RSS
Galeri

♥♥♥ My Lovely Baby sitter♥♥♥ oneshoot

10 Mar

Tittle : My Lovely baby sitter

Genre : Romance (maybe)

Cast : all member BIG BANG    , Soo young SNSD    , Lee hyori   ,      Ga In

Type : Oneshoot

Author : Aya YongRa

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sudah 3 bulan aku menganggur , aku sudah letih mencari pekerjaan. Mulai dari mendaki gunung, melewati lembah sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualang *loh kok jadi nyanyi ninja hattori?*.

Ku berjalan menyusuri setiap ruas jalan di pinggiran kota, udara yang begitu dingin karena tiupan angin yang kencang membuat rambutku yang tergerai melayang-layang bebas di udara. Tiba-tiba ..

PLAAK…

selembar koran menempel di wajahku. “Aiih, angin sial!! Heh? Lowongan pekerjaan?”, mataku membulat ketika melihat tulisan yang tercetak di koran itu. Ada sebuah lowongan pekerjaan yang kiranya memang cocok untukku.

‘Dicari : baby sitter untuk mengurus empat balita berumur 1-4th . Hubungi : +882xxx’

hm, aku harus menghubungi nomor ini. Ku rogoh kantongku dan mengambil ponsel pink kesayanganku.

Tit tu lit tit tut .. Kutekan keypad di ponselku lalu sambungan terhubung.

‘La…La…La… Aku sayang sekali..Doraemon’

GDUBRAAK … “yaelahh~RBTnya doraemon”, gerutuku

“yeoboseyo..”,sapa seorang Namja bersuara merdu. “annyeong, soo young imnida.. Mm, apakah benar anda sedang membutuhkan baby sitter di rumah anda?”,tanyaku memulai perbincangan. “ne,, waeyo? Apakah nona ingin melamar sebagai baby sitter?”,tanyanya langsung ke topik pembicaraan. “ne..”,jawabku singkat. “baiklah, apakah nona bisa mulai bekerja nanti siang?”.

“jadi, tidak perlu di interview?”,tanyaku. “anniyo..Kau langsung bisa bekerja mulai siang nanti.”,jawabnya. “ne,gamsahamnida”,sautku lalu menutup telfonku.

**

pukul 13.00

aku berkeliling mencari alamat apartemen calon majikanku. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah apartemen di kawasan YG. “ehm,ini pasti apartemen yang di maksud.. Aku harus segera masuk” ku berjalan menuju lift hingga akhirnya sampai di lantai 22 tempat yang di tunjukkan calon majikanku. Tepat di depan lift, aku melihat nomor apartemen tempat majikanku tinggal.  2288 .

‘TING TONG’, Ku pencet bel apartemennya. Tak lama kemudian seorang namja membukakan pintu. Namja itu terlihat manis dan bermata sipit, serta berbadan kekar memakai kaos yang pas dengan ukuran badannya. “annyeong haseyo.. Soo young imnida”, aku membungkukkan sedikit badanku. Dan ia pun tersenyum simpul. “oh, kau yang bernama soo young?, mari masuk!”,perintahnya. Akupun masuk kedalam apartemennya yang sangat berantakan. Mainan anak-anak berceceran di mana-mana, popok bayi dan dot bayi bertaburan di lantai. “mwo?”,aku kaget melihat suasana apartemen yang bisa di sebut kapal pecah. “mianhae, apartemenku agak berantakan.. Ini karna aku terlalu sibuk mengurusi anak-anakku yang masih balita. Mereka berjumlah 4 orang. Hehe”,ujarnya sembari membenahi bantal yang berserakan di lantai ruang tamu. “ne, gwenchana.. Oia, eommanya kemana?”,tanyaku. Wajah namja itu langsung berubah 180’ , ia tampak murung dan terlihat menitikkan air mata. Ia pun mulai bercerita bagaimana keadaan yang sebenarnya. Ia mengatakan bahwa istrinya telah meninggal setahun yang lalu saat melahirkan anaknya yang terakhir.  Dengan kesibukannya Sebagai manajer di sebuah perusahaan, ia sering pergi keluar kota untuk mengerjakan tugasnya, ia pun tak tega meninggalkan buah hatinya yang masih balita di rumah sendirian, maka dari itu ia butuh seorang baby sitter. “ouh,jadi begitu.. Baiklah, aku akan merawat mereka.. Tenang saja sunbae”,ucapku. “ahh, aku hampir lupa, namaku daesung”,namja itu mengulurkan tangannya dan aku membalasnya.

**

“hari ini aku akan ke hongkong untuk mengadakan work shop selama seminggu. Aku minta tolong rawat keempat putraku yaa..”, perintah daesung ssi. “ne..”,jawabku singkat. “annyeong…”,ujarnya sembari berjalan keluar dan berlalu begitu saja.

“Hm, hari ini aku akan memulai hariku bersama keempat balita ini”, gerutuku dalam hati sembari menatap wajah imut keempat balita yang tengah tertidur pulas. Ketika ku membalikkan badanku dan hendak beranjak keluar, salah satu balita itu menangis. Kulihat box tempat tidurnya bertuliskan seungri, balita yang baru berusia 1 tahun. “hoee..hoee..hoee”,ku hampiri Ia lalu ku gendong dalam pelukanku. Ku elus-elus punggungnya hingga ia tertidur lagi. “Hmm, malang sekali anak ini, ia harus kehilangan kasih sayang ibunya…”, ucapku perlahan. Ku baringkan kembali tubuh mungilnya dan mengelus-elus pipinya. “uUuhh..”,jiyong bangun sambil mengucek-ngucek matanya lalu menatapku ringan.

“jiyong… Sudah bangun ya?”,ku dekati boxnya dan mendekatkan wajahku dengan wajahnya.

‘PLAK’, sebuah pukulan tepat mendarat di wajahku.. “issh!~ sabar soo young! Dia masih kecil”,kata hatiku bergeming. Memang benar, menghadapi anak kecil harus memiliki kesabaran yang tinggi. “pipis!”,ujar jiyong polos. Ku gendong dia dan mengajaknya ke toilet. Tapi naas, belum sampai di toilet, jiyong malah buang air kecil di gendonganku. Alhasil bajuku basah dan berbau pesing.. “hehehe”,jiyong tertawa. Huh… Sabar..sabar..

**

~Author pov

“ngeng..ngeng..”,seung hyun asik memaju mundurkan mobil-mobilannya di lantai, sedangkan jiyong tengah asik mengenyot botol dot berisi susu vanila kesukaannya. “yong bae ah~ minum susu dulu ya…”,soo young mengarahkan ujung dot ke mulut yong bae dan ia mengenyotnya dengan sangat kuat. “kau haus sekali ya”,soo young mengelus-elus yong bae sembari mengawasi yang lain. “huh?seungri? Dimana dia?”, soo young mencari-cari seungri di setiap sudut ruangan. Dan akhirnya ia menemukan seungri tengah duduk di bawah lemari yang rapuh dan di atasnya terdapat bola yang hampir jatuh dan mengenai seungri. Dengan cepat soo  young berlari ke arah seungri dan

Braakk

naas, soo young tertimpa bola ketika menelungkup untuk melindungi seungri. Ia pingsan, dan seungri hanya tertawa karna bagi anak kecil sepertinya, ini adalah sebuah lelucon yang patut di tertawai #plak#. Seungri merangkak keluar dan membiarkan soo young pingsan di tempat.

**

“ssh..ssh..”,sesuatu berbau tajam di hirup soo young. “aaaarggh”,betapa kagetnya Soo young ketika melihat sebuah popok kotor dan menjijikkan menempel di hidungnya. Dengan wajah panik, ia segera berlari ke toilet dan membersihkan wajahnya. “kasian deh lu..”,ejek seung hyun seraya menggoyangkan bokongnya ke kanan dan kekiri.

**

“jiyong ah~ kau ini nakal sekali ya!”,soo young membentak jiyong perlahan. Jiyong berlari ke dapur dan menangis tersedu-sedu di bawah meja makan. “aapppaaaa uweuweuwe~”,jiyong berteriak kencang sambil menangis. “aigoo, ottokhe?”,soo young segera menghampiri jiyong dan mencoba menenangkannya. “cup cupchagiya…”,soo young menyeka air mata jiyong yang keluar sejadi-jadinya. Tapi jiyong memberontak. “haduh chagiya,jangan nangis lagi ya! Jiyong ah mau apa?”,tanya soo young. Jiyong seketika berhenti menangis dan berkata : “main kuda-kudaan!”

_soo young pov_

“haduh sayang,jangan nangis lagi ya! Jiyong ah mau apa?”,tanyaku. Jiyong seketika berhenti menangis dan berkata : “main kuda-kudaan!”

**

“hiyak! Lebih cepat! Kuda phabo!”,jiyong menunggangiku dan Menarik-narik rambutku yang di kepang dua. “rasanya seperti kuda sungguhan!”,gerutuku. “hyung,aku punya kuda balu… Ada yang mau ikut?”,jiyong memanggil-manggil seung hyun dan yong bae dan seolah-olah menawarkan tumpangan. Yong bae dan seung hyun lekas naik ke punggungku dan…rasanya pinggangku mau copot! Walaupun kecil, tapi mereka sungguh berat.

Aku mencoba berkeliling sekuat tenaga dengan merangkak seperti ini. Seungri yang sedari tadi duduk, kini merangkak ke arahku membawa sepotong kue kecil bekas gigitan hyungnya. “aaaa~”,ia membuka mulutnya seakan memerintahkanku untuk membuka mulutku juga. Ia mengarahkan kue itu ke mulutku dan menyuapiku dengan tangan mungilnya. “seungri ah~gomawo”,ucapku sambil tersenyum. “yya! Jiyong, kudamu phabo!”,ujar seung hyun sambil mencubiti punggungku. “arrgh”,teriakku. “kuda phabo! Cepat jalan!”,perintah jiyong. Heuh,walaupun sebenarnya aku kesal, tapi aku harus bertahan! Aku tak boleh menyerah! Soo young, fighting!

**

haah, lelahnyaa…

Seharian bermain bersama mereka membuatku lelah. Akhirnya mereka tidur juga!

Aigo! Aku lupa membereskan ruang tamu!

Ku beranjak melangkahkan kaki menuju ruang tamu. Namun tiba-tiba langkahku terhenti ketika tangisan seungri memecah keheningan. “Waeyo seungri ah~? Kau digigit nyamuk yaa? Cup cup”,ku gendong ia dalam dekapanku dan tak lupa ku olesi tangan dan kakinya dengan lotion anti nyamuk khusus bayi. Tentu saja agar kulitnya tidak iritasi. Ku tepuk-tepuk pantatnya agar ia tertidur , namun sepertinya ia masih tetap terjaga. Ku tetap menggendongnya bahkan ketika ku membersihkan ruang tamu. Ku nyanyikan lagu untuknya hingga tak ku sadari, akhirnya seungri tertidur pulas. Genggaman Tangan mungilnya tak sedikitpun terlepas dari lengan bajuku.

**********

saatnya memandikan keempat malaikat kecil O.o (soo young ngeliat donk#plak)

jiyong , seung hyun dan yong bae sengaja aku kumpulkan dalam satu bath tub, sedangkan seungri , perlu tempat khusus. Aku memandikan seungri Terlebih dahulu. Sedangkan seung hyun, yong bae dan jiyong ku biarkan bermain air sesuka hati mereka. Ku mulai membasahi tubuh seungri perlahan dan mengusapkan sabun ke seluruh bagian tubuhnya.

‘BYUUURR’

ommona ! Tubuhku jadi basah kuyup ! Arrggh! Yong bae!! Waeyo? Kenapa kau siram ajjhuma?

“mandi..mandi..”,jawabnya seraya memikul gayung. *gayung apa cedok ya?*

**

tiktoktiktok…

Suara detak jam dinding sungguh terdengar begitu jelas di kala ruangan ini sepi. Yaa… Keempat balita mungil ini tertidur pulas. Ini sudah malam, saatnya aku harus merapihkan seluruh isi ruangan yang kacau balau. Ahh, kalau di fikir-fikir, kasihan juga daesung ssi, ia harus kewalahan seperti ini dikala harus mengurus keempat putranya di sela-sela kesibukannya sebagai manager. “huh?apa ini?”,gumamku ketika melihat sebuah liontin berkilauan di bawah soofa ruang tamu. Ku raih liontin itu dan melihatnya. Ternyata di dalamnya terdapat foto yeoja yang manis dan cantik. “siapa wanita ini ya?”,batinku.

Aku terus membersihkan ruangan dari satu titik ke titik yang lain. “huh! Masih ada satu ruangan lagi! Kajja soo young! Fighting!”,decakku dalam hati.

“uwahh~ jadi ini kamar daesung ssi? Wahwah, rapi sekali.. Owh,, lukisannya indah.. Cantik sekali. Humm?? Ini kan???”,seketika mataku terpaku pada sebuah lukisan yang tertempel  di dinding kamar daesung ssi. Lukisan yang menyerupai wajah yeoja yang ada di liontin itu. Apa benar dia istri daesung ssi? Wah, tak salah lagi! Ini adalah istri daesung ssi.. Neomu yeoppo.. Tapi, wajahnya hanya mirip seungri.. Dan sama sekali tak mirip dengan jiyong, seung hyun dan yong bae ! Ahh~apa peduliku!

“Lee hyo ri …”, ku lihat dengan seksama tulisan yang terukir di bingkai lukisan itu. “Mungkin saja namanya hyo ri”,gumamku.

**

pagi ini begitu cerah, secerah senyuman keempat balita yang ada di hadapanku sekarang. Entah mengapa, senakal apapun mereka, hatiku tidak pernah marah dan kesal, tapi kebahagiaan yang aku rasakan. Baru 2 hari aku Bekerja, tapi aku benar-benar nyaman berprofesi sebagai baby sitter. Aku bahkan sudah menganggap mereka seperti anakku sendiri.

“mma!”,seungri menarik-narik appron yang aku kenakan. “waeyo chagiya?”,tanyaku. Lalu ku gendong ia dalam dekapanku. “tututu”,ujarnya. Haha aku tak mengerti apa yang ia katakan.. Ia terus saja menunjuk ke arah jendela.

“yya! Jiyong phabo! Terima seranganku! Pibibibibibibib”,ujar yong bae sembari menembakkan serangan pistol mainannya ke arah jiyong. “aaaah”,jiyong terkapar pura-pura tewas tertembak. Ckckck, anak ini…

Namun di sisi lain kulihat seung hyun tengah murung dan pucat. Kudekati dia dan memegang dahinya. Aigo! Panas sekali badannya! Akhirnya ku memutuskan untuk mengajaknya ke klinik.

**

“ottokhe??”,seorang namja datang dan masuk begitu saja ke ruang periksa. “daesung ssi?”,desahku perlahan. “ottokhe? Seung hyun tidak apa kan?”,tanyanya pada dokter. “gwenchana, dia tak apa-apa, hanya demam biasa”,jawab dokter itu. “hah! Syukurlah!”,gerutunya

**

“hah… Gomawoyo sudah membawa seung hyun ke klinik dengan segera. Aku tidak tau jika kau tidak ada pada saat itu”,ujar daesung ssi. “ah~ini memang sudah tugasku… Hm,, kau terlihat panik sekali daesung ssi? Padahal seung hyun hanya demam biasa”

“mwo? Kau bilang ini demam biasa, hah!!!”,daesung membentak di hadapanku. Aku begitu terkekeh melihatnya. “mian, mianhae.. Jika aku sedikit membentakmu. Aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, soo young ah”,ucapnya lagi. “ne”,jawabku singkat. “hahh”,daesung menghela nafasnya dalam. “gwenchanayo?”,tanyaku. Daesung ssi menggelengkan kepalanya “kau tau, seung hyun bukan anak kandungku..”,pernyataan yang terlontar dari bibirnya membuatku tersentak. “mwo?!”

“ne,, seung hyun, jiyong dan yong bae bukan anak kandungku.. Mereka adalah anak adopsiku bersama istriku, sedangkan seungri memang anak kandungku….”

F l a s h b a c k – by author pov

sudah 5 tahun daesung dan hyori menikah, namun hingga kini tanda-tanda akan hadirnya seorang bayi belum juga Nampak. Keluarga besar mereka berdua bahkan mengucilkan mereka karena dianggap tak mampu meneruskan generasi keluarga. Hyori dan daesung telah mengandalkan segala cara demi mendapatkan keturunan. Namun nihil, hyori tetap saja tidak mengandung. Hingga suatu hari, hyori sengaja datang ke panti asuhan untuk mengadopsi seorang anak. Kebetulan ia juga pernah mengurus panti asuhan itu bersama salah seorang sahabatnya, Ga In. “ga in ah~ bisakah kau mengurus dokumen anak-anak ini? Aku ingin mengadopsinya sebagai anakku”,ujar hyori . “kau, ingin mengadopsi 2 anak?”,tanya ga in meyakinkan. Hyori mengangguk. “ne,baiklah~ tunggu sebentar”

**

“annyeong hase~”,hyori tercengang ketika melihat seorang balita namja duduk manis di ruang tamu apartemennya. “annyeongg..”,sapa daesung datang dari arah kamar tidurnya. Mereka berdua mematung dan tercekat. Kemudian tertawa riuh.. “ya chagi~ kau mengadopsi anak juga?”,tanya daesung sambil menunjuk kedua anak yang di gendong hyori. “ne…kau juga chagi?”,tanya Hyori. Daesung mengangguk.

“wah, tampan sekali dia. Nugu?”,tanya hyori. “seung hyun.. Choi seung hyun”,tegas daesung. “oh iya chagi~ aku minta rawat seung hyun dengan hati-hati, ia sangat rentan dengan penyakit, apalagi ia mengidap sesak nafas”,tambah daesung lagi. Hyori pun mengangguk, ia membelai rambut seung hyun dengan kasih keibuannya.

**

“hah…”,daesung mendesah perlahan ketika merebahkan tubuhnya di kasur. “waeyo chagiya~”,tanya hyori seraya menyisir rambut indahnya perlahan di depan cermin rias. Ia sesekali memperhatikan gerak-gerik suaminya lewat cermin itu. “anniyo~ aku hanya khawatir, jika keluarga kita tidak mau menerima kehadiran ketiga anak kita, bagaimana?”,tanya daesung yang terlihat memijit perlahan pelipisnya. “hah… Tidak usah khawatir, aku yakin, keluarga kita pasti akan menerima seung hyun, jiyong dan yong bae.. Arraseo?”,hyori meyakinkan.

**

hari demi hari terlewati, kini seung hyun, jiyong dan yong bae tumbuh menjadi anak-anak yang pintar. Bukan hanya itu Berkat kehadiran ketiga princes di kehidupan mereka, akhirnya hyori mengandung. Sebulan, dua bulan, tiga bulan bahkan hingga sembilan bulan usia kandungan hyori, daesung tetap mejaga kesehatan istri dan janin yang di kandungnya dengan penuh perhatian tanpa mengurangi perhatiannya pada ketiga princesnya itu.

Tepat 2 hari setelah persalinan, daesung harus mengalami depresi berat ketika harus mengetahui istrinya meninggal karena kasus malpraktek saat persalinan. 2 hari hyori tak sadarkan diri hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya. Mulai saat itu daesung harus merawat keempat buah hatinya sendirian.

F l a s h b a c k -E N D-

**

“appa…”,seungri mengelus-elus pipi daesung yang tengah menggendongnya. “daesung ssi~ kau tidak bekerja hari ini?”,tanya soo young seraya menyuapi seung hyun bubur. “anni~ aku ingin menemani mereka berempat ,terlebih lagi aku ingin mengurus seung hyun, dia kan baru sembuh”,jawab daesung ssi.

**

“jiyong ah~ aaaaaa”,soo young membujuk jiyong untuk membuka mulutnya. “bleeh~”,Jiyong menjulurkan lidahnya dan berlari ke arah appanya. “appa…”,ucap jiyong manja. Daesung ssi langsung memangkunya berdampingan dengan seungri. Begitu tampak jelas kedekatan mereka, walaupun tak ada hubungan darah yang mengikat mereka.

**

sebulan, 2 bulan, 3 bulan bahkan kini tepat 6 bulan lamanya aku bekerja pada daesung ssi. Tak kupungkiri, selama disini aku merasakan kehangatan sebuah keluarga. Ke empat putra yang ku asuh kini semakin pintar dan menggemaskan. Terlebih lagi seung hyun akan mulai masuk play group bersama jiyong dan yong bae. Aku sudah terbiasa dengan keadaan di keluarga ini, terbiasa dengan tingkah laku anak-anak, terbiasa mengurus mereka sendirian, dan bahkan terbiasa mengagumi daesung ssi sebagai ayah yang baik. Namun, kebiasaan itu tak akan pernah kurasakan lagi, tatkala orang tuaku telah mempersiapkan pernikahanku dengan seorang namja yang tidak aku kenal. Orang tuaku meminta agar aku berhenti bekerja dan menetap di daegu,tempat asal calon suamiku.

**

author pov

“daesung ssi, aku pamit… Sampaikan salamku pada anak-anak jika aku akan selalu menyayangi mereka”,ujar soo young. “soo young ah, kau serius ingin pergi dan meninggalkan kami ?”,tanya daesung yang bangkit dari tempat duduknya di ruang kerja. Soo young mengangguk lalu membungkukkan badannya. Lalu ia menarik kopernya dan berjalan gontai keluar. Namun langkahnya terhenti ketika seungri berjalan mendekatinya dan memanggilnya “umma”. Soo young tercekat, lalu ia berlutut dan memeluk tubuh mungil seungri seraya menangis. “seungri ah~”,soo young masih saja menangis dan mengelus lembut rambut seungri. “soo young ah~ jangan pergi, kami membutuhkanmu di sini”,tiba-tiba daesung muncul dan berkata demikian. Soo young langsung mengelap air mata yang membasahi pipinya. Ia bangun lalu cepat-cepat menarik kopernya dan pergi. “aku mencintaimu soo young ah..”,sontak soo young menghentikan langkahnya lagi. Ia membalikkan badannya dan menatap wajah daesung dengan tatapan nanar. “jeongmal?”,Tanya soo young. “ne,, aku, seungri dan anak-anak lain mencintaimu, kami membutuhkanmu, jadi aku mohon jangan pergi tinggalkan kami…”

“hah… Mianhae daesung ssi, tapi aku tidak bisa.. Annyeong!”,sahut soo young dan berlalu begitu saja.

Karappo no CLOSET sumi ni

Ochita Promise Ring

Futari shite kanojo no Birthday

Eranda noni

Tobira ga shiamaru mae ni Baby please don’t go away

Ienakatta koto semeteru What you to stay

Ima sara kuyande mo I know it’s late

Kanojo no kawari nante dare nimo dekinai

I want you to stay want you to stay

**

“appa,, ajjhuma mana?”,tanya seung hyun. “ajjhuma sedang pergi”,sahut daesung yang tengah sibuk memakaikan seragam sekolah untuk jiyong. “beli permen?”,tanya jiyong. “haha ajjhuma pergi ke tempat yang jauh…”,sahut daesung lagi. “apa ia tak datang lagi dan bermain dengan kami?”,tanya yong bae. Daesung menggelengkan kepalanya. “kajja, kita berangkat!”,seru daesung.

==

selama perjalanan menuju sekolah , daesung selalu memikirkan soo young. ‘betapa penting arti hadirnya soo young dikehidupan kami, anak-anak sangat membutuhkannya, begitu juga aku… Aku jatuh cinta padanya’,pikirnya.

**

seminggu kemudian sebuah kartu undangan tergeletak di bawah pintu apartemen daesung. Ia membuka perlahan kartu itu. Dan soontak wajahnya berubah Ketika melihat tulisan yang tercetak di dalamnya. “soo young mengundangku di pernikahannya?”

**

hari ini, adalah hari bahagia bagi soo young, karna hari ini adalah hari pernikahannya. Pagi-pagi sekali daesung sudah tampak rapi mengenakan jas hitam. Bukan hanya ia, anak-anakpun tak akan ia tinggal di rumah, jadi ia mengajak keempat princesnya untuk menghadiri pernikahan soo young. “appa, aku tampan?”,tanya jiyong seraya mengetatkan dasi kupu-kupu merah di lehernya. “ne, kau tampan sekali”,jawab daesung. “aku? Bagaimana appa?”,tanya yong bae tak mau kalah. “kau juga tampan, semua anak appa tampan!”

“appa…”,seungri tampak ingin di gendong appanya. “ne chagi, ayo kita berangkat!”

**

setibanya di gereja tempat di selenggarakannya pernikahan soo young, daesung tampak kaget. ‘Begitu sepinya gereja ini’,pekiknya. Ia berjalan beriringan bersama keempat putranya ke dalam gereja, dan ia menemukan sesosok wanita berpakaian pengantin tengah duduk menyendiri di dalam. “soo young ah?”,desah Daesung. Soo young menoleh ke arah daesung dan tersenyum manis. “ada apa ini?”,tanya daesung. “bukankah kau pernah berkata kalau kau mencintaiku dan kalian membutuhkanku? Apa sekarang kau masih mencintaiku daesung ssi? Apa kau masih ingin aku tinggal bersama kalian? Hah?”,tanya soo young seraya menyambut daesung ke dekapannya.

“lalu pernikahanmu?”,daesung masih tidak mengerti dengan semua yang di lakukan soo young. “namja itu sungguh baik, ia rela melepasku demi namja yang aku cintai”,jawab soo young.

daesung langsung memeluk soo young dan berbisik di telinga soo young “you are my lovely baby sitter, saranghaeyo…”.

“na tto saranghae…”,sahut soo young

Playing : saranghe nor sarang hanika

noman issumyon hengbog hanika

gasumun aphado to usobonda~ (MM)

usumur junun saram chorom

surphun obnun saram chorom~

onurdo ni dwieso (ni dwieso)

sori obshi to uro bonda..

gasumi joryo onda~

noui surphun pyojong hani yedo

gu sarami cham mibda

ni sarangur da gajyonunde

mwoga mojara nor irohge ullinunji

saranghe nor sarang hanika

noman issumyon hengbog hanika

gasumun aphado to usobonda~ (OOH YE~)

usumur junun saram chorom

surphun obnun saram chorom~

onurdo ni dwieso (ni dwieso)

sori obshi to uro bonda..

==[END]==

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2011 in ALL FANFICT, FAMILY, ONESHOOT, ROMMANCE

 

Tag: ,

4 responses to “♥♥♥ My Lovely Baby sitter♥♥♥ oneshoot

  1. Devi_VIP

    Maret 12, 2011 at 1:40 pm

    hehehe….Daesung appa…sarangheyo…hahaha….

     
    • aya yongra

      Maret 12, 2011 at 2:21 pm

      hhi.. iyaa.. saeng mau jadi anaknya kah? hhe

       
  2. Devi_VIP

    Maret 14, 2011 at 6:05 am

    @aya yongra : nggak mo jd anakx tp jadi……..hahahaaha…jd malu…..soalx Daesung oppa tambah cakep aja pas MV tonight…xixx

     
    • aya yongra

      Maret 14, 2011 at 6:20 am

      hayoo.. mau jadi anunya yaa? *maksud?*
      ne,, disitu makin cakep aje dy..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: