RSS

[FF] T.cuz n Onyet Mencari Cinta Part 3 // 2 author sarabh

05 Mei

ZingYongbe Production Fanfict

MEMPERSEMBAHKAN

======================

 NO COPAS N DON’T BE SILENT READERS!!!

Tittle    : T.cuz n Onyet Mencari Cinta

Genre : HummoRomance

Cast     : All Member BIG BANG n SUPER JUNIOR ,, Include 2 Author (no surcharge) hhe

Author :

~Jha Aya-Ntee                        : Park Hye Soo

~Hime Byeolbic Purwasari          : Kim Tae Chu

WARNING!!!!

ini adalah FF gaje, jadi jangan heran kalo isinya gajelas semua.. kekeke~

PLEASE, DON’T BE SILENT READERS !

NB : Mulai sekarang, Tag-an FF berlaku bagi yang komen di part sebelumnya. So, kalo readers di part sebelumnya  ga komen, jeongmal mianhae di part yang ini ga tag… begitu juga untuk part2 slanjutnya.. kalo emang ketinggalan cerita, bisa langsung minta ma author yaa.. NO PROTES!!!

<<prev

“eh, orangnya datang”, taechu melanjutkan.

“huss…” hyesoo melotot pada taechu.

“kenapa kau kemari??”, tanya taechu.

“ehh.. di kamar sebelah, ada yang sedang menantimu.” jawab jiyong.

“nugu?” tanya taechu lagi.

“lihat saja sendiri”, jiyong membuat penasaran taechu. “kau sengaja mau mengusirku secara lembut ya, ok, aku mengerti, sangat mengerti. selamat bersenang-senang”, taechu merayu hyesoo, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Next >>

sementara itu di kamar sebelah….

“yunbasaeyo”, sapa taechu.

“masuklah”, sapa seseorang dari dalam.

“ok, aku masuk”, taechu pun masuk ke dalam kamar sambil mengendap-endap.

“omona.” taechu terkaget.

“kau datang juga. aku sangat menantikan itu”

sementara itu, jendral wookie terbakar, melihat kemesraan taechu dan yongbae, sambil menggenggam erat bunga yang ada di tangannya sampai hancur. sedangkan jendral sungmin mematung di depan kamar putri hyesoo, dengan wajah yang merah padam. dan melangkah lesu mendekati sahabatnya, lalu berbisik.

“hey, apa rencana mu?” tanyanya pada jendral wookie.

“kajja ikut aku”, kata wookie sembari menatap hyungnya tajam dan melangkah meninggalkan kerajaan.

***

“ini tempatnya, hyung, kau siap?” tanya wookie.

“aku siap, untuk putri hyesoo.” merekapun melangkah memasuki sebuah pondok di tengah hutan. “atas nama kerajaan! kalian kami tangkap atas tuduhan mencelakai putri hyesoo!!” seru jendral sungmin dengan mendobrag pintu, sambil menodongkan senjata. 2 orang penyihir shock, dan mematung tak bergerak. setelah beberapa menit, “ampuni kami, ampuni kami.” kata penyihir donghae. “kami akan mengampuni kalian, tapi dengan 1 syarat.” kata jendral wookie meletakkan senjatanya.

“mwoya?”,tanya penyihir eunhyuk.

“dgagjgm§¥%*¿:&jgagdgwg.a”,bisik jendral sungmin.

“ah, gampang! Hehehe”,penyihir eunhyuk cekikikan.

**

“hyesoo ah~”,desah jiyong. “ne jiyong ah~”,hye soo memandang tajam kearah jiyong. Jiyong mulai menggenggam tangan hye soo dan meletakkan tangan hye soo di dadanya. “rasakan denyut jantungku hye soo ah! Berdegup kencang bukan?”,Tanya jiyong. Hyesoo mengangguk. “laluu?”

Cuup… Seketika jiyong mendaratkan ciumannya di bibir hye soo.

**

di tempat lain…

“tae chu ah~ bisakah kau ambil minuman itu untukku?”,perintah yongbae. “ne,, ini..”,tae chu memberikan segelas air putih yang tersedia di meja. Seketika yong bae menggenggam tangan tae chu lalu memeluknya. PLAAK… Tae chu mendaratkan tamparan di pipi yong bae. Tapi kini yong bae malah membalas perbuatan tae chu dengan mendaratkan ciuman di bibirnya hingga membuat taechu tidak berkutik.

“yya, apa yg kau lakukan!” tanya taechu ketus.

“akku, akku..”

“hah, aku malas dengan semua ini, sepertinya ini bukan wkt yang tepat, maafkan aku.” kata taechu lalu pergi meninggalkan yongbae.

“nona.. baginda mencari anda.” kata salah 1 pengawal kepada taechu.

“baiklah, terimakasih”, kata taechu sembari mengusap air matanya, dan melangkah menuju ruang tengah.

“putri.. Gomawo karena kau telah menemani putri kami”, kata baginda tabi.

“kemarilah, ini surat yang di kirimkan oleh ayahanda, dan bunda mu.” ratu vi, memberikan sebuah gulungan kepada taechu.

“kini kerajaan byeol, telah aman, kau bisa kembali ke kerajaan mu, dan kabar baiknya, raja dan ratu selamat”, lanjut ratu victory. “kini kau bisa tenang”, sambung raja tabi. “baiklah, tapi aku akan tetap di sini setelah titah paduka raja terpenuhi”, taechu mengambil surat gulungan itu, lalu meninggalkan ruangan.

**

“hah ! Apa yang ia lakukan padaku tadi?? Tapi…. Aku tidak merasa risih terhadap apa yang ia lakukan tadi… Huah! Apa sih yang ada di fikiranku! Arrgh”,tae chu menjambak-jambak rambutnya sesekali meraba bibirnya.

**

“hah, apa yang baru saja kita lakukan??”,tanya hye soo setelah melepaskan bibirnya.

“mianhae hye soo ah~ aku…aku akan bertanggung jawab jika kau hamil”,sahutnya.

PLETAK… “kejadian tadi tidak akan membuatku hamil! Phaboya namja!”,ujar hye soo gregetan.

“tapi putri, na jeongmal sarangheyo…”,ucap jiyong melemah. “mwoya?”

“sarangheyo hye soo ah~”,jiyong mengulang perkataannya. “na tto…”,sahut hye soo lalu beranjak dari sisi jiyong dengan malu-malu.

**

“hahaha… Aku suka pekerjaan ini!”,seru penyihir eunhyuk sembari membuat racun mematikan yang akan di berikan pada jiyong dan yongbae. “pletak!” sendok besar mendarat di atas kepala eunhyuk.

“kita bukan ingin jiyong dan yongbae mati, tapi kita membuat putri hyesoo dan taechu jatuh cinta pada jendral eunhyuk dan jendral donghae…

eh salah, maksudku, jendral sungmin dan jendral wookie”, jelas penyihir donghae.

“hmm.. mendramatisir dikit bolehkan…? hhe…”, jawab penyihir eunhyuk cengengesan.

“ya!mana jampi-jampinya! Udah selese belom?”,teriak jendral wookie. “tunggu 5 menit!”,sahut penyihir donghae. “asiik, sebentar lagi aku akan menjadi suami putri”, jendral sungmin kegirangan. “idenya siapa dulu? Wookie… Haha”,ujar wookie bangga.

“lagipula sebentar lagi aku bisa bersama dengan taechu. hhe..”, jendral wookie kegirangan.

“sudah jadi…”, teriak penyihir donghae.

“tolong perhatikan dosis dan cara krjanya, agar tidak overdosis. hhe… untuk selanjutnya silahkan baca lebih lengkap”, kata penyihir eunhyuk.

“jika gejala berlanjut, hubungi dukun setempat”,tambah penyihir donghae.

“siap!”,sahut jendral wookie dan sungmin secara bersamaan.

**

“jiyong ah~”,panggil hye soo. Jiyong pun menghampiri hye soo yang tengah duduk di taman belakang istana. “ne?? Waeyo?”,tanya jiyong. “ottokhe dengan rencana pernikahan kita?”,tanya hye soo cemas. “tenang putri, aku yang akan berbicara pada baginda tabi, putri tidak usah khawatir”,ujar jiyong menenangkan.

“mari ikut aku”,ajak jiyong. “kita akan kemana?”, Tanya hye soo cemas.

“ayolah, kita akan meminta restu pada baginda raja”,jiyong menggenggam erat tangan hye soo.

*****

“hyung..hyung membuat apa?”,Tanya jendral wookie melihat hyungnya yang sibuk di dapur. “aku sedang membuat kue yang khusus ku berikan untuk hye sooku tercinta”,ungkapnya serius sambil mengudek-udek adonan. “aissk..aku mau buat apa yaa untuk tae chuku?”,jendral wookie berpikir keras.

“ahhaaa….”,jendral wookie mengambil beberapa bahan dan mulai bekerja. “selesaaaiii”,ungkapnya beberapa saat kemudian.

“kau buat apasih? kok cepet banget?” tanya jendral sungmin.

“GLEDAAARRR..” adonan sungmin meledak.

“omona, kue ku.. hisk.” rengek jendral sungmin.

“jangan khawatir hyung, aku membuat 2, jadi yang satunya akan ku berikan kepada hyung. ini silahkan.” kata jendral wookie sambil memberikan salah satu  hasil masakannya kepada  jendral sungmin.

“terimakasih.” jendral sungmin mengambilnya lalu terkejut.

“hanya telur dadar??” kagetnya.

“hhe, iya, taechu kan suka telur, selain telur, juga terdapat kacang, dan apel di dalamnya.. hhe..” jendral wookie cengengesan.

“apa iya hyesoo dan taechu mau makan, makanan yang kayak begini?”,terka jendral sungmin. “ini enak kok.. coba saja..”, jendral sungminpun mencobanya. “ottokhe?”,Tanya jendral wookie. “hmm.. kurang 10 tetes ramuan, maka akan sempurna”,kata jendral wookie licik.

***

jiyong dan hye soo menapaki karpet merah setapak demi setapak menuju tahta baginda tabi. “putriku, ada gerangan apa kau menemuiku??”,ujar raja tabi. “ayahanda, aku telah pulang membawa calon suami untukku”,jawab putri hye soo.  “bagus, siapakah pria yang kau maksud putriku?”,tanya raja tabi. Hye soo menggenggam tangan jiyong erat dan menatapnya. “pria itu..pria itu… Jiyong ayah..”,sahut hye soo ragu. “mwoya? Pengawal istana itu?”,teriak raja tabi seraya menunjuk-nunjuk jiyong dengan telunjuknya lalu brnyanyi “horro namgyeojin oetori, gue soge hemeneun nea kkori.”

“baginda, seriuslah sedikit!” bentak ratu victory menenangkan sang baginda yg menggila.

“ehem…” raja tabi mendehem.

“anakku, ayahandamu ini menginginkan calon menantu yang baik, tampan, pintar, dan bijaksana. mungkin semua itu terdapat di dalam pengawal ini, namun bukan seorang pengawal yang ayah inginkan. tak ada kah yang lebih mahal?”

“yang lebih mahal banyak, yang bagus cuma dia”, iklan.com

“ayah..” rengek hyesoo.

“kau harus mencari yang lebih darinya!!!”, bentak raja tabi.

hyesoo tidak dapat membendung air matanya, lalu pergi meninggalkan orangtuanya sembari menangis tersedu.

“hamba mohon pamit.” seru jiyong memberi hormat, lalu mengejar hyesoo.

“putri..” panggil jiyong.

“biarkan aku sendiri!!, pengawal halangi dya!”, perintah hyesoo kepada 2 orang pengawal yang ia lalui.

“putri..” teriak jiyong yang dihalangi para pengawal.

***

“baginda, kau terlalu keras padanya, ingatlah dia anak kita”, kata ratu victory.

“tapi kan..”

“tidak ada tapi-tapian, cepat minta maaf!”, bentak ratu victory.

“baiklah sayang ku..”, ucap raja tabi sambil mengelus rambut ratu victory.

“baginda, saya ingin berpamitan”,tae chu datang dengan beberapa orang pengawal.

“saya rasa tugas saya sudah sudah selesai, kini putrid hye soo telah menemukan jodohnya”,tambah tae chu lagi.

“tapi kami tidak setuju dengan pilihan putri”, kata baginda.

“baginda..” ratu victory, memandang tajam suaminya.

“baiklah, saya mengerti”, taechu membungkuk lalu pergi.

“anak-anak  jaman sekarang, tak tau sopan santun”, kata baginda tabi.

“jangankan anak-anak, yang tua juga” tambah ratu victory.

***

“putri, gwenchanayo?” jendral sungmin mendekati putri hye soo yang sedang menangis sendiri di taman istana.

“putri, maafkan atas kelancangan hamba, tapi, hamba hanya ingin menyampaikan bahwa perkataan baginda raja itu memang benar adanya.” Jendral sungmin perlahan duduk di samping putri hyesoo.

“minumlah ini.” kata jendral sungmin sambil menawarkan segelas minuman kepada putri hyesoo,  namun putri hyesoo hanya dapat tertunduk.

“hamba mengerti perasaan putri, namun ada baiknya untuk mencari yang lebih baik bukan.” Kepala putri hyesoo mulai terangkat, dan memandang tajam pada jendral sungmin

“terimakasih karna telah berusaha menghibur ku.” Putri hyesoo pun mengambil gelas yang ditawarkan jendral sungmin.

“hye soo sshi!!!” taechu memanggil dari kejauhan.

“hye soo sshi, gwenchana yo??” tanyanya panik.

“yya!! kenapa kau disni, cepat pergi sana.” Bentak tae chu pada sungmin. “permisi hamba pamit”,jendral sungmin pun merangkak menjauh.

‘kenapa jendral wookie dan yong bae menyukai gadis ganas sepertinya?’,pekik jendral sungmin sambil melangkah pergi.

“putri gwenchana yo?” tanya taechu.

hyesoo pun memeluk taechu sembari menangis tersedu.

“baginda sangat jahat, bahkan kepada anaknya sendiri aku hanya mau menikahi jiyong, apa pun statusnya dan bagaimana pun respon baginda.” kata hyesoo tersedu.

“putri, apakah kau benar mencintai jiyong?”, taechu mulai serius.

“kalau aku tidak cinta, mana mungkin aku menangis. phaboya..” bentak hyesoo.

“baiklah, aku akan cari cara agar jiyong bisa menjadi seorang pangeran.” janji taechu.

“aku mengharapkan mu tae chu ah~”

Tae chu pun pergi untuk melaksanakan tugasnya.

diperjalanan…..

“nona taechu!”, panggil jendral wookie dari kejauhan.

“ada apa jendral?”, tanya taechu sembari menghentikan langkahnya.

“anni, apakah kau ada waktu malam ini?”, tanyanya.

“malam ini? sepertinya tidak.”, jawab taechu.

“baguslah, mau kah kau datang ke penginapan ku? hanya untuk meminum segelas teh saja?”,tanyanya lagi.

“baiklah, nanti malam aku akan datang kesana”, jawab taechu sambil beranjak pergi.

‘tak tau orang lagi repot apa?’, pekik taechu dalam hati.

‘yes ini kesempatan yang sangat baik’, Jendral wookie kegirangan.

***

“pangeran ji, lukaku telah sembuh. dengan semua penghinaan ini, mari kita pulang ke istana.”

“tidak bisa, aku ingin tetap berada di samping gadis yang ku cintai.”

“pangeran.. lagi pula saya juga harus pulang ke rumah saya, karna saya punya kabar gembira untuk orangtua saya.”

“hmmm..,”

***

“aisk… kemana orang-orang itu? kenapa menghilang? aigo… oh ya kenapa tidak meminta bantuan kepala pelayan saja, dasar phabo.”, taechu pun melangkah mencari kepala pelayan istana.

“pelayan siwon!” pangilnya dari jauh.

“ada apa nona?”, jawab pelayan siwon sambil mendekatinya.

“kau tau, dimana jiyong dan si mohak yongbae bertugas?” tanyanya

“jiyong dan yongbae? setau hamba, tidak ada pelayan di istana yang bernama jiyong dan yongbae, nona.”, setelah menyampaikan hal tersebut pelayan siwon lalu pergi menyelesaikan tugasnya yang lain.

‘lalu mereka berdua siapa? Jangan-jangan…..’, taechu bergegas ke luar istana.

***

“putri hyesoo, maaf.. tapi taechu tidak bisa menemukan jiyong. mungkin dia telah lari.”, lapor taechu kepada sang putri.

“lari? kenapa dia harus lari?,” tanya putri hyesoo.

“karna jendral sungmin, putri …  jendral sungmin memerintahkan seluruh prajuritnya untuk menangkap jiyong dan yongbae atas pelanggaran hukum yang mereka perbuat.”

“pelanggaran apa?”

“entahlah, sampe saat ini, tak seorangpun tau, pelanggaran apa yang mereka perbuat sampai harus di hukum.”

==

malampun tiba..

jendral sungmin memerintahkan salah seorang pelayan kerajaan untuk menaruh ramuan cinta alias jampi-jampi ke dalam gelas minuman putri hyesoo, dan ternyata berhasil. minuman trsbut di minum putri hyesoo,  jendral sungmin pun tertawa bangga.

***

sementara itu, rencana jendralwookie gagal total. dalam jamuannya, taechu sama sekali tidak menyentuh makanan maupun minuman yang disajikan, karna taechu telah membawa makanan dan minumannya sendiri…

“aish, sial”,wookie mulai geram, karena rencananya gagal. “wae?”,tanya taechu seraya meneguk minuman yang ia bawa sendiri. “kau seharusnya meminum ini.. Harusnya kau seperti putri hyesoo! Mau meminum jampi-jam.. Uups”,jendral wookie menutup mulutnya dengan tangan kanan. “jampi jampi? Omona! Apa yang telah kau perbuat hah?”,bentak taechu seraya menarik kerah jendral wookie. “anniyo, bukan aku, tapi jendral sungmin”,jendral wookie mengelak. “mwoya??”,taechu berlari mencari putri hye soo dan meminta wookie menunjukkan keberadaan putri hyesoo dan sungmin

TBC

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: