RSS

Suami – Suami Takut Istri Part. 4

24 Jul

NO COPAS N DONT BE SILENT READERS!!!

Mian, kalo namanya aku ganti..

~daesung a.k.a kang dae

~lee teuk a.k.a teukinem

 

Epii reading*************

 

 

Datuk.. Daesung dan Lee Teuk termasuk pasangan yang harmonis , karena jarang sekali ada pertengkaran diantara mereka. Sifat kang dae yang sabar dan juga polos membuat teukinem  tidak pernah menuntut hal yang aneh-aneh pada suaminya. Namun sifat teukinem malah membuat kang dae serba salah.

Mau tau sifat teukinem? Check this out`~~

 

Suatu hari mereka merencanakan suatu rekreasi bersama, tak lupa mereka mengajak buah hati mereka yang baru berusia 5 tahun, Minho.

“ma.. mama sudah siap” Tanya kang dae yang sudah rapi mengenakan celana coklat ¾ dan mengenakan to table square-square alias kemeja kotak-kotak *bhasa inggrisnya author aneh*

“sudah pa..” jawab teukinem

“aiish,, aku lupa sesuatu”kang dae kembali kedalam kamar dan mengambil barang yang tertinggal. Teukinem membawa semua barang-barang bawaan ke dalam mobil. Teukinem masuk lagi ke dalam rumah untuk memastikan rumah dalam keadaan aman.

“ma..jangan lupa semua ruangan di kunci yaa..!!” teriak kang dae lagi.

“iya pa..” jawab teukinem sembari mengunci seluruh ruangan termasuk kamar tidur mereka, padahal kang dae masih ada di dalam ruangan tersebut. Entah teukinem sadar atau tidak, ia mengunci suaminya di kamar.

“mama duluan aja, nanti papa nyusul” teriak kang dae lagi

“ohh.. iya paa..”jawab teukinem. Teukinem akhirnya keluar dari rumah tapi lupa menutup pintu utama di rumah mereka.

“ayo nak, kita berangkat!” teukinem mengajak anaknya untuk naik ke mobil.

“tapi papa masih di dalem ma…” jawab minho

“ahh~ kamu ini, papa tadi bilang mau brangkat duluan, nanti kita disuruh  nyusul.. nah skarang kita nyusul papa yaa.. ayo naik..”ajak teukinem lagi , minho langsung di gendong mamanya ke dalam mobil.

 

—–Di dalam kamar—–

“ahh~ akhirnya ketemu juga nih kacamatanya”, ucap kang dae. Kacamatanya yang di cari sedari tadi akhirnya ditemukan. Kang dae membersihkan kacamatanya yang diselimuti debu. Setelah itu kang dae keluar dari kamarnya, agar istrinya tidak lama menunggu. Tiba-tiba..

CKLEEK..CKLEEK..CKLEEK..CKLEEK..

“loh.. ini pintu knapa gak bisa di buka?” kang dae panik. Kang dae mencoba sekali lagi hingga akhirnya kehabisan tenaga. “waah.. aku terkunci.! Mama..mama…” kang dae berteriak2 namun tidak ada jawaban ataupun respon dari teukinem.

 

CLIIING…

“aha.. kan  ada kunci serep” kang dae baru terfikirkan kalau kamar mereka memiliki kunci serep. Kang dae mencari-cari kunci itu.

Sudah sejam mencari, tapi belum juga ditemukan. Dari semua sudut ruangan, kini tersisa satu laci yang belum dibuka yaitu laci yang berisi pakaian dalam teukinem. Akhirnya kang dae mengubek-ubek *bahasanya nok* dan menemukan kunci itu disela-sela tumpukan pakaian dalam teukinem.

“ahh~ akhirnya ketemu juga..” kang dae bernafas lega.

Kang dae akhirnya membuka pintu kamar dan langsung keluar. Sampai di garasi , kang dae sudah tidak melihat mobilnya yang tadi parkir disana.

“iish..sudah di kunci, ditinggal pula..”gerutu kang dae.

Akhirnya kang dae memutuskan untuk pergi menggunakan taksi.

 

 

——di tengah perjalanan——

Ada sebuah mobil yang sama persis seperti milik kang dae di kerumuni banyak orang. Kang dae menyetop taksinya dan turun untuk melihat apa yang sedang terjadi.

“yaa ampyuun… kasihan sekali ibu dan anak itu.. tewas mengenaskan!” kata salah satu warga

“ada apa ini?” Tanya kang dae

“ini, tadi ada kecelakaan, ibu dan anak ini tewas secara mengenaskan” jawab orang tersebut

Kang dae shock dan histeris sambil berkata , “ minggir..minggir.. saya adalah suami dan ayah korban”

Semua warga heran dan pandangan tak biasa tertuju pada kang dae.

“minggir..minggir..” kata kang dae lagi. Semua warga yang tadinya berkerumun, memberikan jalan untuk kang dae. Tiba-tiba kang dae kaget dan terperangap melihat kenyataan bahwa ibu dan anak yang tertabrak itu maksudnya adalah ibu monyet dan anak monyet.

“ooh.. jadi bapak ini suami dan ayah korban?” Tanya salah seorang warga.

Kang dae hanya terbelalak melihat kejadian memalukan ini… “SUNGGUH TERLALU”

 

——Keesokan harinya—-

Teukinem sedang memasak di dapur dan kang dae tengah asik membaca Koran.

“mama… buatin papa kopi doong” teriak kang dae

“iyaa pa…” jawab teukinem. Teukinem langsung membuatkan kopi untuk suaminya.

Saat yang bersamaan, ikan yang di goreng ,gosong, nasinya juga gosong serta soupnya mendidih. Teukinem benar2 kerepotan. Sehingga garam yang mau dimasukkan ke soup malah di tuangkan ke cangkir yang berisi kopi , sedangkan gula yang mau di masukkan ke cangkir yang berisi kopi ,di masukkan ke dalam soup tadi. *ASTAGA*

Setelah selesai membuat kopi, teukinem memberikan kopinya kepada kang dae. Kang dae pun meminumnya.

BRUUUSSHHH…

Kang dae nyembur ala  mbah dukun

“kopi apaan nih? Asin banget! Lebih asin dari air laut pula!” kang dae protes

“ahh~masaa siih?” teukinem ga percaya

“nih cobain!” kang dae meminta teukinem untuk mencobanya dan

BRUUSSHH…

Teukinem menyembur ke wajah kang dae.

“iih.. kok nyemburnya ke papa sih?” kang dae menggeram.

“mianhae”

 

BUAHYA MANIS..BUAHYA MURAH..BUAHYA…

Kang dae mendengar teriakan pedagang buah yang biasa lewat di depan rumahnya.

“maa.. beliin papa buah jeruk sana..” perintah kang dae

“iyaa..” teukinem pun keluar dan menyetop dagang buah tersebut.

 

“mass… saya mau beli buah jeruknya” kata teukinem

“ohh~ mau beli brapa kilobu?” Tanya si pedagang

“sekilo brapa mas?” teukinem Tanya balik

“ohh.. yang ini 7000 sekilo” jawab pedagang tadi

“mahal amat sih mas! Jeruk segede upil gini juga!! 3000 yaa…??” teukinem bermaksud menawar tapi respon yang diberikan tidak sesuai harapan.

“ihh.. ibu kira saya ga bangkrut apa kalo saya jual segitu.. ! lagian jeruknya kan barang improot!! Eh.. import maksudnya..!” kata pedagang sambil nodong teukinem pake jeruk

“ yee.. import sih import! Tapi jeruknya kan segede upil ! kasi murah napa?” rayu si teukinem lagi

“saya bisa kasi ibu 3000 sekilo, asalkan ibu bisa nunjukin kalo upil ibu segede jeruk ini! Ayoo..” pinta si pedagang

Teukinem terdiam tanpa kata*d’masiv banget* dia tidak bisa membuktikan bahwa upilnya segede jeruk.

 

**************TO BE CONTINUE***************

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: