RSS
Galeri

[FF] T.cuz n Onyet Mencari Cinta Part 2 // 2 author sarabh

29 Apr

ZingYongbe Production Fanfict

MEMPERSEMBAHKAN

======================

NO COPAS ND DON’T BE SILENT READERS!!!

Tittle    : T.cuz n Onyet Mencari Cinta

Genre : HummoRomance

Cast     : All Member BIG BANG n SUPER JUNIOR ,, Include 2 Author (no surcharge) hhe

Author :

Jha Aya-Ntee                        : Park Hye Soo

Hime Byeolbic Purwasari        : Kim Tae Chu

WARNING!!!!

ini adalah FF gaje, jadi jangan heran kalo isinya gajelas semua.. kekeke~

PLEASE, DON’T BE SILENT READERS !

prev<<

**

Hosh hosh… Nafas menderu di sela-sela perjalanan mereka bertiga. “jiyong ah, aku lelah”,ujar hye soo. “kau lelah? Mari kita beristirahat disana”,jiyong menunjuk ke sebuah pohon yang besar dan mereka beristirahat di sana.

“wahai anak-anakku, what are u doing here?”,tiba-tiba terdengar suara aneh dari pohon besar itu. “ahh! Nugu?”,tanya yongbae. “tenang anak-anakku, aku peri heechul, peri yang siap memberikan bantuan untuk kalian, 24 jam nonstop”,ujarnya tanpa menampakkan wujudnya. “nugu? peri? tadi penyihir sekarang peri, sebenarnya ini hutan apaan sih?” keluh hyesoo.

“hai gadis cantik, saya bagi tau,dengar ah dengar….  ini adalah hutan ajaib 1001 dongeng. Siapa suruh masuk kesini, jadi bingung kan?!” jawab peri heechul.

“benar, ini adalah hutan ajaib, peri heechul lah yang menjaga hutan ini, dan aku pengawal setianya”, nampak seekor singa mendekati mereka.

next >>

“jangan takut, kami tidak akan berbuat jahat pada kalian”, ujar peri heechul yang keluar dari bulu singa tersebut. lalu berkata :

“daesung ah, kapan kamu terakhir mandi? baumu harum sangat, bagai bak sampah di restoran. iyack…” kata peri heechul pada singa itu sambil menutup hidungnya.

“hah! Ratu peri sombong sekali,, sudahlah tak usah jaim di depan mereka! Aku tau ratu tadi sempat mendengkur bahkan ngiler di buluku.. Jadi, buluku berbau sampah deh! Heuh!”,ucap daesung kesal.

“pletak… jangan buka aib keluarga di sini ya!”, peri heechul memukul kepala daesung.

“mianhae peri. tapi peri mau apa? kalau mau uang, kami tidak membawa uang, bagaimana kalau kami menggadaikan dia?”, tanya jiyong sambil mendorong yongbae ke depan.

“ahh.. brondong bok”,sifat kewanitaan sang peri keluar.

“ehem..” daesung berdehem.

“maaf, saya khilaf”, kata peri heechul.

sementara itu taechu terbang jauh lalu berhenti, karena menabrak pohon besar.

“aduh..” teriaknya

“hyung, apa itu?” wookie terbangun dari tidurnya.

Dengan segera semua prajurit dan kedua jendral memeriksa asal suara tersebut.

“nona taechu? anda tidak apa-apa?”, tanya wookie sambil membantu taechu berdiri.

“aisk.. mana mungkin tidak apa-apa?”, jawabnya kembali sinis.

“kemana putri hyesoo?”, tanya jendral sungmin.

“hisk.. hyesoo di tangkap penyihir di tengah hutan”, jawab taechu sedih.

“lalu, apa yang kalian lakukan disini?”, taechu balik bertanya.

“sudah jelas kan, kami mencari nona dan putri”, jawab wookie.

“pletak.” taechu memukul kepala kedua jendral.

“kalian bilang mencari?? hanya beberapa meter dari taman belakang istana??!”, tanya taechu geram. dan kedua jendral hanya bisa tertawa kecil.

**

“peri heechul, bisakah kami meminta petunjukmu?? Kami ingin keluar dari sini!”,hye soo mengedip-ngedipkan matanya. “hahaha kecil ! Gampang!! Kita tanya pada??? PETA !”, peri hee chul mengeluarkan peta dari tas ransel yang ia kalungkan di leher daesung sang singa. GDUBRAK !

^^

“hyaa! Kalian ada di sini toh! Nang ning, ning nang, ning nung!”,penyihir eunhyuk tiba-tiba muncul sambil menari-nari gaje.

“penyihir!!!”, semua tampak kaget, sedangkan peri heechul dan singanya daesung mengeluarkan jurus seribu langkah , andalan mereka.

“wussshhh…”

“aisk.. dasar peri yang tidak dapat di andalkan”, ketus jiyong.

“jadi, mau apa kita sekarang? aku sudah lelah main kejar-kejaran dengan kalian. bagaimana kalau kita akhiri ini semua?”, ucap eunhyuk serius..

“hm, baik! tapi kita main petak umpet dulu ya! Kita suit dulu, bagi yang kalah harus jadi penjaga! Ottokhe?”,tanya jiyong. Eunhyukpun menyetujui. “batu, kertas, gunting!! horee penyihir kalah, jadi kami yang sembunyi.. ayo kita sembunyi..”, ajak yongbae sambil kembali berlari.

“yah.. aku kalah, ya sudah lah, aku hitung sampai 100 ya..”

beberapa jam kemudian….

“99, 100, siap atau tidak aku datang”, eunhyuk pun mulai tersadar. “sial, aku kena lagi! awas kalian!”, eunhyuk kembali mengejar mereka.

“huahh, dasar ! Penyihir phabo! Mudah sekali ia di tipu!”,hye soo cekikikan. “haha kita pintar”,sahut yongbae. “haha, kajja kita cari taechu…dan segera tinggalkan hutan terkutuk ini!”,ajak jiyong.

Sementara itu, jendral sungmin, jendral wookie dan taechu melanjutkan perjalanan ke tengah hutan. Mereka mendengar hentakan langkah kaki mendekati mereka. “semuanya! Harap waspada! Sepertinya ada yang mendekat!”,perintah jendral sungmin. “tolong ada penyihir!”, suara teriakan dari kejauhan.

“tangkap mereka!”, perintah jendral sungmin.

akhirnya 2 makhluk aneh pun tertangkap.

“makhluk apa ini?” tanya jendral wookie penasaran.

“perkenalkan, beliau adalah peri heechul, penjaga dari hutan ajaib, dan saya adalah daesung, pengawal setianya”, si singa memperkenalkan diri.

“singa bisa bicara? hebat…..! peri? mana perinya?”, tanya taechu.

“di sini~”, rintih sang peri yang terinjak daesung.

“udah bau, nginjek lagi! kombo penderitaan ku.. hisk..”, keluh sang peri.

“by the way, any way bus way… Dari pakaian kalian, nampak seperti pengawal kerajaan! That’s correct?”,tanya peri hee chul. “ne, oia, kalian kan penjaga hutan ini, apa kalian pernah bertemu dengan 2 namja aneh, dan seorang yeoja mengenakan dress ungu lewat sini?”,tanya jendral wookie. “omona, tadi kami bertemu dengan mereka, tapi sepertinya mereka sedang sibuk sekarang”, kata daesung.

“sibuk? sibuk ngapaen?”, tanya taechu.

“tuh, mereka lagi maen petak umpet ma penyihir udik.” jawab peri heechul.

“enak aja bilang penyihir udik!” tiba-tiba penyihir donghae berada di depan mereka.

“tapi karna jumlah kalian lebih banyak dari saya, jadi saya mohon pamit, permisi”, lanjut donghae sambil lari tunggang langgang.

**

“jiyong ah, lihat ! Itu sepertinya jalan ke istana!”,hye soo menunjuk sebuah lorong mirip pintu belakang di arah selatan istana. “ah, iya..benar! Kajja kita kesana!”,ajak jiyong sembari menggandeng tangan hye soo dan meninggalkan yongbae yang tampak lesu karena belum menemukan tae chu.

‘aku harus menemukan taechu ku’, ucapnya dalam hati. lalu meninggal kan jiyong dan hyesoo, masuk kembali ke dalam hutan.

sedangkan jiyong dan hyesoo, tidak menyadari kepergian yongbae.

“aduh”, hyeesoo tersandung.

“ceroboh amat sih, sini aku bantu.” jiyong pun mengangkat tubuh hyesoo dan berjalan menuju pintu.

‘omona, aku di angkat? aigo, wajah kami sangat dekat!’, hyesoo terus saja memandang wajah jiyong.

sesampainya di pintu, hyesoo melihat sekerumun orang yang tak tak asing lagi baginya. “putri!!”, teriak jendral sungmin dari kejauhan, lalu berlari menghampiri hyesoo.

“putri, gwenchana yo?” tanyanya panik.

“ne”, jawab sang putri sembari turun dari gendongan jiyong.

‘jendral phabo! kau merusak smuanya!’, pekik hyesoo dalam hati.

“putri benar-benar tidak apa-apa?”,sungmin rupanya benar-benar khawatir. Ia memegangi tangan putri hye soo. “ya! Tak sopan!”,bentak jiyong. “hah! Kau sendiri main gendong-gendongan! Lebih tidak sopan”,pekik sungmin.

“hye soo ah, yong bae mana?”,tanya tae chu. “ada! I…. Omona! Kemana yongbae?”,hye soo panik.

“aish.. dasar mohak!! bikin repot saja! kalian tunggu disini, biar aku yang mengejarnya”, taechu berangkat sendiri, hanya dengan modal sapu terbangnya.

“ehh.. tapi kan kau..”, belum selesai jendral wookie bicara taechu sudah tancap gas. jendral wookie pun mengejar taechu.

“tunggu.” seru hyesoo menghalangi jendral wookie yang ingin mengejar taechu.

“aku akan membantunya, percayalah pada ku”, sahut jendral wookie lagi dan menghilang dalam hutan yang lebat.

“putri..”

“sudahlah, aku percaya pada taechu dan wookie, kita tunggu saja kabar dari mereka”, kata hyesoo tenang.

‘taechu ah kembalilah dengan selamat’, harapnya dalam hati.

**

“tae chu ah!!! Kau dimanaaa”,yongbae berteriak-teriak di dalam hutan.

“tae chu ah!! Bisakah kau kembali padaku? Aku baru sadar,, aku sangat sangat mencintaimu! Tae chu ah~ saranghae!”,teriaknya lagi.

ZUUINGGGG…

Chiit…

Tae chu mengerem laju sapu terbangnya ketika mendengar suara yong bae.

“yaa!! mohak! kau menyusahkan ku saja! semua telah menunggu di istana, ayo cepat naik!”, kata taechu setelah berhenti.

“taechu ah~” kata yongbae berbisik.

“kajja!!” seru taechu.

yongbae pun naik ke sapu terbang, dan langsung tancap gas.

di perjalanan…

“kau mendengar apa yang ku ucapkan tadi?”, tanya yongbae perlahan.

“tidak! aku tidak mendengarnya, memang apa yang kau ucapkan?”, taechu balik bertanya.

“aku..”

“nona taechu!!!”, teriakan jendral wookie dari kejauhan. “jendral…” taechu pun mengarahkan sapunya ke sumber suara. “jendral sedang apa kau di sini?”, tanya taechu yang masih berada di atas sapu terbang bersama yongbae.

“akhirnya ketemu juga! aku khawatir pada mu”, jawab jendral wookie tulus.

taechu dan yongbae pun turun dari sapu terbang.

“aisk.. sapu ini kan tidak bisa bonceng 3, hask.. kita jalan kaki saja ke istana. kajja..”, ajak taechu.

“tapi, ak akku..” yongbae terbata. lalu taechu menatapnya dalam, sekali lagi yongbae terpana.

“nona, mari kita berangkat!”,perintah wookie. “ah,ne,ne..”,tae chu pun melepaskan pandangannya dari yongbae dan memulai langkahnya menuju istana.

‘tae chu ah, kapan kau bisa menyadari perasaanku hah? Arrgh, yong bae phaboya!! Apa sulit mengatakan aku cinta padamu?? Ish!’, hati kecil yongbae bergeming. “nona, apa kau lelah?”,tanya jendral wookie sembari mengelap keringat yang membanjiri kening tae chu. “anni~gomawo, tak usah lakukan itu padaku!”,jawab tae chu. Yong bae langsung cepat-cepat berjalan mendahului taechu dan wookie. “heh? Ada apa dengannya?”,bisik tae chu.

“mohak tunggu…” taechu lalu mengejar yongbae.

“hei, ada apa dengan mu? kenapa kau jadi aneh?”, tanya taechu sambil menghentikan langkah yongbae.

“anniyo!” jawab yongbae singkat.

“yaa!! katakan pada ku, kenapa kau?”, kata taechu penuh emosi.

namun sebelum yongbae dapat menjawab, tanah yang mereka pijak, longsor.

“kkkyyyaaa!!!.” teriak mereka berdua.

“nona, mohak… dimana kalian? apakah kalian tidak apa-apa?” tanya jendral wookie dari atas tebing.

jendral wookie melihat taechu dan yongbae yang tidak berdaya di dasar tebing, lalu berkata : “bertahanlah, aku segera kembali dengan membawa beberapa pasukan untuk menolong kalian. bertahanlah!” teriaknya sambil berlari menuju kerajaan.

“mohak..”, kata taechu terintih. namun yongbae tetap tidak sadarkan diri.

“woe! sadarlah!”, teriaknya lagi.

“mwoo?”, jawab yongbae berbisik.

“syukurkah..”, taechu mulai tenang.

“kau mengkhawatirkan ku?” tanya yongbae penuh harap.

“ahh~~.”taechu terkejut dengan pertanyaan yongbae.

“tae chu ah~”,desah yongbae. “ne, waeyo? Sini.. Aku balut lukamu..”, tae chu merobek sedikit gaunnya dan membalut luka kecil di siku yongbae yang terluka. Yong bae terus saja menatap wajah tae chu yang sibuk membalut lukanya. “saranghae…”,desah yongbae.

“hah?”,tae chu menatap yongbae.

sementara itu, di kerajaan..

hyesoo yang cemas akan keadaan taechu, terus saja menatap ke arah hutan.

“putri”, panggil jiyong, hyesoo tidak melepaskan pandangannyaa.

“anda kenapa??”, tanya jiyong.

“bagaimana ya keadaan taechu sekarang?”, tanya hyesoo cemas.

“tenanglah, ada yongbae di sampingnya, taechu pasti selamat”, hyesoo pun mengalihkan pandangannya ke jiyong, dan menatapnya dalam.

“jiyong…” desah hyesoo.

“ada apa putri?”, jiyong mulai mendekatkan wajahnya.

“pletak!” hyesoo memukul kepala jiyong.

“bukankah taechu ke hutan untuk mencari simohak itu?! aku malah khawatir kalau taechu berada di dekatnya”, tangis hyesoo tumpah.

“aku mengerti”, balas jiyong menenangkan.

“tapi aku sangat percaya pada sahabatku, jadi aku yakin dia pasti akan menjaga orang yang ia sayangi, sama seperti ku.” lanjutnya lagi.

hyesoo pun semakin tidak dapat membendung tagisnya, perlahan jiyong mendekap tubuh hyesoo, dan menenangkannya dalam pelukan hangatnya sedangkan hyesoo merasakan kehangatan dari pelukan jiyong.

“gawat!gawat! Nona Tae chu dan pengawal terperosok ke dalam jurang”,teriak jendral sungmin dan wookie. “heh?”,seketika jendral sungmin menghentikan langkahnya dan tak percaya terhadap apa yang ia lihat. “jinjja???”,ujar putri hye soo kaget. “ne, kami akan mengutus prajurit kami untuk menyelamatkan mereka”,tambah wookie.

“aku ikut!”,teriak hyesoo. “anni, kau disini saja, ini sangat berbahaya untukmu putri!”,cegah jiyong.

“putri , tinggalah di sini, biar kami yang menanganinya.” jendral sungmin angkat bicara.

“tapi…”

“sudahlah, aku akan selalu menemanimu, percayalah pada kedua jendral mu dan yongbae”, kata jiyong menenangkan. “kami mohon pamit.” jendral sungmin berbalik, dan memancarkan wajah kecewanya. jendral wookie memberi hormat, lalu pergi mengejar jendral sungmin. “hyung..!” panggil jendral wookie. “hyung, kau tidak apa-apa?”, tanya jendral wookie melihat pipi jendral sungmin yang basah.

“tidak apa-apa, aku hanya berkeringat, mari kita selamatkan nona taechu dan pengawalnya”, jelas jendral sungmin.

“baiklah..”, jendral wookie hanya bisa menuruti semua yang di katakan hyungnya

diperjalanan….

“hyung, aku sangat mencemaskan nona taechu, sepertinya aku menyukainya”, kata jendral wookie polos.

“iya, dan aku menyukai putri hyesoo.” ketus sungmin.

“aisk.. hyung!!” wookie mulai kesal. “tapi,apa kita pantas mendampingi mereka? Hye soo seorang putri, tae chu sahabat dari putri hye soo! Di tambah lagi ada pesaing”,jelas sungmin. “mwoya? Jiyong maksudmu? Tapi aku kan tidak hyung!”,wookie berkelakar. “siapa bilang? Tuh yong bae!”, ujar sungmin sembari menunjuk yong bae dan tae chu dari atas tebing, karena mereka telah sampai di tebing tempat taechu dan yongbae terperosok.

“omona..” sungmin terpaku.

“yyaa!!! jendral, cepat selamatkan kami! jangan cuma bengong saja di sana!” teriak taechu dari dasar jurang.

“hyung aku ada ide.” kata wookie.

semua prajurit pun membantu kedua jendral untuk menolong taechu dan si mohak yongbae.

setelah itu…

“aw..” rintih yongbae.

“kau tidak apa-apa kan?” taechu khawatir.

“hhe..”, yongbae, cengengesan.

“pletak..” hadiah dari taechu.

sementara itu wookie hanya bisa meredam kemarahannya.

sesampainya di kerajaan.

“taechu ah~” sapa hangat hyesoo, yang keluar dengan air matanya.

“putri..” merekapun berpelukan. “yongbae, ada apa dengan mu, kenapa kaki mu?” jiyong panik. “anniyo, gwenchana, diobati sedikit saja sudah sembuh”, kata yongbae menenangkan.

2 pasang sahabat pun bertemu kembali. *** “putri, sudah 2 hari kita lewati, tinggal 5 hari lgi”, kata taechu membuka percakapan. “hmm.. taechu ah~, sepertinya aku menyukai jiyong.” kata hyesoo.

“jinjja?? Kau? Jiyong? Pengawal istana itu?”,tae chu meyakinkan. Hye soo hanya mengangguk dan tersenyum tipis. “tapi, maksudmu bukan mau menikah dengan pengawal kan ?”,tanya tae chu. “entahlah, tapi aku benar-benar nyaman berada di dekatnya..”,ujar hye soo melemah. “yya! Sepertinya ada yang membicarakanku ya?”,jiyong tiba-tiba muncul.

“eh, orangnya datang”, taechu melanjutkan.

“huss…” hyesoo melotot pada taechu.

“kenapa kau kemari??”, tanya taechu.

“ehh.. di kamar sebelah, ada yang sedang menantimu.” jawab jiyong.

“nugu?” tanya taechu lagi.

“lihat saja sendiri”, jiyong membuat penasaran taechu. “kau sengaja mau mengusirku secara lembut ya, ok, aku mengerti, sangat mengerti. selamat bersenang-senang”, taechu merayu hyesoo, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

TBC

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: