RSS
Galeri

Bawang Dae Nd Bawang Yong

09 Mar

tittle : BAWANG DAE nd BAWANG YONG

genre : comedy ala kadar

cast :  daesung       , jiyong       , seungri       , taeyang,       TOP

cakka / author : Aya GDarappler

setting : perkampungan jaman dulu

point of view : cakka / author

 

 

“CERITA RAKYAT JELALATAN #plak# maksudnya CERITA RAKYAT JELATA”

 

 

Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang dae. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang dae(tabi) hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang dae (taeyang) sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang dae sangat berduka demikian pula ayahnya.

Di desa itu tinggal pula seorang janda bernama victory yang memiliki anak bernama Bawang Yong. Semenjak ibu Bawang dae meninggal, victory sering berkunjung ke rumah Bawang dae. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang dae membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Dae dan ayahnya mengobrol. Akhirnya tabi berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikahi saja victory supaya Bawang dae tidak kesepian lagi. Maka tabi kemudian menikah dengan victory. Mulanya victory dan bawang yong sangat baik kepada Bawang dae. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang dae dan memberinya pekerjaan berat jika tabi sedang pergi berdagang. Bawang dae harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang yong dan ibunya hanya duduk-duduk saja. “umma… nanti kita ke salon yaa..”, ajak bawang yong. “ne..”,saut victory seraya membersihkan kukunya yang kotor. Tentu saja tabi tidak mengetahui apa yang di lakukan victory dan bawang yong kepada  anak semata wayang kulitnya *plak* , bawang dae, karena Bawang dae tidak pernah menceritakannya.

Suatu hari tabi jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang yong dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang dae. Bawang dae hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum ayam berkokok, untuk mempersiapkan air panas dan sarapan bagi Bawang yong dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, mencabuti bulu kaki ibu tirinya *plak* dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang dae selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri .

***

Pagi ini seperti biasa Bawang dae membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. “daebagigun! (daedaedae)daebagiya!

(sesese)sesangsaram modeun iga daebagiya~

hyeongnimdo daebag~(daebak) eonnido daebag~(daebak)

neodonado urimodu daebagiya~”

 

Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang dae segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang dae tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju keakungan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. “aigoo!! Ommona!! Baju kucel milik victory umma.. ottokhe? Ottokhe?”, Bawang dae panik.. ia menjambak-jambak rambutnya. Bawang dae akhirnya mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada victory.

“Dasar ceboroh!! Ehh, ceroboh!!!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?” . “tapi itukan baju kucel.. beli saja yang baru!!”, ujar bawang dae. “mwo?? Beli katamu? Memangnya beli baju pake gigi? Umma mana punya uang!! Heuh ==”! cepat cariiiiiii”,bentak victory.

 

Bawang dae terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang dae belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang kacamatakodoknya , dan dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang dae melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang dae bertanya:  “annyeong, apakah ajjushi melihat baju kucel yang hanyut lewat sini? Karena aku harus menemukan dan membawanya pulang.”

“ apakah  bentuknya kucel , warnanya putih kecoklatan dan bau busuk?”, tanya ajjushi sang pengembala. “ho.oh.. betul..betul..betul..”,jawab bawang dae seraya mengangguk. “mianhae,, ajjushi tidak lihat!!”

GUBRAKK

“kata ajjushi, tadi ajjushi lihat!!”,tanya bawang dae. “memang ajjushi bilang melihatnya? Tadi ajjushi hanya bertanya. Karna ajjushi juga punya baju kucel seperti itu”,saut ajjushi itu lagi. “Baiklah kalau begitu ajjushi, terima kasih!” kata Bawang dae dan segera berlari kembali menyusuri tepi sungai.

**

 

Hari sudah mulai gelap, Bawang dae sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang dae kelaparan. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang dae segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.

“Permisi…!” kata Bawang dae. Seorang perempuan tua membuka pintu.

“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.

“Aku Bawang dae nek. Tadi aku sedang mencari baju kucel milik ibu aku yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah aku tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang dae.

“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari wujudnya dekil? Kucel??” tanya nenek.

“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang dae.

“Ya. Tadi baju itu tersangkut di kaki nenek saat nenek mandi di sungai. Akung sekali , padahal aku sangat menyukai (?) baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.

Bawang dae berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang dae pun merasa iba.

“Baiklah nek, aku  akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja melihat wajahku yang kusem,” kata Bawang dae dengan tersenyum.

 

Selama seminggu Bawang dae tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang dae membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang dae.

“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Walaupun rupamu agak kusem.. *plak* Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.

Mulanya Bawang dae menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang dae memilih labu yang paling kecil. “Aku sebenarnya ingin membawa labu yang besar, tapi karna aku tidak membawa mobil, terpaksa aku bawa yang kecil saja, aku takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang dae hingga depan rumah.

Sesampainya di rumah, Bawang dae menyerahkan baju kucel milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang dae ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak “DAEBAKIYA” saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang yong yang dengan serakah langsung merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang dae untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang dae pun menceritakan dengan sejujurnya.

Mendengar cerita bawang dae, bawang yong dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang yong yang akan melakukannya. Singkat cerita akhirnya bawang yong sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang dae, bawang yong pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang dae yang rajin, selama seminggu itu bawang yong hanya bermalas-malasan, tidur mendengkur, main playstation *gaul euy*, nonton drama korea *LOL*. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang yong untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang yong. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang yong memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang yong mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

Sesampainya di rumah bawang yong segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang dae akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang dae untuk pergi ke sungai untuk mencuci kaos kaki milik bawang yong yang sudah seminggu belum di cuci. Dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut *belah labu buu?*. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan ribuan lusin baju kucel yang baunya menyengat hingga membuat victory dan bawang yong pingsan tak sadarkan diri.

 

END~~~

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2011 in ALL FANFICT, HUMOR, ONESHOOT

 

Tag:

4 responses to “Bawang Dae Nd Bawang Yong

  1. dralyndz

    Maret 11, 2011 at 2:05 am

    ayaaaaaa🙂
    *dadah2 ala miss universe,,ini kayanyaah uda pernah baca juga LOL
    ayy,background blog mu ganti dund ma pikku Big Bang yang baruu😄 hahahaha
    ayy blog mu uda keren tuh😄

     
    • aya yongra

      Maret 11, 2011 at 10:04 am

      jiaahh.. miss universe dari hongkong??
      hha.. apanya yg keren unn? masi jelek tauu..
      ok2 tar ganti yang baru..

       
  2. Devi_VIP

    Maret 12, 2011 at 1:48 pm

    hahaaaa….ff.x bikin ngakak guling2…lucuuuuu…..

     
    • aya yongra

      Maret 12, 2011 at 2:26 pm

      hhi.. jangn guling2.. ntar bajunya kotor.. LOL
      hhe :p

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: