RSS

[FANFICTION] Dae Guk Nam Ah ~ u always be my son [ENGLISH n INDONESIA trans]

05 Mei

TITTLE : U ALWAYS BE MY SON

RATING : GENERAL

CAST :

– Karam a.k.a Park Hyun Chul

– Jay a.k.a Jeon Jihwan

– Injoon

– Author a.k.a Park Hye Soo

ini adalah ff pertamaku pake english translate, mianhae kalo english nya rada-rada ga nyambung, soalnya baru blajar. grammarnya masih acak kadut.. kekeke

this is my first fanfiction use english translate, sorry if the grammar was messy. hehehe

happy reading

===

Hyun chul adalah pria muda dan belum menikah. Namun siapa sangka, ia ingin sekali memiliki anak di usianya yang masih muda tanpa adanya ikatan pernikahan. Ia mengadopsi seorang anak di sebuah panti asuhan milik temannya.

Hyun-chul is a young man and unmarried boy. But who would have thought, he wanted to have children at a young age without the bond of marriage. He adopted a child in an orphanage owned by his friend.

“bagaimana? Apakah aku bisa mengadopsi anak ini? Anak ini lucu sekali. Aku ingin merawat dan enmembesarkannya sdirian”, ucap hyun chul. “apa kau yakin ingin merawat anak ini? Kau kan belum menikah? Apa tidak merepotkanmu?”,Tanya injoon sahabatnya sekaligus pemilik panti asuhan itu. “anniyo,, aku tulus ingin merawatnya. Tidak salah kan, jika aku memiliki anak sebelum menikah? Lagi pula, aku belum mendapatkan seseorang yang tepat untuk mendampingiku”,jawab hyun chul singkat. Injoon hanya mengangguk.

“How? Could I adopt this child? He was so funny. I want to care for and raising him alone”, hyun chul said. “Are you sure you want to take care of this child? You’re not married? Do not bother you?”, injoon ask his friend and owner of the orphanage. “Anniyo, I sincerely want to take care of him. Not one of you, if I have kids before marriage? Besides, I do not get the right person for being there with me”, hyun chul replied briefly. Injoon just nodded.

========

“hyaa… ini rumah barumu anakku… mulai sekarang, kau adalah anakku, hmm.. aku akan memberimu nama jeon jihwan. Aku akan memanggilmu dengan sebutan jihwan saja. Arraseo? Uuhh.. lucunya..”, hyun chul menggendong dan sesekali mencium pipi jihwan yang masih berumur 8 bulan.

“Hyaa… this  is your new house from now on, you are my son, hmm .. I’ll give you the name jeon jihwan. I’ll call you as jihwan only. Arraseo? Uuhh .. funny ..”, hyun chul arms and kissed jihwan’s cheek occasionally as young as 8 months.

====

8tahun kemudian……

2 bulan yang belakangan ini , jihwan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat jihwan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga hyun chul membawa jihwan ke klinik untuk disuntik. Tetapi akhirnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan hyun chul untuk membawa jihwan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, jihwan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Jihwan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena hyun chul merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung jihwan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung jihwan.

8years  later … …

2 months lately, jihwan started having nosebleeds. On a morning when jihwan was washing his face, he realized that the water washing his  face was full of blood which was derived from his nose. In many ways it could not stop the bleeding. So hyun chul bring jihwan to the clinic for injections. But in the end of the injection site was also pull out blood and did not stop. His thigh is start popping up red spots. Doctors are advised to bring jihwan to the hospital for examination. Once arrived at the hospital, jihwan not get the number because the queue was long. Jihwan only sit in a chair alone that long to cover his nose. Blood coming out of his nose like water continues to flow and flooding floor. Because hyun chul feel bad , then he take a small basin to accommodate the blood coming out of jihwan’s nose. It was not until ten minutes, a small basin has been filled with blood coming out of jihwan’s nose.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa jihwan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa jihwan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya yang besar. Hyun chul mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Hyun chul hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Hyun chul akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

The doctor  who sees these circumstances quickly brought jihwan for inspection. After review, the doctor stated that jihwan exposed to malignant leukemia. Treatment is very expensive disease that requires a high cost. Hyun-chul began looking anxiously at his  son who was lying weakly in bed. Hyun-chul has only one intention is to save his son. With various ways to borrow money to relatives and friends and it turns out, the money collected is very lick. Hyun-chul finally took the decision to sell his house which is the only treasure. But because the house is too dirty, in a short time could not find a buyer.

Melihat mata hyun chul yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati jihwan merasa sedih. Pada suatu hari jihwan menarik tangan ayahnya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Appa, aku ingin mati”. Hyun chul dengan pandangan yang kaget melihat Jihwan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati? kenapa harus berkata seperti itu?”. “Aku adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa aku tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah aku keluar dari rumah sakit ini.”

Seeing the sad hyun chul’s eyes and cheeks that were increasingly thin. In the heart , jihwan feel sad. On a day of exciting his father, tears flowed when his words have not been ejected. “Appa, I want to die”. Hyun-chul with views of the startled look Jihwan, “You’re only 8 years old ,why you must say that?”. “I was a child had picked up, everyone said I was not precious lives, it is not compatible with this disease, let me out of this hospital.”

Suatu hari secara diam-diam , Jihwan mewakili appanya menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Jihwan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada appanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Jihwan berkata kepada hyun chul: “Setelah aku tidak ada, kalau appa merindukan aku lihatlah foto ini”. Hari kedua, hyun chul menyuruh hye soo kekasihnya untuk menemani Jihwan pergi ke kota dan membeli baju baru. Jihwan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Hye soo memilihkan satu celana panjang berwarna putih dengan corak polos. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Jihwan kemudia memakai baju barunya dengan pose setampan mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Jihwan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. “appa, umma, aku ingin kalian cepat menikah, arraseo? Aku mohon untuk terakhir kalinya, kabulkan permohonanku appa.. umma..”,ujar jihwan seraya menitihkan air matanya.

One day secretly,  Jihwan represent his father signed certificate maintenance release. Eight-year-old child was also regulate everything connected with the funeral itself. That same day after returning home, Jihwan who since childhood has never had a request, it asked for  two days an application to his father. He wants to wear new clothes and take pictures. Jihwan said to hyun chul: “After I’m gone, if you look at misses me, let see this picture.” The second day, hyun chul told to his girlfriend (hye soo) to accompany Jihwan go into town and buy new clothes. Jihwan  choose the clothes himself. Hye-soo pick one white trousers with a plain style. So try and not willing to let go. Then the three of them arrive at a photo studio. Jihwan then wear new clothes to pose as handsome as may struggle to smile. However he tried to smile, in the end could not hold back her tears flowing out. Jihwan would like a sheet of loose leaf from the tree and disappeared in the wind. “Appa, umma, I want you to get married soon, arraseo? I beg for the last time, turn down please Appa .. umma .. “, jihwan  said while shed tears.

Pernikahan hye soo dan hyun chul akhirnya di gelar walaupun dengan kesederhanaan, ini karena desakan jihwan yang ingin segera melihat appanya memiliki pendamping disaat ia tak ada nanti. Ia berjanji pada Tuhan, bahwa ia akan menjadi anak yang baik untuk appa yang telah membesarkannya penuh cinta dan kasih sayang. Sehari setelah pernikahan itu di gelar, jihwan menghembuskan nafasnya yang terakhir di pangkuan sang ayah yang ketika itu tengah menidurkannya. jihwan berkata pada ayahnya bahwa ia sangat lelah dan ingin beristirahat yang tenang.

hye soo  and hyun chul’s wedding  simply carried on,because the jihwan’s pressure who wanted to see his father have a companion when he was not there later. He always promised to God, that he would be a good son for his father who had raised him to full of love and affection. A day after the wedding , jihwan breathed their last in the lap of his father  that when it was put him to sleep. jihwan told his father that he was very tired and want a quiet rest.

===END===

comment please…

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 5, 2011 in ALL FANFICT, FAMILY

 

Tag: , ,

4 responses to “[FANFICTION] Dae Guk Nam Ah ~ u always be my son [ENGLISH n INDONESIA trans]

  1. sparkjay

    Juni 23, 2011 at 7:44 pm

    GYAAA~~~!
    Awalnya aku mau ketawa karena Jay jadi anak angkatnya Karam. Jay makin muda dong. haha
    tapi… kenapa Jay mati.. ??!!? Aku jadi nangis gara-gara Jay mati… TT,TT

     
    • aya yongra

      Juli 24, 2011 at 10:19 pm

      haha iyaa.. jay kan anakku dan karam. *plaak

       
  2. choyoohyun_

    Juli 16, 2011 at 3:22 pm

    HWAAAA…
    ceritanya singkat, awalnya ketawa kelepasan krn si Jay jd anakny Karam
    tp akhirny maw nangis jg gatau knp (__)
    i like it😀
    k blog ku y chingu chovichyun.wordpress.com
    gomawoo

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: