrak taeyang dari belakang. Taeyang yang panik langsung pergi dan menyusul seung hyun dan seungri yang ada jauh di depan. Jiyong tergelantung di akar pohon besar. Akarnyapun sangat rapuh. Jiyong mencoba meraih apasaja asalkan ia dapat naik,tapi apadaya, ia tak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Ia mencoba meminta pertolongan pada siapapun yang mendengar jeritannya. Hingga akhirnya hye soo datang untuk menyelamatkannya.

-flasback end

“jiyong ssi~jeongmal mianhae..”,rengek seungri seraya memohon-mohon di kakinya. Karna jiyong tidak pernah tega melihat seungri merengek kepadanya, terpaksa jiyong memaafkan mereka bertiga.

“yya, ini kembang api untuk kalian.. Kita rayakan tahun baru bersama ya..”,ajak hye soo. Jiyongpun mengambil kembang api itu dari tangan hye soo. Bagaikan mencari kesempatan dalam kesempitan, jiyong menyentuh tangan hye soo begitu lama.

**

-karam pov-

“hisk..namja menyebalkan! Untuk apa dia menyaentuh hye soo ku?”, aku menghantam sebuah pohon besar di dekatku. Heh? Hye soo ku ? Apa yang barusan aku katakan?

-jay pov-

ommo! Apa apaan dia? Ish,, dasar namja buaya! Berani-beraninya dia menyentuh yeojaku! Heh? Yeojaku?? Apa yang Barusan aku katakan?

-author pov-

“ehm,ehm”,seungri menggeram.. Hingga membuat jiyong melepaskan pegangan tangannya. “ehm,gamsahamnida”,ujar jiyong singkat dan beralih ke tempat lain.

**

“yya,, kau? Dia? Baikan?”,tanya seung hyun seraya menyikut tangan jiyong. “ah,anni~ siapa juga yang mau berbaikan dengannya? Hm, biasa lah,, dia hanya segelintir orang yang mengidolakanku..haha”,ujar jiyong angkuh. Seungri dan taeyang hanya menggeleng-gelengkan kepala.

**

sebulan kemudian …

“hye soo ah, apa aku boleh menginap di rumahmu?”,tanya hye ran. “ahh,tentu… Tapi ada angin apa kau tumben ingin menginap di rumahku?”,tanya hye soo. “ehem, anniyo~aku..aku.. Ah,nanti kau akan tau sendiri! Eh iya… Apa kau tak pernah di jahili lagi oleh jiyong? Sebulan belakangan ini tak nampak ada gejala-gejala perang dunia ketiga antara kau dan jiyong?”

“ahh~mungkin dia sudah jera.haha”,jawab hye soo sambil tertawa.

“karam ah?”,hye ran terkejut ketika melihat wajah karam memar-memar akibat terkena Hantaman. “aigo! Waeyo? Apa yang terjadi padamu?”,tanya hye soo panik. Ia cepat-cepat mengambil sapu tangan di tasnya lalu mengelap tetesan darah yang keluar dari bibir dan juga hidungnya.

_karam pov_

“arrgh..sakit sekali!”,ku mengerang kesakitan ketika hye soo mengelap tetesan darah yang keluar dari bibir dan hidungku. “ah kau ini! Tahan sedikit!”,sahut hye soo yang masih terfokus pada luka di wajahku. “siapa yang berbuat ini? Jiyong?”,tanya hye soo. Pernyataannya Sontak membuatku kaget. “aiih~pelan-pelan!”,jeritku ketika ia menekan wajahku penuh emosi. “mianhae… Aku tak habis pikir dengan namja itu. Aku kira ia akan berubah, tapi nyatanya? Ia masih saja berulah.. Heuh~”

“karam ah~ini!”,jay tiba-tiba datang dan menyerahkan buku diary biru milikku yang di curi jiyong dari lockerku. Gara-gara diary ini, jiyong marah padaku tanpa sebab. Apakah ia membaca seluruh curahan hatiku? Tapi, apa hubungannya dia dan juga diary ini? Otakku terus berputar mencari ujung pangkal permasalahannya.

**

sesampainya di rumah, kubuka perlahan setiap halaman buku diary milikku. Aku masih penasaran, apa sebab jiyong marah padaku. Tepat pada halaman 32-34 tampak bekas robekan. Tapi aku tidak pernah merasa merobek bukuku! Jangan-jangan jiyong yang merobeknya! Aigo! Itu kan?? Ommona! Gawat!

Flashback…

Hal.32

>> dear diary ..

Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA, banyak hal-hal baru yang aku dapatkan di sekolah ini, termasuk mengenal salah seorang siswa angkuh,sombong dan bejat yang berani mengerjai teman-teman baruku termasuk hye soo. Namanya kwon jiyong…

hal 33

>> dear diary …

Aku tak tau harus menulis apa, hanya segores kalimat yang mampu aku tuliskan. ‘AKU MEMBENCIMU JIYONG’.

Hal 34

>> dear diary …

Annyeong.. Sudah lama aku tak menulis diary.. Hm,, kau tau… Hari ini sungguh melelahkan, tapi juga mengesankan bagiku. Malam pergantian tahun yang tak bisa aku lupakan.. Tapi, jujur saja, semakin hari aku semakin muak melihat tingkah jiyong . Kejadian tadi! Aku masih ingat! Ia mendorongku hingga Aku terperosok ke jurang. Untung saja hye soo dan yang lainnya membantuku.. Dasar namja tak bertanggung jawab! Ia malah lari dari tanggung jawabnya! Hm, bukan itu saja, ada satu hal yang membuatku marah padanya! Ia sepertinya merongrong pikiran hye soo, hingga membuat hye soo terlalu perhatian padanya! Jujur saja, Aku cemburu melihat kedekatan mereka! Andai saja aku bisa, aku akan mematahkan tangannya dan melemparnya jauh ke kutub utara.

Flashback end

aigo! Jangan-jangan jiyong! Arggh.. Ottokhe??

**

_hye ran pov_

“hye ran ah, kajja kita ke atas..kamarku ada di lantai dua…”,perintah hye soo. Aku mengikutinya dari belakang.. “ahh, ini dia kamarku!”,ujar hye soo seraya merentangkan tangannya kesamping. “wah…rapi sekali! Hm,,bisa-bisa aku betah tinggal disini! Haha”,sahutku. “eh iya,, kau tunggu di sini dulu ya! Aku ambilkan minum dan cemilan di dapur”,ujarnya. Aku mengangguk dan langsung merebahkan tubuhku di kasur empuk milik hye soo. Kulihat ruangannya begitu rapi, tatanan Barang-barangnya pun apik. Ku lihat setiap foto yang terpajang di kamarnya. Mulai dari fotonya saat masih balita hingga sekarang. Tapi ada satu foto yang menarik perhatianku. Sebuah foto berbingkai kerang berwarna keemasan yang terpajang di atas bedside (meja di sebelah tempat tidur). Dalam foto itu, terdapat hye soo dan dua namja yang aku kenal betul siapa mereka. Hm, iaa..mereka adalah jay dan karam.. Betapa irinya hati ini ketika melihat karam dekat dengan hye soo..😥 heh? Kenapa aku berfikiran seperti itu?

“taraaa~minuman sudah datang”,tiba-tiba hye soo masuk sambil membawa dua cangkir teh dan setoples cemilan. “hya…apa yang kau lakukan?”,tanya hye soo. “ah,anni… Aku..hanya melihat-lihat saja!”,jawabku terbata-bata. “ini, minumlah…”,hye soo memberiku secangkir teh. Akupun meneguk teh itu sedikit demi sedikit, begitu juga dia.. “hye soo ah,,kau..kau sudah lama berteman dengan karam?”,tanyaku to the point. “ne..sejak kami SMP kelas 1. Waeyo??”,tanyanya. “hm,apakah kau Memiliki perasaan khusus padanya?”

uhuk..uhuk.. Hye soo tiba-tiba tersedak saat mendengar pertanyaan konyolku ini. “mwo?!apa yang kau katakan,hah? Ada-ada saja! Mana mungkin aku menyukainya?”,jawab hye soo seraya menepuk-nepuk dadanya. “Hah, syukurlah”,pikirku.

**

“hye soo, ada jay dan karam datang”,teriak ajjhuma. “ne eomma!… Hye ran ah,ada jay dan karam. Kajja, ikut aku kebawah!”,ajak hye soo. Akupun mengikuti perintahnya. Kami turun ke bawah dan mendapati jay dan karam tengah asik pukul-pukulan bantal sofa di ruang tamu. “hye soo ah…”,karam memeluk hye soo begitu juga dengan jay. Betapa irinya hati ini melihat mereka. Seandainya saja aku punya sahabat seperti mereka hm..tapi tidak..

“yya! Hye ran… Kau ada di sini juga?”,tanya jay. Aku hanya mengangguk kecil. “ne, hye ran akan menginap disini”,jawab hye soo.

**

jay dan karam mengajak kami bermain buggy ride/wisata mobil buggy *itulo yang di pake anak2 big bang di mv haru*. Ini adalah kali pertama aku merasakan adrenalinku terpacu, lain halnya dengan hye soo,karam dan jay Mereka telah terbiasa melakukan hal ini disetiap waktu luang yang mereka miliki. Bisa di katakan Mereka telah ahli mengendarai buggy.. “hye ran ah, kau bisa mengendarai buggy?”,tanya jay seraya mengenakan peralatan pengaman. Aku hanya geleng kepala karna memang ku akui, aku tidak pernah mengendarai buggy. “yya! Kita kan berempat, bagaimana kalau kita berpasang-pasangan? Kan lebih hemat!”,ajak karam. “aku dengan hye soo”,ujar jay dan karam bersamaan. “hahaha, aku sih terserah kalian!”,jawab hye soo. Nampaknya mereka berdua memang sama-sama memiliki perasaan pada hye soo! Ah, tapi apa peduliku? Mereka kan bersahabat sejak kecil! “hm,, karam ah, kau bersama hye ran saja! Biar aku bersama jay”,hye soo naik di belakang jay. “gwenchanayo?”,tanyanya lagi. “ne”,jawab karam datar.

**

selama di perjalanan aku hanya diam tanpa kata, hatiku berdebar begitu cepat, bibirku terasa kaku ketikaku ingin menggerakkanya dan keringat dinginku mengucur begitu saja. Arrggh!!

JgLug..JgLug..

“arrgh”,teriakku Ketikaku hampir jatuh dari mobil buggy itu. “gwenchanayo?? Berpeganganlah! Nanti kau jatuh! Medannya sedikit terjal”,perintah karam. Aku melingkarkan kedua tanganku di pinggang karam.

Hah… Please, stop time!! Aku ingin memeluknya lebih lama! Jangan biarkan kami sampai di finish lebih cepat!!

Sa rang un u ri dul

Ma ne nu kim

Ku me so me il bo don gu rim

Jo ha nu re de go

Meng se hal su i so

Ne ga i so so heng bok han gol

Ha ru e yol bon shik go

Bek he ju le

Sa rang han da

Gu mal ne ge he ju le

Su mul ne shi ga nul

Gu mal man du ro

Do jo hul ko ya

No rul sa rang he I love you

***

_karam pov_

ku kendarai mobil buggy ini dengan kecepatan yang agak tinggi. Hingga membuat hye ran hampir jatuh. Aish! Ini karna jay dan hye soo meninggalkanku jauh di belakang! Mereka nampak bersenang-senang! Tertawa bersama, bersenda gurau! Sedangkan aku? Hanya adem ayem dengan hye ran! Jujur saja, walaupun aku sudah lumayan lama mengenal hye ran, tapi aku sangat jarang berbicara dengannya. Sulit bagiku menjalin komunikasi dengannya, karna aku dan dia sama-sama pendiam dan tidak bisa mencairkan suasana.

**

“yya! Kalian ini lama sekali! Hahaha”,jay meledek. “issh, kalian yang terlalu cepat tau! Membuatku kesal saja!”,jawabku sedikit sinis. “ini!”,hye soo memberiku sebotol minuman isotonik. “gomawo”,ujarku. “TARAAA~”,seseorang mengejutkanku hingga membuatku tersedak saat minum. “heuh! Kau dae? Mau apa kau kesini?”,tanyaku seraya mendahak. “kita jadi buggy ride kan?”,daesung menaik-naikkan alisnya. “heleh heleh,,kau ini bagaimana? Kita baru saja selesai! Kau ini telat sekali! Kemana saja kau?”,tanya jay. “mwo?! Sudah selesai? Kalian tega meninggalkanku!”,daesung memanyunkan bibirnya. “haha,siapa suruh kau terlambat datang! Lagi pula hari sudah mulai gelap, mana mungkin kita bermain buggy malam hari?”,sahut jay lagi. Daesung membalikkan badannya dan memainkan ranting pohon yang ada di hadapannya.

Tell Me How Did We get~kkumgateungieokdeul

How Did We get~apatdeonnunmuldo

How Did We get~yeogikkaji

How Did We get~hamkkegeoreowasseuni

ponsel daesung mendering. Saat ia mengangkat telfonnya dan berbicara dengan seseorang di seberang sana, airmatanya tiba-tiba saja jatuh dan kepanikan terpancar di wajahnya. Aku tak tau apa yang mereka bicarakan, namun sepertinya sangat serius. Daesung tiba-tiba pergi tanpa berkata sesuatu. Kami berempat segera Mengejarnya. Larinya sangat cepat, dan kami kehilangan jejaknya saat ia menyetop sebuah taksi dan masuk ke dalamnya.

“yya! Ottokhe?”,tanya hye soo. “aku juga tak tau.. Kita tanya besok saja padanya.. Kajja kita pulang!”,ajakku.

===

_hye soo pov_

kulihat bangku di belakangku kosong, yaa… Hari ini daesung tidak masuk sekolah. Tidak seperti biasanya daesung membolos seperti ini. Apa karna kejadian kemarin sore?

“hye soo ah, daesung tidak masuk hari ini?”,ujar hye ran berbisik. “aku juga tidak tau”,balasku.

***

“heu~sepi ya jika tak ada daesung?”,seru jay sembari memantau lingkungan sekolah dari atas pohon menggunakan teleskopnya. “ne,, dia kemana ya? Kau sudah menghubunginya jay?”,tanya karam. “ne, tapi ponselnya tak aktif sejak semalam”

michidorok aaaapa neoran yeoja ttaeme naega

aaaapa sorijilleo yo ma baby girl

namjadapge neoreul ijeojugo sipeonneunde mianhae..

oh oh oh oh oh oh- (biteulbiteul)

oh oh oh oh oh oh (biteulbiteulbiteulbiteul)

ponselku berdering. “mwo?!daesung?”,

“yeoboseyo?! Ahh, ne ne.. Sepulang sekolah kami kesana”,

“daesung bilang apa?”,tanya hye ran. “hm, sepulang sekolah kita ke rumah sakit. Ottokhe?”

“waeyo? Daesung sakit?”,tanya karam. Menimpali. “anniyo~ dongsaengnya kemarin mengalami kecelakaan yang cukup parah”,jawabku seperlunya. “arra, nanti sepulang sekolah kita bertemu di depan pintu gerbang. Kita berangkat bersama.”,ucap jay. Kami berempat sepakat menjenguk adik daesung.

**

sepulang sekolah…

Ku lipat kedua tanganku dan sesekali menghentak-hentakkan kakiku. 5 menit, 10 menit, 20 menit, hingga akhirnya tepat setengah jam, karam dan jay baru keluar dari kelas. “yya! Kalian lama sekali”,ujarku kesal. “mianhae, tadi injoon songsaenim memberi tugas tambahan”,jawab jay seraya memasang earphone di telinganya. “ne, kalian sudah siap?”,tanya hye ran menyudahi. “ne!”,saut jay dan karam serempak. Kami segera menuju halte bis yang letaknya tak jauh dari sekolah. Sesampainya di halte, terlihat banyak calon penumpang telah memadati halte itu. Namun ada seorang namja yang menarik perhatianku. “yya! Kau lihat namja itu?”,hye ran menunjuk ke arah namja yang menarik perhatianku. “ne..namja tengik itu lagi”,ujarku sinis. Yaa, siapa lagi? Dia jiyong! Hah,tumben sekali dia mau naik bis? Biasanya namja manja itu lebih suka naik mobil ber AC dan mewah! Ahh,apa peduliku? Memangnya dia presiden?

Ciiit…

Sebuah bis berhenti tepat di depanku, semua orang berdesakan masuk ke dalam bis. Jay, karam dan hye ran telah masuk ke dalam bis terlebih dahulu. Sedangkan aku harus tertinggal. “yya! 1 orang lagi!”,teriak ajjushi sang kernet. *kernet apaan ya?* “yya! Minggir kau!”,bentak seorang namja seraya memaksakan dirinya masuk ke dalam bis. “yya! Aku yang lebih dulu! Biarkan aku masuk jiyong!”,erangku karena terjepit. Bayangkan saja, satu pintu di masuki 2 orang.. “heh? Kau hye soo? Menyingkirlah dari sini”,teriaknya lagi. BRUUK.. Kami berdua jatuh ke aspal dan tiba-tiba saja bis berjalan dan meninggalkan kami berdua. “yya! Tunggu aku!”,teriak jiyong seraya berlari mengejar bis itu. “issh! Ini gara-gara kau yeoja phabo!”,jiyong menunjuk-nunjuk ke arahku menggunakan telunjuknya. “heh! Kau masih tak sadar juga? Ini semua karna salahmu!”,ujarku sembari membersihkan kotoran yang menempel di bajuku. “eh, taksi!!!”,ku lambai-lambaikan tanganku ketika melihat sebuah taksi dari kejauhan. Taksi itu berhenti dan cepat-cepat aku membuka pintunya. Jiyong yang melihat adanya sebuah kesempatan, juga cepat-cepat menyambar gagang pintu taksi. “yya! Kau apa-apaan hah? Ini taksiku! Kau go out!”,teriakku sambil mengacungkan telunjukku ke samping. “enak saja,, siapa cepat dia dapat!”,jawabnya seraya menjulurkan lidahnya dan masuk ke dalam taksi. Ku tarik kerah bajunya dan menariknya keluar. Melihat tingkah kami yang berebut tumpangan, akhirnya sopir taksi itu berteriak : “STOOP! Kalian ribut sekali. Kalian mau kemana?”,

“sparkling hospital[ngawur]”,saut kami bersamaan. “nah, itu tujuan kalian sama! Kalian berdua naiklah.. Akan ajjushi antar sampai rumah sakit”,tegasnya lagi. Heuh, namja menyebalkan! Lagi pula, untuk apa dia ke rumah sakit? Jangan-jangan memeriksakan kejiwaannya!!

==

sepanjang perjalanan, kami Tak berbicara sedikitpun. Hingga akhirnya kami sampai juga di rumah sakit. “2000 won”,ujar ajjushi memberitahu tarif taksi itu. Jiyong langsung saja keluar dari taksi tanpa membayar sepeser pun. “yya! Kau belum membayarnya! Namja tengik!”,teriakku. Namun sama sekali tak di responnya. Dengan sangat amat terpaksa, aku harus membayarnya. Heuh,tak punya uang, tapi berlaga naik taksi!

**

setibanya di ruang rawat hyunmin (dongsaengnya daesung), mataku langsung terbelalak ketika melihat jiyong tengah duduk di sofa. Apa yang ia lakukan di sini? “yya! Kau di sini rupanya! Cepat kau bayar ongkos taksi tadi !”,ujarku sedikit berteriak. “sstt..ini rumah sakit! Pelankan suaramu yeoja phabo!”,saut jiyong tenang. Dengan santainya ia berbicara begitu? “hye soo ah, kau sudah datang?”,seru daesung yang baru entah dari mana. “ne, dae, kenapa ada orang ini disini? Lalu hye ran, jay dan karam dimana?”,tanyaku bertubi-tubi. “ah, mereka sedang mencari makan, mereka bilang mereka lapar.. Sebenarnya tadi Mereka mau menunggumu, tapi karna hye ran mengidap maag akut, jadi mereka memutuskan untuk mendahului. Dan masalah jiyong di sini, aku akan menceritakannya.”,ujar daesung. “mwo?!”,tanyaku. “daesung ah, kau tak perlu menceritakan hal ini padanya..”,sahut jiyong. Wajahnya memucat ketikaku menelaah pandangannya. “katakan!!”,bentakku. “ne!! Tapi Aku sudah minta maaf pada daesung karna aku tidak sengaja menabrak hyunmin kemarin!”.

“ohh, jadi??”

“mianhae daesung,mianhae..”,ujar jiyong lagi. “daesung ah, kau memaafkannya?”,tanyaku. Daesung hanya tersenyum dan mengangguk. “mwo?! Kau? Kau memaafkannya?”,ku membulatkan mataku tak percaya. Sebaik itukah daesung? “ne, tapi ada syarat yang harus ia penuhi”,ujar daesung lagi. “mwo?”,tanya jiyong. “hm..hm..hm..”,daesung mengangguk-anggukkan kepalanya seraya memegangi dagunya.

[tbc]

hm, kira-kira apa ya persyaratan yang di ajukan daesung pada jiyong?

Nantikan next part…

Mian, kalo ini ff pendek sangat dan kata2nya agak berantakan..

Moon di rcl..

 

Tag: ,

[popsicle] i’ll love u till the end~DAE GUK NAM AH LYRIC

[ROM]

Achim haessal e nun ddeumyeon niga nareul ggaeugo

Nareul wihan achimeul haji

Apchimareul ipgo utneun ni moseubi neomu yeppeo geuraeseo haengbokhae

Uri dalmeun ain dulman nahja dal e hanbeoneun yeohaengeul ggok gaja

Ssaweosseul ddae e do haruneun neomgiji malja, oh!

Saranghaeyo ojik geudaemaneul

Pyeongsaeng gobaekhago shipeun mal

Ilbun ilcho do shwiji anhgo

Hago shipeun geu mal geu mal geu mal

Saranghaeyo

Ddeugeoun taeyangi shikeul ddaekkaji

Ani han yeoreum e hwin nuni naeril ddaekkaji

Geudaemaneul saranghagesseoyo

Saranghaeyo

Haneul e naeryeo on cheonsa rago

Samak e han mogeum mul irago

Sesang e namaneui geudae rago

Beautiful girl, you’re my world

Cheoeum neoreul bwasseul ddaebuteo neoege nan bbajyeobeoryeosseo

Yeoboya jagiya son jabeullae

Yeongweonhi nawa hamkke sallae

Sesu an han moseub do cham yeppeo

Hwajanggi eobtneun ni moseubi deo yeppeo

Kong ggak ji raneun ge baro ireon ge anilkka? oh!

Saranghaeyo ojik geudaemaneul

Pyeongsaeng gobaekhago shipeun mal

Ilbun ilcho do shwiji anhgo

Hago shipeun geu mal geu mal geu mal

Saranghaeyo

Ddeugeoun taeyangi shikeul ddaekkaji

Ani han yeoreum e hwin nuni naeril ddaekkaji

Geudaemaneul saranghagesseoyo

Saranghaeyo

Hey! Beautiful girl!

She is my girl

Naega cheonsara malhaneun neon

Nae ggumsoge natanabeoryeonneun geol

(Oh! Love my love my baby)

Jugeodo naneun watching you

Nae sarangeun neo only you

Gojang nan gaseumeul gochyeojweo

Nae gyeoten eonjena neoya

Saranghae naeui sarang geudae

Nareul geolgo yaksokhalkeyo

Ilbun ilcho do shwiji anhgo

Saranghaeyo geudae geudae geudae naeui cheonsa

Jeo byeoli ddeuji anhneun nalkkaji ani seojjokeseo haeda ddeuneun geu nal kkaji

Geudaemaneul saranghagesseoyo

Saranghaeyo

============>>>>>>>>>>>>>>>>>>

[ENG]

In the morning sunlight, opening my eyes, you wake me up

Are you preparing breakfast for me?

Your figure that wears an apron and smiles is so beautiful, therefore I’m happy

Let’s have two resembling children, and definitely go on vacation once a month

And not even spend one day fighting, oh!

I love you, only you

These are the words I want to confess to you for my entire life

I won’t even rest for one minute or one second

I want to say these words, these words, these words

I love you

Until the burning sun cools down

Or until white snow falls on a summer’s day

I will love only you

I love you

An angel fallen from heaven

A sip of water in the desert

In this world you who is only mine

Beautiful girl, you’re my world

From the first time I saw you I had fallen for you

Wife, honey, won’t you take my hand

Won’t you stay forever with me

Even if you don’t wash your face you’re still extremely beautiful

Your makeup-less face is even more beautiful

The thing called “purity” is this isn’t it? oh!

I love you, only you

These are the words I want to confess to you for my entire life

I won’t even rest for one minute or one second

I want to say these words, these words, these words

I love you

Until the burning sun cools down

Or until white snow falls on a summer’s day

I will love only you

I love you

Hey! Beautiful girl!

She is my girl!

You who I call an angel

You who appeared in my dreams

(Oh! Love me love me baby)

Even if I die I’m watching you

My love is you only you

Please heal my heart failure

You’ll always be by my side

I love you, my love, you

That’s what I’ll promise you

I won’t rest even for one minute one second

I love you, you, you, my angel

Until the day that stars don’t appear

Or until the day the sun rises from the west

I’ll love only you

I love you

 

Tag:

BIG BANG stiLL kiDs | oneshoot |

NO COPAS N DON’T BE SILENT READERS !!!!

+ Tittle : BIG BANG still kids

 

+ genre : depend of readers

 

+ cast :

– All member big bang

– park  hye soo,

– lee chon sa ,

– kim  je eun ,

– kim tae chu,

– hye ran,

– han sang ah.

 

 

Anak kecil identik dengan kelucuan dan kenakalannya. Sama seperti anak-anak playgroup di sekolah ‘Bik beng”

 

+++

“sini, kembaliin pita aku!”,hye soo dan jiyong tarik-tarikan pita *sings: tarik,tarik tambang,tarik tambang di ulur-ulur (?)#abaikan*”ga mau! Aku mau main pita! Ihh~”,jiyong tak mau mengalah. Padahal itu pita milik hye soo. “huwaaaa TToTT~jiyong nakal! , bu guru….uu..uu..uu..wo..uwo.. uwo..”,hye soo mengadu pada bu han. “jiyong! Kembalikan pita hye soo.. Ayo sayang..*andwae!jangan panggil begitu!*”,bu han membujuk jiyong dengan kalimat halus. “bu guruu,, tadi taeyang jambak rambut aku! Huweee ToT…”,ucap tae chu sembari mengelap ingusnya#hoek!# “taeyang, jangan nakal ya.. Kalau mau jambak, jangan rambut temen,jambak aja rambut sendiri! Arraseo?”,ucap bu han tenang. Namun taeyang hanya diam dan memegang kepalanya yang plontos.”lah,taeyang kan ga punya lambut bu gulu”,jawab seungri kalem. “yee, ngomong rambut aja lambut! eeerrrr bukan eeelll. Hahaha”,chon sa meledek seungri sambil melet. Seungripun menangis. “haduh~lama-lama stres liat anak-anak seperti ini !”,bu han mengerutkan dahinya. Disudut ruangan kelas, terlihat daesung dan hye ran tengah bermain dokter-dokteran. “yang mana yang sakit bu?”,tanya daesung kalem pada hye ran (pasien boong2an) “yang ini”,hye ran menunjuk perutnya. “wah, kalo begitu, ibu harus di periksa.. Ayo bu, buka bajunya!”,ujar sang dokter boongan (daesung). Hye ran pun dengan polosnya membuka baju. “andwae!! Jangan buka baju di kelas ya sayang~”ucap bu han yang sedari tadi melihat permainan anak-anak di dalam kelas. “waeyo bu guru? Saya kan dokter!”,ucap daesung sambil nyengir hingga matanya tak terlihat. “iaa, ibu tau, tp jangan buka-bukaan bgitu ya! Cukup periksa pake termometer. Arraseo?”, daesung mengangguk. Kini bu han berjalan ke belakang dan menemukan je eun dan seung hyun Yang sedang suap-suapan. “aaa~”, seung hyun membuka mulutnya lebar-lebar “emm..nyam..nyam..”, seung hyun menguyah makanan yang di suapi je eun. “lagi main apa kalian?”,tanya bu han. “main suami istri,suami istrian bu guru..”,jawab seung hyun yang masih menguyah makanannya. “ohh iya~ mainnya yang akur ya..”, bu han mengacak-acak rambut seung hyun. GDUUBBRAAK !!! PYAAAANG~ bu han menengok ke depan kelas dan mendapati laptopnya jatuh dari atas meja. “annio~”, bu han berlari ke depan dan menyelamatkan laptopnya yang sudah hancur. “hoekk~ga kena. Week”,jiyong melet-melet ke hye soo. “aihh~awas kamu ya! Kalo dapet, aku gigit idungmu!”,ucap hye soo sambil kejar-kejaran di kelas, merekalah penyebab laptop bu han hancur. “hye soo, aku ikut nguber jiyong”,ucap chon sa. “aku juga”, tae chu ikut-ikutan. “ayo, kita berubah jadi power rangers!”, cletuk chon sa. “aku ranger merah!”, teriak hye soo, “heh! Aku yang merah!”,saut chon sa. “aku kuning”,sambar tae chu “aku merah, pkoknya merah!”Ucap hye soo sambil berkacak pinggang.*kalo gni terus kapan nangkep jiyongnya?*”han sang ah…sabar..sabar..”,bu han mengelus dadanya sendiri. “bu guru kapan kita mulai belajar?”,tanya seungri polos. Matanya berkedip-kedip seakan menggambarkan bahwa anak ini hidup tanpa dosa. “ne, tunggu sampai bel berbunyi ya…,anak pintar”,bu han mengelus kepala seungri. “ihh~ketek kamu bau !”,ucap daesung sembari mengendus-endus pensil yang di gunakan sebagai termometer palsu. “ihh, ga bau tau! Harum tau! Neh,neh,neh! Bauin! Harum kan?”,hye ran mengarahkan ketiaknya ke hidung daesung. “ihh kamu zorok!”,ucap daesung sembari menutup hidungnya. “Ckckck”, bu han hanya geleng-geleng kepala.

 

Teng..teng..teng..Bel sekolah berbunyi..

 

“ayo anak-anak, saatnya belajar… Jam mainnya sudah selesai yaa~ ayo, duduk yang manis!”,ujar bu han sambil menepuk-nepuk tangannya. PLAK..PLAK..DUS..”huwaaa~ jiyong jahaat!”,ucap taeyang sambil menangis tersedu-sedu.”kamu kenapa taeyang? Sapa yang mukulin?”tanya bu han. “jiyong bu!huwaaa……. ToT”,jawab taeyang sesenggukan. “jiyong, kamu apain taeyang?”,tanya bu han. “anni~tadi taeyang duduk di bawah.. Trus buku aku jatuh,trus kena kepala botak taeyang deh! Kan bukan salah aku”,ucap jiyong polos, hingga membuat bu han tak tega menghukumnya. “ya sudah,ya sudah, taeyang makanya jangan duduk di bawah, ayo duduk di tempat masing-masing.! Sekarang bu han ajak kalian buat belajar menyanyi. Ada yang sudah bisa menyanyi?”,tanya bu han. Salah seorang siswa pun angkat tangan. “saya bu!”,ucap seung hyun. “ya seung hyun, ayo maju ke depan kelas!”,perintah bu han. Seung hyun pun maju ke depan kelas dan mulai bernyanyi “satu,satu, ibu cantik banget…..”,bu han mulai mengembangkan senyumnya. “dua,dua, ibu manis banget…..”, bu han tambah sumringah.”tiga,tiga, ibu pinter banget…..”, “waduh, ni anak pinter muji”,gerutu bu han.”satu,dua,tiga, bohong semuanya”, GUBRAAAK… “sialan ni anak! Ujung2nya di katain boong!”,ucap bu han dalam hati. “tepuk tangaaan” Teriak daesung. “prok..prok..prok” . “ya anak2,ada yang pintar bernyanyi lagi? Ayo,angkat tangannya!”,ujar bu han lagi. “saya bu gulu!”,seungri mengangkat tangannya. “iya seungri, mulai bernyanyi..”,seungri langsung maju ke depan kelas, semua teman-temannya tertawa licik. “hahaha,ini saatnya teman-teman!”,ucap jiyong mengetuai. “sip..sip..”,jawab taeyang dkk. “ehm..ehm.. Balonku ada lima..” “DOLL”,baru sepatah kalimat,teman-temannya menyahuti. “lupa-lupa walnanya”, “DOLL…” , “hijau,kuning, kelabu.. Melah muda dan bilu”, “DOLL” , “meletus balon ijo”… Tak ada satupun yang menyahuti. “kok ga di sambung?”,ucap seungri. “DOOOORRR”, semua berteriak di telinga seungri. Seungri yang kaget pun menangis. Bu han semakin pusing di buatnya. “cup..cup.. Jangan nangis ya sayang.. Nanti kita belajar gambar aja ya kalo gtu..”,bu liany membujuk seungri agar tidak menangis lagi. “benel ya bu, abis ini kita belajal gambal”,saut seungri seraya mengusap air matanya yang membasahi bibirnya. “ya anak-anak, sekarang kita belajar ngegambar ya.. Ayo, di keluarkan kertas gambarnya sama pensilnya..”,perintah bu han. Semua murid mengeluarkan kertas gambar dan pensil dari tas masing-masing. Dan semuanya mulai menggambar. Semuanya tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tak ada keributan, tak ada yang bikin pusing . “ahh, begini kan enak”,ucap bu han sambil duduk di kursinya. *lg pewe ni yey! Haha*

15 menit kemudian…

“ini kamu gambar apa dae?”,taeyang menghampiri daesung yang tengah asik menggambar. “aku gambar bola”,jawab daesung sembari menggoreskan pensilnya di kertas. “bola bukan gitu, tapi gini!”,taeyang ikut menggoreskan pensilnya di kertas daesung. “bulat,bulat,bulat seperti bola pimpong”,taeyang asik mencorat-coret gambar daesung sambil bernyanyi. “taeyaaaaaang ! ! !”,daesung berteriak kencang di telinga taeyang. “Mwo?? KABUUURR”,ucap taeyang sambil berlari keluar kelas. “loh,loh,kenapa ini?”,tanya bu han. “taeyang bu! Gambar bolaku di coret-coret”,jawab daesung. “trus taeyang dimana?”,tanya bu han panik. “huweee~ ToT ,bu guru…uu..uu..”,tiba-tiba taeyang datang dengan pakaian yang basah. “loh,kamu kenapa taeyang? Kok basah begini?”,bu han menghampiri taeyang yang berdiri di depan pintu sambil mengucek-ngucek matanya. “tadi kecebur di kolam ikan bu!huwee~” . “kapok lu, sukurin! Sapa suru nyoret-nyoret gambarku!”,ucap daesung sambil melet-melet. “yaa udah, sekarang ganti bajunya di kamar mandi”,perintah bu han. “anterin bu… Takut!”,ujar taeyang. “ya udah, ayo ibu anterin.. Yang lain jangan ribut ya.. Jangan nakal,ibu anter taeyang ke kamar mandi”,ujar bu han. “iya bu guru”,saut anak-anak. Bu han pun pergi keluar kelas dan mengantar taeyang. *mianhae,hime n zisri eon~* “eh, teman-temanku yang phabo! Kita ke kantin yuk! Perutku udah laper!”,ajak jiyong. “ayok!ayok!”,hye soo menyetujui. “yang lain gimana?”,tanya jiyong. “mauuuu! Tapi ajak pasangan masing-masing ya!”,daesung langsung menggandeng hye ran.begitu juga dengan jiyong yang menggandeng tangan hye soo. Seung hyun pun tak mau kalah, ia menggandeng tangan je eun. *loh,kok jadi gandeng2an gni sih?* , seungri mendekati chon sa dan bermaksud untuk menggandeng tangannya juga. “apa!mau apa??”,ucap chon sa sambil melotot. “ann,annio~ aku,aku…”,belum sempat berbicara, chon sa langsung meraih tangan seungri dan menggandengnya menuju kantin. Sedangkan tae chu hanya diam di kelas karena pasangannya sedang ganti baju.

 

Setelah lama berada di kantin, para siswa pun masuk kelas.”loli..loli.. Umm~lollipop”, je eun menggerak2an permen lolipopnya kekanan dan ke kiri sambil goyang-goyang. “ice cream..ice cream..”,daesung bernyanyi ala iklan ice cream.”dari mana anak-anak?”,sapa bu han yang tengah duduk di kursinya. “hehehe, makan bu, di kantin”,jawab seungri. “siapa yang nyuruh makan??”,tanya bu han. “JIYOONGG”,semua jari menunjuk ke arah jiyong. “jiyong!! Kamu ketua kelas kok malah…..”, TENG..TENG..TENG.. bel tanda pulang berbunyi. “hore! Pulang..pulang..pulang..”,teriak seung hyun.”ya anak-anak, saatnya pulang! Ayo,barang-barangnya di bereskan dulu. Supaya tidak ada yang tertinggal..”,perintah bu han. “ne~”,sahut semuanya. Semua murid pun membereskan barang-barang yang mereka bawa dan memasukkannya ke tas mereka. plok..plok..plok..”ayo cepat anak-anak”, ucap bu han sambil tepuk tangan. “bu guru, saya sudah selesai..”,ujar jiyong. “saya juga , saya juga”,saut yang lain. “ya, jiyong, ayo pimpin doa.. Sudah pandai kan memimpin doa sebelum pulang?”, jiyong pun mengangguk. Jiyong maju ke depan kelas dan mulai memberi aba-aba agar teman-temannya mengikuti. “berdiri! Sebelum kita pulang, ada baiknya kita berdoa bersama. Berdoa mulai”.. Semua menundukkan kepala dan mengikuti kata-kata jiyong. “YA TUHAN”,jiyong berucap. “YA TUHAN”, yang lain mengikuti. “LINDUNGILAH,APPA, EOMMA dan ANJINGKU TERCINTA GAHO” ,ucap jiyong lagi”LINDUNGILAH, APPA, EOMMA dan ANJINGKU TERCINTA GAHO”, saut yang lain. “hei, stop,stop! Kog jadi minta perlindungan untuk anjing?”,tanya bu han. “hehehe..”,jiyong cengengesan. “yah,biar ibu ambil alih saja,berdoa mulai. Bla..bla..bla..”. “berdoa selesai”,ujar bu han. “kajja, pulang pulang”,taeyang langsung menyambar tasnya dan langsung berlari keluar. “eit,eit…”,bu han menghalangi jalan taeyang. “mwo? Apa lagi?”,tanya taeyang. “nyanyi sayoonara dulu yaa, trus salim sama bu guru *emg di korea ada salim2an?*”,ujar bu han. Semua murid pun bernyanyi sayoonara bersama-sama..

“SAYUR NARA, SAYUR NARA, SAMPAI BERJUMPA LAGI, BUAT APA SUSAH?BUAT APA SUSAH? SUSAH ITU GA BISA DIMAKAN..

 

GELANG SEPATU GELANG.. GELANG SI MARAH MARAH,MARI PULANG,MARILAH PULANG, PULANGLAH KITA BERSAMA-SAMA, MARI PULANG, MARILA PULANG, PULANGLAH KITA BERSAMA-SAMA…”,

 

“pulaaaaaanggg. . . .”, ucap jiyong bersemangat sambil menggendong tas power ranger miliknya. “hati-hati ya anak-anak, jangan rebutan kalo mau salim”, GDBUKK~ “hueee ToT”, seungri menangis karena jatoh. “uda di blang kan, hati-hati”,ucap bu han di selipi tawa.

 

—END—

 

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL FANFICT, HUMOR

 

Tag: ,

Fanfict special ultah baby pandapanda…. (SEUNGRI BIG BANG) part. 2 [ENDING]

NO COPAS N DON’T BE SILENT READERS !!!!

 

Tittle : too love, too lose

genre : romance

pairing :

– seungri BB / Lee chonsa (dian dilatory victoryvip)

– daesung BB / bora sistar

– Taeyang BB (alone)

length : 2ndshoot

 

<< Prev

 

“wah eonni.. Pagi-pagi begini kau sudah rapi! Mau kemana?”,tanyaku sambil menuangkan susu dari teko. “heheh..kau mau tau saja! Hari ini eonni akan pergi bersama seungri”, ujarnya sembari memakan potongan roti di atas piring.

“eonni, aku memang mencintai seungri , tapi aku jauh lebih mencintaimu.. Jika Kau bahagia bersama seungri, aku akan merelakan seungri untukmu” .

“yya! Kenapa kau bengong begitu?”,tanya bora eonni membuyarkan lamunanku.”anni~aku bahagia jika eonni sudah bisa dekat dengan seungri” , Bora eonni hanya tersenyum sambil menikmati sarapannya. “gamsahamnida”,ujarnya

 

>> Next

_Bora pov_

“gamsahamnida”, ku ucapkan rasa terimakasihku karna chon sa sudah mendoakan yang terbaik untukku.

hmm~aku benar-benar bahagia.. Bisa memiliki keluarga yang begitu mencintaiku , lebih-lebih karena aku mengenal seungri. Yah,wlaupun kami di jodohkan, namun perasaan itu sebenarnya belum tumbuh, karna sampai sekarang aku masih blum bisa melupakan daesung. tapi aku akan mencoba mencintai seungri, walaupun secara bertahap.

‘TING..TONG..’

bel rumah berbunyi. Sepertinya itu seungri! Tapi untuk memastikan, aku meminta chon sa untuk membukakan pintunya.

 

~author pov~

chon sa berjalan menuju pintu dan mulai membuka pintunya.

CKLEK…

“op…pa??”,mata chon sa terbelalak melihat kedatangan seungri. “chagi??”,sapanya. “siapa yang datang chon sa?”,teriak bora dari dalam. “seungri oppa , eonni!”,saut chon sa. Bora langsung beranjak dari meja makan dan menyambut seungri. “seungri??”,bora bercipika-cipiki di depan chon sa. Kemudian bora berlari kedalam untuk mengambil tas slempangnya dan langsung keluar lagi. “chagi,,eonni pergi dulu yaa.. Daa.. Muach”, bora mengecup kening chon sa lalu bergegas pergi dengan seungri.

 

 

 

_Seungri pov_

bora langsung menarik tanganku keluar, aku ikuti saja kemauannya walau kaki ini berat melangkah dan enggan beranjak dari chon sa.

 

Flashback>>

tok tok tok…

Ku ketuk pintu jendela chon sa. Aku tau ini sudah tengah malam, tapi aku harus meluruskan masalah ini. “enngggh”, chon sa membuka jendela kamarnya sembari menggeliat. “apa kau sudah tidur chagi?”,tanyaku. “oppa?? Waeyo? Kau datang ksini seperti maling saja!”,tanya chon sa yang masih saja mengucek-ngucek matanya. “keluarlah! Aku ingin berbicara 4 mata denganmu. Dan ini penting!”,ajakku. Chon mengangguk dan kembali menutup jendela kamarnya. Sedangkan aku menunggunya di depan gerbang. Tak lama kemudian, chon sa keluar dari rumah. “apa yang ingin kau katakan oppa?”. Aku tak menjawab pertanyaannya dan langsung menggandengnya ke suatu tempat. “oppa! Lepaskan tanganku! Kalau bora eonni tau, Dia pasti marah!”, chon sa memberontak dan mencoba melepaskan genggamanku.

Langkah kakiku terhenti. Ku pandangi wajahnya. “ya! Kau itu kekasihku! Kenapa kau harus takut pada bora? Lagipula aku tak menyukainya. Aku hanya menyukaimu! Ah tidak! Aku mencintaimu chon sa!”,ujarku sedikit membentak. “siapa yang menjamin bora eonni tak menyukaimu?? Hah? Aku mohon oppa.. Cobalah cintai bora eonni sama seperti kau mencintaiku..”

Sakit.. Mungkin ini yang aku rasakan ketika chon sa berkata demikian. Aku tak habis pikir, kenapa dengan mudahnya ia berbicara demikian? Aku tulus memberikan hatiku untuknya. Tapi ia malah menawarkan hatiku untuk orang lain.. “aku tak akan membagi hatiku untuk bora.. Aku tak bisa!”,jawabku tegas.

PLAK… Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kiriku. “oppa! Percuma kau mencintaiku! Aku tau kita tak akan pernah bersatu… Kau tau sendiri, appaku tak akan mengijinkanku menjalin hubungan dengan seorang namja sebelum aku lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana! Sedangkan Kau? Kau itu sudah pantas untuk berumah tangga..”, ujar chon sa sembari menitihkan air matanya.. “aku akan menunggumu chon sa!” .

“7 tahun?? Apa kau mau menungguku hingga 7 tahun lagi?”,chon sa mengoyak-ngoyakkan tubuhku. “tentu saja!”,jawabku seadanya. “bagaimana dengan orang tuamu? Mereka begitu menginginkan kehadiran seorang cucu. Apa kau tak kasihan melihat mereka menunggu terlalu lama?? Kau jangan egois oppa!”,teriak chon sa di hadapanku. “pikirkan sekali lagi oppa, lihatlah berapa orang yang akan terluka dengan keegoisanmu ini!”,lanjutnya lagi. Chon sa langsung pergi sambil mengusapkan air matanya.

Flashback end<<

 

_chon sa pov_

“hmm~bete sekali! Sendirian di rumah seperti ini.. Taeyang sedang apa ya?? Aggh, kenapa aku jadi memikirkan orang aneh itu??”, gerutuku.

Karena hari ini hari libur, aku berinisiatif untuk jalan-jalan. Ku ambil kunci mobilku dan melajukannya ke mana saja. Tanpa arah dan tujuan. Tiba-tiba hapeku berdering.

“TAEYANG??”, Ada apa orang aneh ini menelfonku?

 

“yeoboseyo..”,sapaku. “yya! Datanglah ke taman tempat kita bertemu 2 hari yang lalu” Tut..tut..tut.. Tiba-tiba telfonnya terputus. ‘aish!! Dia niat telfon ga sih?’,batinku. Ku lajukan mobilku menuju taman kota.

 

di taman…

 

“hufft.. Dia dmana sih? Katanya ktmuan di sini! Mana dia? Dasar orang aneh!, jangan-jangan aku di tipu! Huuh, panas.. Haus..”, kukibas-kibaskan tanganku karena cuaca hari ini sangat panas. Kulihat jam di tanganku, ternyata sudah pukul  1 siang, namun taeyang belum muncul juga. “hah! Sial ! Aku di tipu! Lebih baik aku pergi saja!”,baru selangkah aku beranjak dari tempat dudukku, terasa seseorang memegangi pundakku. “andwae! Jangan pergi!”, ku balikkan badanku dan kulihat namja sok imut itu nyengir di hadapanku. “mianhae!!”,ucapnya singkat. Dengan berkacak pinggang ku mulai mengomelinya. “aishh~ aku kan sudah minta maaf! Kau ini! Eh, ini aku bawakan juice alpukat dan burger untukmu. Aku tau kau lapar dan haus, jadi tadi aku mampir dulu ke stand food di seberang sana”. Taeyang memberiku sekotak paket makanan. Hmm, kbetulan aku juga memang haus dan lapar. “gomawo”,ucapku sembari tersenyum. Ternyata taeyang baik juga… Kumulai menyantap makanan yang di bawanya. “bagaimana? Enak??”,tanyanya. Aku hanya mengangguk. Setelah selesai menyantap makanan, taeyang mengajakku duduk di tepi kolam air pancuran. “yya! Chon sa .. Apa kau ada masalah dengan kekasihmu?”,ujar taeyang sembari bermain air. “mwo? Kenapa ia tau?”,batinku. “sudah, kau tak usah bertanya aku tau darimana. Cukup kau bilang iya atau tidak!”,ujarnya lagi. Seketika ku tundukkan kepalaku dan mengangguk. “hei! Sudah, tak usah bersedih, selama ada aku, kau tak akan pernah menangis lagi!”,ujarnya sembari memercikakan air di wajahku. Aissh~ sialan ! Ku percikkan lagi air ke wajahnya sebagai ajang balas dendam. Sejenak aku lupakan masalah yang tengah menimpaku.

 

“yya! Yeoja phabo dan menyedihkan! Kejar aku sampai dapat! Haha”, ledek taeyang sembari berlari menjauh dari kolam. “yya! Namja yang gila! Tunggu Pembalasanku! Hei! Jangan lari kau!”,ku bangun dari tepi kolam dan berlari mengejarnya. “hahaha, kena kau sekarang!”,ucapku sembari menarik jaket merah yang ia kenakan. “huaa~ampun!ampun!”, sautnya seraya mencakupkan kedua telapak tangannya.

 

“hei! Kau gila ya? Berbicara sendiri?”,teriak salah seorang pengunjung taman .

Apa maksudnya berkata begitu? Jelas-jelas aku sedang bersama taeyang! Ish~

“taeyang,, apa maksudnya orang itu menyebut aku gila dan berbicara sendiri?”, kulepaskan genggamanku dari jaketnya. “ahh, tak usah pedulikan dia. Mungkin dia iri pada kemesraan kita. Hahaha”, ujar taeyang cengengesan. “aihh, pede sekali kau! Siapa juga yang mau bermesraan dengan namja gila sepertimu!”

“sudahlah, mengaku saja! Kau terpesona padaku kan?”,ledeknya lagi. “Kali ini aku tak akan memberimu ampun”, ujarku sembari mengejarnya lagi.

 

★☆

Kini, sudah terhitung 1 bulan aku mengenal taeyang, Ternyata benar, selama aku berada di samping taeyang, aku tak pernah sekalipun menangis.

===

 

“chon sa…”,teriak eommaku dari luar kamar. “ne eomma??”,tanyaku sembari memoleskan blush on di tulang pipiku. Seketika aku menghentikan pekerjaanku dan teringat sesuatu. Hari ini adalah hari pertunangan bora eonni dan seungri. ‘ya Tuhan,, kuatkan imanku..’ . Sebenarnya aku masih belum bisa merelakan seungri untuk kakakku.. Aku masih mencintainya Tuhan…

 

“chon sa… Cepatlah sedikit!”, teriak eomma sekali lagi. “ne eomma..”,aku langsung bergegas ke bawah.

Hmm~hari ini aku akan bertugas sebagai pembawa cincin pertunangan.

prosesi tukar cincinpun di mulai, saat seungri mengambil cincin, ia berbisik di telingaku, “batalkan pertunangan ini!” seketika aku tercengang. Ia menganggukkan kepalanya namun aku menggelengkan kepalaku tanda penolakan. Raut wajah seungri berubah sketika 180′.

Setelah prosesi slesai, aku berlari menuju kamarku dan mengurung diriku di dalam. “mianhae oppa, aku tak bisa melakukannya. Aku takut..takut menyakiti bora eonni dan orang tua kita . Huhu”

 

“PSSST..PSSTT..”,terdengar suara orang mendesis. Kuarahkan pandanganku keluar jendela dan menemukan taeyang sudah berdiri di balkon kamarku.

 

“taeyang ?”,segera ku hampiri dia dan mengusap air mataku. “darimana kau tau rumahku? Dan untuk apa kau kesini?”,ujarku sedikit sinis. “yya! Jangan sensi begitu! Aku berniat baik! Kajja, ikut aku! Aku tau kau sedang bersedih.. Ayo!”,taeyang menarik tanganku. “aihh! Kau benar-benar gila ya!! Kau suruh aku lompat dari lantai 2??”.

 

“kau tak usah khawatir! Sekarang, pejamkan matamu…”,perintahnya. Akupun mengikuti saja. “sekarang, bukalah matamu chon sa”

 

Jreeng…

 

“wow! Tempat apa ini taeyang?”,tanyaku ketika melihat hamparan padang rumput yang luas dan beribu bintang bersinar di langit yang kurasa sangat dekat keberadaannya, sehingga ku mampu menggapainya. Desiran anginnya pun membuat hatiku tenang. “kau suka?”,tanya taeyang. Aku mengangguk sambil merentangkan tanganku, menikmati pemandangan yang indah ini. “chon sa, kemari.. DudukLah di dekatku”,pintanya. “ne..!”,jawabku sekenanya. Akupun duduk di sebelahnya. “chon sa, apa kau sudah tidak apa-apa?”,tanya taeyang memulai perbincangan.

 

“tidak apa-apa? Maksudnya?”,aku sedikit memiringkan kepalaku. “ne, masalahmu dan kekasihmu itu!”.

Hmm,rupanya itu maksudnya. Taeyang selalu tau jika aku tengah bersedih. Dia selalu datang disaat-saat sulitku seperti ini..

Tak terasa, airmataku menetes butir demi butir.. Taeyang mendekatkan badannya dan memegangi daguku. “sudah, jangan menangis”,taeyang menyeka air mataku dengan jempolnya. Ku lihat lekat-lekat wajahnya.. “dia namja pertama yang menyeka air mataku, dia namja pertama yang selalu menemaniku di saat pahit seperti ini” Deg..Deg..Deg..

“taeyang…”,kusebut namanya pelan. “panggiL oppa saja..”,sautnya. “op..pa..”,panggilku.

“nah, begitu kan enak, sekarang kau jangan menangis lagi ya.. Jelek tau!”, taeyang meledek namun di selingi senyumannya. taeyang mengacak-acak rambutku dan..

“omona.. Perasaan apa ini yang muncul? Jantungku tak berpacu lagi! Darahku serasa berhenti mengalir! Oksigen pun tak kurasa masuk ke tubuhku. Aku bagaikan mayat hidup! Aigo!!”,pekikku dalam hati.

“yya! Kau kenapa?”,taeyang berhenti tersenyum dan memasang wajah seriusnya. “ahh~anni…”,jawabku kelimpungan. “chon sa, kalau kau tak keberatan, ayo kita keliling sebentar! Itu ada kuda, kita keliling menunggangi kuda itu saja, kajja!”,taeyang menarik tanganku. Akupun tak menolaknya. Taeyang dengan sigap membantuku naik ke punggung kuda itu. “apa kau tak ikut menunggangi ini oppa?”,tanyaku. Taeyang lalu naik dan duduk di belakangku.. “tentu saja”,katanya. Lama kami berkeliling hingga tak terasa mataku sudah mengantuk. “oppa, ayo kita pulang!”,pintaku. “ne”,sautnya. “oya, aku ingin memberi ini padamu”,taeyang memberiku sebuah kotak kecil yang terbungkus kertas kado. “apa ini oppa?”,tanyaku seraya membolak balikkan kotak itu. “nanti kau akan tau! Bawalah kotak ini saat pernikahan eonnimu. Arra?”,pinta taeyang.

Aku mengangguk. “ohya oppa, apa aku boleh jujur padamu?”,tanyaku. “tentu saja. Apa itu?”,taeyang mendekatkan wajahnya dengan wajahku. “begini oppa, aku..aku menyukaimu!”,ujarku sedikit gugup. Taeyang begitu kaget mendengar hal ini. Ia langsung membalikkan badannya “kau.. Benar menyukaiku??”,tanyanya. Ne”,jawabku singkat. “tapi kau tak seharusnya menyukaiku..”,taeyang membalikkan badannya lagi hingga berhadapan denganku. “kenapa?”

 

“menyukaiku adalah hal yang bodoh yang pernah kau alami”,ucapnya sedikit kasar. “tapi kenapa?”,tanyaku sedikit kecewa. “kau mau tau? kau menyukaiku itu percuma! Aku tak akan pernah menjadi milikmu dan begitupun sebaliknya! Aku dan kau itu berbeda…!!”, ujarnya. Aku semakin tidak mengerti, apa maksudnya. “apa maksudmu? Aku tak mengerti!”. Taeyang hanya diam dan tak menyahuti perkataanku. Pandanganku semakin kabur, bayang taeyang semakin lama semakin menghilang dan hingga akhirnya benar-benar tak terlihat lagi..

 

“chon sa.. Chon sa..”, seseorang mengoyak-ngoyak tubuhku. “enggh~ eomma?” .

“kajja chagi, bangun. . Sekarang antar eonnimu fitting pakaian pengantin!”

“engghh, ne eomma!”,aku masih saja menggeliat di atas kasur. “palli ! Eomma tunggu di bawah”,ucap eommaku lagi. Aku hanya tersenyum.

“hmm, syukurlah, itu cuma mimpi…”,aku bangun dari tempat tidur dan terperangah melihat sebuah kotak terbungkus kertas kado di atas meja yang sama persis taeyang berikan padaku di malam itu. Jadi, aku tidak bermimpi?? Aku pukul-pukul kepalaku tak percaya.

 

==

3 hari lagi pernikahan seungri dan bora eonni,, hmm..cepat sekali.. Tapi sampai sekarang, aku masih belum rela melepas seungri. “oohh taeyang, hibur aku! Datanglah kemari!”,batinku.

Ya, taeyang sekarang sudah tidak pernah datang menemuiku, setelah kejadian di malam itu, entah nyata atau mimpi, aku mengungkapkan perasaan padanya. Mungkin ia marah padaku karena terlalu lancang berkata demikian. Sehingga ia tak mau menemuiku lagi. “ya Tuhan, kenapa aku terjebak pada situasi seperti ini?”

 

 

===

*author pov*

 

tepat tanggal 12 desember, saat ulang tahun seungri.. Pernikahan bora dan seungri digelar.

Ding dong ding dong.. ding dong ding dong..

Lonceng di gereja berbunyi.. Pengantin pria datang dengan gagahnya dan menuju altar pernikahan. Semua undangan pun duduk rapi menantikan proses sakral ini. Chon sa pun ikut duduk bersama dengan undangan yang lainnya. Mungkin saat ini sedih, sakit dan kecewa tengah berkecambuk di hatinya. Sesekali ia meneteskan air mata dan menghapusnya lagi. “chon sa!”,seseorang menepuk pundaknya. “taeyang?”,chon sa kaget melihat kedatangan taeyang. Taeyang lalu duduk di sebelah chon sa dan membisikkan sesuatu. “apa kau sudah bawa kadonya?”,tanya taeyang. Chon sa pun mengangguk. “bagus!”

 

**

prosesi sakral ini pun di mulai..

Pastur yang memimpin acara ini pun terlebih dahulu meminta persetujuan semua orang yang ada di gereja itu.

“apakah ada disini yang merasa keberatan dengan adanya pernikahan ini?”,tanya sang pastur. Suasana hening seketika tak ada yang berkomentar. Sekali lagi pastur itu bertanya,”apakah ada yang keberatan atas pernikahan ini?”.

“SAYA KEBERATAN”, ujar seorang Namja yang tiba-tiba datang dengan gagahnya.

“AKU KEBERATAN”, ucapnya sekali lagi seraya berjalan ke arah seungri dan bora. “Daesung?!”,desah bora perlahan. “siapa kau?”,tanya ayah bora. “aku, aku adalah kekasih bora!”,ujarnya tegas. “apa maksudmu?”,tanya bora. “aku masih mencintaimu bora!”,tambah daesung..

“AKU JUGA KEBERATAN”, ucap chon sa secara mengejutkan. Semua orang terkejut. Apalagi orang tua bora dan seungri. “apa yang kau katakan chon sa?”,tanya ayahnya. “mianhae appa, mianhae semuanya.. Tapi aku hanya ingin kalian semua tau, aku..aku sangat mencintai seungri.. Aku tau, mungkin ini konyol! Tapi, aku tidak bisa melepaskan seungri begitu saja..”,ujar chon sa sembari menangis. “chon sa?”,desah seungri. Chon sa yang sudah tak tahan lagi akhirnya berlari keluar dan di susul taeyang.

 

“huhuhu”,chon sa menangis terisak. “chon sa! Kau tak apa-apa?”,tanya taeyang seraya membalikkan badan chon sa agar berhadapan dengannya. “aku..aku..”,taeyang langsung memeluk chon sa.

“aku salut padamu.. Akhirnya kau bisa mengungkapkan perasaanmu yang selama ini mengganjalmu..”,ujar taeyang sembari mengelus lembut rambut chon sa. “tapi, aku takut!”,saut chon sa gemetaran. “sudah. Tenang saja!”,jawab taeyang menengangkan.

“chon saa…”,teriak seungri berlari ke arah chon sa. “kau tak apa-apa kan?”,seungri duduk di sebelah chon sa. “oppa??”,chon sa terkejut, karena tiba-tiba seungri duduk di sebelahnya. Padahal tadi ia tengah bersama taeyang dan bahkan berpelukan dengan taeyang. “gwenchanayo chon sa? Kenapa kau begitu terkejut melihatku?”,tanyanya heran. “ah,anni~ oppa, mianhae, pernikahanmu jadi tertunda karena sikap konyolku ini!”, chon sa membungkuk-bungkukkan badannya. “hmm,bukan cuma tertunda,tapi sudah batal!”

“batal? Mianhae oppa, aku akan bertanggung jawab,ayo kita kedalam!”,chon sa menarik tangan seungri kedalam gereja . Seungripun tak menolak. Namun saat ia masuk ke gereja, betapa kagetnya chon sa melihat bora telah bersanding dengan namja Yang di sebut-sebut bernama daesung itu. “mereka cocok ya?”,ucap seungri sambil tertawa. Namun chon sa masih saja melongo.

“kenapa bisa begini?”,tanya chon sa. “hahaha, ini berkat keberanianmu chagi.. Muach”,jawab seungri sembari mengecup lembut pipi chon sa.

Setelah acara pernikahan selesai,kini kehidupan mereka kembali ke keadaan semula.. Bora telah menikah dengan daesung , dan kini chon sa telah di beri ijin berpacaran dengan seungri. Lalu, taeyang??

 

>flashback..

“chon sa, apakah kau menganggapku ada?”,tanya taeyang di sela-sela keramaian para undangan yang duduk di sekitar mereka. “tentu saja! Kenapa kau berkata demikian?”,tanya chon sa sambil menatap taeyang lekat-lekat. “anni~ aku hanya ingin kau tau, bahwa sebenarnya aku bukanlah nyata!”, mendengar ucapan taeyang, chon sa pun menatap taeyang semakin dalam. “ Aku hanya bayangan ilusimu semata. Aku hanya sebongkah rasa cintamu terhadap seungri, aku tak ada, aku hanya bayangan dimana hanya kau yang bisa melihatku..”,ujar taeyang  lagi. “ahh, kau bercanda!”,chon sa menepuk pundak taeyang karna tak percaya. “kau harus percaya padaku. Kau ingat kejadian tempo lalu? Ada orang yang menyebutmu gila karena kau berbicara sendiri. Iya kan? Itu.. Itu karena mereka tidak bisa melihatku!”,ujar taeyang. Chon sa pun mengerti , kenapa selama ini ia sering mengalami hal tak wajar jika bertemu taeyang.. Dimana taeyang muncul secara tiba-tiba, dan juga bisa membaca fikirannya, tapi walaupun begitu, chon sa tetap berterimakasih pada taeyang, karena selama ini taeyang telah memberinya motivasi untuk hidup. “ohya, kau mau tau kan apa isi kado ini?”,taeyang mengalihkan pembicaraan, Chon sa pun mengangguk karena penasaran. Akhirnya taeyang membuka kotak kado itu dan mengeluarkan 2 buah kalung yang cantik. “chon sa, berikan salah satu kalung ini pada seungri, dan satunya lagi kau yang mengenakan. Kau tau, aku akan bersemayam di masing-masing kalung yang kalian kenakan”,ucap taeyang. “tapi, aku tak mungkin memberikan ini padanya! Seungri akan menikah dengan bora eonni”.

“mereka tidak akan menikah, jika kau berani berkata jujur di hadapan semua Orang! Tunjukkan kekuatan cinta kalian!”,taeyang memberi semangat.

Chon sa pun bangkit dari kursinya. “AKU JUGA KEBERATAN”, ucap chon sa secara mengejutkan. Semua orang terkejut. Apalagi orang tua bora dan seungri. “apa yang kau katakan chon sa?”,tanya ayahnya. “mianhae appa, mianhae semuanya.. Tapi aku hanya ingin kalian semua tau, aku..aku sangat mencintai seungri.. Aku tau, mungkin ini konyol! Tapi, aku tidak bisa melepaskan seungri begitu saja..”,ujar chon sa sembari menangis. “chon sa?”,desah seungri. Chon sa yang sudah tak tahan lagi akhirnya berlari keluar.

<flashback end.

===

“oppa, apa kau percaya adanya bayangan ilusi?”,tanya chon sa pada seungri yang duduk di sebelahnya. “hahaha,kau ini ada saja! Mana ada!”,seungri mengacak-acak rambut chon sa. “hmm, kau selalu begitu! Tak pernah percaya padaku!”,jawab chon sa sambil memonyongkan bibirnya. CUUP.. Seungri mengecup bibir chon sa. “kyaaaaaaa~oppa nakal”, teriak chon sa mengejar seungri yang langsung kabur begitu saja.

 

“hahaha, aku bahagia melihat mereka seperti ini..”,ucap taeyang yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan.

CLINGG… Taeyang menghilang…

 

===[[[END]]]===

 

HUAKAKAKA~ gaje gaje gaje..

Taeyang ngilang..

Gimana chingu ep ep saia??

Mo.on di eRCeeL yowh..

Gamsahamnida

 


 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL FANFICT, ROMMANCE

 

Tag: , ,

Fanfict special ultah baby pandapanda…. (SEUNGRI BIG BANG) part. 1

NO COPAS N DON’T BE SILENT READERS !!!!

Ehem..ehem.. author balik lagi bawa FF khusus ultahnya uri saranghaneun magnae.. baby panda kebanggaan milik bersama **di jitak mama panda** haha

LEE SEUNG HYUN a.k.a SeungRi a.k.a Victory a.k.a VI

Mianhae kalo ceritanya jelek, gaje ato kurang menarik di mata.. (?)

Sebelumnya, author mo ngucapin HEPI anniversary to seungri oppa….

Trus author juga berterimakasih atas dukungan mas GD, karena slama ini telah menemani author bikin nih FF. hhe **mupeng**, lalu mo minta maav jika ada pihak-pihak yang di rugikan dengan adanya FF ini **klo ada looh yaa**

Well,, ga usa bnyak bekinclong,, langsung aja…

 

Tittle : too love, too lose

genre : romance

pairing :

– seungri BB / Lee chonsa

– daesung BB / bora sistar

– Taeyang BB (alone)

length : 2ndshoot

 

NP#~love is punishment~ k.will

 

PROLOG ~

 

CINTA. Entah mengapa cinta itu ada. Entah mengapa setiap orang butuh cinta. Dan apa itu cinta? Tak ada satupun orang yang dapat mendefinisikan cinta secara detail, tak ada seorangpun yang dapat merumuskan cinta, dan tak ada yang tau, cinta itu memiliki senyawa apa.tapi Cinta itu seperti pisau bermata dua. Disatu sisi membuat orang bahagia, dan di satu sisi cinta membuat orang terluka. Ini dialami oleh chon sa.. Rasa cinta dan sayangnya yang begitu besar pada eonninya, harus membuatnya merelakan seungri (kekasihnya) untuk kebahagiaan eonninya.

~sound end~

~prolog end~

 

+++ @USA

 

_Bora pov_

 

“eonni, kapan kau kembali ke seoul. Aku merindukanmu eonn.. -chon sa-“,

 

setiap pagi aku selalu mendapat kiriman e-mail dari dongsaengku. Arrgh~dia itu cerewet sekali. Aku malas membalas e.mailnya setiap pagi dan menjawab hal yang sama. Lebih baik aku kerjakan skripsiku yang lebih penting dari e.mail chon sa!

 

 

_chon sa pov_

 

hmmh~setiap pagi aku mengirim e.mail ke eonniku, tapi sekalipun ia tak pernah membalasnya. Kadang sebulan sekali ia membalas e.mailku. Apa ia tak tau, aku benar-benar merindukannya? Sudah hampir 5 tahun ia tinggal di amerika, tapi tak pernah sekalipun ia pulang ke seoul, walaupun pada saat natal, dimana semua anggota keluarga berkumpul.

Ini semua karna appa, yang memaksa bora eonn untuk melanjutkan study di amerika..

 

Drrtt..drrtt..drrtt.. Hapeku bergetar di atas tempat tidur.. Ternyata ada pesan masuk dari seungri. “chagi, ayo kita jalan-jalan, udaranya sejuuk, kajja! Aku sudah menunggumu di belakang rumah”. “Ommo~ aku harus cepat-cepat menemui seungri! Aku lupa kalau ada janji!”, aku langsung memakai sepatu dan bergegas keluar rumah.

 

“chon sa, kau mau kemana pagi-pagi begini??”,tanya appaku yang tengah membaca koran di ruang tamu.

 

“hmm..hmm… Aku.. Aku mau jogging pa!”, ucapku terbata-bata.

 

“jogging? Dengan siapa?”,tanya appa. “dengan teman ,appa!! Aku pergi appa. Muach”,aku mencium pipi kanan appaku dan langsung berlari keluar rumah.

 

¤¤¤¤

“chagi…”,seungri melambaikan tangannya padaku. Ku percepat langkahku dan mendekatinya. “mianhae chagi, aku terlambat..”, ucapku ngos-ngosan. “hm~kenapa kau berlari-lari seperti maling di kejar masa?”,tanya seungri sembari mengacak-acak poniku. “ishh~kau seperti tak kenal appaku saja.. Kalau dia tau aku pergi dengan namja, bisa-bisa aku di bunuh”

 

“hmm~apakah kita akan seperti ini terus? Menjalani hubungan backstreet seperti ini? Kau kan sudah remaja, jadi wajarlah jika kau berpacaran!”,ucap seungri sambil manyun. “bersabarlah chagi,, aku yakin, appa pasti luluh akan kekuatan cinta kita. Tapi kau masih mau menungguku kan?”,tanyaku. Seungri langsung tersenyum lebar *sumringah maksudnya*. Seungri langsung menjambret handuk yang ku kalungkan di leherku dan memintaku untuk mengejarnya. “chagi, kejar aku!”,ucap seungri sambil melet. Uh, wajahnya yang imut membuatku gregetan, dan ku kejar dia sampai dapat..

 

+++

 

_author pov_

 

“chagi, sebentar lagi aku akan kembali ke seoul. Apakah kau tak ingin ikut denganku? Aku ingin mengenalkanmu pada appa dan eommaku”, ucap bora pada kekasihnya (daesung). Daesung adalah kekasih bora selama 2 tahun belakangan ini, ia sebenarnya adalah orang korea, namun karena haelmoninya orang amerika, jadi ia menetap di amerika bersama adik-adiknya, sedangkan ayah dan ibunya tinggal di korea.

==

daesung masih saja berkutat dengan laptopnya. “chagi,,kau tak dengar?”,ujar bora sekali lagi. Daesung menoleh ke arah bora dan menatap tajam matanya. “bisakah kita bicarakan ini nanti? Aku harus menyelesaikan proposal ini sebelum jam 1 siang..”, jawab daesung pelan. “kau! Selalu saja sibuk dengan pekerjaanmu! Aku jadi ragu, apakah kau benar mencintaiku atau tidak!”,ucap bora sembari melipat kedua tangannya. “kenapa kau berpikir seperti itu? Apa kau pikir selama ini, aku menjalani hubungan kita hanya untuk main-main,seperti anak SMA? aku menjalin hubungan denganmu, karna aku serius ingin menjadikanmu orang yang terakhir di hidupku”, jawab daesung yang menghentikan pekerjaannya sesaat. “chagi, mianhae…”, bora langsung memeluk daesung dan meminta maaf atas perkataannya. “ne, gwenchana..”, daesung membalas pelukan bora dengan hangatnya.

 

~~~ 2 bulan kemudian . . .

 

“aissh~sudah jam 2, sbentar lagi pesawat akan take off, tapi daesung tak kunjung datang~ aiih, namja phabo! Bisa-bisa kami ketinggalan pesawat kalau bgni!”,setiap menit bora melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Berharap daesung datang dan ikut dengannya ke seoul. “chagiya~”,teriak seorang namja berkemeja rapi menghampiri bora. “daesung?? Kau?? Mana kopermu?”,tanya bora. “mm~mianhae chagi,, aku tak bisa ikut denganmu ke seoul, aku tak bisa meninggalkan perusahaanku sekarang,, karena perusahaanku sedang dalam keadaan genting”,daesung menjelaskan apa yang tengah terjadi padanya sehingga ia memutuskan untuk tidak ikut dengan bora ke seoul, dan akan menyusulnya jika perusahaannya sudah dalam keadaan aman. Namun bora dengan sifatnya yang keras kepala, tetap tidak mau tau dan menganggap daesung tidak benar-benar mencintai dirinya. “hah! Kau slalu begitu~seribu satu alasan selalu kau katakan padaku,, aku sudah lelah, kau selalu menduakan aku dengan pekerjaan tololmu itu!”,ucap bora membentak. “kau itu dari dulu tak pernah berubah! Sifat kekanak-kanakanmu terlalu berlebihan! Aku bekerja seperti ini, untuk masa depan kita nanti”,jelas daesung. Namun, bora tetap tidak mau mengalah. “apa? Masa depan? Masa depan apa yang kau bicarakan? Hah? Kalau kau bekerja seperti ini terus, masa depan kita akan hancur.. Kau tak pernah meluangkan sdikit waktumu untukku! Aku juga butuh kau oppa! Aku butuh seseorang untuk tempatku berbagi! Aku tak butuh materi yang berlebihan! Tapi aku butuh kasih sayang, oppa!”, bora menangis terisak. Sejenak suasana terasa hening. Daesung mencoba menenangkan bora dengan memeluknya, namun bora malah mendorong tubuh daesung.

 

“bagi para penumpang pesawat boeing 787 , harap bersiap-siap, sebentar lagi pesawat akan segera take off”,sebuah pengumuman di perdengarkan di seluruh areal bandara. Bora yang masih dalam keadaan terisak, segera menarik kopernya dan langsung menuju check in counter. Daesung hanya terdiam dan tak mampu menahan kepergian bora. Ia berlutut di lantai dan menunduk,”mungkin aku terlalu kejam memperlakukanmu seperti ini, aku tau kau begitu kesepian, aku memang namja pecundang! Aku bodoh! Aku tak bisa membuatmu nyaman bersamaku.. Tapi aku berjanji, aku akan slalu ada untukmu”,ucap daesung dalam hati.

 

=== @ incheon airport

 

“appa,, lihat itu! Itu bora eonni kan? Iya kan appa??”, chon sa menunjuk ke salah seorang yeoja berkacamata hitam menggunakan slayer silver yang berjalan mendekati chon sa dan appanya. “ahh~ne,ne, itu bora, kajja!”, appa memerintahkan chon sa agar menghampiri bora.

 

“appa….”,bora menyambut ayahnya dengan pelukan. “hmm~ini pasti chon sa! Panda kecil kesayangan eonni! Uuh~pipimu tambah menggemaskan!”,bora mencubiti pipi chon sa yang memang agak chubby. “ishh~sakit eon!!”,ucap chon sa sembari memegangi pipinya. “kenapa eon tak pernah membalas e-mailku? Ahh~eonni jahat!”,ucap chon sa sambil manyun. “hmm~mianhae saeng, eon sangat sibuk. Kajja, kita pulang, eon sudah kangen dengan masakan eomma! Nanti akan eon ceritakan, arraseo?”, bora merangkul chon sa dan berjalan menuju mobil.

 

 

+++

@ bora n chon sa’s house..

 

_bora pov_

 

kurebahkan tubuhku yang begitu lelah setelah lama di perjalanan. Bahagia~itu yang aku rasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di korea. Tapi entah mengapa, lambat laun, air mataku jatuh lagi, dan kejadian kemarin terlintas lagi. “ahh daeppa, kau sungguh membuatku sakit!”

 

 

~ke esokan harinya~ “eon, banguun! Sudah pagi”, chon sa mengoyak-ngoyakkan tbuh bora pelan, agar bora terbangun. “engghh~ oaheem~”,bora mulai membuka matanya dan tersenyum ketika melihat boneka panda kecilnya membangunkannya di pagi ini. “joh eun achim~”,sapa bora menggunakan bahasa koreanya yang sangat jarang ia gunakan di amerika. “joh eun achim eonni. Kajja ,bangunlah~aku akan mengajak eonniku tersayang untuk jogging”,chon sa mulai menarik selimut yang membalut tubuh bora. “yayaya,eon bangun.. Tapi tunggu sebentar yah, eon mau ke kamar mandi dulu”, bora langsung beranjak ke kamar mandi.

 

======

 

“hmm~gaya hidupmu sekarang sudah berubah ya chon sa?? Dulu waktu kecil kau paling malas bangun dan kerjamu hanya makan,tidur.. Tapi lihat lah sekarang, kau bisa menjaga pola hidup sehatmu! Eonni salut padamu”,ucap bora sembari berlari kecil bersama chon sa mengelilingi taman kota. “ne eon,, aku tak ingin penyakitku datang lagi ,lalu kembali menggerogoti tubuhku. Aku masih ingin hidup lama bersama orang-orang yang aku cintai”,ucap chon sa yang memperlambat larinya. “chagi…. Uuh…”,bora memeluk chon sa penuh perhatian. “oh ya, apa kau sudah tak pernah kemoteraphi lagi ?”,sejenak bora menatap wajah dongsaengnya lekat-lekat. “hmm~Aku sudah sembuh!!Oia, eonni , aku ingin mengenalkanmu pada seseorang yang sangat berarti di hidupku” bora pun tercengang mendengar pernyataan chon sa. “apa kau sudah mempunyai namjachingu?”, bora mendekatkan diri dengan chon sa. Chon sa mengangguk pelan dan bora pun tertawa. “hahahaha, sudah berani rupanya, dongsaeng eonni berpacaran!”..

“ahh~eonni !! Jangan katakan pada appa yaa!”,chon sa mencolek siku bora. Bora hanya tersenyum licik. “eonni , hari ini aku ingin mengenalkanmu pada namjachinguku.. Apa kau mau?”,tanya chon sa. “tentu saja!”,jawab bora seadanya.

 

Nan noreul saranghae… I love you girl…

 

Tiba-tiba handphone chon sa berdering.”yeoboseyo chagiya ?”,sapa chon sa. “chagi, hari ini sepertinya aku tak bisa datang untuk menemui eonnimu, karna hari ini ada pasien yang akan di operasi”, ujar seungri dari seberang sana. “ahh~ne, gwenchana oppa.. Bisa lain waktu , utamakan saja pasienmu. Ia lebih membutuhkanmu”,jawab chon sa penuh pengertian.

“hmm~apa itu namjachingumu chon sa?”,tanya bora yang memegangi pundak chon sa dari belakang. “ne eonni… Sepertinya hari ini acara perkenalannya dibatalkan, ia sedang sibuk sekarang”

 

 

+++

night at bora n chon sa’s house . . .

 

_Chon sa pov_

 

“eomma, apa hari ini akan ada tamu yang datang?”,tanya chon sa. “ne, hari ini bora akan di jodohkan dengan adeul (putra) dari teman appamu..”,jawab eomma sembari menyiapkan kue Yang akan disuguhkan nanti. “per..jodoh..an?? Bora eonni akan di jodohkan dengan siapa eomma?”,tanya chon sa sembari mengernyitkan alis kirinya. “nanti kau akan tau , siapa calon kakak iparmu. Kajja, bantu eomma! Sepertinya puding cakenya sudah matang.. Ayo di angkat..”,ujar eomma yang masih saja sibuk mengocok adonan bolu yang belum jadi. Tapi tetap saja firasatku tidak enak. Jantungku berdegup lebih cepat. Waeyo?? Mudah-mudahan perjodohan ini tidak ada sangkut pautnya denganku..

Hmm~kubantu eomma ku membuat kue dan menata meja, sedangkan bora eonni tengah tidur siang. Ia tak tau jika ia akan di jodohkan.

 

[ pukul 20.00 ]

 

“ahahaha~benar sekali.. Bora memang cantik.. Tak salah jika putra kami menikah dengannya, apalagi di tunjang dengan kepintarannya” , terdengar percakapan dari ruang tamu. Aku pun turun ke bawah untuk melihat calon mertua eonniku dan calon kakak iparku. Deg deg deg. . . Mwo?? Kenapa hati ini terasa sesak? Langkahku pun semakin berat. Kucoba menepis semua rasa itu dan segera menuju ruang tamu. “hmm~ namja berkemeja putih bergaris itu pasti calon kakak iparku..”,ucapku dalam hati sambil menebak-nebak. “chagi, ayo kemari.. Appa kenalkan dengan calon nampyeon eonnimu!”,appa memanggilku sembari melambai-lambaikan tangannya. Ku hampiri mereka dan kulihat jelas wajah namja itu.

‘GRUDUG PYAAR’,

hatiku terasa tersambar petir, tersayat-sayat pisau ketika melihat namja itu. “chagi perkenalkan, ini seungri.. Dan seungri, ini chon sa calon adik iparmu..”,ujar appa sembari tertawa kecil. ’Apa?? Seungri? Di jodohkan dengan bora eonni? Anniyo~anniyo!!’, kuberlari keluar rumah dan diikuti seungri. Semua orang yang ada di ruang tamu pun kaget. “phabo! Kenapa aku harus berlari seperti ini? Pasti akan ketahuan kalau begini!”,ucapku dalam hati sembari menangis dan tetap berlari hingga sampai di taman belakang rumah.

 

“chagi…”,seungri memanggilku dengan suara lantang. Langkahku terhenti namun aku tak menoleh ke arahnya. Dentangan kakinya terasa mendekatiku. “cchhonn saa~”, seungri membalikkan badanku agar tubuhku berhadapan dengannya. Namun kupalingkan wajahku karna Aku sama sekali tak ingin melihat wajahnya. Seungri yang tak tahan melihat tingkahku lalu mengangkat daguku dan mensejajarkan wajahnya denganku. “chagiya.. Mianhae…”,ucapnya sembari mengelus pipiku. Air mataku tak dapat di bendung lagi, ucapannya membuatku semakin sakit. “kenapa kau lakukan ini padaku”,ucapku tertatih. “mianhae.. Aku tak tau kalau orang tua kita sudah merencanakan ini semua..”,jawabnya berbisik di telingaku. Ku tepis tangannya yang masih mengelus pipiku. “apa tak bisa kau batalkan perjodohan ini?”,bentakku. “ne, jika itu maumu aku akan mengatakannya sekarang pada orang tuaku”,seungri menarik tanganku masuk ke dalam rumah. Namun saat sampai di ruang tamu, langkahku terhenti ketika appa melihat tanganku di gandeng seungri oppa. “apa yang kalian lakukan?”, tanya appa. Aku langsung berbisik di telinga seungri,”jangan katakan sekarang oppa!” . “tapi…?”,aku langsung melepaskan pegangannya dan langsung menghampiri appa yang sudah menunggu lama. Akupun langsung duduk di sebelahnya. Tak lama berselang, bora eonni turun dengan anggun mengenakan gaun pink kesayangannya. “wah,, keyopta”,ujar ayah seungri. Bora eonni pun langsung duduk di sofa bersebelahan dengan seungri. Rapat keluargapun di mulai. Orang tua kami mulai membahas topik pertunangan sampai pernikahan mereka kelak. Sementara itu, bora eonni dan seungri berkenalan dan saling mengenal pribadi masing-masing. Canda dan tawa terselip di dalamnya. Keberadaanku di sini tak ada artinya. Lebih baik aku pergi dari sini. “chon sa.. Kau mau kemana?”,tanya bora eonni saat melihatku bangun dari tempat dudukku. “aku..aku hanya ingin mencari udara segar eonni! Lanjutkan saja obrolanmu dengan seungri oppa..”, jawabku. Aku langsung pergi keluar. Tanpa arah dan tujuan. Hingga akhirnya aku sampai di sebuah taman di pusat kota. Aku duduk di bangku taman sembari menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Untuk mengeluarkan segala kekesalan dan kepahitan yang mendera batinku. “aaargh~ aku benci semua ini !! Apa sbenarnya salahku? Hingga orang-orang yang aku sayangi tega menyakitiku??”

 

tuiing . . Ctaaakk..

Sesuatu tepat mendarat di atas kepalaku. “kaleng? Siapa yang berani melempar kaleng minuman ini di kepalaku hah!”,teriakku sembari mengusap air mataku. “hehehe, mian hae noona!”, terdengar suara seorang namja. Kulihat di sekelilingku tak ada seorangpun yang lewat, atau jangan-jangan … *author: kuntilanak!!hehe* bulu kuduk ku menari-nari. Tiba-tiba seseorang turun dari atas pohon dan tersenyum gaje di depanku. “yaa! Siapa kau? Beraninya melempar kaleng ini di kepalaku!”, kulempar kaleng itu lagi ke badannya. “jangan marah noona! Ini juga karna salahmu! Kau mengganggu tidurku yang lelap!”,ujarnya sembari membenarkan topi yang ia kenakan. “kau? Tidur di atas pohon?”,ucapku tak percaya. “Orang setampan dia? Tidur di pohon? Aigo! Ini orang sudah gila ya?”,batinku. “sebenarnya aku bosan tinggal di apartemen mewah, jadi ingin tinggal di tempat seperti ini sekali-sekali”,ucapnya sembari berjalan mengelilingiku. “beuh~sombong sekali orang ini!”,pekik ku dalam hati. “apa?aku sombong?”,tanya namja itu seraya membulatkan matanya. “aigo! Apa dia mendengar ucapanku barusan?” “ahh, aku hampir lupa! Kita belum berkenalan bukan? Namaku taeyang! Dan kau sendiri noona?”,tanyanya sembari mengulurkan tangannya. “chon sa”,jawabku singkat dan meraih tangannya.

+*+*

“wah eonni.. Pagi-pagi begini kau sudah rapi! Mau kemana?”,tanyaku sambil menuangkan susu dari teko. “heheh..kau mau tau saja! Hari ini eonni akan pergi bersama seungri”, ujarnya sembari memakan potongan roti di atas piring. “eonni, aku memang mencintai seungri , tapi aku jauh lebih mencintaimu.. Jika Kau bahagia bersama seungri, aku akan merelakan seungri untukmu” .

“ya! Kenapa kau bengong begitu?”,tanya bora eonni membuyarkan lamunanku.”anni~aku bahagia jika eonni sudah bisa dekat dengan seungri” Bora eonni hanya tersenyum sambil menikmati sarapannya. “gamsahamnida”,ujarnya.

 

To be continue…..

di tunggu komennya…

 

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL FANFICT, ROMMANCE

 

Tag: , ,

Dara Park 2ne1 and G-dragon Bigbang – Nobody Knows daragon

Vodpod videos no longer available.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL VIDEO, VIDEO BIG BANG

 

Tag: ,

G-dragon and Dara Park inves until whenever part 2 daragon bigbang 2ne1 지 …

Vodpod videos no longer available.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL VIDEO, VIDEO BIG BANG

 

Tag: ,

G-dragon and Dara Park from a distance daragon

Vodpod videos no longer available.

YANG SUKA COUPLE INI, LIKE YAA….
 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL VIDEO, VIDEO BIG BANG

 

Tag: , , ,

[Star Date] G-Dragon & TOP

Vodpod videos no longer available.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL VIDEO, VIDEO BIG BANG

 

Tag: ,

G-Dragon crying competition (eng sub)

Vodpod videos no longer available.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL VIDEO, VIDEO BIG BANG

 

Tag:

TEASER STUPID LIAR in Inkigayo [video]

Vodpod videos no longer available.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL VIDEO, VIDEO BIG BANG

 

Tag: , , , , ,

Love Bingo! – 大国男児 대국남아 The BOSS

La la la lan love bingo !

Vodpod videos no longer available.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL VIDEO, video dae guk nam ah

 

Tag: , , , , , , ,

Love Power – Daikoku Danji [Full MV]

kyaaaa~ini MV yang di tunggu-tunggu DGNA fans..

Vodpod videos no longer available.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2011 in ALL VIDEO, video dae guk nam ah

 

Tag: ,

Dae Guk Nam Ah – Stumble-Stumble MV

Vodpod videos no longer available.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2011 in ALL VIDEO, video dae guk nam ah

 

Tag: , , , , , , ,

Galeri

SaengiL cHukhaeyo “JAY”

Tittle : SaengiL cHukhaeyo “JAY”
Genre : Romance (maybe)
Casts :
Jeon Jihwan >> Jay *peran double*
Author >> hye soo
Park hyun chul >> karam *peran double*
Lee Suhoon >> Mika
Lee Injun
Woo Hyunmin

NO COPAS , N NO SILENT READERS !!!!


***
_ jay pov _
March 31 2011
“haah,, sebenarnya ada apa dengan mereka? Mika hyung seharian ini tak henti-hentinya memarahiku, karam hyung seharian ini tak ada perhatiannya padaku, injun hyung tak ada di dorm, hyunmin hyung juga sibuk dengan laptop barunya. Apa mereka tidak sadar kalau hari ini adalah hari ulang tahunku? Hiissh~ lebih baik aku pergi saja, kebetulan juga perutku lapar, di dorm tidak ada makanan!”,kuberanjak dari kamarku dan sengaja menghentakkan kakiku keras-keras agar perhatian hyung-hyungku tertuju padaku. “TAP..TAP..TAP..”
“yaa..kau itu berisik sekali.. kalau kau mau pergi, tak usah cari perhatian seperti itu, seperti anak kecil saja”,ujar mika hyung yang tengah menulis sesuatu pada secarik kertas berwarna biru. “haih..kena marah lagi kan? Ahh..jay phabo..”,gumamku seraya memukul keningku perlahan. “mau kemana?”,Tanya hyunmin hyung di sela-sela kesibukannya mengedit fotonya sendiri di laptop barunya. “aku ingin pergi keluar sebentar hyung, aku lapar…”,jawabku sembari mengenakan sepatu boots karena cuaca di luar cukup dingin. Dengan uang seadanya aku pergi ke kedai ramyon *mie ramen ala korea* di ujung jalan. “ajjumha, aku pesan semangkuk ramyon”,ujarku pada wanita paruh baya yang biasanya melayaniku saat membeli ramyon disini. Wanita ini sangat tegar, walaupun dia hidup sendiri di kota sebesar ini, tapi ia masih dapat bertahan hidup. Kadang aku berpikir, aku adalah orang yang sangat beruntung bisa memiliki teman seperti mika hyung, karam hyung, hyunmin hyung, dan injun hyung yang selalu perhatian padaku. yah, walau mereka sering memarahiku. Tapi aku sadar , mereka melakukan itu karena agar aku dapat melakukan yang terbaik. “ini ramyonnya anak muda..”,ajjumha itu menyuguhkan ramyon pesananku. Asap mengepul dari ramyon yang aku tau pasti masih panas. “gamsahamnida ajjumha..”,ujarku. Bibi hanya tersenyum simpul padaku lalu beranjak melayani pelanggan lainnya. “sruut..”,aku menyeruput teh hangat yang aku pesan tadi seraya memandang keluar jendela kedai. “umma, aku merindukanmu..”,lirihku.
*****
“hyung, apa kita tidak terlalu menyakiti perasaan jay?”,hyunmin menghampiri mika yang masih sibuk dengan kertas dan penanya. “kau ingin ini menjadi surprise untuknya kan? Jadi diam sajalah..”,mika menatap tajam hyunmin. “ahh..arraseo.. aku diam”,hyunmin beranjak meninggalkan mika dan beralih ke piano kesayangannya.
“aku pulang…”,injun datang dengan beberapa bingkisan yang di bawanya selepas pergi seharian tadi. “huh, kenapa sepi begini?”,Tanya injun pada mika. “yah, korban kita sedang membeli makanan di luar. Ottokhe? Apa kau sudah dapat hadiahnya?”,Tanya mika. “ne.. sejam lagi hadiahnya akan tiba”,sahut hyunmin. “hadiah apa yang kalian bicarakan?”,karam tiba-tiba datang dari ruang vocal. “anni~ hadiahnya hanya aku dan mika hyung yang tau. Yang jelas hadiah ini akan sangat berarti untuk jay. Iya kan hyung?”
“ne..”,jawab mika singkat.

****
_still author pov_
“ahhh.. kenyang…”,jay mengusap-usap perutnya yang kekenyangan. “ajumha…aku sudah selesai.. berapa?”,Tanya jay seraya mengeuarkan beberapa lembar uang dari balik sakunya. “anni..tidak usah, ini ajjumha berikan secara Cuma-Cuma untukmu..”,bibi itu menolak uang yang di serahkan oleh jay. “waeyo? Aku kan hanya pembeli disini.. jadi terimalah uang ini, anggap saja ini imbalan dariku sebagai rasa terimakasih karena ajjumha telah melayaniku sebaik mungkin”,tawar jay. “anniyo~bawa saja uangmu anak muda, anggap saja ini sebagai hadiah dariku. Gomawo”,bibi itu berlalu meninggalkan jay di mejanya dan melayani pelanggan yang baru saja datang. Jay tampak bingung dengan sikap bibi pemilik kedai ramyon itu.
Jay berjalan gontai menuju dormnya. Namun di tengah jalan langkahnya terhenti ketika sebuah mobil berhenti di depannya. Sorot lampu depan mobil itu terlalu menyilaukan matanya, jay menutup matanya hingga sorot lampu itu memadam. Di bukanya kembali kelopak matanya dan dilihatnya seorang wanita yang sangat ia kenal. “um..umma…”,jay terbelalak ketika melihat ummanya keluar dari mobil bersama seorang namja, yaitu appanya. “yaa..kiparang chagi~”,teriak ummanya. “umma…. Aku bukan kiparang..”,sahut jay. “hum..apapun yang terjadi, kau tetap kiparang kesayangan umma”,ucap ummanya sambil memeluk jay erat.
“SAENGIL CHUKHAHAMNIDA… SAENGIL CHKHAHAMNIDA.. SARANGHANEUN KIPARANG.. SAENGIL CHUKHAHAMNIDA”, Nampak 4 namja muncul tiba-tiba dari belakang mobil. “hyung…”,gumam jay. “congratulation.. congratulation..”,keempat namja itu mendekati jay dan memeluknya satu persatu. “kyaa..uri magnae sedang berulang tahun..”,seru hyunmin. “kalian ini..aku pikir…”
“pikir apa? Apa kau pikir kami tidak ingat ulang tahunmu, begitu? Hah, dasar magnae phaboya..”,mika menyilangkan kedua tangan didadanya. “ya sudah~ya sudah.. hari ini ajjumha akan memasak special untuk anak ajjumha tersayang, apa kalian siap mencicipinya?”
“siaap..”,seru karam, mika, hyunmin dan injun bersamaan. “haha,apa-apaan ini? Aku sudah kenyang umma..”,jay menyelutuk. “mwoya? Hum..Kau bisa makan lagi, kan?”
“anniyo~aku sedang diet umma.. lihat saja pipiku sudah membesar”,ujar jay sambil mengembungkan pipinya.

****
“hyung..asik.. kita dapat makan makanan yang enak..”,seru injun sambil menggerakkan lidahnya ke kanan dan ke kiri.
PLETAK.. sebuah jitakan tepat mendarat di kepala injun. “kau ini .. makanan saja yang di pikirkan. Lihat itu.. jay tampak bersedih.. coba kau hibur dia. Kau kan baby sitternya”,hyunmin mendorong tubuh injun. “aiish~kau ini…”
Injun mendekati jay perlahan. Di tengoknya bingkai foto yang di pegang jay. Ia menatap semu gambar seorang namja berpakaian militer sambil mengusapnya perlahan.
“nugu?”,Tanya injun membuyarkan lamunan jay. “ohh ini~ ini appaku.. aku sangat merindukannya hyung…”,ujar jay melemah. “hum? Appamu? Lalu namja yang bersama ummamu tadi? Nugu?”,injun penasaran . pertanyaan injun tadi lumayan membuat yang lainnya ikut penasaran. karam, hyunmin dan mika mendekat ke arah jay. “kajja jay ah~ ceritakan pada kami. Siapa namja ini? Dan siapa namja yang bersama ummamu tadi”,desak hyunmin. “ ne..ne.. aku akan bercerita.. kalian dengar baik-baik yaa..”,jay pun memulai ceritanya…
F L A S H B A C K > >
_ hye soo pov *umma jay* _
January , 1994
Usia kehamilanku kini tengah memasuki umur 7bulan, rasa was-was bercampur senang tengah melanda hatiku. Akhirnya setelah lama penantianku menginginkan adanya tangis bayi di kehidupan rumah tanggaku terwujud juga. Aku dan tentunya suamiku jihwan, sangat senang. “chagiya… bogoshipoyo”,ujar jihwan yang baru saja datang dari tugasnya selama beberapa hari ini di busan. “yaa chagi.. kau baru datang?”,tanyaku seraya membawa tas dinasnya ke dalam ruangan. “ne…gamsahamnida chagiya.. bagaimana dengan kandunganmu?”,Tanya jihwan seraya mengelus perutku yang terlihat membuncit. “ne, kandunganku sehat dan normal, tidak ada kendala”,sahutku.
****
Achim haessal e nun ddeumyeon niga nareul ggaeugo
Nareul wihan achimeul haji
Apchimareul ipgo utneun ni moseubi neomu yeppeo geuraeseo haengbokhae
Uri dalmeun ain dulman nahja dal e hanbeoneun yeohaengeul ggok gaja
Ssaweosseul ddae e do haruneun neomgiji malja, oh!

“hoaahem.. hum??”,mataku terbelalak ketika melihat cahaya matahari telah meninggi. Alarm ku sama sekali tidak berfungsi dan aku terlambat menyiapkan sarapan untuk suamiku. Aku bergegas ke dapur untuk memasak, namun saat ku menapakkan kakiku di dapur, langkahku terhenti seketika. Kulihat jihwan tengah duduk manis seraya tersenyum padaku. bukan hanya itu, berbagai macam masakan pun telah tersedia di meja. “joh eun achim chagiya..”,ujarnya lalu berjalan menghampiriku dan mengajakku duduk di meja makan untuk sarapan bersama. “kau?? Menyiapkan ini untukku chagi??”,tanyaku tak percaya. Selama ini yang aku tau, jihwan tidaklah pandai memasak, di tambah lagi dengan kesibukannya di militer. “yaa,, kau jangan bengong begitu.. jangan remehkan masakanku. Cobalah..pasti enak.. ya bukan hanya enak, tapi juga sehat dan sangat baik untuk kesehatanmu dan juga bayi kita”,ucapnya lagi. Entah mengapa tiap kali ia berlaku seperti ini padaku, hatiku selalu berdebar begitu cepat, padahal aku telah menikah dengannya hampir 5 tahun. “gomawo chagiya..”,sahutku singkat tanpa bisa berkata apapun. “chagiya.. aku berjanji, aku berjanji untuk selalu ada di dekatmu.. saranghae”,jihwan mengecup keningku lembut. Begitu terharunya aku hingga tanpa kusadari kuteteskan berbutir-butir airmata. ‘aku harap begitu chagiya…. Natto saranghae’,gumamku. “yaa..mengapa kau diam? Jawab pertanyaanku..”,jihwan mengelus kedua bahuku. “hem? Pertanyaan apa?”,tanyaku. “katakan kau juga mencintaiku”,godanya. “haha.. sudahlah,, kau tau sendiri kan bagaimana perasaanku… tak usah ku ucapkan, kau sudah memahaminya..”,ujarku sambil tertawa kecil. “yaahh.. tapi kan berbeda jika kau ucapkan langsung dari bibirmu dengan kau pendam seperti itu..”,ujarnya lagi sambil memanyunkan bibirnya. “na tto…….” CHUUP~ jihwan langsung mengecup bibirku kilat. “yaa.. kau ini..”

****
Hari ini adalah jadwalku membeli keperluan untuk bayiku bersama jihwan , kami telah memiliki sejuta rencana mengenai barang-barang yang akan kami siapkan untuk kehadiran anak kami. Namun ketika hendak berangkat, ponsel jihwan berdering.

I’m winner,I’m winner
I’m winner,winner voice
I’m winner,I’m winner
I’m winner,winner song

*bla..bla..bla…

“chagiya.. mianhae aku tak bisa mengantarmu berbelanja sekarang. Kau berbelanja sendiri yaa”, jihwan tampaknya sangat tergesa-gesa setelah mendapat telpon dari seseorang. “nugu?”,tanyaku. “ada panggilan darurat dari komandan. Kau tak apa kan, berbelanja sendiri?”,tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. “aku akan membantumu bergegas”,ucapku.
‘hm… seandainya saja ia bukan anggota militer, mungkin kami sekarang tengah sibuk mempersiapkan kelahiran anak kami bersama’,gerutuku. Aku terus saja berjalan mengitari pertokoan di kompleks rumah, hingga akhirnya aku tiba di sebuah department store yang terbilang khusus menjual berbagai perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan bayi. “hye soo??”,seseorang terdengar telah memanggil namaku. “hye soo kah?”,suara itu terdengar lagi. Ku menoleh ke belakang, dan ternyata benar..seseorang tersenyum manis padaku dan bahkan sepertinya aku mengenal sosok namja yang berdiri tepat di hadapanku sekarang. “ne, nugu?”,tanyaku seraya menelusuk pandanganku ke arah namja itu. “kau tak ingat padaku, hye soo ssi?”,namja itu mendekat ke arahku. “hem??kau..kau hyun chul bukan?”,aku meyakinkan penglihatanku. Aku benar-benar tidak percaya bahwa yang ada di hadapanku sekarang adalah hyun chul, namja yang dulunya pernah mengisi hari-hariku di masa SMA. Kami dulunya telah menjalin hubungan yang cukup lama, hingga akhirnya hubungan kami harus berakhir ketika hyun chul telah memilih jalannya untuk berkarir di luar negeri. “hye soo ah~ kau telah banyak berubah yaa? Nampaknya kau tengah mengandung..sudah berapa bulan?”,tanyanya tanpa segan. “ne,sudah 7 bulan.. kau juga tampaknya sudah berubah. Kau terlihat seperti…dokter..”,sahutku dengan sedikit gugup. “haha..tentu saja, aku kan memang seorang dokter..”,jawabnya dengan nada santai. Kami berbincang-bincang mengenai banyak hal. Mulai dari kesibukan setelah lulus SMA hingga mengenai pasangan. Dan kalian tau? Hyun chul hingga kini belum menikah. Ia masih tetap memfokuskan diri dengan tugasnya sebagai seorang dokter. Bukan hanya menemani mengobrol, hyun chul pun tanpa keberatan menemaniku untuk berbelanja. Dan ternyata seleranya pun lumayan bagus. “gomawo kau sudah menemaniku hari ini, maaf jika merepotkanmu hyun chul ah~ tidak sepantasnya aku melakukan ini padamu”,ujarku. “anni,,kita kan teman, kau tak perlu sungkan padaku. aku sudah menganggapmu adikku, hye soo ah~ aku tau kau telah menjadi milik orang lain, jadi sangat tidak mungkin bagiku untuk memilikimu kembali..”,sahutnya
“hem??”
“ahh ani..gwenchana… jika kau tak keberatan, maukah kau ku antar pulang…”,tawar hyun chul. “anni, tidak usah repot-repot, aku bisa pulang sendiri.. lagipula tidak enak dilihat orang, jika aku di antar namja lain selain suamiku”
“ah arraseo… aku mengerti..”

*****
March, 27th 1994
Hari demi hari kulewati, tak terasa kini usia kandunganku sudah menginjak 8 bulan 2 minggu, hati ini semakin berdebar ketika mengingat sebentar lagi akan menjelang hari persalinanku. Bukan hanya itu yang membuat hatiku resah, tapi juga karena jihwan, ia harus bertugas kembali ke kemiliteran. Sehingga harus membuatnya tidak bisa menemaniku disaat terpenting dalam hidupku.
Pagi ini , jihwan akan berangkat menuju daegu untuk menyelesaikan tugasnya, aku pun mempersiapkan segala sesuatu untuk kepergiannya . “chagiya..aku harap saaat aku pergi nanti kau akan baik-baik saja bersama anak kita”,jihwan terus saja mengelus perutku sesekali mengecupnya. “oppa~ kau jaga dirimu baik-baik yaa.. aku khawatir padamu..”,ujarku sesekali meneteskan airmata. Sungguh, rasanya tidak rela melepasnya pergi. “gwenchana..aku tidak akan apa-apa. Aku janji, seusai tugasku , aku akan kembali secepatnya..”,jihwan memelukku hangat. “ne oppa, aku akan menunggumu..”,tatihku . “chagiya,appa pergi dulu ya.. jaga umma mu baik-baik. Saranghae”,jihwan berbisik di perutku.

****
_AUTHOR POV_

March 31th 1994
“ya..kau rajin sekali.. ke swalayan sepagi ini…”,ujar seseorang mengagetkan hye soo. “hum? hyun..hyun chul ssi~ waeyo?”,Tanya hye soo sembari memilih-milih buah apel segar yang tertata rapi di boxnya. “anniyo..tampaknya kau sedang sibuk yaa.. boleh aku bantu?”,Tanya hyun chul namun hye soo buru-buru pergi. “hye soo ah~ jakkama!”,teriaknya lalu cepat-cepat mengejar hye soo. Hye soo terus berlari kencang hingga akhirnya berhenti seketika, saat perutnya terasa sakit. “arrgghh..perutku..”,hye soo memegangi perutnya dan merintih kesakitan. Darahpun mulai terlihat berceceran di kakinya. “hye soo ah~ kau….”,hyun chul langsung menghampiri hye soo dan menggenggam erat tangannya. “hyun chul ssi, bantu aku..jebal.. sepertinya aku..arrghh..akan melahirkan..arrghh..”,hye soo merintih sejadi-jadinya. Hyun chul membawa hye soo ke rumah sakit tempatnya praktek dan membantu hye soo dalam persalinannya.
*****
“jihwan ssi~ nampaknya kau sudah tak sabar untuk pulang?”,Tanya suhoon sambil menyetir mobilnya. “ye,, aku harap anakku akan lahir saatku sudah kembali. Ppali hyung, aku benar-benar tak sabar menanti kelahiran anakku…”,desak jihwan menyuruh suhoon mempercepat laju mobilnya. Suhoon menginjak pedal gasnya terlalu dalam, namun naas, saat di tikungan tajam, suhoon tidak bisa mengendalikan laju mobilnya, remnya blong dan dari arah berlawanan datang sebuah bus besar. Mobil mereka oleng dan menabrak batas jalan hingga mobil mereka jatuh ke jurang dan sempat meledak.
—-30 menit kemudian—
“andwae..kalian mau bawa aku kemana? Yaa.. dengarkan aku.. yaaaa”,jihwan berteriak sekencang-kencangnya pada beberapa orang team SAR yang tengah mengangkat tubuh seorang namja yang tidak lain adalah jihwan. “kalian tidak bisa berbuat seperti ini padaku!! aku belum mati!! Yaa….”,jihwan mengoyak tubuh para anggota team SAR, namun tidak bisa. Ia sekarang berwujud arwah.. tak bisa menyentuh sesuatu yang nyata. ia melihat suhoon,rekannya yang masih bernyawa dan bisa di selamatkan. Mereka para team SAR membawanya ke rumah sakit, dan jihwan mengikuti mereka.

*****
“mwoya? Itu kan hye soo~”,mata jihwan terbelalak ketika melihat hye soo meringis kesakitan di kursi roda. Ia sudah tau, bahwa pasti hari ini istrinya akan melahirkan. Jihwan mengikuti hye soo ke ruang persalinan dan melihat proses kelahiran anaknya. Ia begitu terkejut ketika bayinya tidak menangis, bahkan bisa dikatakan bahwa anaknya sudah meninggal dunia. Dengan cepat, jihwan masuk ke dalam tubuh bayi tersebut dan bisa menghidupkannya kembali. “oeek..oeek…”,tangis bayipun pecah di dalam ruang bersalin.
_ _ _
Keesokan harinya…
“hyun chul ssi~gomawo”,ujar hye soo yang masih terbujur lemas di atas matras. “ne,cheonmaneyo… sudah sepantasnya aku menolongmu”,ujar hyun chul sembari menggendong bayi namja milik hye soo. “ini bayimu, sangat tampan bukan?”,ujar hyun chul lagi. “ye, seperti appanya.. andai saja jihwan disini.. tapi aku harap ia akan pulang secepatnya..”,gerutu hye soo seraya mengelus pipi bayinya lembut.
TOK..TOK…TOK…
Seseorang terdengar mengetuk pintu ruangan hye soo. “ye, masuk..”,perintah hye soo. Nampak 2 orang namja berpakaian militer masuk ke ruangannya. “nyonya hye soo, ada kabar duka yang harus kami sampaikan pada anda”,ujar salah seorang dari mereka. “kabar duka? Apa itu?”,Tanya hye soo. “maaf,kami harus menyampaikan hal ini pada anda, jihwan ssi telah meninggal dunia tadi malam”,ujar namja itu. Hye soo begitu shock mendengarnya hingga membuatnya pingsan. Hyun chul memerintahkan beberapa suster mengambil bayi hye soo dan meletakkannya di ruang bayi. Dan ia sendiri mengurus hye soo hingga siuman.

NP# shinning world
Kkumsoge seo bon geot gata, dareun segyeye nunbushim
Banjjak georineun byeol joheun hyanggi
Dalkomhae boineun gureum kkaji
Sarange ppajin geot gatayo
Mabeobe geollin sonyeo cheoreom
Baraman bwado areumdawo
Shimjangi teojil deushi ttwineunde
Geudae deulli nayo
Gijeogijyo haneure sumanheun byeol junge
Geudaera neun byeoreul mannan geon, haneure areum daun mabeob pulliji anhkireul
Mideulsu eobtneun hwansang cheoreom Kkaejilkka bwa nan duryeowoyo, idaero yeong wonhi nae gyeote isseoyo

“hyun chul ssi~apa yang harus aku lakukan tanpa jihwan? Katakana padaku, berita itu tidak benar.. katakana hyun chul ssi..”,hye soo memukul dada bidang hyun chul tanpa tenaga sedikitpun. hyun chul memeluk hye soo dan mencoba menenangkannya. “tabahkan hatimu hye soo ssi~”,ujar hyun chul seraya membelai rambut hye soo. “jika hal itu benar, aku akan secepatnya menyusul jihwan…”,hye soo beranjak dari matrasnya dan menuju ke bagian atas gedung rumah sakit, namun Hyun chul tak dapat menghentikan langkah hye soo.
“jakkama hye soo ssi~jangan lakukan hal bodoh seperti ini..”,teriak hyun chul. Tampak hye soo telah berdiri di pinggir gedung seraya merentangkan kedua tangannya bersiap menjatuhkan dirinya dari lantai 20 gedung rumah sakit. Dengan cekatan hyun chul menarik kedua tangan hye soo dan menggagalkan aksi bunuh dirinya. “andwae….”,hyun chul memeluk hye soo erat. “aaarrgghh.. biarkan aku mati, hyun chul ssi~ aku sudah tak ingin hidup!!”,hye soo memberontak. “silahkan.. silahkan jika kau ingin mati..aku tak akan peduli lagi padamu.. tapi apa kau tak sadar, bahwa anakmu kini tengah membutuhkanmu? Jangan kau buat dia menderita karena tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya!! Apa hatimu bisa puas jika meninggalkannya sendirian di dunia ini? Apa hidupmu akan tenang di sana jika melihat anakmu terlantar tanpa orang tua? Silahkan.. cepat-cepatlah kau terjun dari gedung ini, jika memang begitu keinginanmu..”,jelas hyun chul panjang lebar. Hye soo langsung mengurungkan niatnya, ia berlari ke ruang bayi sambil menangis. Sesampainya di ruang bayi, Hye soo menatap penuh haru wajah bayinya dari luar jendela. “ottokhe? Apa kau tidak tega padanya?”,hyun chul berdiri di sebelah hye soo. “ne, gomawo kau sudah menyadarkanku hyun chul ssi~”,sahut hye soo sambil mengelus lengannya perlahan. “yaa..aku tau.. mungkin kau masih terpuruk atas meninggalnya suamimu. Tapi kau harus ingat.. di dunia ini masih ada orang yang membutuhkanmu, contohnya saja anakmu..”
“hem..hem..”,hye soo mengangguk
“oia, anakmu belum kau beri nama. Kira-kira siapa namanya?”Tanya hyun chul mengalihkan pembicaraan. “molla..aku belum tau..”
“bagaimana kalau di beri nama jay?”
“seharusnya appanyalah yang memberi ia nama.. tapi,,bagus juga..aku suka nama itu.. gamsahamnida..”,ujar hye soo
“gwenchana… aku siap menjadi appa untuknya”,ujar hyun chul perlahan.

F L A S H B A C K E N D

“ohh~jadi appa kandungmu dia…”,karam menunjuk foto yang sedari tadi di pegang jay. “hem..hem..”,Jay mengangguk pasti.
“makanan sudah siaaapp….”,teriak umma jay.
“kyaaa~ aku sudah lapar ajjumha..”,injun dengan cepat menyambar kursi di meja makan dan mengendus waginya aroma makanan yang telah di siapkan umma jay.
“kyaaa.. aku juga… hmm…sedap sekali..”,hyunmin menikmati aroma makanannya. “kajja,, makanlah..selagi hangat..”,perintah umma jay.
“yee..”,teriak mereka bersamaan.
Jay mendekati umma dan appanya dan memeluk mereka dengan hangat. “saranghae umma.. saranghae appa…”
“natto saranghae… chukhaeyo jay ah~”,ujar umma dan appanya bersamaan.

NP # admiring boy
Sarangeun uri dulmane neukkim
Kkumeseo maeil bodeon geurim
Jeo haneure daego maengse halsu isseo
Niga isseoseo haengbok hangeol

Haruye yeol beonsshik gobaekhae jullae
Sarang handa geumal naege haejullae
Seumul ne shiganeul geu malman deureodo joheul kkeoya
Neoreul saranghae, I love you

====== 000 END 000 ========

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 31, 2011 in ALL FANFICT, FRIENDSHIP, ONESHOOT

 

Tag: , , , , ,

Galeri

® Ujian Nasional versi TEEN TOP ~ CAP,L.joe, chunji, riki, changjo, niel ®

NO COPAS ND DON’T BE SILENT READERS!!

Tittle : Ujian Nasional
genre : comedy
cast : all member TEEN TOP
other : shindong n hee chul suju
supported by : samsung corbie, nokia life tools.
length : oneshoot
~ ujian nasional merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa yg akn masuk ke bangku SMP, hal ini juga b.laku pada siswa SD TEEN TOP. Jumlah murid kelas 6 d SD ini adalah 6 org. Sbut saja Changjo,Riki, Niel, C.A.P, L.joe dan chunji. Mreka berenam sangat kompak, kompak ga blajar,kompak nyontek dan kompak ngibulin pengawas saat ujian.
TENG . . TENG . . TENG Bel sekolah berbunyi,tanda para siswa harus msuk kLas utk memulai ujian.
“haduh,, sapa yg uda bwa contekan?”,changjo kelimpungan di dlm kelas karena ia duduk tepat di depan meja pengawas. “tenang,aku uda bwa! Dan aku yakin kita pasti lulus”,saut riki yang mengeluarkan secarik kertas yg panjangnya 3 meter dan di letakkan di spatunya. “lah,panjang bener? Ngapain repot2 pake kertas?pan uda ada hape! Ini dia,samsung corbie!”,l.joe memperlihatkan hapenya sperti iklan di tipi. “apaan tu samsung corbie?jelek amat ah! Mending hapeku, nih kenalin, nokia life tools!”,ejek niel. “heh,kalian brisik, mending mikir pake otak!”,saut CAP yang tengah menggetok2an pensil di kepalanya. Dari tempat duduk yg paling blakang, terlihat chunji tengah komat-kamit kayak mbah dukun. “ya! Apa yg sedang kau lakukan?”,tanya changjo dari ujung depan. “kau tak lihat? Aku tengah berdoa pada dewa,supaya d trunkan dewi kwan im *bner ga tlisan.ny?*”,jawab chunji sembari melanjutkan komat-kamitnya yg ga jelas.
KTEPLOK,KTEPLOK,KTEPLOK.. Suara langkah kaki menderap di luar kelas. CKLEK, pintu kelas smakin terbuka,ternyata pengawas sdh dtg.
“pagi anak2..”,sapa seorang pengawas berbdan tambun. “pagee pak genduut!”,saut riki lantang kyk kereta api yang ga putus2 (?). L.joe dan niel membekap mulut riki. “pagi pak! Oia pak, jangan di dengerin ni si riki! Biasalah, orangnya kan ga bisa boong!”,ucap niel. “jadi maksudmu, saya ini benar2 gendut?”,ucap pak shindong sambil melotot, metungked bangkiang *berkacak pinggang mksudny*
“udah,udah, mau dimulai ga ni ujiannya?”,tanya bu hee chul. “kalo perlu, ga usah di lanjutin bu!”,jawab riki sambil ngupil. “ahh, jangan di dengerin si riki bu! Kita mulai skarang aja ujiannya!”,perintah pak shindong pada bu hee chul. “ne,arraseo”, jawab bu hee chul lalu membagikan lembar jawaban pada masing2 siswa. Setelah membagikan lembar jawaban, pak shindong memerintahkan semua siswa untuk mengerjakannya. “ya anak2,skarang silahkan di kerjakan”. “pak, apanya yg mau di kerjakan? Soalnya aja belom di bagiin?”,ucap chunji. “oh,,belom ya? Hehe mian ya anak2!”,ucap pak shindong nyengir kyak kuda *di tabok ELF*.
“waduh, soal apa ini? Angka semua! Cuma option.ny aja yg ada A,B,C,D.nya”, ucap changjo yang baru melihat angka2 betebaran di kertas ujian. Beda halnya dengan l.joe, ia mengeluarkan samsung corbienya begitu juga dgn niel yg mengeluarkan nokia life toolsnya secara diam2, sedangkan CAP, malah asik ngegambar wajah pak shindong. Dibuatnya gambar anjing buldog yg lagi nyengir. *jahat bgd ni si CAP*. “dewi kwan im, bantu saya..bla..bla..bla..”,chunji masih saja komat-kamit di belakang.
20menit kemudian. . . . “haduh,dari tadi jawaban.ny ga ktmu2”,ucap riki semabari mengulur-ulur kertas di sepatunya. “anak2,ibu mau ke toilet sbentar. Kalian kerjakan soalnya baik2 ya!”, ucap bu hee chul. “iya bu guruu..”
“heh, liat tu, pak shindong tidur sambil mangap!”,ucap l.joe menunjuk ke arah pak shindong. “ayo,kita jalankan misi kita!”,ucap riki bersemangat. Semuapun setuju.
CAP, riki&niel berjalan ke toilet lalu mengunci bu hee chul di toilet. Sedangkan L.Joe,chunji &changjo membereskan pak shindong. Changjo menutup mata pak shindong menggunakan kaos kakinya yg panjang kyk kaos kaki pemain bola, sedangkan L.joe menutup telinga pak shindong menggunakan earphone dari samsung corbie miliknya.
“yes,berhasil..berhasil..horee”, l.joe dan changjo menari-nari ala dora dan bots.
“ayo,panggil yg lainnya”,perintah chunji. “ne..”,changjo pun memanggil ketiga kawannya itu. Dan mereka masuk ke kelas dgn santainya.
“gimana nich, ada yang bisa jawab ga? Mumpung pak shindong ma bu heechul lg ga bsa ngawas ni”,ucap chunji. “kita sms aja temen-temen di SD infinite! Mreka kan pinter-pinter! Apalagi ada sung yeol di situ!”,seru CAP. “ahh~kau benar juga CAP! keCAP emang pinter!”,ucap niel sambil ngelus2 kepala CAP. “Eh, sembarangan ente! Manggil2 keCAP! Ente noh yg kudaNIEL.hahaha”, CAP dan Niel ejek2an. Maklum anak SD!
Niel langsung mengambil hapenya dan mengirim pesan pada sung yeol.
‘SUNG YEOL, BERITAU AKU, KELIMA JAWABAN DARI SOAL-SOAL UN INI!’
tak lama kemudian, sung yeol membalasnya.
‘B,A,D,A,C’
“wah, jawaban.ny BADAK! Sama wujudnya kayak pengawas kita. Hehehechul”,riki meledek pak shindong.
“ne,ne, ayo cepat ditulis, biar cepet di kumpul.”,ajak CAP sebagai ketua kelas. “ne,”,semuanya pun mengumpulkan hasil pekerjaan mereka.
“ayo skarang kita pulang!”,seru l.joe sembari menenteng tas.nya. “trus bu hee chul?”,tanya chunji. “ahh,ga usa di pikirin, dia kan uda gede, uda bisa jaga diri. Ntar juga manjat pintu toilet. Sapa suru ke toilet pas ngawas? Hahaha, ayo,lets go!”, changjo memprakarsai. Tanpa pikir panjang mereka mengikuti arah2an changjo yang ga bener. Mreka pulang dengan riang gembira sambil nyanyi2 sayonara..
Lalu, bagaimana nasib pak shindong dan bu hee chul?
“tolong,olong,long,ong,ng,g”,bu hee chul berteriak2 tapi tak ada yg mendengar.
Pak shindong? Ia malah tetep tertidur pulas sampai batas waktu yg ga di tentukan. Hahaha
-END-
gimana? garing yaah? moga bisa menghibur chingudeul yang lg stres mikirin UTS/UN… (apa hubungannya?)

COMMENT PLEASE!

gomawo..
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 28, 2011 in ALL FANFICT, FRIENDSHIP, HUMOR, ONESHOOT

 

Tag: , , , , ,

Galeri

♥ ~~Between you and me~~ oneshoot ♥

Title : Between You nd me ~MY LITTLE PRINCESS~

Genre : di tentukan readers

Main cast : Choi seung hyun (TOP Big Bang)

Other :

Song Eun Kyo

– kim Je eun

 

NO COPAS, ND DON’T BE SILENT READERS

******************************************************

POINT OF VIEW : CHOI SEUNG HYUN

Sesuatu terasa menyilaukan mataku .. “emmph”, gumamku. Ku buka mata, ternyata hari sudah pagi, ku bangun dari tempat tidurku. Senyumku mulai mengembang setelah kulihat manisnya fotomu yang terpajang di dinding. Je eun, aku merindukanmu. . .

Aku segera bergegas ke kamar mandi hanya untuk sekedar mencuci muka dan sikat gigi agar terlihat lebih fresh.

Aha~hari ini hari minggu, dimana aku tidak bekerja dan aku memiliki waktu luang untuk putri semata wayangku , song eun kyo. Putri yang selama ini memberiku semangat untuk menjalani hidupku. Putri kecil yang selalu mewarnai hidupku yang suram dan kelam semenjak ditinggal pergi oleh istriku, je eun. “Je eun, gomawoyo..sudah memberikanku putri semanis eun kyo.”

“pagi ini aku harus menyiapkan sarapan untuknya, daging panggang kesukaannya”, aku langsung bergegas ke dapur dan memasak. Setelah 30 menit berkutat di dapur, akhirnya daging panggang spesial ini matang juga..

“umm~ pasti gadis kecilku belum bangun! Aku harus membangunkannya”, . Aku segera pergi ke kamarnya.

Ku buka pintu kamarnya, dan ternyata benar, ia masih tidur. Ahh~begitu cantiknya gadis kecilku, tak sedikitpun wajahnya berbeda dari eommanya. Ahh~je eun, jika aku melihat malaikat kecil kita, aku seperti melihatmu di sini.

“chagiya, my little princess, ayo bangun..”, ucapku lembut sembari mengoyak-ngoyak tubuhnya yang mungil.

eun kyo membuka matanya perlahan, ia tersenyum manis padaku.

Je eun~ aku benar-benar merasakan kau tersenyum padaku.

“appa!”, eun kyo bangun dari tidurnya dan langsung memelukku

“bagaimana tidurmu chagi? Apa nyenyak?”, tanyaku sambil menggendongnya menuju ruang makan.

“tentu saja appa! Aku bermimpi yang sangaaat indah. Aku bermimpi bertemu eomma!”, perkataan eun kyo membuat langkahku terhenti. Aku turunkan  eun kyo dari punggungku. Aku jongkok agar setara dengannya, dan ku tatap wajahnya.

“kau bermimpi eommamu?”, tanyaku

“ne appa! Aku bermimpi eomma dan appa mengajakku ke suatu tempat yang sangat indah!”, jawab eun kyo dengan wajah lugunya.

Aku hanya terdiam dan rasanya ingin sekali menitihkan air mata.

Andai saja mimpi eun kyo benar-benar terjadi!!

“appa, appa menangis? Appa jangan sedih!”, eun kyo menyeka air mataku yang sudah terlanjur jatuh dengan jari-jari mungilnya. Walaupun umurnya baru 5 tahun, tapi sepertinya dia sudah paham bagaimana perasaanku.

“anni~appa tidak menangis, ya sudah, kau makan saja ya.. Setelah itu kau mandi lalu appa akan mengajakmu ke taman bermain. Bagaimana?”

“ne, ne appa.. Aku mau.. Ya sudah, aku makan dulu ya appa.. Tapi, apakah appa sudah makan?”, tanyanya

“ne, appa sudah makan. Ayo, appa temani kau makan”, aku menggendongnya dan membawanya ke meja makan. ia duduk manis dan ku siapkan daging panggang kesukaannya.

“ini chagiya, kau makan yaa..”, ku memberikannya daging panggang dan kuletakkan di atas piring.

“appa~ gomawo”

“ne, cheonmaneyo. Ayo di makan!”, ucapku sembari mengacak-acak rambutnya.

Begitu lahapnya eun kyo makan. Hingga makanannya tidak bersisa.

“appa, aku sudah selesai..”, ucapnya

“ya sudah, sekarang eun kyo mandi ya..”, eun kyo mengangguk dan lari ke kamar mandi. Aku segera membereskan meja makan dan ikut bersiap-siap.

***

di taman bermain. . .

“appa, aku mau main itu~”, eun kyo menunjuk ke sebuah ayunan. Dia duduk di atas ayunan dan ku ayunkan perlahan.

“appa~lebih cepat lagi”, ujarnya sembari melempar senyumnya

“ne,ne”, ku ayunkan lebih cepat ayunan itu. Betapa gembiranya eun kyo, bermain ayunan. Setelah lelah bermain ayunan, eun kyo minta di antarkan ke sekolahnya.

Iya….., eun kyo sekarang duduk di bangku TK.

“chagiya, bukankah hari ini hari minggu? Mengapa appa kau ajak ke sekolah?”, tanyaku sambil melipat kedua tanganku .

“aku ingin menunjukkan sesuatu ke appa! Ayo appa!”, eun kyo menarik tanganku agar aku ikut dengannya.

Ku ikuti saja apa maunya.

***

sesampainya di sekolah . . .

*Walaupun hari minggu, tapi sekolah eun kyo tidak tutup.*

eun kyo menunjukkan sebuah ruangan padaku.

“ruangan apa ini chagi?”, tanyaku pada eun kyo

“appa, lihatlah ini!”, eun kyo menarik kain yang menutupi sebuah kanvas berukuran sedang. Aku kaget ketika melihat sebuah lukisan di kanvas itu.

“ini..ini kan? Je eun?”, gerutuku

Aku terperangah melihatnya. Benar-benar tidak di sangka, anak seusia  eun kyo bisa melukis seperti ini. Mungkin seperti kata pepatah, air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Keahlian eun kyo dalam melukis adalah keahlian yang di wariskan oleh je eun.

“appa, bagus tidak?”

“ne, cantik sekali..”, jawabku.

“appa~ini sebenarnya belum selesai, aku selesaikan dulu ya..”, ucapnya sembari mengambil kuas yang sudah ia simpan rapi di rak. Ia mulai memoleskan kuasnya pada kanvas yang berlukiskan wajah je eun.

Tak terasa air mataku menetes lagi, setiap ku lihat wajah je eun, semakin sakit rasanya. Sakit setelah ia tinggal pergi.

NP#ST12-SAAT TERAKHIR (Pinjem dlu ya om charlie)

FLashback>>

“chagi, sebentar lagi kita akan memiliki seorang anak”, ku elus dan kuciumi perut je eun.

“ne chagi…”, jawab je eun sembari mengelus kepalaku.

“tapi, aku takut menjelang detik-detik persalinanku”, ucapnya.

Aku pun bangun dan duduk di sebelahnya. Ku pegangi pundaknya dan ku minta ia untuk menatap wajahku.

“kau tak boleh berbicara seperti itu! Aku yakin, kau dan juga anak kita akan selamat”, ucapku menenangkannya.

“tidak oppa! Aku sudah di vonis terkena kanker rahim stadium 4.. Dan apakah kau tak ingat kata dokter, jika aku hamil, akan ada kemungkinan salah satu dari aku atau bayi kita akan mati!”, je eun menangis sesenggukan

“tidak! Aku yakin, kau dan bayi kita akan selamat!”, aku mencoba memberinya penenangan..

“lebih baik aku saja yang mati, daripada bayi ini. Dia tidak berdosa”, ucapnya lagi.

“aku tidak suka kau berbicara seperti itu! Kalau aku bilang kalian selamat, kalian pasti akan selamat”, jawabku dengan nada tinggi. Aku benar-benar tidak habis fikir, begitu cepatnya je eun putus asa, dan seperti tidak ada gairah hidup. Setiap hari aku mengantarnya ke dokter untuk kemoteraphi, tapi ia selalu menolak dengan alasan sakit jika di kemoteraphi. Hingga penyakitnya mencapai stadium akhir.

Dokter memang menyarankan agar je eun tidak hamil, tapi je eun menentang saran dokter. Ia beranggapan bahwa aku akan meninggalkannya, Jika ia tidak bisa memiliki keturunan, padahal sebenarnya aku siap menerima segala kekurangannya karena aku mencintainya. Aku tidak punya fikiran sedikitpun untuk meninggalkannya.

***

2 jam kemudian. . .

“chagi, perutku! Perutku sa..kit!”, rintih je eun, sambil meremas tanganku. Jangan-jangan je eun sebentar lagi akan melahirkan. Aku segera menelfon ambulance. Tak butuh waktu lama, ambulancepun datang.

“uing..uing..uing”

je eun langsung di masukkan ke dalam ambulance.

“chagi, jangan lepaskan genggamanmu”, rintih je eun. Aku tidak tega melihat je eun seperti ini, aku kuatkan ia dengan mencium tangannya.

Ku lihat je eun menangis. Ternyata, seperti inilah pengorbanan seorang ibu.. Ia berjuang dan Ia bertaruh nyawa demi melahirkan seorang anak.

***

sesampainya di rumah sakit . .

Je eun langsung di bawa ke ruang operasi. Dan aku? Aku hanya boleh menunggu di ruang tunggu sampai operasinya selesai.

## sudah 1 jam, tapi belum ada suara tangisan bayi..

15 menit kemudian. . .

“oee..oee”, suara tangis bayi pecah di tengah kesunyian.

Ahh~anakku sudah lahir. .

Ya Tuhan, terimakasih!

Je eun dan bayiku langsung d bawa ke ruangan khusus. Akupun mengikuti mereka.

~~~

aku menggendong bayiku, sangat lucu.. Wajahnya mirip ibunya, sangat cantik. . Begitu lengkap kebahagiaanku. Diberi putri yang sangat cantik dan sehat.

“chagi, apa aku boleh meminta sesuatu padamu?”, ucap je eun yang masih terbaring lemah di tempat tidurnya.

Aku pun meletakkan bayiku di tempat tidurnya dan menghampiri je eun.

“kau mau minta apa chagi?”, ucapku polos

“tolong jaga princess kita baik baik, rawat dia dan berikan ia kasih sayang yang mungkin aku tidak bisa memberikannya”, aku tersentak kaget. Mengapa ia berbicara seperti itu.

“waeyo? Kenapa tidak bisa? Kasih sayang itu akan kita berikan bersama-sama!”, ucapku sembari mengerutkan dahi

“mungkin. .mungkin sbentar lagi aku akan pergi”, jawabnya sembari menangis. Aku semakin heran, apa sih yang ada di fikirannya? Ia selalu berkata seperti itu.

“jangan ucapkan hal itu lagi! Aku sudah muak, Mendengar kata-kata itu!”, ucapku sembari berpaling darinya.

“kau tak tau betapa sakitnya hati ini tiap kali kau mengucapkan kata-kata itu! Pernahkah kau sadari, jika aku sangat membutuhkanmu, hah! Jawab!”, ucapku. Air matakupun jatuh seketika. Tak ada jawaban yang keluar dari bibirnya. Kuulangi lagi pertanyaanku.

“kau tau tidak?”

je eun pun tidak menjawab. Ku balikkan badanku. Dan ku lihat je eun telah menutup matanya. Kuhampiri dia dan ku coba rasakan denyut nadinya.

Ya Tuhan, kenapa kau ambil dia begitu cepat dariku? Kini Lututku menyentuh lantai, aku menunduk dan menangis , ku tak kuasa menahan rasa kehilangan ini.

FLASHBACK END <<

“Appa! Lihat! Lukisanku sudah jadi. Bagus kan?”, ucap eun kyo sembari menunjukkan lukisannya untukku.

“ia, bagus, cantik, kau pintar sekali”, air mataku berlinang, berlinang karena bahagia. Kini aku bisa menjalani hidupku bersama little princessku, eun kyo.

“appa menangis?”,tanyanya

“appa menangis karena bahagia. . Bahagia bisa memiliki putri sepertimu. Putri yang cantik dan pintar, SARANGHEYO eun kyo..”

“SARANGHEYO APPA.. I Love You”, jawabnya sambil memelukku. Ku balas pelukannya, dan ku kecup pipi dan bibirnya.

~~~END~~~

COMMENT PLEASE ..🙂

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 28, 2011 in ALL FANFICT, FAMILY, ONESHOOT

 

Tag: ,

Galeri

FF Big Bang + DGNA eps. 2

Annyeong ..

Aya balik lagi mau lanjutin FF Big bang + DNA ..

Mian kalo ceritanya gaje.. Hahaha

NB: anggap saja iklim di seoul sama dengan iklim di indonesia **author mau seenak jidatnya** hehehe

NO COPAS, ND NO SILENT READERS…

Tittle : anything anybody

genre : romance

casts :

– Aya GD’apple as park hye soo

– Kwon jiyong as himself

– Karam DNA as himself

– Jay DNA as himself

– Seung hyun as himself

– Seungri as himself

– Taeyang as himself

– Daesung as himself

– D-lite ika chan as lee hye ran

– Ega hyukieVI as lee hyo hee

– mika DNA as songsaenim

– injoon DNA as songsaenim

author : Aya GD’apple

=lets read=

last eps <>

“ini.. Ada namja yang berbuat iseng pada hye soo”,jawab hye ran. “siapa dia? Siapa yang berani berbuat seperti ini? Cari gara-gara rupanya orang itu”,jay mengepal tangannya serasa ingin menghantam sesuatu. “namanya jiyong, dia kakak kelas kita di tingkat 2, anak dari pemilik sekolah ini”,jawab hye ran lagi. “…”,jay terdiam dan tak berkata apa-apa. “waeyo kau diam? Kau takut?”,tanyaku mulai berbicara. “hehehe, yang tadi cuma emosi sesaat kok!”,jay tersenyum kuda kepadaku dan yang lainnya. Gdubraak..

**

3 hari telah berlalu, tapi aku masih saja di perlakukan semena-mena oleh jiyong si tengik itu!

Saat pulang sekolah…

Aku merapikan semua alat tulis yang aku bawa dan memasukkannya kedalam tas. Ketika ku memeriksa kolong meja, kutemukan sepucuk surat berwarna hitam dan di goresi pena berwarna putih. Kubuka surat itu dan membacanya.

To : gadis phabo

from : jiyong

‘jika kau ingin sahabatmu selamat, temui aku di gudang sekolah tepat pukul 1 siang, jika kau terlambat, aku tidak bertanggung jawab, jika sahabatmu ini pulang dengan wajah memar dan lebam’

mwo?? Apa ini? Dia ingin menerorku? Sahabat mana yang ia maksud? Kulihat teman-teman di sekelilingku. Hye ran? Dia masih sibuk menghapus papan tulis. Jay dan karam duduk di depan kelas. Lalu siapa?

Aiigo?! Daesung! Ommona ! Ini jam berapa? Astaga! 5 menit lagi pukul 1 siang. Aku harus menyelamatkan daesung! Ku berlari menuju gudang yang tempatnya di belakang sekolah. BRAAAK. Kutendang pintu gudang dan mendapati daesung duduk terikat dan mulutnya di sumbat kain. Ku melangkah setapak demi setapak memasuki ruangan itu. BRAAK.. Pintu itu tiba-tiba tertutup sendiri. “hahaha,akhirnya kau datang juga”,ujar seorang namja berpakaian serba hitam. Ku menjuruskan pandangan pada namja itu. “ji..jiyong!”. “ne, aku jiyong! Ternyata… Kau setia kawan juga rupanya!! Taeyang, ikat dia”,jiyong menjentikkan jarinya dan dari arah selatan, taeyang datang membawa seutas tali dan kursi. Seung hyun menggenggam tanganku dan Memaksaku untuk duduk. Aku yang sudah tidak tahan di perlakukan seperti ini, akhirnya memberontak. Ku tendang perut sixpack taeyang dan ku gigit tangan seung hyun, sehingga seung hyun melepas tanganku. “ahh”,taeyang mengerang kesakitan. “yya! Kalian pikir aku tidak bisa melawan kalian hah? Selama ini aku selalu sabar menghadapi namja-namja seperti kalian, tapi sekarang tidak! Ayo kalau kalian berani, majulah!”,ku keluarkan jurus kuda-kudaku dan mengepal tanganku. “mwo? Berani sekali kau! Seungri, hajar dia!”,perintah jiyong. “hiaaaaattt….”,seungri berlari ke arahku dan mengarahkan pukulan ke wajahku. SETT… Pukulannya melenceng dan mengenai seung hyun yang ada jauh di belakangku. “arrrggh, kau ini bagaimana sih? Kenapa aku yang kau pukul?”,seung hyun menjitak kepala seungri. Seungri hanya cengengesan. “hehe, mianhae hyung!”.

“yya! Kalian ini phabo! Tangkap dia!”,perintah jiyong lagi. Seungri, taeyang dan seung hyun mengepungku. Hingga akhirnya taeyang dapat meraih tanganku Dan melipatkan tanganku kebelakang. “arrrgghh”,teriakku kesakitan. “hahaha, kena kau sekarang”,ujar taeyang seraya mengikat tanganku di kursi. Setelah itu jiyong mendekatiku dan mondar-mandir di depanku. Tak sampai 5 menit, jiyong berhenti di hadapanku dan membungkukkan badannya dan mensejajarkan wajahnya dengan wajahku. Dia menatapku lekat-lekat. Keringat dinginku mulai mengucur melalui pori-pori kulitku. Bisa di katakan jarak antar wajah kami hanya 5cm. CUUPP.. Jiyong mengecup bibirku. Ciuman pertamaku. Ommona!! Aku tersentak kaget di buatnya.. Bukan hanya aku, seung hyun, seungri, taeyang dan daesung pun kaget di buatnya.. “ini adalah hukuman bagi yeoja yang berani melawanku”,bisiknya di telingaku. “yya! Kau… Kau berani-beraninya menciumku hah! Dasar kau namja gila. Eerrghh, lepaskan tanganku! Lepaskan!”,aku memberontak hebat. Tiba-tiba. . . BRAAAK..

Pintu gudang terbuka. Kami yang berada di dalam gudang, terkejut melihat beberapa orang berdiri di luar. Mereka tak lain hye ran,Jay, karam, mika songsaenim dan seorang yeoja paruh baya Yang ku tak tau siapa dia.

“jiyong! Apa yang kau lakukan?”,teriak yeoja itu. “eomma…”,jiyong tampak kaget saat melihat eommanya. Heh? Eomma? Jadi itu pemilik sekolah ini?? Yeoja itu berjalan mendekat ke arahku dan jiyong lalu menjewer telinganya. “apa yang kau lakukan hah!! Dasar anak nakal!”, “ampun eomma! Ampun!”,yeoja itu pun menarik telinga jiyong dan membawanya pergi. Jay,karam dan hye ran membantuku dan daesung melepas ikatan kami. Sedangkan mika songsaenim memarahi taeyang, seung hyun dan seungri yang terlibat dalam penyekapan ini. “kalian bertiga, ikut saya ke kantor! Cepat!”,perintah mika songsaenim. Merekapun pergi dalam kondisi lebam, terutama seung hyun yang terkena bogeman mentah dari seungri.

“kau tak apa-apa kan hye soo?”,tanya jay. “ne gwenchana.. Kau tak apa-apa daesung?”,tanyaku pada daesung. Daesung menggeleng perlahan. “kenapa kalian bisa tau aku ada disini”,tanyaku sembari merapikan rambutku yang berantakan.

“sudah, nanti aku ceritakan. Sekarang, ayo kita pulang! Kajja!”,ajak hye ran. Aku pun mengangguk.

**

setelah selesai mandi, seperti biasa aku berdandan sedikit, maklumlah, kini aku harus bisa berpenampilan lebih dewasa di bandingkan sewaktu SMP dulu. Ku tepuk-tepuk spons bedak ke wajahku. Ku poleskan lip gloss di bibirku. Saat ku sentuh bibirku, aku teringat lagi kejadian tadi siang. Jiyong !!! Kau membuatku gilaaa !

**

keesokan harinya …

Seperti biasa, aku, hye ran, karam, jay dan daesung berbincang-bincang di taman saat jam istirahat. Kami bercanda bahkan tak sungkan meledek kekurangan masing-masing. “dae..dae.. Wajahmu sudah tersiksa, malah tambah di siksa lagi oleh jiyong. Hahaha”,hye ran menepuk-nepuk pundak daesung. “issh, bilang saja kalau aku tampan! Tak usah menyindirku begitu… Aku tersungging mendengarnya!”,jawab daesung agak sinis. “hehe, mianhae”, “ne… Hahaha”,jawab dae sambil tertawa. “heh, itu sepertinya jiyong dan teman-teman segenknya datang kemari”,jay turun Dari atas pohon dan menjatuhkan teleskop kesayangannya. “yya! Kalian mau apa kemari!”,tanya karam sambil melipat kedua tangannya. “begini, kami mau minta… Em..em..em”, seungri langsung membekap mulut taeyang yang asal ceplos. “mau minta maaf?”,tanya jay sedikit sombong. Aku hanya terdiam dan tak dapat menggerakkan bibirku. “heh! Siapa bilang kami mau minta maaf! Aku cuma mau bilang, kalau kita masih ada urusan! Ini belum berakhir ya!”,jiyong menunjuk-nunjuk jarinya mengancam kami berlima. “ehem..ehem”,ibu pemilik sekolah ini tiba-tiba datang dan menggeram. “eh..eomma.. Ini juga mau minta maaf kok”,jiyong mulai bersikap baik terhadapku. “hye soo, daesung.. Jeongmal Mianhae”,ujar jiyong diikuti taeyang, seungri, dan seung hyun. “bagus”, eomma jiyongpun langsung pergi dan berlalu.

**

– jiyong pov –

“braakk~ aish sial sekali hari ini ! Kita di buat malu di hadapan anak-anak lain!”,ujar jiyong sambil menggebrak meja di kelas. “sabar jiyong ssi, aku punya cara untuk membalaskan dendam Kita pada bocah-bocah tengik itu!”,saut taeyang sembari memohakkan rambutnya. *mohak apaan ya?*. “mwo? Katakan!”,tanya jiyong penasaran. Taeyang pun membisikkan sesuatu di telinga jiyong. “stgdlkjkhgfdsdmgtpmgagdh”, jiyongpun mengerti akan rencana buruk taeyang. “ahahaha, its a good idea”.

**

– author pov –

“sesuai jadwal tahunan sekolah,, maka minggu depan sekolah kita akan mengadakan pendakian di gunung Bukhansan.. *idih nyeremin ahh… merapi aja !plak* Jadi persiapkan diri kalian sebaik mungkin.. Arraseo?”,ujar mika songsaenim saat memberikan pengarahan di aula sekolah. “hye soo, kita beli peralatan hiking bersama yaa..”,ujar jay yang duduk di sebelah daesung. “aku juga..aku juga”,hye ran dan karam menimpali. Namun daesung hanya diam *polos banget ni anak?* “kau juga mau ikut dae?”,tanya jay sembari mengalungkan tangan kirinya di leher daesung. Daesung hanya mengangguk polos.

**

“jiyong ahh~ kau sedang melihat apa??”,tanya seung hyun. Mata jiyong hanya tertuju pada hye soo dan teman-temannya. “hmm,apa kau menyukainya?”Tanya seung hyun lagi. “heh? Anniyo.. Bukan itu.. Aku punya ide untuk membalaskan dendamku. Aku tau kapan akan melancarkan serangan ke kubu mereka! Hahaha”,jiyong tertawa. Seung hyun hanya mengernyitkan alisnya karna ia sendiri tak tau rencana apa yang sudah di buat oleh jiyong..

***

sehari sebelum acara hiking dimulai, para siswa telah gencar membeli peralatan hiking, tak terkecuali hye soo dan tman-temannya. “lihat ini, ranselnya bagus kan?”,hye ran memperlihatkan penemuannya. “ish, ini jelek.. Nah, ini.. Baru bagus! Ya kan hye soo?”,jay tak mau kalah. “pilihan kalian semua kalah dari pilihanku.. Ini coba lihat, tas ransel pilihanku lebih pas..”,ujar karam. “hahaha, sudah,sudah, selera kita kan berbeda, tp semuanya bagus kok.. Hm, aku mau ransel yang di pilih karam deh.. Lebih kecil dan tidak terlalu berat..”,ujar hye soo. Berbeda dengan hye soo, hye ran, jay dan karam, daesung malah asik memilih sepatu. Saat daesung menemukan sepatu yang sesuai seleranya, ia pun mencoba sepatu itu, Ia kenakan lalu jingkrak-jingkrak di depan cermin. “awww”,jerit seseorang. Daesung lalu melihat siapa orang itu. “ommona… Ji..ji..jiyong?”. “heh? Kau lagi! Kenapa kau injak kakiku hah! Phabo!”,bentak jiyong. Seluruh pengunjung G.market terkejut dan mengalihkan pandangan mereka ke arah daesung dan jiyong. “yya! Lihat..anak sombong itu datang lagi.”,ucap hye ran seraya menepuk pundak karam. “mwo?”,saut jay,karam dan hye soo secara bersamaan. “issh!! Sepatuku jadi rusak gara-gara kau! Cepat ganti rugi”,bentak jiyong lagi. “iaa,ayo ganti rugi”,sambet seungri sembari mendorong tubuh daesung yang akhirnya membuat daesung terjatuh ke lantai. Tak ada sedikitpun perlawanan darinya. “yya! Kau apakan daesung hah?”,teriak karam. Aura bengis pun terpancar dari wajah jiyong. Jiyong menghampiri karam lalu menarik kerah bajunya. “hah? Kau itu masih kecil, tapi berani melawanku rupanya! Hiaah..”, jiyong mengarahkan pukulannya ke wajah karam, namun sudah di halangi hye soo. “hentikan!!! Jiyong ssi~Aku mohon jangan lakukan itu di sini.. Ini tempat umum! Kau tak tau malu hah?? Kau memang berkuasa di sekolah, tapi tidak disini”,ujar hye soo datar. Jiyongpun melepaskan karam dan pergi dengan wajah yang kesal. “huu… Dasar tak tau malu!!”,seru hye ran. “gwenchanayo?”,tanya hye ran sembari merapikan kemeja karam. “ne, gwenchana”.

**

31 December 2010

hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu para siswa, mereka akan mengadakan hiking bersama satu sekolah di gunung bhukshan, sebelum berangkat, para siswa di minta mengecek perlengkapan mereka dan mengabsenkan diri. “yya! Apa kita satu bis dengan jay dan karam?”,tanya daesung sambil mengunyah roti. “anni.. Aku rasa tidak.. Kita kan beda kelas!”,jawab hye ran singkat. “kyaaa~ternyata kelas kita gabung dengan kelas jay dan karam. Horee…”,hye soo tiba-tiba datang membawa secarik kertas berisi daftar nama siswa di bis 4. “darimana kau tau?”,tanya hye ran. “ini, lihatlah…”,hye soo memperlihatkan kertas itu penuh semangat. “yes!! Eh,Tapi lihat! Di nomor 41-44 !”,hye ran menunjuk absensi. “mwo?? Kwon jiyong? Seungri? Taeyang? Seung hyun?”, hye soo sedikit tidak percaya. Kenapa bisa mereka satu bis dengan jiyong?

– hye soo pov –

begitu terkejutnya aku ketika melihat daftar nama jiyong dan teman-temannya itu. Heuh~sepertinya perjalananku akan sial kali ini.

“kajja semuanya, masuk ke bis masing-masing yaa..”,perintah injoon songsaenim selaku koordinator perjalanan. Kami pun langsung bergegas masuk ke bis agar tidak berebutan tempat. Aku duduk bersama hye ran. Sedangkan jay duduk bersama karam. Dan daesung terlihat duduk bersama yesung, teman sekelas jay. “yya! Kalian berempat pindah! Aku dan teman-temanku ingin duduk disini!”,teriak seorang namja di bagian depan bis. Aku langsung memusatkan perhatianku pada namja berkacamata hitam itu. “mwo? Jiyong? Apa-apaan dia? Dasar tak tau sopan santun!”,gerutuku. Aku alihkan pandanganku ke belakang, tempat daesung duduk. “aiigo! Dae! Kau banyak sekali bawa makanan?”,tanyaku Sambil geleng-geleng kepala. “hye soo, lihat ini!”,jay memanggilku sembari mengibas-ngibaskan sebuah majalah bercover donghae. “huwaaa~ donghae?? Sini, aku pinjam !”,teriakku sembari melambai-lambaikan tanganku. “tangkap yaa…”,perintahnya. HUUUP… Seseorang menangkap majalah itu terlebih dahulu. “taeyang?”. “waahh, kau ngefans sama donghae ya?hahaha”,taeyang cekikikan. “memang kenapa kalau aku mengidolakan dia??”,tanyaku agak sinis. “kenapa donghae? Seharusnya kau mengidolakan jiyong! Hahaha. Jiyong kan model juga!”,ujar taeyang sedikit sombong. “yya! Apa peduliku? Mau dia model kek! Mau artis papan terbalik kek! Yang penting aku mengidolakan donghae!”,jawabku dengan volume yang keras. Seketika jiyong yang sedari tadi duduk di depan, langsung bangun dan berjalan ke belakang. “apa? Apa kau bilang?”,jiyong menanggalkan kacamatanya dan menggantungkan di jaketnya. “apanya yang apa? Model tak dikenal. Hahaha”,ledekku. Jiyong yang tidak terima langsung berjalan semakin dekat ke arahku. NGEEENG Bis pun berjalan tanpa aba-aba, dan jiyong yang tidak berpengangan pada apapun akhirnya menindih daesung yang tengah asik mengemut lolipopnya. Alhasil daesung dan jiyong saling bertatapan. “mwo?? Apa kau liat-liat?”,jiyong langsung bangun dan berjalan kembali ke tempat duduknya.

Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya kami sampai juga …

“huaaah~ akhirnya sampai juga..”,aku turun dari bis dan langsung meregangkan otot-ototku yang keram. “hye soo, sejuk yah?”,karam mendekatiku lalu ikut meregangkan otot-ototnya. “hahaha, ada anak kampung disini”,ledek seung hyun. “hahaha..”,jiyong ikut tertawa.

“ne, chaje.. Kita sudah sampai, persiapkan diri kalian. Mika songsaenim akan membagi kalian dalam bentuk kelompok. Setiap bis, akan dibagi menjadi 4 kelompok.. Setiap kelompok terdiri dari 10-11 orang”,ujar injoon songsaenim menggunakan pengeras suara. “ne”,jawab kami serempak.

**

“hyaa~akhirnya kita berlima satu kelompok yaa! Dan lebih beruntungnya lagi, kita tidak satu kelompok dengan mereka itu tuh!”,hye ran melirik jiyong dan teman-temannya. “hahaha ne, kajja.. Kita ikuti mika songsaenim!”,ajak hye soo. Perjalanan yang sangat, amat melelahkan pun akan segera di mulai. Dari awalnya mereka berjalan di jalan setapak, hingga akhirnya mulai menaiki kaki gunung dan sampai pada bukit, lalu hutan yang ada di gunung bhukhsan mereka lewati penuh canda tawa.. “nah, mulai dari sekarang, kita akan berjalan sesuai dengan kelompok masing-masing.. Kelompok pertama yang berjalan terlebih dahulu adalah kelompok yang di ketuai oleh jiyong. Lalu yang kedua adalah kelompok yang di ketuai oleh yesung, Lalu kelompok yang di ketuai hye soo. Blablabla”,ujar mika songsaenim. “ne”,merekapun mulai berjalan sesuai kelompok masing-masing.

**

“jiyong ssi~ bagaimana kalau kita lancarkan serangan sekarang?”,tanya taeyang licik. “haha,tentu saja..”,jawab jiyong sembari membuka jalan yang terhalang dedaunan.

**

“eumh.. Ahh.. Hosh..hosh..”,jay ngos-ngosan ketika menaiki bukit. “kalian lelah? Beristirahatlah dulu.. Perjalanan kita masih jauh”,perintah hye soo. “tapi, apakah kita tidak tertinggal nanti?”,tanya daesung. “anni~aku sudah berkali-kali datang ke tempat ini.. Aku tau kemana kita harus berjalan..”,jawab hye soo. Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil makan cemilan yang di bawa daesung.

**

“sipp?”,seungri mengarahkan jempolnya jempolnya ke arah jiyong,taeyang dan seung hyun. “nah, selesai juga ! Di jamin mereka akan tersesat! Hahaha”,ujar taeyang sambil membersihkan tangannya dari kotoran. “kajja! Kita lihat sembunyi! Sepertinya mereka sudah datang!”,seung hyun memberi aba-aba Untuk bersembunyi di semak belukar. “heuh~setelah ini kita kemana?”,tanya karam. “hmm..kita lurus saja”,jawab hye soo sembari mengelap keringatnya. “loh? Bukannya itu tandanya mengarah ke kanan?”,daesung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “hahaha, kalian jangan percaya tanda itu! Sepertinya ada yang mengerjai kita”,ucap hye soo lagi. Mendengar hal ini, jiyong langsung keluar dari persembunyiannya dan menghampiri hye soo dan teman-temannya. “kau itu sok tau! Kalau arahnya ke kanan, ya kekanan! Phabo!”,tiba-tiba jiyong datang memotong pembicaraan mereka. “heh?Jiyong? Kau? Kau kenapa bisa di sini? Ahh, jangan-jangan kau yang mengerjai kami ya! Cepat katakan!”,bentak karam. “ahh, berisik!”,jiyong mendorong tubuh karam hingga terperosok ke dalam jurang. “omona! Karam, pegang tanganku!”,hye soo mengulurkan tangannya dan menarik tangan karam. “jay,bantu aku! Ppali! Eerrgghh”,hye soo berusaha menarik tangan karam di bantu jay, hye ran dan daesung. Sementara itu jiyong lari bersama seung hyun, taeyang dan seungri. “yya! Kalian mau kemana hah!”,teriak jay. “hiaaah, ehhh.. Hosh hosh hosh”,akhirnya karam bisa di selamatkan. “gwenchanayo?”,tanya hye soo. “ne, tapi arrgh.. Kakiku.. Terkilir..”,ujar karam sembari memegang pergelangan kakinya. “ya sudah, sini biar aku bantu memapahmu”,hye soo langsung mengalungkan tangan karam di pundaknya, di bantu jay.

-karam pov-

“aigo! Hye soo..kau.. Kau”,gumamku dalam hati, sebelumnya aku tidak pernah di perhatikan seperti ini olehmu.. Jantungku di buat berdebar.. Ada apa ini? Kuperhatikan terus wajahnya yang Terlihat kelelahan. “AAAAAAAAAAAA”,sebuah teriakan histeris terdengar sampai ketelinga ku. “ahh, itu..itu suara jiyong”,hye soo berbicara pelan. “ahh, daesung, kau tolong papah karam sampai di puncak, aku ingin melihat orang yang berteriak tadi. Arraseo!”,hye soo langsung berlari ke arah suara itu. “tapi…”, “gwenchana! Jangan khawatirkan aku! Aku pasti menyusul kaliaaaan!”.

**

– hye soo pov –

“tolongg..tolongg..”, semakin lama, suara itu semakin keras terdengar. “siapapun tolong aku!”,lagi-lagi suara itu terdengar. Ku amati setiap tempat di hutan dan kulihat ada sepasang tangan yang berpegangan pada sebuah akar pohon yang besar. Kutengok ke bawah dan kulihat jiyong tengah berusaha naik ke atas, namun nampaknya ia tak sanggup. “yya! Pegang tanganku!”,perintahku. Jiyongpun meraih tanganku dan langsung kutarik sekuat tenaga,hingga tubuh jiyong bisa naik ke atas. “hah..hah..hah”,nafas kami terengah-engah berpaduan. “hye soo, gomawo sudah menyelamatkan nyawaku”,ujar jiyong pelan. “ne, cheonmaneyo”,jawabku. “hye soo, mianhae selama ini aku telah berbuat jahat padamu..”

“hah,, sudah?? Kajja bangunlah! Hari sudah mulai sore! Nanti kita tidak bisa sampai di puncak karena hari mulai gelap!”, aku langsung membenahi ranselku dan meneruskan perjalananku. “yya! Jakkama!”,jiyong mengikutiku dari belakang. Berjam-jam aku mendaki, hingga akhirnya kami berdua sampai di puncak. “huaaah~akhirnya sampai juga! Loh, yang lain kemana?”,gumamku. Aku langsung duduk di sebuah batu besar bagaikan kursi di taman kota. “hah..sudah lama aku tidak kemari, suasananya masih tetap sama”,kurentangkan tanganku dan berbaring di batu besar itu. Jiyongpun menghampiriku dan mulai mengajakku berbicara, karena selama perjalanan tadi, kami tak berbicara sepatah katapun. “hye soo, kau marah padaku?”,tanya jiyong. “hah! Buat apa aku marah padamu.? Tak ada gunanya!”,jawabku seraya menghirup udara dingin. “hm, gomawo yaa, kau sudah memaafkanku!”, “hahaha, aku paham, kau itu anak manja, yang hanya Bergantung pada eommamu! Kau tak pernah merasakan pahit getirnya hidup!”,ujarku sedikit menggurui. “ne,ne,ne, aku sadar itu.. Hm,oia, kau sepertinya tau seluk beluk tempat ini?”,tanya jiyong seraya menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya. “hm,tentu.. Dulu ayahku seorang bagpacker.. Ia selalu mengajakku ketempat ini. Dan kau tau? Ini adalah tempat favoritku bersama ayahku.. Jadi,walau kau mengerjaiku dengan tanda panah penunjuk jalan tadi, aku tak akan terpengaruh. Haha”,ujarku. “ohh..hehe..”.

CUUUUUUUUUUIIITTTTT DUAAAAAAR… Suara kembang api menggelegar di awan. Ku langsung bangun dan berdiri menghadap pemandangan di kota, begitu indahnya kota seoul di malam hari. Binar-binar lampu, suara gemuruh kembang api. Eits, aku hampir lupa.. Hari ini adalah malam pergantian tahun.. “HAPPY NEW YEAR”, teriakku sekencang-kencangnya. Jiyong yang baru menyadarinya, juga ikut-ikutan berteriak “HAPPY NEW YEAR”,

“HAPPY NEW YEAR”,teriak segerombolan orang. Aku berbalik badan dan melihat semua teman-temanku baru Tiba di puncak. Aku langsung memeluk ke empat sahabatku.. “hye soo, ayo kita main kembang api!”,ujar daesung sembari merogoh isi tasnya. Ia mengeluarkan kembang api yang ia bawa dari rumah. “kyaaa~kajja! Kajja!”,jay langsung menjambret kembang api yang masih terbungkus rapi. Kami pun menikmati malam pergantian tahun di sini. Malam ini akan menjadi malam yang paling bahagia di hidupku. Aku melewati malam pergantian tahun di tempat favoritku, lalu berbaikan dengan jiyong dan tentunya aku bisa lebih dekat dengan sahabat-sahabatku.

#TO BE CONTINUED#

kritik dan saran di terima .. Jgn lupa RCL yah ..

 

Tag: , ,

Galeri

GD®ÅGõΠ♥FÅ©TŠ

GD®ÅGõΠ♥FACTS

Nama panggung: G-Dragon [G드래곤 ]
Nama : Kwon Ji Yong [권지용]
Posisi : Team Leader / Rapper
Tanggal Lahir : 18 Augustus 1988
Tinggi : 177cm
Berat : 58kg
Golongan Darah : A
Keluarga : Ayah, Ibu, & Kakak perempuan (Dami)
Pendidikan : Seoul Korean Traditional Arts Middle & High School; Gyeong Hee University majoring in Post Modern Music
Keahlian : Rapping, dancing, beat boxing, composing, singing, Chinese, & English.
Hobby : Menggambar, mengaransemen musik, mendengarkan musik, bernyanyi/rapping, membuat ekspresi lucu Kesukaan : Fashion, memasak, Donat, Anjing, mobil, buku-buku (puisi, komik, dan majalah), nonton kartun, dan dirinya sendiri.
  • Nama panggung G-Dragon berasal dari nama aslinya yaitu Jiyong,  G itu “지” (Ji) dari nama pertamanya dan  “용” (Yong) yang berarti naga di Korea.
  • Lahir pada 18-8-1988 dan kalo diliat dari tahunnya itu ia masuk dalam  shio naga. Keren kan chingu Udah dikelilingi angka keberuntungan 8 trus shionya juga cocok sama namanya naga/dragon ^^ dan menurut kepercayaan Tionghoa, orang yang mempunyai shio naga adalah orang yang idealis, perfeksionis; mereka terlahir dengan pikiran bahwa mereka itu sempurna dan infleksibel. Mereka juga sangat agresif dan penuh tekad.
  • Saat debut Big Bang, GD  memenangkan ‘Penulis lagu Award’ di tahun 2007 MKMF (Mnet Km Music Festival).
  • Keterampilannya dalam menulis itu membuat GD tidak hanya dibilang sebagai anggota sebuah boy band tapi juga sebagai produser setelah Seo Taji & Boys dan Deux di Korea Selatan, dua kelompok yang berpengaruh dan populer di tahun 1990-an.
  • G-Dragon berpartisipasi dalam bisnis hiburan sejak dia masih kecil. Dia pertama tampil dalam acara populer anak2 yang disebut  뽀뽀뽀 (Bbo Bbo Bbo) dan saat ia berumur 7 tahun dia menjadi salah satu member di little Roora.
  • Masuk sebagai trainee YG Ent. Saat berusia 12 tahun (kelas 6 SD), dibujuk oleh Yang Hyun Suk (PresDir YGE) untuk merengek dan memaksa ibu GD supaya memasukkannya ke YGE, ketika dia datang bersama ibunya untuk audisi.
  • Lagu yang dibawakan saat audisi: Lil’ Bow Wow – That’s My Home
  • G-Dragon telah dilatih oleh YG Entertainment sejak ia berumur 12 tahun bersamaan dengan member Big Bang lainnya, Tae Yang.  Selama pelatihan mereka, mereka dikenal sebagai GDYB dan telah melakukan kerja kolaborasi dengan anggota lain Keluarga YG seperti kelompok hip hop Jinusean. Awalnya  (mereka Hampir) debut sebagai duo. Namun kemudian Appa YG mengurungkan niat ini dengan rencana membuat sebuah boyband beranggotakan 5-6 orang.
  • Meskipun secara umum kelompok Big Bang dianggap modis, Khusus untuk G-Dragon, dia dianggap  memiliki rasa yang besar terhadap fashion.  Dia sendiri telah menunjukkan minatnya dengan menyatakan keinginannya yang besar dalam mode.
  • Pendant: Sebuah bintang dengan dasar berbentuk lingkaran dengan bentukan topi cap di atasnya (arti: Menjadi “Big Star” di industri musik)
  • GD memiliki 3 tatto:
  1. satu dipunggung yang tertulis: “Too fast to live, too young to die.” (“Terlalu cepat untuk hidup, terlalu muda untuk mati.”yang merupakan kutipan dari T-Shirt rancangan Vivien Westwood.
2. di lengan bagian dalam sebelah kanan yang tertulis “Vita Dolce,” yang artinya kehidupan yang baik
3. di lengan sebelah kiri yang tertulis: “Moderato,” yang berarti ‘moderate,’  istilah dalam musik.
  • Semua tato itu dibuat saat Big Bang menghadiri Hollywood Bowl dan di perayaan ulangtahun Danny (Im Tae Bin) 1TYM di Las Vegas. Dan Tatto  itu dibuat oleh  Carey Heart (mantan suaminya Pink) di tempat tato terkenal, Hart & Hurington Tattoo Parlor, di Palms Casino di Las Vegas.
  • GD menyukai julukan  “Kwon Leader.”
  • Lagu ‘Lie’ sebenarnya lagu solonya GD, lalu kemudian diubah sehingga semua grup dapat menampilkan/menyanyikannya menjadi satu.
  • Ukuran Pakaian: M
  • CD pertama yang dipunya: Wu Tang Clan “Enter the Wu-Tang (36 Chambers)” dengan lagu favoritnya “C.R.E.A.M”
  • Kebiasaan GD itu menggigit kukunya & mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan. (huah, jgn gigitin kuku donk..😀 )
  • Lagu Favoritnya yang lain: The Killers – Somebody Told Me
  • Alasannya terjun ke dunia musik adalah satu kata: TAKDIR
  • Nama panggilan semasa sekolah: Kwonjiral
  • Kang In Super Junior adalah teman masa kecilnya
  • Saat kelas 5 SD adalah pertama kalinya menulis lirik untuk sebuah talent show.
  • Sangat tidak suka dengan orang yang menilai dirinya hanya berdasarkan tampangnya. Ingin dikenal karena musiknya daripada penampilannya.
  • Jun Su 2PM adalah teman karib masa training. (YOUTUBE)
  • Debut sebagai rapper pertama kali bersama Perry di lagu “Storm”
  • Lagu Perry “G-Dragon” diambil dari nama panggungnya. (YOUTUBE)
  • Pernah dapet nilai jelek saat di sekolah. Ketika hal ini diketahui oleh Appa YG, beliau mengancam kalo GD tidak dapat nilai minimal 80, dia tidak boleh meneruskan menjadi trainee di YGE lagi. GD lulus sekolah dengan nilai 87.
  • Tae Yang dan Seung Ri adalah pasangan untuk G Dragon yang paling disukai VIP. Tae Yang, karena sudah bersahabat sejak usia 12 tahun. Sedangkan Seung Ri karena sifatnya yang polos dan gampang dikerjai sehingga sering menjadi lampiasan kejahilannya.
  • Memilih Seung Ri sebagai orang yang bakal dia ajak kencan kalo Seung Ri seorang cewek.
  • Sewaktu tinggal di apartemen pertama Big Bang, GD suka banget meluk Seung Ri sewaktu tidur.
  • Terkenal paling galak dan gampang marah setiap sesi latihan untuk performance, karena mereka harus tetap untuk fokus dan berlatih keras. So Perfectionist. (Youtube)
  • Di antara member Big Bang yang lain, satu-satunya yang tidak takut dengan Appa YG, malahan Appa YG yang takut sama dia.
  • Satu-satunya yang pernah melihat Appa YG act cute saat beliau memamerkan sepatu baru dan berdansa “lucu” saat mendengarkan musik.
  • Sangat bangga dengan dirinya sendiri saat berada di atas panggung.
  • Berteriak adalah ritual pertama sebelum manggung ato saat rekaman.
  • Beberapa VIP memberinya nama panggilan “Sandpaper Ji Yong”, karena sosoknya yang tampak kasar dan dingin dari luar. GD mengakui kalo dari luar dia tampak seperti itu, tetapi dari dalam tidaklah demikian. Orang-orang di sekitar dan dekat dengannyalah yang lebih tau.
  • Mengaku jika ada VIP cewek yang menarik perhatiannya, dia akan menempuh segala cara dan kesempatan untuk menyatakan kepadanya.
  • Sebagai seorang leader, adalah KEWAJIBANNYA mengecek setiap SMS yang masuk dari hape member yang lain. Dia juga selalu mengecek email2 atau komentar2 dari para fansnya.
  • Sebagai composer lagu “Manwon Song” saat Seung Ri tampil di acara “Manwon Haengbok (Happy Share’s Company)”. (Seung Ri yang menulis liriknya)
  • Kamarnya paling bersih diantara member lain dan katanya taeyang kamarnya kaya “Toko” karena banyak berisi  pakaian/barang2 limited edition dari berbagai brand tekenal.
  • Speed Dial No.1 : ayahnya
  • Sangat dekat dengan keluarganya, sehingga mendapat julukan “Mom’s Best Son” yang berarti anak yang sangat dibanggakan sehingga para ibu ingin mempunyai anak seperti dia.
  • Namun sejak kecil dia cukup egois.
  • Kakak perempuannya GD, Kwon Dami memiliki toko pakaian online “Style Love”/”Style Luv.” Jiyong juga sering mengiklankan untuk produk kakaknya itu, baik itu mengenakan pakaiannya, mengambil foto dirinya lalu dipasang di website kakaknya, memakainya saat casual atau memakainya saat  performances (dalam beberapa kasus atau acara2).
  • Pacar pertamanya berumur lebih tua darinya. Ketika si pacar minta putus, GD mengakui kalo dia pernah membentak si pacar lewat telepon.
  • Ciuman pertamanya berlangsung singkat dan terjadi saat baru masuk SMA, di depan rumah GD. “I did it because I wanted to and I liked her. My heart was racing/fluttering as I did it. (But we broke up)”
  • Di akhir lagu “This Love”, GD menyebutkan nama “J” yang adalah inisial nama mantan pacar yang seorang balerina. (J : initial namaku Jayanti. kekeke~ LOL)
  • Jika tidak menjadi seorang penyanyi, dia akan belajar tentang fashion.
  • Hal yang disukai menjadi terkenal: bisa mendapat dukungan banyak orang.
  • Hal yang tidak disukai menjadi terkenal: tidak bisa bebas pergi ke tempat-tempat yang diinginkan.
  • Artis Favorit: Jay-Z , Blackstreet . JO , Pharrell , Maroon 5, Mondo Grosso, Rihanna, & 015B
  • Lagu yang selalu dinyanyikan saat karaoke: This Love (Maroon 5) dan Gi uk man ee ra do [Ann]
  • Punya anak anjing bernama Ga Ho
  • Bagian tubuh kebanggaan: Tengkuk Leher, tulangnya.
  • GD Ingin menantang kemampuan beraktingnya.
  • Berpikir kalo dialah yang paling ganteng di panggung dan saat memandang dirinya sendiri di cermin yang berembun setelah mandi,di mana rambutnya tampak keren.
  • Harta karunnya adalah semua baju, sepatu, topi dan asesorisnya. Dia mengaku kalo sampe barang-barang tersebut ada yang hilang, akan sulit untuk mencari penggantinya kembali.
  • Pernah terdaftar dalam forum fansite Ivy dan BoA. Namun sekarang sudah expired.
  • Impiannya adalah berduet dengan Ivy. Memuja gaya menari dan performance Ivy, serta ingin mengaransemen musik Hip hop yang seksi dengannya.
  • Ingin mencoba mencampurkan musik Trot dengan Hip Hop
  • Gaya berdandan favoritnya adalah gayanya sendiri, yaitu well-made, high-quality, dan cool.
  • Punya sebuah grup bernama NuThang (dibaca: New Thing) yang terdiri dari beberapa teman seperti: Lee Soo Hyuk, Yang Seung Ho & Lee Jung Hyun yang sekarang menjadi stylist-nya 2NE1.
  • Mengilangkan stress dengan bercanda bersama orang di sekitarnya dan goofing around. (ex: me haha)
  • Cara untuk meningkatkan moodnya adalah dengan tidur ato pergi belanja.
  • Memilih cinta daripada kerja. (cinta ama aku #plak)
  • Posisi tidur: diagonal.
  • Gigi depan GD pecah. (ga keliatan banget kok,, hhi)
  • GD paling suka tidur dan susuah dibangunin. Kasur adalah SURGANYA, di mana sembari berbaring dia sering merenung dan berpikir apa saja yang telah dia lakukan hari itu.
  • GD pernah jadi anak didiknya SM Ent selama 5 tahun. Dia masuk kira2 waktu masih berumur 5 tahunan. Karena waktu itu jumlah waktu latihan terkesan males2an dari pihak SME, trus  SME jg bingung mau jadiin GD sbg solois atau member boyband dan karakter yg ingin dipasang ke GDragon jg masih belum bisa ditemukan oleh pihak SME, bikin GD ga yakin sama SM, apalagi waktu itu kabarnya GD terkesan bakalan jadi ‘pelengkap’ di Shinhwa, dan  bukan jadi membernya… jadi makin ga yakin lagi deh. Trus waktu GD lagi main ke rumah temennya, dia ngedengerin rap  dan mulai dari situ dia suka trus mulai belajar  rap gaya bebas, dan akhirnya masuk YG Ent, karena waktu itu YG memang terkenal dengan aliran Hip Hop.
  • Sekitar 20 tahun ke depan, ingin seperti Paman YG, membantu orang-orang untuk mewujudkan impian mereka.
source : International G Dragon Cafe+ Heavenly Dragon+Big Bang Indonesia Forum+indowebster
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 12, 2011 in FAKTA-FAKTA

 

Tag:

Galeri

BIG BANG 4th ALBUM LINK DOWNLOAD :

BIG BANG 4th ALBUM LINK DOWNLOAD :

01 INTRO (THANK YOU & YOU)

http://www.mediafire.com/?1n9si9957z2i4mh

02 HANDS UP

http://www.mediafire.com/?etnsh8mx7okpnw7

03 TONIGHT

http://www.mediafire.com/?e3byc9h8k4n63xi

04 SOMEBODY TO LOVE

http://www.mediafire.com/?63zpu474dr4ruy8

05 WHAT IS RIGHT

http://www.mediafire.com/?kg2k33gfazkr71r

06 CAFE

http://www.mediafire.com/?jhb7rsjjq5irsut

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 12, 2011 in LINK DOWNLOAD LAGU

 

Tag: , , , , ,

Galeri

Diproteksi: FF Yuri (Kara)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

 
Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Ditulis oleh pada Maret 12, 2011 in ALL FANFICT, ONESHOOT, ROMMANCE, YURI

 

Tag: , , ,

Galeri

FF Big Bang + DGNA eps. 1

Tittle : anything anybody

genre : romance

casts :

–         Aya YongRa as park hye soo

–         Kwon jiyong as himself

–         Karam DNA as himself

–         Jay DNA as himself

–         Seung hyun as himself

–         Seungri as himself

–         Taeyang as himself

–         Daesung as himself

–         D-lite ika chan as lee hye ran

–         Ega hyukieVI as lee hyo hee

author : Aya YongRa

Dont Be Silent Reader

No CopAS n No Bashing

===>

beberapa hari ini aku tak masuk sekolah. Padahal sebentar lagi aku akan ujian.. Heuh, sampai sekarang jay dan karam tak juga datang menjengukku. Teman macam apa mereka?? Tak iba melihat aku yang terkulai lemas di tempat tidur!

“tok..tok..tok.. chagiya… Ada jay dan karam datang”, teriak eommaku dari luar. Mwo?? Jay? Karam?

“ne eomma, suruh mereka masuk”,perintahku.

“kyaaa~hye soo, kau tak apa-apakan?”,tanya jay sembari mencubit pipiku. “issh, sakit tau! Kemana saja kalian? Aku sudah 3 hari sakit, tapi kalian baru menjengukku! Teman macam apa kalian?”,jawabku agak sedikit manyun. “mianhae hye soo, kami selama 3 hari ini sangat sibuk karna harus mengikuti kontes cerdas cermat”,saut karam seraya duduk di pinggir tempat tidur. “apa kau sudah baikan?”,tanya jay mengelus-elus rambutku yang berantakan. “ne,,aku sudah baikan..”,jawabku seadanya. Jay dan karam tersenyum licik. Apa yang akan mereka lakukan padaku? Jay menarik selimutku, dan karam menarik tanganku. Aku yang bingung pun memberontak. “yya! Karam ah, apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku! Sakit!”,ku mencoba melepaskan genggamannya yang begitu erat, tapi ia malah menggendongku. Aku yang tak bertenaga karena masih lemas pun pasrah. Ku kalungkan kedua tanganku di lehernya dan menatap wajahnya yang imut. “ka..karam.??”,desahku perlahan.

Tiba-tiba..

Byuur..blub..blub..blub..

Siaall, karam melemparku ke kolam renang. “tolong..tolong..”,aku berteriak minta tolong karena nafasku terlalu sesak. Jay dan karam hanya tertawa melihatku. “yya, hyung.. Liatlah, wajah konyol hye soo saat pura-pura tenggelam. Wkwkwk”,ujar jay tertawa.

Blub blub blub..

“jay, lihat, sepertinya hye soo benar-benar tenggelam!”, karam pun panik melihat kondisiku yang sudah tak muncul lagi di permukaan. Ia berinisiatif menyelamatkanku dengan masuk ke kolam renang dan menarik badanku sampai ke tepi. “hye soo,sadarlah..”,karam menepuk-nepuk pipiku.

-author pov-

Karam menepuk-nepuk pipi hye soo berulang kali, namun nihil , hye soo tak juga sadar. Karam dan jay ketakutan, takut jika terjadi sesuatu pada hye soo. Terlihat karam hampir menitihkan air mata. Tiba-tiba… Hye soo tertawa kencang. “konyol..konyol.. Hahaha”. “hye soo?”,karam mengusap air matanya. “yya! Kau menipu kami!”, jay protes. “hahaha, siapa suruh kalian mengerjaiku? Kalian pikir aku bodoh, hah? Hehe . Karam ah, kenapa kau menangis?”,tanya hye soo menunjuk wajah karam. “anni~siapa yang menangis?”,karam memalingkan wajahnya. “sudah, jangan bohong! Aku tau kau habis menangis.. Kau takut ya? Hahaha”,hye soo masih saja tertawa.

######

hari ini adalah hari penentuan kelulusan. Betapa bahagianya hari ini bagi mereka yang lulus, tak terkecuali hye soo, jay dan karam. Mereka berbagi kebahagian bersama. Akhirnya mereka lulus SMP juga..

“hye soo, aku lulus”,jay berteriak di telinga hye soo. “aih~kau ini! Apa tak bisa jika tidak berteriak di telingaku hah?”,bentak hye soo. “mianhae…” Jay memasang wajah memelas. “ne, lain kali jangan di ulangi”,perintah hye soo. “hmm, bisakah nanti sore kalian menemaniku ke pantai? Aku ingin merayakan kelulusan ini bersama kalian”,ajak hye soo. Jay dan karam pun tak bisa menolak permintaan hye soo.

===

“apa kalian sudah siap?”,tanya hye soo. “ne!”,jawab karam dan jay serempak. Mereka pun akhirnya berangkat ke pantai menggunakan sepeda gayung, karena jarak antara rumah dan pantai tidak terlalu jauh. Ketika sampai di pantai, jay langsung berlari ke pesisir pantai. Begitu juga dengan karam dan hye soo, mereka bermain air, istana pasir dan mencari kerang. Tak terasa hari pun mulai gelap, dan saatnya mereka bertiga harus pulang.. “hye soo,jay, sebelum kita pulang, ada yang ingin aku bicarakan pada kalian”,karam menghentikan langkahnya. Hye soo dan jay pun menoleh ke arah karam. “ne, apa itu?”,tanya hye soo. “umm,umm… Aku ingin kita mengikat janji di sini..”,ujar karam. Jay dan hye soo tak mengerti, janji apa yang di maksud. “janji? Janji apa?”,jay mendekati karam yang tengah melukis sesuatu di pasir pantai menggunakan kakinya. “iaa, janji apa? Kau ini bicaranya tak jelas!”,hye soo pun ikut melukis dengan kakinya. “aku rasa, kita perlu berjanji untuk tidak saling jatuh cinta.. Emm, bukan apa-apa, tapi ini kita lakukan demi persahabatan kita.. Bagaimana? Ini kalau kalian setuju!”,karam berjalan menjauh dari jay dan hye soo. “aihh, kau ini..aku kira apa! Hm, aku setuju!”,saut hye soo. “aku juga”,jay menimpali. Akhirnya mereka buat hari ini adalah moment dimana mereka mengikat janji sebagai sahabat selamanya. Desiran ombak dan nyiur pohon kelapa pun menjadi saksi pengikatan janji mereka.

***

__hye soo pov__

hari ini adalah hari pertama masuk SMA. Beruntung sekali aku bisa satu sekolah lagi dengan jay dan karam.. Tapi sayang, saat pembagian kelas ternyata aku berbeda kelas dengan mereka.

“hm, hari baru,seragam baru dan semangat baru, fighting hye soo!”,ucapku sembari bercermin.

##

@school ..

Hm, semua terasa Asing bagiku. Suasana sekolah dan orang yang aku jumpai pun tak enak di pandang. Tak ada keramahan terpancar dari raut wajah mereka. “jay dan karam dimana yah?”,aku mondar-mandir di depan pintu gerbang sekolah menunggu kedatangan jay dan karam. ‘TIN TIN..’, suara kLankson mobil memekakkan telingaku, aku menoleh ke belakang dan mendapati sebuah mobil silver berada di belakangku. “yya! Anak baru, minggir kau!”” seorang namja berkacamata hitam mendongakkan kepalanya dari dalam mobil. “yya! Tak bisakah kau sopan sedikit hah?”,bentakku sembari memukul bagian depan mobilnya. “heh! Berani skali kau! Dasar yeoja gila! Mobilku bisa lecet karnamu! Minggir!”,namja itu langsung menginjak gasnya dan memarkirkan mobilnya di halaman sekolah. Issh, awas saja jika aku bertemu dengannya lagi! Akan aku mutilasi dia hingga berbentuk dadu! Hissk!

KRingg..KRingg.. Bel tanda masuk kelas pun berbunyi. Saatnya memulai orientasi bersama teman-teman baru. “annyeong!”,sapa seorang yeoja yang duduk di pojok depan. “annyeong!”,sautku. “duduklah bersamaku.. Tempat duduk yang lain telah terisi..”,ujar yeoja tak itu sembari menepuk tempat duduk kosong disebelahnya. “oia, perkenalkan Hye ran imnida.. Kau sendiri?”, tanya hye ran sembari mengulurkan tangannya. “ehm,aku hye soo.. Bangapta..”,jawabku seraya meraih tangannya..

>><<

jam istirahat ..

“hye ran..Bagaimana kalau kita ke kantin?Perutku lapar.. Aku belum sarapan..”,ajakku. Hye ran mengangguk dan kami bergegas ke kantin. Sesampainya di kantin,kami melihat para siswa sedang berkerumunan. “ada apa ya?”,tanya hye ran. Aku hanya menaikkan bahu, karena akupun tak tau.. Kami mencoba menanyakan ini pada siswa yang lain. “annyeong.. Mianhae mengganggu, itu ada apa ya?”,tanyaku sembari menunjuk ke kerumunan orang-orang itu. “oh, itu hal biasa yang dialami anak-anak yang baru masuk di sekolah ini..”,jawabnya. “maksudnya?”,hye ran memiringkan sedikit kepalanya. “ne, jadi, jika ada siswa baru, maka ia akan di gojlok oleh jiyong ssi beserta genknya”, Ujarnya lagi. “memangnya siapa mereka?”, tanyaku heran. Mengapa orang seperti mereka dengan beraninya mengerjai siswa baru? “jiyong ssi adalah adeul dari pemilik yayasan sekolah ini, jadi tak ada seorangpun yang berani dengannya”,jawabnya. Hye ran pun menganggukkan kepalanya.

**

“yya! Kau apakan namja itu hah?”,teriakku dari kejauhan. Mereka semua menoleh ke arahku. Tak terkecuali jiyong dan genknya. “hye soo, kau cari mati ya!”,ujar hye ran agak ktakutan. “sudah, kau diam saja! Aku ingin memberinya pelajaran! Aku sudah geram melihat sifatnya yang angkuh. Kau menjauhlah!”,aku mendorong tubuh hye ran agar tidak dekat denganku. “yya! Kau lagi! Apa maumu hah?? Kau tak tau aku ini siapa? Aku ini anak dari pemilik yayasan sekolah ini tau!”,jiyong mendekat ke arahku. Namun aku tak pernah merasa takut dengannya. “hah? Apa peduliku? Kau anak pemilik yayasan kek? Anak bu kantin kek? Aku tak peduli.. Aku hanya kasian melihat namja itu! Apa kau tak pernah di ajarkan sopan santun hah?”,bentakku Di depan wajahnya. “yya! Kau berani sekali berkata begitu denganku hah! Seungri, ambilkan gelas di belakangmu!”,perintah jiyong. Seungri pun menuruti kata jiyong yang berkedudukan sebagai ketua genk. “ini”,seungri menyerahkan gelas kaca berisi susu coklat.

BYUUURR … Jiyong menyiramiku dengan susu coklat yang di bawanya. Beuhh~baju seragamku!! “rasakan ini!! Ini akibatnya kau telah lancang denganku. Hahaha . Kajja chingudeul, kita pergi!”, jiyong mengajak teman-teman segenknya untuk pergi dari sana.

“hye soo, kau tak apa apa?”,tanya hye ran panik. “kyaaaa~ namja gila kau!! Tunggu pembalasanku! Aku benci kau! Aku benci! Issh~”,teriakku sembari menunjuk-nunjuk kearahnya penuh amarah. Jiyong menoleh ke arahku dan menjulurkan lidahnya serta mengarahkan jari tengahnya untukku. “Fuck”,teriaknya. “awas kau jiyong! Aku akan membuatmu menderita seumur hiduuup! Lihat saja nanti !”, aku lemparkan sepatuku sebelah kanan ke arahnya. ‘PLUKK’ “auuw”,sepatuku tidak tepat sasaran. Sepatuku mendarat di Kepala namja yang di gojlok tadi. “mianhae, mianhae”,aku menghampiri namja itu sembari membungkukkan badanku. “ne, gwenchanayo.. Gamsahamnida, kau sudah menolongku..”,ujarnya. “mianhae, aku membuatmu seperti ini, kau jadi kotor seperti ini karena membelaku.. Mianhae”,lanjutnya. “ne, gwenchana.. Ini bukan salahmu, ini salah namja gila,sedeng dan tak waras itu..”,ucapku agak kesal. “gwenchanayo? Perkenalkan, daesung imnida..”,namja itu memperkenalkan dirinya. “ne, hye soo imnida, ahh, aku ke toilet dulu yaa, aku mau ganti baju. Arraseo?”. Daesung mengangguk. Hye ran mengantarku ke locker untuk mengambil pakaian ganti. Sesampainya di locker begitu terkejutnya kami ketika melihat bungkusan aneh di dalam locker ku. Bungkusan itu berbau busuk dan di hinggapi banyak lalat. “apa ini?”,tanyaku. “aku tak tau hye ran.. Atau jangan-jangan ini kerjaan jiyong?”,duga hye ran. Ahh, benar juga.. Jangan-jangan jiyong belum puas membuatku malu tadi. Aihh, semakin muak saja aku dengan tingkahnya!

“coba kau buka apa isinya?”,perintah hye ran seraya menunjuk-nunjuk bungkusan itu. Ku buka perlahan dan kulihat ribuan ulat belatung menggerogoti buah busuk di dalam bungkusan tersebut. “AAAAAAAA”,

**

“ahahaha, pasti sekarang mereka sudah membuka kantong plastik itu jiyong!”,ujar seung hyun sembari tertawa terbahak-bahak. “aku tak dapat membayangkan, bagaimana ekspresi wajahnya yang ketakutan melihat ribuan ulat belatung loncat2 di bungkusan itu. Hahaha”,taeyang menimpali..

“heh.. Siapa suruh dia berani melawanku.. Hah hah hah”,jiyong menatap tajam wajah teman-temannya dengan tawa khas devilnya..

**

“hye soo ahh~ ada apa?”,tanya karam yang mendengar jeritan hye soo di locker. “apa..apa ini?”,tanya karam yang menunjuk kantong plastik yang hye soo buang begitu saja di lantai. “aigoo! Siapa yang berani berbuat ini?”,tanya karam lagi. “…”,aku hanya diam karena masih shock. “waeyo? Gwenchanayo?”,jay datang dengan membawa snack yang baru saja ia beli di kantin.

TBC

coment please!!

 

Tag: ,

Galeri

T.Cuz N OnyEt MenCarI cInTa … Cuplikan !

ZingYobe Production Fanfict

MEMPERSEMBAHKAN

………………………………………………………………………………………………………

 

Tittle    : T.cuz n Onyet Mencari Cinta

Genre : HummoRomance

Cast     : All M ember BIG BANG n SUPER JUNIOR ,, Include 2 Author (no surcharge) hhe

Author : Jha Aya-Ntee (Aya YongRa)     : Park Hye Soo

: Hime Byeolbic Purwasari          : Kim Tae Chu

 

Disuatu  kisah, di kerajaan yang besar, terdapat seorang putri yg termenung diam, memandang taman bunga yang indah.
“putri hye soo”, panggil seorang gadis dari taman tersebut…
“tae chu ah~”,hye soo menengok ke arah suara.. Lalu ia bangkit dari lamunannya dan berlari kearah gadis yang di sebutnya tae chu.. “hye soo ah~ berpelukan!!”,tae chu melenggangkan kedua tangannya dan memeluk putri hye soo sahabatnya. “hye soo~ah, kenapa bengong sendiri disini?, ntar kesambet loh.kajja ikut bersama ku”, tae chu menarik tangan sang putri dan mengajaknya ke taman yang indah, menghampiri beberapa pucuk bunga yang mulai bermekaran indah…

***
“wah, indah sekali!!”,hye soo menciumi setiap pucuk bunga yang ada di sekelilingnya. “ne,, lebih indah jika ada lebahnya!”,sahut tae chu..
UING..UING..UING..
Lebah-lebahpun bermunculan. “aigo! Omona! Lariii”,hye soo mengangkat roknya tinggi-tinggi dan berlari meninggalkan tae chu yang mematung di sana. “awas!!”,seorang namja mendekap tae chu agar terbebas dari sengatan lebah. “gwenchanayo???” tanya namja itu kepada taechu yg masih mematung.
hyesoo pun datang untuk melihat keadaan taechu.
“tae chu-ah, gwenchana yo?”, tanya hye soo ngos ngosan.
bukan mematung lagi, kini taechu pingsan tanpa sebab. “hwah, tae chu ah, sadarlah! Woe-woe, dagang es magnum lewat!”,ujar hye soo sambil menepuk-nepuk pipi tae chu. Tapi naas, tae chu tetap tak sadarkan diri. “yya, namja mohak,,bantuin angkat dong! Pingsan ne!”,perintah hye soo pada namja yang mendekap tae chu tadi. “mwoya??Ada tandu gak?Mana kuat!”,namja itu mengelak. “ya, ada apa ini? Ribut-ribut?”,tanya seorang namja berpakaian lengkap ala pengawal. “taechu pingsan! cepat bawa dia ke dalam istana!” perintah hyesoo yang kian memanik. namun tiba2 “aigo, kepala ku.. serasa habis nonton konsernya bigbang, pusing amat.” seketika taechu sadar. “ah,syukur dia sudah sadar, jadi tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra”,ujar namja berambut mohak itu. “aigo.. omona.. hyesoo ah, siapa namja mohak ini??” tanya taechu, sambil masang wajah kesal kepadanya…

“hah? Aku tak tau..sepertinya dia tukang sol sepatu keliling.. Lihat saja nama dadanya SOL!”,hye soo menunjuk nametag namja mohak itu. “aigo, bukankah di depan gerbang kerajaan sudah terpampang jelas tulisan tukang sol di larang masuk ya? apa kurang besar”, sindir taechu.
“maaf putri memotong pembicaraan anda, putri dipanggil baginda raja.” potong namja berpakaian rapi.
‘ku temui 2 namja aneh pagi ini’ pikir hyesoo.. Putri hye soo dan tae chu pun masuk ke dalam istana menghadap baginda tabi dan ratu victory. “ada apa ayahanda memanggilku?”,tanya hye soo. “begini, umurmu kan sudah 25 tahun, bagaimana kalau kau segera menikah saja!”,ujar raja tabi. “tapi ayahanda, hyesoo belum mau menikah, lagi pula hyesoo belum menemukan namja yang cocok”, kata hyesoo sambil menatap tajam ayahandanya.
“sudahlah, jangan paksa dia!!!!  lagi pula putri-putri di luar sana menikah saat umur mereka 30-an..”, sahut ratu victory. “mwoya? Apa kata obama kalau putri kita belum menikah?? Umurnya sudah matang untuk berkeluarga,lagipula aku harus mencari penggantiku untuk duduk di tahta ini!”,lanjut raja tabi. “tapi siapa ayahanda? Aku belum memiliki pasangan!”,hye soo beralasan.”ayahanda akan memberikan waktu 1 minggu untuk menemukan namja yang pantas. mulai dari hari ini. ini adalah keputusan ayahanda sebagai seorang raja yang menginginkan putrinya segera menikah. jadi tidak bisa di ganggu gugat.” ujar baginda mantap.

 

TBC to full series

 

Tag: ,

Galeri

♥♥♥ My Lovely Baby sitter♥♥♥ oneshoot

Tittle : My Lovely baby sitter

Genre : Romance (maybe)

Cast : all member BIG BANG    , Soo young SNSD    , Lee hyori   ,      Ga In

Type : Oneshoot

Author : Aya YongRa

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sudah 3 bulan aku menganggur , aku sudah letih mencari pekerjaan. Mulai dari mendaki gunung, melewati lembah sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualang *loh kok jadi nyanyi ninja hattori?*.

Ku berjalan menyusuri setiap ruas jalan di pinggiran kota, udara yang begitu dingin karena tiupan angin yang kencang membuat rambutku yang tergerai melayang-layang bebas di udara. Tiba-tiba ..

PLAAK…

selembar koran menempel di wajahku. “Aiih, angin sial!! Heh? Lowongan pekerjaan?”, mataku membulat ketika melihat tulisan yang tercetak di koran itu. Ada sebuah lowongan pekerjaan yang kiranya memang cocok untukku.

‘Dicari : baby sitter untuk mengurus empat balita berumur 1-4th . Hubungi : +882xxx’

hm, aku harus menghubungi nomor ini. Ku rogoh kantongku dan mengambil ponsel pink kesayanganku.

Tit tu lit tit tut .. Kutekan keypad di ponselku lalu sambungan terhubung.

‘La…La…La… Aku sayang sekali..Doraemon’

GDUBRAAK … “yaelahh~RBTnya doraemon”, gerutuku

“yeoboseyo..”,sapa seorang Namja bersuara merdu. “annyeong, soo young imnida.. Mm, apakah benar anda sedang membutuhkan baby sitter di rumah anda?”,tanyaku memulai perbincangan. “ne,, waeyo? Apakah nona ingin melamar sebagai baby sitter?”,tanyanya langsung ke topik pembicaraan. “ne..”,jawabku singkat. “baiklah, apakah nona bisa mulai bekerja nanti siang?”.

“jadi, tidak perlu di interview?”,tanyaku. “anniyo..Kau langsung bisa bekerja mulai siang nanti.”,jawabnya. “ne,gamsahamnida”,sautku lalu menutup telfonku.

**

pukul 13.00

aku berkeliling mencari alamat apartemen calon majikanku. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah apartemen di kawasan YG. “ehm,ini pasti apartemen yang di maksud.. Aku harus segera masuk” ku berjalan menuju lift hingga akhirnya sampai di lantai 22 tempat yang di tunjukkan calon majikanku. Tepat di depan lift, aku melihat nomor apartemen tempat majikanku tinggal.  2288 .

‘TING TONG’, Ku pencet bel apartemennya. Tak lama kemudian seorang namja membukakan pintu. Namja itu terlihat manis dan bermata sipit, serta berbadan kekar memakai kaos yang pas dengan ukuran badannya. “annyeong haseyo.. Soo young imnida”, aku membungkukkan sedikit badanku. Dan ia pun tersenyum simpul. “oh, kau yang bernama soo young?, mari masuk!”,perintahnya. Akupun masuk kedalam apartemennya yang sangat berantakan. Mainan anak-anak berceceran di mana-mana, popok bayi dan dot bayi bertaburan di lantai. “mwo?”,aku kaget melihat suasana apartemen yang bisa di sebut kapal pecah. “mianhae, apartemenku agak berantakan.. Ini karna aku terlalu sibuk mengurusi anak-anakku yang masih balita. Mereka berjumlah 4 orang. Hehe”,ujarnya sembari membenahi bantal yang berserakan di lantai ruang tamu. “ne, gwenchana.. Oia, eommanya kemana?”,tanyaku. Wajah namja itu langsung berubah 180’ , ia tampak murung dan terlihat menitikkan air mata. Ia pun mulai bercerita bagaimana keadaan yang sebenarnya. Ia mengatakan bahwa istrinya telah meninggal setahun yang lalu saat melahirkan anaknya yang terakhir.  Dengan kesibukannya Sebagai manajer di sebuah perusahaan, ia sering pergi keluar kota untuk mengerjakan tugasnya, ia pun tak tega meninggalkan buah hatinya yang masih balita di rumah sendirian, maka dari itu ia butuh seorang baby sitter. “ouh,jadi begitu.. Baiklah, aku akan merawat mereka.. Tenang saja sunbae”,ucapku. “ahh, aku hampir lupa, namaku daesung”,namja itu mengulurkan tangannya dan aku membalasnya.

**

“hari ini aku akan ke hongkong untuk mengadakan work shop selama seminggu. Aku minta tolong rawat keempat putraku yaa..”, perintah daesung ssi. “ne..”,jawabku singkat. “annyeong…”,ujarnya sembari berjalan keluar dan berlalu begitu saja.

“Hm, hari ini aku akan memulai hariku bersama keempat balita ini”, gerutuku dalam hati sembari menatap wajah imut keempat balita yang tengah tertidur pulas. Ketika ku membalikkan badanku dan hendak beranjak keluar, salah satu balita itu menangis. Kulihat box tempat tidurnya bertuliskan seungri, balita yang baru berusia 1 tahun. “hoee..hoee..hoee”,ku hampiri Ia lalu ku gendong dalam pelukanku. Ku elus-elus punggungnya hingga ia tertidur lagi. “Hmm, malang sekali anak ini, ia harus kehilangan kasih sayang ibunya…”, ucapku perlahan. Ku baringkan kembali tubuh mungilnya dan mengelus-elus pipinya. “uUuhh..”,jiyong bangun sambil mengucek-ngucek matanya lalu menatapku ringan.

“jiyong… Sudah bangun ya?”,ku dekati boxnya dan mendekatkan wajahku dengan wajahnya.

‘PLAK’, sebuah pukulan tepat mendarat di wajahku.. “issh!~ sabar soo young! Dia masih kecil”,kata hatiku bergeming. Memang benar, menghadapi anak kecil harus memiliki kesabaran yang tinggi. “pipis!”,ujar jiyong polos. Ku gendong dia dan mengajaknya ke toilet. Tapi naas, belum sampai di toilet, jiyong malah buang air kecil di gendonganku. Alhasil bajuku basah dan berbau pesing.. “hehehe”,jiyong tertawa. Huh… Sabar..sabar..

**

~Author pov

“ngeng..ngeng..”,seung hyun asik memaju mundurkan mobil-mobilannya di lantai, sedangkan jiyong tengah asik mengenyot botol dot berisi susu vanila kesukaannya. “yong bae ah~ minum susu dulu ya…”,soo young mengarahkan ujung dot ke mulut yong bae dan ia mengenyotnya dengan sangat kuat. “kau haus sekali ya”,soo young mengelus-elus yong bae sembari mengawasi yang lain. “huh?seungri? Dimana dia?”, soo young mencari-cari seungri di setiap sudut ruangan. Dan akhirnya ia menemukan seungri tengah duduk di bawah lemari yang rapuh dan di atasnya terdapat bola yang hampir jatuh dan mengenai seungri. Dengan cepat soo  young berlari ke arah seungri dan

Braakk

naas, soo young tertimpa bola ketika menelungkup untuk melindungi seungri. Ia pingsan, dan seungri hanya tertawa karna bagi anak kecil sepertinya, ini adalah sebuah lelucon yang patut di tertawai #plak#. Seungri merangkak keluar dan membiarkan soo young pingsan di tempat.

**

“ssh..ssh..”,sesuatu berbau tajam di hirup soo young. “aaaarggh”,betapa kagetnya Soo young ketika melihat sebuah popok kotor dan menjijikkan menempel di hidungnya. Dengan wajah panik, ia segera berlari ke toilet dan membersihkan wajahnya. “kasian deh lu..”,ejek seung hyun seraya menggoyangkan bokongnya ke kanan dan kekiri.

**

“jiyong ah~ kau ini nakal sekali ya!”,soo young membentak jiyong perlahan. Jiyong berlari ke dapur dan menangis tersedu-sedu di bawah meja makan. “aapppaaaa uweuweuwe~”,jiyong berteriak kencang sambil menangis. “aigoo, ottokhe?”,soo young segera menghampiri jiyong dan mencoba menenangkannya. “cup cupchagiya…”,soo young menyeka air mata jiyong yang keluar sejadi-jadinya. Tapi jiyong memberontak. “haduh chagiya,jangan nangis lagi ya! Jiyong ah mau apa?”,tanya soo young. Jiyong seketika berhenti menangis dan berkata : “main kuda-kudaan!”

_soo young pov_

“haduh sayang,jangan nangis lagi ya! Jiyong ah mau apa?”,tanyaku. Jiyong seketika berhenti menangis dan berkata : “main kuda-kudaan!”

**

“hiyak! Lebih cepat! Kuda phabo!”,jiyong menunggangiku dan Menarik-narik rambutku yang di kepang dua. “rasanya seperti kuda sungguhan!”,gerutuku. “hyung,aku punya kuda balu… Ada yang mau ikut?”,jiyong memanggil-manggil seung hyun dan yong bae dan seolah-olah menawarkan tumpangan. Yong bae dan seung hyun lekas naik ke punggungku dan…rasanya pinggangku mau copot! Walaupun kecil, tapi mereka sungguh berat.

Aku mencoba berkeliling sekuat tenaga dengan merangkak seperti ini. Seungri yang sedari tadi duduk, kini merangkak ke arahku membawa sepotong kue kecil bekas gigitan hyungnya. “aaaa~”,ia membuka mulutnya seakan memerintahkanku untuk membuka mulutku juga. Ia mengarahkan kue itu ke mulutku dan menyuapiku dengan tangan mungilnya. “seungri ah~gomawo”,ucapku sambil tersenyum. “yya! Jiyong, kudamu phabo!”,ujar seung hyun sambil mencubiti punggungku. “arrgh”,teriakku. “kuda phabo! Cepat jalan!”,perintah jiyong. Heuh,walaupun sebenarnya aku kesal, tapi aku harus bertahan! Aku tak boleh menyerah! Soo young, fighting!

**

haah, lelahnyaa…

Seharian bermain bersama mereka membuatku lelah. Akhirnya mereka tidur juga!

Aigo! Aku lupa membereskan ruang tamu!

Ku beranjak melangkahkan kaki menuju ruang tamu. Namun tiba-tiba langkahku terhenti ketika tangisan seungri memecah keheningan. “Waeyo seungri ah~? Kau digigit nyamuk yaa? Cup cup”,ku gendong ia dalam dekapanku dan tak lupa ku olesi tangan dan kakinya dengan lotion anti nyamuk khusus bayi. Tentu saja agar kulitnya tidak iritasi. Ku tepuk-tepuk pantatnya agar ia tertidur , namun sepertinya ia masih tetap terjaga. Ku tetap menggendongnya bahkan ketika ku membersihkan ruang tamu. Ku nyanyikan lagu untuknya hingga tak ku sadari, akhirnya seungri tertidur pulas. Genggaman Tangan mungilnya tak sedikitpun terlepas dari lengan bajuku.

**********

saatnya memandikan keempat malaikat kecil O.o (soo young ngeliat donk#plak)

jiyong , seung hyun dan yong bae sengaja aku kumpulkan dalam satu bath tub, sedangkan seungri , perlu tempat khusus. Aku memandikan seungri Terlebih dahulu. Sedangkan seung hyun, yong bae dan jiyong ku biarkan bermain air sesuka hati mereka. Ku mulai membasahi tubuh seungri perlahan dan mengusapkan sabun ke seluruh bagian tubuhnya.

‘BYUUURR’

ommona ! Tubuhku jadi basah kuyup ! Arrggh! Yong bae!! Waeyo? Kenapa kau siram ajjhuma?

“mandi..mandi..”,jawabnya seraya memikul gayung. *gayung apa cedok ya?*

**

tiktoktiktok…

Suara detak jam dinding sungguh terdengar begitu jelas di kala ruangan ini sepi. Yaa… Keempat balita mungil ini tertidur pulas. Ini sudah malam, saatnya aku harus merapihkan seluruh isi ruangan yang kacau balau. Ahh, kalau di fikir-fikir, kasihan juga daesung ssi, ia harus kewalahan seperti ini dikala harus mengurus keempat putranya di sela-sela kesibukannya sebagai manager. “huh?apa ini?”,gumamku ketika melihat sebuah liontin berkilauan di bawah soofa ruang tamu. Ku raih liontin itu dan melihatnya. Ternyata di dalamnya terdapat foto yeoja yang manis dan cantik. “siapa wanita ini ya?”,batinku.

Aku terus membersihkan ruangan dari satu titik ke titik yang lain. “huh! Masih ada satu ruangan lagi! Kajja soo young! Fighting!”,decakku dalam hati.

“uwahh~ jadi ini kamar daesung ssi? Wahwah, rapi sekali.. Owh,, lukisannya indah.. Cantik sekali. Humm?? Ini kan???”,seketika mataku terpaku pada sebuah lukisan yang tertempel  di dinding kamar daesung ssi. Lukisan yang menyerupai wajah yeoja yang ada di liontin itu. Apa benar dia istri daesung ssi? Wah, tak salah lagi! Ini adalah istri daesung ssi.. Neomu yeoppo.. Tapi, wajahnya hanya mirip seungri.. Dan sama sekali tak mirip dengan jiyong, seung hyun dan yong bae ! Ahh~apa peduliku!

“Lee hyo ri …”, ku lihat dengan seksama tulisan yang terukir di bingkai lukisan itu. “Mungkin saja namanya hyo ri”,gumamku.

**

pagi ini begitu cerah, secerah senyuman keempat balita yang ada di hadapanku sekarang. Entah mengapa, senakal apapun mereka, hatiku tidak pernah marah dan kesal, tapi kebahagiaan yang aku rasakan. Baru 2 hari aku Bekerja, tapi aku benar-benar nyaman berprofesi sebagai baby sitter. Aku bahkan sudah menganggap mereka seperti anakku sendiri.

“mma!”,seungri menarik-narik appron yang aku kenakan. “waeyo chagiya?”,tanyaku. Lalu ku gendong ia dalam dekapanku. “tututu”,ujarnya. Haha aku tak mengerti apa yang ia katakan.. Ia terus saja menunjuk ke arah jendela.

“yya! Jiyong phabo! Terima seranganku! Pibibibibibibib”,ujar yong bae sembari menembakkan serangan pistol mainannya ke arah jiyong. “aaaah”,jiyong terkapar pura-pura tewas tertembak. Ckckck, anak ini…

Namun di sisi lain kulihat seung hyun tengah murung dan pucat. Kudekati dia dan memegang dahinya. Aigo! Panas sekali badannya! Akhirnya ku memutuskan untuk mengajaknya ke klinik.

**

“ottokhe??”,seorang namja datang dan masuk begitu saja ke ruang periksa. “daesung ssi?”,desahku perlahan. “ottokhe? Seung hyun tidak apa kan?”,tanyanya pada dokter. “gwenchana, dia tak apa-apa, hanya demam biasa”,jawab dokter itu. “hah! Syukurlah!”,gerutunya

**

“hah… Gomawoyo sudah membawa seung hyun ke klinik dengan segera. Aku tidak tau jika kau tidak ada pada saat itu”,ujar daesung ssi. “ah~ini memang sudah tugasku… Hm,, kau terlihat panik sekali daesung ssi? Padahal seung hyun hanya demam biasa”

“mwo? Kau bilang ini demam biasa, hah!!!”,daesung membentak di hadapanku. Aku begitu terkekeh melihatnya. “mian, mianhae.. Jika aku sedikit membentakmu. Aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, soo young ah”,ucapnya lagi. “ne”,jawabku singkat. “hahh”,daesung menghela nafasnya dalam. “gwenchanayo?”,tanyaku. Daesung ssi menggelengkan kepalanya “kau tau, seung hyun bukan anak kandungku..”,pernyataan yang terlontar dari bibirnya membuatku tersentak. “mwo?!”

“ne,, seung hyun, jiyong dan yong bae bukan anak kandungku.. Mereka adalah anak adopsiku bersama istriku, sedangkan seungri memang anak kandungku….”

F l a s h b a c k – by author pov

sudah 5 tahun daesung dan hyori menikah, namun hingga kini tanda-tanda akan hadirnya seorang bayi belum juga Nampak. Keluarga besar mereka berdua bahkan mengucilkan mereka karena dianggap tak mampu meneruskan generasi keluarga. Hyori dan daesung telah mengandalkan segala cara demi mendapatkan keturunan. Namun nihil, hyori tetap saja tidak mengandung. Hingga suatu hari, hyori sengaja datang ke panti asuhan untuk mengadopsi seorang anak. Kebetulan ia juga pernah mengurus panti asuhan itu bersama salah seorang sahabatnya, Ga In. “ga in ah~ bisakah kau mengurus dokumen anak-anak ini? Aku ingin mengadopsinya sebagai anakku”,ujar hyori . “kau, ingin mengadopsi 2 anak?”,tanya ga in meyakinkan. Hyori mengangguk. “ne,baiklah~ tunggu sebentar”

**

“annyeong hase~”,hyori tercengang ketika melihat seorang balita namja duduk manis di ruang tamu apartemennya. “annyeongg..”,sapa daesung datang dari arah kamar tidurnya. Mereka berdua mematung dan tercekat. Kemudian tertawa riuh.. “ya chagi~ kau mengadopsi anak juga?”,tanya daesung sambil menunjuk kedua anak yang di gendong hyori. “ne…kau juga chagi?”,tanya Hyori. Daesung mengangguk.

“wah, tampan sekali dia. Nugu?”,tanya hyori. “seung hyun.. Choi seung hyun”,tegas daesung. “oh iya chagi~ aku minta rawat seung hyun dengan hati-hati, ia sangat rentan dengan penyakit, apalagi ia mengidap sesak nafas”,tambah daesung lagi. Hyori pun mengangguk, ia membelai rambut seung hyun dengan kasih keibuannya.

**

“hah…”,daesung mendesah perlahan ketika merebahkan tubuhnya di kasur. “waeyo chagiya~”,tanya hyori seraya menyisir rambut indahnya perlahan di depan cermin rias. Ia sesekali memperhatikan gerak-gerik suaminya lewat cermin itu. “anniyo~ aku hanya khawatir, jika keluarga kita tidak mau menerima kehadiran ketiga anak kita, bagaimana?”,tanya daesung yang terlihat memijit perlahan pelipisnya. “hah… Tidak usah khawatir, aku yakin, keluarga kita pasti akan menerima seung hyun, jiyong dan yong bae.. Arraseo?”,hyori meyakinkan.

**

hari demi hari terlewati, kini seung hyun, jiyong dan yong bae tumbuh menjadi anak-anak yang pintar. Bukan hanya itu Berkat kehadiran ketiga princes di kehidupan mereka, akhirnya hyori mengandung. Sebulan, dua bulan, tiga bulan bahkan hingga sembilan bulan usia kandungan hyori, daesung tetap mejaga kesehatan istri dan janin yang di kandungnya dengan penuh perhatian tanpa mengurangi perhatiannya pada ketiga princesnya itu.

Tepat 2 hari setelah persalinan, daesung harus mengalami depresi berat ketika harus mengetahui istrinya meninggal karena kasus malpraktek saat persalinan. 2 hari hyori tak sadarkan diri hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya. Mulai saat itu daesung harus merawat keempat buah hatinya sendirian.

F l a s h b a c k -E N D-

**

“appa…”,seungri mengelus-elus pipi daesung yang tengah menggendongnya. “daesung ssi~ kau tidak bekerja hari ini?”,tanya soo young seraya menyuapi seung hyun bubur. “anni~ aku ingin menemani mereka berempat ,terlebih lagi aku ingin mengurus seung hyun, dia kan baru sembuh”,jawab daesung ssi.

**

“jiyong ah~ aaaaaa”,soo young membujuk jiyong untuk membuka mulutnya. “bleeh~”,Jiyong menjulurkan lidahnya dan berlari ke arah appanya. “appa…”,ucap jiyong manja. Daesung ssi langsung memangkunya berdampingan dengan seungri. Begitu tampak jelas kedekatan mereka, walaupun tak ada hubungan darah yang mengikat mereka.

**

sebulan, 2 bulan, 3 bulan bahkan kini tepat 6 bulan lamanya aku bekerja pada daesung ssi. Tak kupungkiri, selama disini aku merasakan kehangatan sebuah keluarga. Ke empat putra yang ku asuh kini semakin pintar dan menggemaskan. Terlebih lagi seung hyun akan mulai masuk play group bersama jiyong dan yong bae. Aku sudah terbiasa dengan keadaan di keluarga ini, terbiasa dengan tingkah laku anak-anak, terbiasa mengurus mereka sendirian, dan bahkan terbiasa mengagumi daesung ssi sebagai ayah yang baik. Namun, kebiasaan itu tak akan pernah kurasakan lagi, tatkala orang tuaku telah mempersiapkan pernikahanku dengan seorang namja yang tidak aku kenal. Orang tuaku meminta agar aku berhenti bekerja dan menetap di daegu,tempat asal calon suamiku.

**

author pov

“daesung ssi, aku pamit… Sampaikan salamku pada anak-anak jika aku akan selalu menyayangi mereka”,ujar soo young. “soo young ah, kau serius ingin pergi dan meninggalkan kami ?”,tanya daesung yang bangkit dari tempat duduknya di ruang kerja. Soo young mengangguk lalu membungkukkan badannya. Lalu ia menarik kopernya dan berjalan gontai keluar. Namun langkahnya terhenti ketika seungri berjalan mendekatinya dan memanggilnya “umma”. Soo young tercekat, lalu ia berlutut dan memeluk tubuh mungil seungri seraya menangis. “seungri ah~”,soo young masih saja menangis dan mengelus lembut rambut seungri. “soo young ah~ jangan pergi, kami membutuhkanmu di sini”,tiba-tiba daesung muncul dan berkata demikian. Soo young langsung mengelap air mata yang membasahi pipinya. Ia bangun lalu cepat-cepat menarik kopernya dan pergi. “aku mencintaimu soo young ah..”,sontak soo young menghentikan langkahnya lagi. Ia membalikkan badannya dan menatap wajah daesung dengan tatapan nanar. “jeongmal?”,Tanya soo young. “ne,, aku, seungri dan anak-anak lain mencintaimu, kami membutuhkanmu, jadi aku mohon jangan pergi tinggalkan kami…”

“hah… Mianhae daesung ssi, tapi aku tidak bisa.. Annyeong!”,sahut soo young dan berlalu begitu saja.

Karappo no CLOSET sumi ni

Ochita Promise Ring

Futari shite kanojo no Birthday

Eranda noni

Tobira ga shiamaru mae ni Baby please don’t go away

Ienakatta koto semeteru What you to stay

Ima sara kuyande mo I know it’s late

Kanojo no kawari nante dare nimo dekinai

I want you to stay want you to stay

**

“appa,, ajjhuma mana?”,tanya seung hyun. “ajjhuma sedang pergi”,sahut daesung yang tengah sibuk memakaikan seragam sekolah untuk jiyong. “beli permen?”,tanya jiyong. “haha ajjhuma pergi ke tempat yang jauh…”,sahut daesung lagi. “apa ia tak datang lagi dan bermain dengan kami?”,tanya yong bae. Daesung menggelengkan kepalanya. “kajja, kita berangkat!”,seru daesung.

==

selama perjalanan menuju sekolah , daesung selalu memikirkan soo young. ‘betapa penting arti hadirnya soo young dikehidupan kami, anak-anak sangat membutuhkannya, begitu juga aku… Aku jatuh cinta padanya’,pikirnya.

**

seminggu kemudian sebuah kartu undangan tergeletak di bawah pintu apartemen daesung. Ia membuka perlahan kartu itu. Dan soontak wajahnya berubah Ketika melihat tulisan yang tercetak di dalamnya. “soo young mengundangku di pernikahannya?”

**

hari ini, adalah hari bahagia bagi soo young, karna hari ini adalah hari pernikahannya. Pagi-pagi sekali daesung sudah tampak rapi mengenakan jas hitam. Bukan hanya ia, anak-anakpun tak akan ia tinggal di rumah, jadi ia mengajak keempat princesnya untuk menghadiri pernikahan soo young. “appa, aku tampan?”,tanya jiyong seraya mengetatkan dasi kupu-kupu merah di lehernya. “ne, kau tampan sekali”,jawab daesung. “aku? Bagaimana appa?”,tanya yong bae tak mau kalah. “kau juga tampan, semua anak appa tampan!”

“appa…”,seungri tampak ingin di gendong appanya. “ne chagi, ayo kita berangkat!”

**

setibanya di gereja tempat di selenggarakannya pernikahan soo young, daesung tampak kaget. ‘Begitu sepinya gereja ini’,pekiknya. Ia berjalan beriringan bersama keempat putranya ke dalam gereja, dan ia menemukan sesosok wanita berpakaian pengantin tengah duduk menyendiri di dalam. “soo young ah?”,desah Daesung. Soo young menoleh ke arah daesung dan tersenyum manis. “ada apa ini?”,tanya daesung. “bukankah kau pernah berkata kalau kau mencintaiku dan kalian membutuhkanku? Apa sekarang kau masih mencintaiku daesung ssi? Apa kau masih ingin aku tinggal bersama kalian? Hah?”,tanya soo young seraya menyambut daesung ke dekapannya.

“lalu pernikahanmu?”,daesung masih tidak mengerti dengan semua yang di lakukan soo young. “namja itu sungguh baik, ia rela melepasku demi namja yang aku cintai”,jawab soo young.

daesung langsung memeluk soo young dan berbisik di telinga soo young “you are my lovely baby sitter, saranghaeyo…”.

“na tto saranghae…”,sahut soo young

Playing : saranghe nor sarang hanika

noman issumyon hengbog hanika

gasumun aphado to usobonda~ (MM)

usumur junun saram chorom

surphun obnun saram chorom~

onurdo ni dwieso (ni dwieso)

sori obshi to uro bonda..

gasumi joryo onda~

noui surphun pyojong hani yedo

gu sarami cham mibda

ni sarangur da gajyonunde

mwoga mojara nor irohge ullinunji

saranghe nor sarang hanika

noman issumyon hengbog hanika

gasumun aphado to usobonda~ (OOH YE~)

usumur junun saram chorom

surphun obnun saram chorom~

onurdo ni dwieso (ni dwieso)

sori obshi to uro bonda..

==[END]==

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2011 in ALL FANFICT, FAMILY, ONESHOOT, ROMMANCE

 

Tag: ,

Galeri

Bawang Dae Nd Bawang Yong

tittle : BAWANG DAE nd BAWANG YONG

genre : comedy ala kadar

cast :  daesung       , jiyong       , seungri       , taeyang,       TOP

cakka / author : Aya GDarappler

setting : perkampungan jaman dulu

point of view : cakka / author

 

 

“CERITA RAKYAT JELALATAN #plak# maksudnya CERITA RAKYAT JELATA”

 

 

Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang dae. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang dae(tabi) hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang dae (taeyang) sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang dae sangat berduka demikian pula ayahnya.

Di desa itu tinggal pula seorang janda bernama victory yang memiliki anak bernama Bawang Yong. Semenjak ibu Bawang dae meninggal, victory sering berkunjung ke rumah Bawang dae. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang dae membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Dae dan ayahnya mengobrol. Akhirnya tabi berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikahi saja victory supaya Bawang dae tidak kesepian lagi. Maka tabi kemudian menikah dengan victory. Mulanya victory dan bawang yong sangat baik kepada Bawang dae. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang dae dan memberinya pekerjaan berat jika tabi sedang pergi berdagang. Bawang dae harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang yong dan ibunya hanya duduk-duduk saja. “umma… nanti kita ke salon yaa..”, ajak bawang yong. “ne..”,saut victory seraya membersihkan kukunya yang kotor. Tentu saja tabi tidak mengetahui apa yang di lakukan victory dan bawang yong kepada  anak semata wayang kulitnya *plak* , bawang dae, karena Bawang dae tidak pernah menceritakannya.

Suatu hari tabi jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang yong dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang dae. Bawang dae hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum ayam berkokok, untuk mempersiapkan air panas dan sarapan bagi Bawang yong dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, mencabuti bulu kaki ibu tirinya *plak* dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang dae selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri .

***

Pagi ini seperti biasa Bawang dae membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. “daebagigun! (daedaedae)daebagiya!

(sesese)sesangsaram modeun iga daebagiya~

hyeongnimdo daebag~(daebak) eonnido daebag~(daebak)

neodonado urimodu daebagiya~”

 

Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang dae segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang dae tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju keakungan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. “aigoo!! Ommona!! Baju kucel milik victory umma.. ottokhe? Ottokhe?”, Bawang dae panik.. ia menjambak-jambak rambutnya. Bawang dae akhirnya mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada victory.

“Dasar ceboroh!! Ehh, ceroboh!!!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?” . “tapi itukan baju kucel.. beli saja yang baru!!”, ujar bawang dae. “mwo?? Beli katamu? Memangnya beli baju pake gigi? Umma mana punya uang!! Heuh ==”! cepat cariiiiiii”,bentak victory.

 

Bawang dae terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang dae belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang kacamatakodoknya , dan dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang dae melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang dae bertanya:  “annyeong, apakah ajjushi melihat baju kucel yang hanyut lewat sini? Karena aku harus menemukan dan membawanya pulang.”

“ apakah  bentuknya kucel , warnanya putih kecoklatan dan bau busuk?”, tanya ajjushi sang pengembala. “ho.oh.. betul..betul..betul..”,jawab bawang dae seraya mengangguk. “mianhae,, ajjushi tidak lihat!!”

GUBRAKK

“kata ajjushi, tadi ajjushi lihat!!”,tanya bawang dae. “memang ajjushi bilang melihatnya? Tadi ajjushi hanya bertanya. Karna ajjushi juga punya baju kucel seperti itu”,saut ajjushi itu lagi. “Baiklah kalau begitu ajjushi, terima kasih!” kata Bawang dae dan segera berlari kembali menyusuri tepi sungai.

**

 

Hari sudah mulai gelap, Bawang dae sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang dae kelaparan. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang dae segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.

“Permisi…!” kata Bawang dae. Seorang perempuan tua membuka pintu.

“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.

“Aku Bawang dae nek. Tadi aku sedang mencari baju kucel milik ibu aku yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah aku tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang dae.

“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari wujudnya dekil? Kucel??” tanya nenek.

“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang dae.

“Ya. Tadi baju itu tersangkut di kaki nenek saat nenek mandi di sungai. Akung sekali , padahal aku sangat menyukai (?) baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.

Bawang dae berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang dae pun merasa iba.

“Baiklah nek, aku  akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja melihat wajahku yang kusem,” kata Bawang dae dengan tersenyum.

 

Selama seminggu Bawang dae tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang dae membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang dae.

“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Walaupun rupamu agak kusem.. *plak* Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.

Mulanya Bawang dae menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang dae memilih labu yang paling kecil. “Aku sebenarnya ingin membawa labu yang besar, tapi karna aku tidak membawa mobil, terpaksa aku bawa yang kecil saja, aku takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang dae hingga depan rumah.

Sesampainya di rumah, Bawang dae menyerahkan baju kucel milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang dae ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak “DAEBAKIYA” saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang yong yang dengan serakah langsung merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang dae untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang dae pun menceritakan dengan sejujurnya.

Mendengar cerita bawang dae, bawang yong dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang yong yang akan melakukannya. Singkat cerita akhirnya bawang yong sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang dae, bawang yong pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang dae yang rajin, selama seminggu itu bawang yong hanya bermalas-malasan, tidur mendengkur, main playstation *gaul euy*, nonton drama korea *LOL*. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang yong untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang yong. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang yong memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang yong mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

Sesampainya di rumah bawang yong segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang dae akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang dae untuk pergi ke sungai untuk mencuci kaos kaki milik bawang yong yang sudah seminggu belum di cuci. Dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut *belah labu buu?*. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan ribuan lusin baju kucel yang baunya menyengat hingga membuat victory dan bawang yong pingsan tak sadarkan diri.

 

END~~~

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2011 in ALL FANFICT, HUMOR, ONESHOOT

 

Tag:

part.4

Seungri sgra b.gegas k bagasi u/mengambil m0bil. GD, TAE,DAE,TOP b.siap2 bwt pergi k pantai…
Setelah mreka b.siap2, mrka kluar, dan mndapati seungri msh mengotak atik m0bil.a,
Dae: hey seungri, ngpaen tu? Mobil.a kog blm siap jg?
Seungri: ohh, kalian uda siap ya?
Tae: yuup.. Q uda bw kcmata renang yg qt bli kmren. Lo jd minjem gk nie?
Seungri : ahh, jadi dnx!
Tae: tapi, biar gw puas dlu mke.a ya?
Seungri: emg kpn puas.a,?
Tae: taoN dpan! Hahahaha
seungri: ah, lo nie! Blang ja gk mw minjemin! Dasar pelit!
Tae: mau kog mnjemin, tp biar gw bosen dlu mke.a!
Seungri: izzss..
GD: Uda..uda.. Brantem ja krja.a! Akuur knp skali2! Qt kn mw lburan!
Heh, seungri..uda siap blm m0bil.a?
Seungri: inii, dr td gk mw hdup mbil.a, kyk.a hrus d service nie..
GD: ah, yg bner lo? Sni gw liat..
(greng..greng.. [mobil.a tiba2 hdup] )
GD: Tu bisa idup! Dasar ! Blg ja gk tw cra.a ngidupin!
Seungri: maklumlah bos, biasa bw m0bil truck, jd gk bsa bw m0bil mewah. He.he
TOP: Ya uda ayo qt LET’S GO..
GD: COME ON..COME ON..
Mrka pun lgsung mnuju k pantai.
Stibanya d pantai..
Dae: horee, akhr.a qt dah smpe pnte..gw mw gnti bj dlu ya, biar bsa lngsung nybur.
Tae:gw ikt! Dae, tnggu gw
TOP: Asiik! Bos..liat tuh air.a, huh, pasti seger tuh! [sambil nunjuk k laut]
bos, ad kerang!
Ni lg ada bintang laut,
ayo qt main istana pasir..
GD: Lebaay..lebaay
TOP: Gw k lgsung nybur ya bos!
GD: yaa.soNo dah! Gw mw main ma gaho..
Seungri: gw mw jalan2 dlu ya..
GD: Aiitz..lo jgn prgi, lo tmenin gw, gend0ng gaho!
Seungri: hadeeh..lg2 kna sasaran, mreka mah enak dpt main.. gw? Musti gend0ng karung goNi! Huh!
GD: APA?
Seungri: mm..gk pa2, ayo..

Stlah lma b.jalan2 , GD dan seungri mliat ad permainan voly pantai putri..
Mreka menikmati prmainan voly itu, tiba2..
Cttak..[bola voly itu mengenai kpla GD..]
Aku: uupz..
Hime: nah, loh..
Aku: duch, gk npa2 kn tu org?
Hime: tau ah! Liat nyok!
Aku: ayo im!!
GD pingsan..
Aku: [m.coba mmbngunkan GD] hei..bngun donk! Jgn pingsan!
Seungri: heh, lo apain tmen gw?
Aku: duch, gw gk sngaja..bneer!
—b.smbung—

 

Tag:

Part. 3

GD Lgsung b.gegas k kmar Taeyang, lalu mndpati kmar taeyang kosong.
GD: hyung..hyung..hyung..hyu..
Taeyang nyengir k GD smbil ngelus2 gaho [anjing GD]..
GD: haizz.. Dah bngun lo ?
Tae: uda donk, lq blm bgun, cpa yg ad d dpn bos skrg?
GD: Hyung,, rawat gaho bae2 ya..
Tae: ia..ia bos! Oia, gaho skrg d pkein bju apa?
GD: bju pante ya.. Tar gw mw ngjak dy k pante..
Tae: gw ikt ya?
GD: pasti..
Tae: asiik..hr ini bsa k pante bwt refreshing..
GD:Aittz.. Yg bsa refreshng cm gw ma gaho. Lo, b.tgs gendong gaho..
Tae: *b.bisik* gilaa..gaho sgtu brat.a d gendong? Ud warna.a coklat, gk da blu.a lg, kyk bw karung goni aja!
Huh..
GD: Mw protes?
Tae: hehe , gk bos..
Tiba2 gaho pup.. [iyeek..]
GD: Hyung, gaho pup tuh!
Tae: haaah.. Sial.. Bru ja slse mandi, ud d ksi persmbahan.. Uda d elus2 .. Anjing gk tw diri.
*keplaak..gaho d pkul tae*
GD kaget n marah, tae d pkul blik [segitu.a syg ma anjing].
GD: lo apaen gaho?
Tae: hehe, mav bos, abiz kesel..
GD: masala lo, drita lo ya!
Uda cpet brshin tu ktoran.a!
Ngrusak pmandngan tw!
Dae..Dae.. Cpet sni, bntuin hyung..
Dae: iaa.. Ada apa?
GD: Tuh, bntuin hyung brshin ktoran.a gaho.
Dae: hmm..anjing spa, yg d suru cpa! Mau seenak.a aja..
GD: ?? Apa?
Dae: ya..ia.. Q brshin.
GD: Dae, kmar.a dah d brshin?
Dae:udah, udh hrum lg!
GD: oke.. Skarang tlg panggilin taby n seungri..
Q mw ngumumin sesuatu..
Dae: okeh!
Dae dtg b.sma taby, seungri..
Smw member BB b.kumpul..
GD: ok, hr ini gw mw ngsi pngumuman! Karna ini hr ultah.a gaho yg ke 3 , gw mw ngjak kalian smw k pante! Jd slma sharian ini, qt lburan.. (mpe sgitu.a ngrayain ultah anjing.a?)
Tae,dae,taby,seungri : horee..
GD: Kalian bleh siap2.. N bwt seungri, tlg m0bil.a d siapkan, yg silver aj d pke.. Yg mrah n yg item d taro aj d rumah
seungri : sip deh bos!

–b.sambung–

 

Tag:

Part. 2

Stlah GD mmbngunkn daesung, kini giliran TOP,
GD lngsung nyelon0ng msuk k kmr TOP, n ngliat TOP uda gk da d kmr.a,
GD: Lho..TOP kmana ni??
*klonteng,klonteng,klonteng.. Trdngar suara dr dapur*
GD lgsung k dapur u/ngcek k adaan
GD: Huss.. Kucing ya?
TOP: Bukan (b.nada cwe).. Sya inem.. Hahahaha
GD: Eh, tabby.. Ngpaen lo?
TOP: q? Bkin kopi lah.. Pg2 pling uenak mkan kopi, eh, minum kopi denk.. Knpa? Mau?
GD: tmben bkin sndri? Ngimpi pa lo smlem? Mimpi Jd cewe ya? Hahaha
TOP: Ah, kyk bos gk tau aja! Dae jam sgni blm bngun, cpa yg mw buatin gw kopi? Bos mw buatin apa?
GD: ogah ah! Eh, tp bleh jg kopi.a! Bgi d0nx..
TOP: Yee..bkin ndri, gw mw mandi biz tu jalan2 deh ma kecengan gw ttangga sblah,
GD: Ah, plit lo! What? Tetangga sblah yg kyk krung bras tuh? Wah, sleramu kgak b.kualitas! Lgian krjaan lo msh byk tuh d kbun! Lo hrus tnggung jwb tuh , kmren gw liat phon tauge gw mati, gr2 lo gk siram..
TOP: hehe, gw lupa bos!
GD: trus krjaanmu d kbun ngpaen aja? Bsa mpe gt? Gw liat lo krj smpe nungging2 gt, mpe pernah gw liat lo msuk k lobang yg lo bwt sndri lg!
Wah, parah lo!
TOP: *t.cengang* kog bos tw?
GD: Tabby, taby.. Syapa sie yg gk mrhatiin lo krja.. Gw prhatiin lo smangat, tp sking smangat.a lo mpe msuk k lobang yg lo gali sndri.
Mank skrg uda k pgen d kubur?
Haha
TOP: ah, bos jgn ng.doain doNx!
GD: ia, b.cnda kog taby q sayang
*dlm hati GD (UEeek..) *
TOP: *t.sipu malu,pi2.a pun merah kyak tomat* hihi

–b.sambung–

 

 

Tag:

PART 1

Ternyata, di balik ke tenaran member big bang, ada sebuah rahasia, dimana kegiatan mereka di rumah tidak ada yang mengetahuinya..
Di rumah, ternyata mereka mengerjakan tugas rumah juga, gak ada pembantu atau apapunlah sejenisnya, mereka hidup mndri.
Simak cearitany.. *ngarang*
TOP as tukang kebun,
Daesung as tukang masak,cuci baju, bersihin rumah(kayak ibu rumah tangga)
Taeyang as pemelihara hewan kesayangan masing – masing member
seungri as sopir
n yang terakhir,
GD as kepala rumah tangga..

Pagi-pagi  banget member BIG BANG harus bangun, yaah walaupun liburan, tidak ada job buat manggung..
Mereka harus mengerjakan PR!
PR? Kayak anak sekolahan aje!
Maksudnya Pekerjaan Rumah..
Masing-masing  dah ada tugas..
GD yang bangunnya paling awal, harus bertugas membangunkan member yang laen terlebih dahulu..
GD : woei.. Dae! Bangun napa?
Liat noh mtahari udah nongol!
Cpet k pasar, bli ikan, syur, buah.. Trus inget nyapu, ngpel, pkoknya bres2 dah!
Jgn lpa nyuci bj qt ber5!
Ayo cpet!jam sgni msh ngorok! Woe..cpet!
*dae Msi mrem*
dae: iaa, iaa, sabar npa!jugaan lbur kn? Nie gra2 n0ntn doraemon smlem.. Jd q ksiangan bangunnya..
*sambil nyengir k GD*
GD: Alaa ngeles dah mulae!
Gi2mu kuning tuch, sikatan dlu sna!doraem0n ja d tnton! N0ntn brita skali2! Liat n0h, korsel mau prang ma korut!
Dae:ya maaf,, ia, q bangun, tp anterin q k pasar ya!
Oke..
GD: npaen nyuruh2 bos?
Tu dah ad seungri, dy kn tgas nyopir!
Dae:tatuut ah, ngeri naik mbil ma dy.. Tar nabrak grobak sayur lg, kayak kmren!
GD: Ya udah…
Dae:jd, mas GD mau?
GD: Ngimpi lo! Mksudku, ya udah, pke speda gayung!
Lgian k pasar ja pke m0bil!
K supermarket toh, bru naek mbil!
Dae: *berbisik* bos peliit!
GD:Heh, ngomong pa td?
Dae: tidak ngmong apa2..
GD: ya uda, cpet sna!!
Oia, jgn lupa, kamar q d deodorizing biar hrum! Nie kmarmu jg d ksi pngharum!
Bau pesing tau tidak!
Dae: *berpkir* q td mlm ngompol yaa?
*ngliat k kasur ternyata, kasurnya bsah.. Berarti???*
–bersmbung–

 

Tag: