RSS

Fanfict special ultah baby pandapanda…. (SEUNGRI BIG BANG) part. 1

04 Apr

NO COPAS N DON’T BE SILENT READERS !!!!

Ehem..ehem.. author balik lagi bawa FF khusus ultahnya uri saranghaneun magnae.. baby panda kebanggaan milik bersama **di jitak mama panda** haha

LEE SEUNG HYUN a.k.a SeungRi a.k.a Victory a.k.a VI

Mianhae kalo ceritanya jelek, gaje ato kurang menarik di mata.. (?)

Sebelumnya, author mo ngucapin HEPI anniversary to seungri oppa….

Trus author juga berterimakasih atas dukungan mas GD, karena slama ini telah menemani author bikin nih FF. hhe **mupeng**, lalu mo minta maav jika ada pihak-pihak yang di rugikan dengan adanya FF ini **klo ada looh yaa**

Well,, ga usa bnyak bekinclong,, langsung aja…

 

Tittle : too love, too lose

genre : romance

pairing :

– seungri BB / Lee chonsa

– daesung BB / bora sistar

– Taeyang BB (alone)

length : 2ndshoot

 

NP#~love is punishment~ k.will

 

PROLOG ~

 

CINTA. Entah mengapa cinta itu ada. Entah mengapa setiap orang butuh cinta. Dan apa itu cinta? Tak ada satupun orang yang dapat mendefinisikan cinta secara detail, tak ada seorangpun yang dapat merumuskan cinta, dan tak ada yang tau, cinta itu memiliki senyawa apa.tapi Cinta itu seperti pisau bermata dua. Disatu sisi membuat orang bahagia, dan di satu sisi cinta membuat orang terluka. Ini dialami oleh chon sa.. Rasa cinta dan sayangnya yang begitu besar pada eonninya, harus membuatnya merelakan seungri (kekasihnya) untuk kebahagiaan eonninya.

~sound end~

~prolog end~

 

+++ @USA

 

_Bora pov_

 

“eonni, kapan kau kembali ke seoul. Aku merindukanmu eonn.. -chon sa-“,

 

setiap pagi aku selalu mendapat kiriman e-mail dari dongsaengku. Arrgh~dia itu cerewet sekali. Aku malas membalas e.mailnya setiap pagi dan menjawab hal yang sama. Lebih baik aku kerjakan skripsiku yang lebih penting dari e.mail chon sa!

 

 

_chon sa pov_

 

hmmh~setiap pagi aku mengirim e.mail ke eonniku, tapi sekalipun ia tak pernah membalasnya. Kadang sebulan sekali ia membalas e.mailku. Apa ia tak tau, aku benar-benar merindukannya? Sudah hampir 5 tahun ia tinggal di amerika, tapi tak pernah sekalipun ia pulang ke seoul, walaupun pada saat natal, dimana semua anggota keluarga berkumpul.

Ini semua karna appa, yang memaksa bora eonn untuk melanjutkan study di amerika..

 

Drrtt..drrtt..drrtt.. Hapeku bergetar di atas tempat tidur.. Ternyata ada pesan masuk dari seungri. “chagi, ayo kita jalan-jalan, udaranya sejuuk, kajja! Aku sudah menunggumu di belakang rumah”. “Ommo~ aku harus cepat-cepat menemui seungri! Aku lupa kalau ada janji!”, aku langsung memakai sepatu dan bergegas keluar rumah.

 

“chon sa, kau mau kemana pagi-pagi begini??”,tanya appaku yang tengah membaca koran di ruang tamu.

 

“hmm..hmm… Aku.. Aku mau jogging pa!”, ucapku terbata-bata.

 

“jogging? Dengan siapa?”,tanya appa. “dengan teman ,appa!! Aku pergi appa. Muach”,aku mencium pipi kanan appaku dan langsung berlari keluar rumah.

 

¤¤¤¤

“chagi…”,seungri melambaikan tangannya padaku. Ku percepat langkahku dan mendekatinya. “mianhae chagi, aku terlambat..”, ucapku ngos-ngosan. “hm~kenapa kau berlari-lari seperti maling di kejar masa?”,tanya seungri sembari mengacak-acak poniku. “ishh~kau seperti tak kenal appaku saja.. Kalau dia tau aku pergi dengan namja, bisa-bisa aku di bunuh”

 

“hmm~apakah kita akan seperti ini terus? Menjalani hubungan backstreet seperti ini? Kau kan sudah remaja, jadi wajarlah jika kau berpacaran!”,ucap seungri sambil manyun. “bersabarlah chagi,, aku yakin, appa pasti luluh akan kekuatan cinta kita. Tapi kau masih mau menungguku kan?”,tanyaku. Seungri langsung tersenyum lebar *sumringah maksudnya*. Seungri langsung menjambret handuk yang ku kalungkan di leherku dan memintaku untuk mengejarnya. “chagi, kejar aku!”,ucap seungri sambil melet. Uh, wajahnya yang imut membuatku gregetan, dan ku kejar dia sampai dapat..

 

+++

 

_author pov_

 

“chagi, sebentar lagi aku akan kembali ke seoul. Apakah kau tak ingin ikut denganku? Aku ingin mengenalkanmu pada appa dan eommaku”, ucap bora pada kekasihnya (daesung). Daesung adalah kekasih bora selama 2 tahun belakangan ini, ia sebenarnya adalah orang korea, namun karena haelmoninya orang amerika, jadi ia menetap di amerika bersama adik-adiknya, sedangkan ayah dan ibunya tinggal di korea.

==

daesung masih saja berkutat dengan laptopnya. “chagi,,kau tak dengar?”,ujar bora sekali lagi. Daesung menoleh ke arah bora dan menatap tajam matanya. “bisakah kita bicarakan ini nanti? Aku harus menyelesaikan proposal ini sebelum jam 1 siang..”, jawab daesung pelan. “kau! Selalu saja sibuk dengan pekerjaanmu! Aku jadi ragu, apakah kau benar mencintaiku atau tidak!”,ucap bora sembari melipat kedua tangannya. “kenapa kau berpikir seperti itu? Apa kau pikir selama ini, aku menjalani hubungan kita hanya untuk main-main,seperti anak SMA? aku menjalin hubungan denganmu, karna aku serius ingin menjadikanmu orang yang terakhir di hidupku”, jawab daesung yang menghentikan pekerjaannya sesaat. “chagi, mianhae…”, bora langsung memeluk daesung dan meminta maaf atas perkataannya. “ne, gwenchana..”, daesung membalas pelukan bora dengan hangatnya.

 

~~~ 2 bulan kemudian . . .

 

“aissh~sudah jam 2, sbentar lagi pesawat akan take off, tapi daesung tak kunjung datang~ aiih, namja phabo! Bisa-bisa kami ketinggalan pesawat kalau bgni!”,setiap menit bora melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Berharap daesung datang dan ikut dengannya ke seoul. “chagiya~”,teriak seorang namja berkemeja rapi menghampiri bora. “daesung?? Kau?? Mana kopermu?”,tanya bora. “mm~mianhae chagi,, aku tak bisa ikut denganmu ke seoul, aku tak bisa meninggalkan perusahaanku sekarang,, karena perusahaanku sedang dalam keadaan genting”,daesung menjelaskan apa yang tengah terjadi padanya sehingga ia memutuskan untuk tidak ikut dengan bora ke seoul, dan akan menyusulnya jika perusahaannya sudah dalam keadaan aman. Namun bora dengan sifatnya yang keras kepala, tetap tidak mau tau dan menganggap daesung tidak benar-benar mencintai dirinya. “hah! Kau slalu begitu~seribu satu alasan selalu kau katakan padaku,, aku sudah lelah, kau selalu menduakan aku dengan pekerjaan tololmu itu!”,ucap bora membentak. “kau itu dari dulu tak pernah berubah! Sifat kekanak-kanakanmu terlalu berlebihan! Aku bekerja seperti ini, untuk masa depan kita nanti”,jelas daesung. Namun, bora tetap tidak mau mengalah. “apa? Masa depan? Masa depan apa yang kau bicarakan? Hah? Kalau kau bekerja seperti ini terus, masa depan kita akan hancur.. Kau tak pernah meluangkan sdikit waktumu untukku! Aku juga butuh kau oppa! Aku butuh seseorang untuk tempatku berbagi! Aku tak butuh materi yang berlebihan! Tapi aku butuh kasih sayang, oppa!”, bora menangis terisak. Sejenak suasana terasa hening. Daesung mencoba menenangkan bora dengan memeluknya, namun bora malah mendorong tubuh daesung.

 

“bagi para penumpang pesawat boeing 787 , harap bersiap-siap, sebentar lagi pesawat akan segera take off”,sebuah pengumuman di perdengarkan di seluruh areal bandara. Bora yang masih dalam keadaan terisak, segera menarik kopernya dan langsung menuju check in counter. Daesung hanya terdiam dan tak mampu menahan kepergian bora. Ia berlutut di lantai dan menunduk,”mungkin aku terlalu kejam memperlakukanmu seperti ini, aku tau kau begitu kesepian, aku memang namja pecundang! Aku bodoh! Aku tak bisa membuatmu nyaman bersamaku.. Tapi aku berjanji, aku akan slalu ada untukmu”,ucap daesung dalam hati.

 

=== @ incheon airport

 

“appa,, lihat itu! Itu bora eonni kan? Iya kan appa??”, chon sa menunjuk ke salah seorang yeoja berkacamata hitam menggunakan slayer silver yang berjalan mendekati chon sa dan appanya. “ahh~ne,ne, itu bora, kajja!”, appa memerintahkan chon sa agar menghampiri bora.

 

“appa….”,bora menyambut ayahnya dengan pelukan. “hmm~ini pasti chon sa! Panda kecil kesayangan eonni! Uuh~pipimu tambah menggemaskan!”,bora mencubiti pipi chon sa yang memang agak chubby. “ishh~sakit eon!!”,ucap chon sa sembari memegangi pipinya. “kenapa eon tak pernah membalas e-mailku? Ahh~eonni jahat!”,ucap chon sa sambil manyun. “hmm~mianhae saeng, eon sangat sibuk. Kajja, kita pulang, eon sudah kangen dengan masakan eomma! Nanti akan eon ceritakan, arraseo?”, bora merangkul chon sa dan berjalan menuju mobil.

 

 

+++

@ bora n chon sa’s house..

 

_bora pov_

 

kurebahkan tubuhku yang begitu lelah setelah lama di perjalanan. Bahagia~itu yang aku rasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di korea. Tapi entah mengapa, lambat laun, air mataku jatuh lagi, dan kejadian kemarin terlintas lagi. “ahh daeppa, kau sungguh membuatku sakit!”

 

 

~ke esokan harinya~ “eon, banguun! Sudah pagi”, chon sa mengoyak-ngoyakkan tbuh bora pelan, agar bora terbangun. “engghh~ oaheem~”,bora mulai membuka matanya dan tersenyum ketika melihat boneka panda kecilnya membangunkannya di pagi ini. “joh eun achim~”,sapa bora menggunakan bahasa koreanya yang sangat jarang ia gunakan di amerika. “joh eun achim eonni. Kajja ,bangunlah~aku akan mengajak eonniku tersayang untuk jogging”,chon sa mulai menarik selimut yang membalut tubuh bora. “yayaya,eon bangun.. Tapi tunggu sebentar yah, eon mau ke kamar mandi dulu”, bora langsung beranjak ke kamar mandi.

 

======

 

“hmm~gaya hidupmu sekarang sudah berubah ya chon sa?? Dulu waktu kecil kau paling malas bangun dan kerjamu hanya makan,tidur.. Tapi lihat lah sekarang, kau bisa menjaga pola hidup sehatmu! Eonni salut padamu”,ucap bora sembari berlari kecil bersama chon sa mengelilingi taman kota. “ne eon,, aku tak ingin penyakitku datang lagi ,lalu kembali menggerogoti tubuhku. Aku masih ingin hidup lama bersama orang-orang yang aku cintai”,ucap chon sa yang memperlambat larinya. “chagi…. Uuh…”,bora memeluk chon sa penuh perhatian. “oh ya, apa kau sudah tak pernah kemoteraphi lagi ?”,sejenak bora menatap wajah dongsaengnya lekat-lekat. “hmm~Aku sudah sembuh!!Oia, eonni , aku ingin mengenalkanmu pada seseorang yang sangat berarti di hidupku” bora pun tercengang mendengar pernyataan chon sa. “apa kau sudah mempunyai namjachingu?”, bora mendekatkan diri dengan chon sa. Chon sa mengangguk pelan dan bora pun tertawa. “hahahaha, sudah berani rupanya, dongsaeng eonni berpacaran!”..

“ahh~eonni !! Jangan katakan pada appa yaa!”,chon sa mencolek siku bora. Bora hanya tersenyum licik. “eonni , hari ini aku ingin mengenalkanmu pada namjachinguku.. Apa kau mau?”,tanya chon sa. “tentu saja!”,jawab bora seadanya.

 

Nan noreul saranghae… I love you girl…

 

Tiba-tiba handphone chon sa berdering.”yeoboseyo chagiya ?”,sapa chon sa. “chagi, hari ini sepertinya aku tak bisa datang untuk menemui eonnimu, karna hari ini ada pasien yang akan di operasi”, ujar seungri dari seberang sana. “ahh~ne, gwenchana oppa.. Bisa lain waktu , utamakan saja pasienmu. Ia lebih membutuhkanmu”,jawab chon sa penuh pengertian.

“hmm~apa itu namjachingumu chon sa?”,tanya bora yang memegangi pundak chon sa dari belakang. “ne eonni… Sepertinya hari ini acara perkenalannya dibatalkan, ia sedang sibuk sekarang”

 

 

+++

night at bora n chon sa’s house . . .

 

_Chon sa pov_

 

“eomma, apa hari ini akan ada tamu yang datang?”,tanya chon sa. “ne, hari ini bora akan di jodohkan dengan adeul (putra) dari teman appamu..”,jawab eomma sembari menyiapkan kue Yang akan disuguhkan nanti. “per..jodoh..an?? Bora eonni akan di jodohkan dengan siapa eomma?”,tanya chon sa sembari mengernyitkan alis kirinya. “nanti kau akan tau , siapa calon kakak iparmu. Kajja, bantu eomma! Sepertinya puding cakenya sudah matang.. Ayo di angkat..”,ujar eomma yang masih saja sibuk mengocok adonan bolu yang belum jadi. Tapi tetap saja firasatku tidak enak. Jantungku berdegup lebih cepat. Waeyo?? Mudah-mudahan perjodohan ini tidak ada sangkut pautnya denganku..

Hmm~kubantu eomma ku membuat kue dan menata meja, sedangkan bora eonni tengah tidur siang. Ia tak tau jika ia akan di jodohkan.

 

[ pukul 20.00 ]

 

“ahahaha~benar sekali.. Bora memang cantik.. Tak salah jika putra kami menikah dengannya, apalagi di tunjang dengan kepintarannya” , terdengar percakapan dari ruang tamu. Aku pun turun ke bawah untuk melihat calon mertua eonniku dan calon kakak iparku. Deg deg deg. . . Mwo?? Kenapa hati ini terasa sesak? Langkahku pun semakin berat. Kucoba menepis semua rasa itu dan segera menuju ruang tamu. “hmm~ namja berkemeja putih bergaris itu pasti calon kakak iparku..”,ucapku dalam hati sambil menebak-nebak. “chagi, ayo kemari.. Appa kenalkan dengan calon nampyeon eonnimu!”,appa memanggilku sembari melambai-lambaikan tangannya. Ku hampiri mereka dan kulihat jelas wajah namja itu.

‘GRUDUG PYAAR’,

hatiku terasa tersambar petir, tersayat-sayat pisau ketika melihat namja itu. “chagi perkenalkan, ini seungri.. Dan seungri, ini chon sa calon adik iparmu..”,ujar appa sembari tertawa kecil. ’Apa?? Seungri? Di jodohkan dengan bora eonni? Anniyo~anniyo!!’, kuberlari keluar rumah dan diikuti seungri. Semua orang yang ada di ruang tamu pun kaget. “phabo! Kenapa aku harus berlari seperti ini? Pasti akan ketahuan kalau begini!”,ucapku dalam hati sembari menangis dan tetap berlari hingga sampai di taman belakang rumah.

 

“chagi…”,seungri memanggilku dengan suara lantang. Langkahku terhenti namun aku tak menoleh ke arahnya. Dentangan kakinya terasa mendekatiku. “cchhonn saa~”, seungri membalikkan badanku agar tubuhku berhadapan dengannya. Namun kupalingkan wajahku karna Aku sama sekali tak ingin melihat wajahnya. Seungri yang tak tahan melihat tingkahku lalu mengangkat daguku dan mensejajarkan wajahnya denganku. “chagiya.. Mianhae…”,ucapnya sembari mengelus pipiku. Air mataku tak dapat di bendung lagi, ucapannya membuatku semakin sakit. “kenapa kau lakukan ini padaku”,ucapku tertatih. “mianhae.. Aku tak tau kalau orang tua kita sudah merencanakan ini semua..”,jawabnya berbisik di telingaku. Ku tepis tangannya yang masih mengelus pipiku. “apa tak bisa kau batalkan perjodohan ini?”,bentakku. “ne, jika itu maumu aku akan mengatakannya sekarang pada orang tuaku”,seungri menarik tanganku masuk ke dalam rumah. Namun saat sampai di ruang tamu, langkahku terhenti ketika appa melihat tanganku di gandeng seungri oppa. “apa yang kalian lakukan?”, tanya appa. Aku langsung berbisik di telinga seungri,”jangan katakan sekarang oppa!” . “tapi…?”,aku langsung melepaskan pegangannya dan langsung menghampiri appa yang sudah menunggu lama. Akupun langsung duduk di sebelahnya. Tak lama berselang, bora eonni turun dengan anggun mengenakan gaun pink kesayangannya. “wah,, keyopta”,ujar ayah seungri. Bora eonni pun langsung duduk di sofa bersebelahan dengan seungri. Rapat keluargapun di mulai. Orang tua kami mulai membahas topik pertunangan sampai pernikahan mereka kelak. Sementara itu, bora eonni dan seungri berkenalan dan saling mengenal pribadi masing-masing. Canda dan tawa terselip di dalamnya. Keberadaanku di sini tak ada artinya. Lebih baik aku pergi dari sini. “chon sa.. Kau mau kemana?”,tanya bora eonni saat melihatku bangun dari tempat dudukku. “aku..aku hanya ingin mencari udara segar eonni! Lanjutkan saja obrolanmu dengan seungri oppa..”, jawabku. Aku langsung pergi keluar. Tanpa arah dan tujuan. Hingga akhirnya aku sampai di sebuah taman di pusat kota. Aku duduk di bangku taman sembari menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Untuk mengeluarkan segala kekesalan dan kepahitan yang mendera batinku. “aaargh~ aku benci semua ini !! Apa sbenarnya salahku? Hingga orang-orang yang aku sayangi tega menyakitiku??”

 

tuiing . . Ctaaakk..

Sesuatu tepat mendarat di atas kepalaku. “kaleng? Siapa yang berani melempar kaleng minuman ini di kepalaku hah!”,teriakku sembari mengusap air mataku. “hehehe, mian hae noona!”, terdengar suara seorang namja. Kulihat di sekelilingku tak ada seorangpun yang lewat, atau jangan-jangan … *author: kuntilanak!!hehe* bulu kuduk ku menari-nari. Tiba-tiba seseorang turun dari atas pohon dan tersenyum gaje di depanku. “yaa! Siapa kau? Beraninya melempar kaleng ini di kepalaku!”, kulempar kaleng itu lagi ke badannya. “jangan marah noona! Ini juga karna salahmu! Kau mengganggu tidurku yang lelap!”,ujarnya sembari membenarkan topi yang ia kenakan. “kau? Tidur di atas pohon?”,ucapku tak percaya. “Orang setampan dia? Tidur di pohon? Aigo! Ini orang sudah gila ya?”,batinku. “sebenarnya aku bosan tinggal di apartemen mewah, jadi ingin tinggal di tempat seperti ini sekali-sekali”,ucapnya sembari berjalan mengelilingiku. “beuh~sombong sekali orang ini!”,pekik ku dalam hati. “apa?aku sombong?”,tanya namja itu seraya membulatkan matanya. “aigo! Apa dia mendengar ucapanku barusan?” “ahh, aku hampir lupa! Kita belum berkenalan bukan? Namaku taeyang! Dan kau sendiri noona?”,tanyanya sembari mengulurkan tangannya. “chon sa”,jawabku singkat dan meraih tangannya.

+*+*

“wah eonni.. Pagi-pagi begini kau sudah rapi! Mau kemana?”,tanyaku sambil menuangkan susu dari teko. “heheh..kau mau tau saja! Hari ini eonni akan pergi bersama seungri”, ujarnya sembari memakan potongan roti di atas piring. “eonni, aku memang mencintai seungri , tapi aku jauh lebih mencintaimu.. Jika Kau bahagia bersama seungri, aku akan merelakan seungri untukmu” .

“ya! Kenapa kau bengong begitu?”,tanya bora eonni membuyarkan lamunanku.”anni~aku bahagia jika eonni sudah bisa dekat dengan seungri” Bora eonni hanya tersenyum sambil menikmati sarapannya. “gamsahamnida”,ujarnya.

 

To be continue…..

di tunggu komennya…

 

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in ALL FANFICT, ROMMANCE

 

Tag: , ,

6 responses to “Fanfict special ultah baby pandapanda…. (SEUNGRI BIG BANG) part. 1

  1. EchaVIP

    April 5, 2011 at 6:24 am

    Kyaa keren admin! Taeyang lucuw… Haha

     
    • aya yongra

      April 5, 2011 at 3:45 pm

      hahaha ya haruus doonk.. kan emang lucu… wkwkwkwk

       
  2. Devi_VIP

    April 6, 2011 at 2:19 am

    ayaaaaaayaaa…si Baby panda jd rebutan..kkk..mau donk ikut rebutan juga..hahha…nggak papa dech dapat Taeyang oppa..”ngarep”

     
    • aya yongra

      April 6, 2011 at 4:02 pm

      haha ayolaah kita rebut rebutan,,,, kekeeke
      devi mau ma taeyang? tenang,, ak mak comblangin.. *plaak* serasa kaya kenal banget ma taeyang. hhaha

       
      • Devi_VIP

        April 8, 2011 at 10:48 pm

        xixixi..nggak papa onn…selama menghayal nggak dilarang….hahaha..yuukkk menghayal bareng “gubrak”

         
      • aya yongra

        April 17, 2011 at 3:20 pm

        hayuukk.. hayuuk.. kekeke

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: